11 Juni 2016

Cara Mempelajari Buku Ini

Bagian Dua
“Cara Mempelajari Buku Ini”

Berdasarkan pengalaman pribadi ada beberapa hal yang menyebabkan saya dalam membaca sebuah buku kadang tidak saya selesaikan hingga halaman terakhir. Ada beberapa penyebabnya, seperti misalnya karena bukunya terlalu tebal, gaya bahasanya yang terlalu tinggi, pembahasan materi dalam buku yang telalu teknis atau teoritis, kurangnya contoh-contoh studi kasus yang dibahas dalam materi buku, atau isi bukunya terlalu menggurui dimana kurang adanya interaksi dengan si pembacanya.

Berangkat dari situlah saya ingin membuat buku kesalahan para pengusaha pemula yang ada ditangan Anda ini menjadi sedikit berbeda. Saya ingin menyajikan buku ini tidak terlalu tebal, tidak bermaksud menggurui, bukan sekedar buku-buku teori, menyajikan banyak studi kasus atau contoh yang memang sudah pernah saya alami atau saya lihat sendiri, serta buku ini bisa habis dibaca dalam 1,5 jam saja..!

Habis Dibaca Dalam 1,5 Jam

Ya, saya tidak ingin menghabiskan waktu Anda terlalu banyak hanya untuk membaca buku ini. Saya hanya membutuhkan waktu Anda 1,5 jam saja untuk menyelesaikan membaca buku ini. Bahkan juga tidak mewajibkan Anda untuk membaca buku ini habis dibaca dalam satu waktu.

Lalu bagaimana caranya agar buku ini benar-benar bisa diselesaikan dibaca hanya dalam 1,5 jam saja. Inilah yang ingin saya jelaskan kepada Anda.

Buku ini saya tulis terdiri dari 16 bab saja. Setiap babnya maksimal kira-kira terdiri dari 10-16 halaman saja. Pilihlah bab-bab mana saja yang memang betul-betul sedang ingin Anda baca saja. Bacalah bab per bab satu per satu. Tidak harus urut satu per satu dari awal, boleh lompat-lompat sesuai dengan yang Anda inginkan. Bahkan tidak harus selesai dibaca dalam satu waktu, agar Anda benar-benar bisa mendapatkan pesan yang disampaikan dalam buku ini

Jika untuk membaca satu bab nanti dibutuhkan waktu 5-6 menit saja, maka jika Anda membaca 16 bab, maka waktu total yang dibutuhkan hanyalah sekitar 1,5 jam saja. Karena itulah saya ingin waktu 1,5 jam Anda itu benar-benar bisa memberikan manfaat dan Anda bisa mendapatkan sesuatu yang baru setelah membaca buku ini.

Baca ‘Teori’ nya Dahulu

Buku ini sengaja saya tulis dengan metode : belajar sekaligus mempraktekkannya. Maksudnya disini adalah saya akan menuliskan dulu bagian ‘teori’ nya terlebih dahulu agar Anda bisa belajar terlebih dahulu. Teori yang saya maksudkan disini adalah bukan teori secara letter lux yang ada dalam buku-buku ilmiah, melainkan justru saya menuliskan sebuah kejadian atau realita yang sering terjadi. Setelah selesai belajar, barulah Anda mempraktekkannya yaitu berinteraksi dengan lembar kerja yang sudah dipersiapkan.

Sesuai dengan tema yang dibahas dalam buku ini yaitu mengenai kesalahan para pengusaha pemula, maka yang akan dibahas dalam bagian teori ini adalah mengenai pengalaman-pengalaman riil yang pernah terjadi dan sering saya temui di lapangan. Hal itu bisa dari pengalaman saya pribadi, dari pengalaman orang lain ataupun dari referensi artikel atau berita yang pernah saya baca. Jadi ini nanti bukan sekedar teori yang biasa-biasa saja.

Bisa jadi Anda nanti akan kaget, ternyata beberapa pengalaman yang saya tuliskan dalam bagian teori ini ternyata memang benar-benar sering terjadi di lapangan, dan memang seperti itulah kenyataannya. Bahkan tidak jarang, tanpa disadari mungkin ternyata Anda bisa mengalaminya sendiri, hehehe..

Dengan membaca bagian teori ini nanti, harapan saya adalah Anda akan bisa mengetahui dan mengenali hal-hal apa saja yang biasanya menjadi kesalahan, dan ternyata kesalahan tersebut sering sekali dilakukan terutama oleh para pengusaha pemula.

Tentu saja apa yang dibahas dalam teori ini bertujuan agar Anda bisa mendeteksi lebih dini, barangkali ada beberapa hal kesalahan yang dibahas tersebut ternyata pernah Anda lakukan, atau bahkan sedang Anda alami saat ini. Dengan begitu Anda bisa secepatnya untuk ‘mengobati’ dan memperbaikinya, agar tidak terjadi kesalahan yang berlarut-larut.

Obatnya Kemudian..

Setelah Anda selesai membaca bagian teorinya, tentu Anda akan bisa mengenali hal-hal apa saja yang ternyata terjadi pada bisnis Anda. Atau jangan-jangan memang banyak sekali hal yang dituliskan itu banyak yang Anda alami sendiri. Tentu ini akan menjadi sebuah pertanyaan yang menarik.

“Kalo saya mengalami kesalahan-kesalahan tersebut, trus sebaiknya gimana dong agar saya bisa move on atau bisa memperbaikinya?”

Pada bagian inilah yang akan kita bahas selanjutnya, yaitu bagaimana solusinya jika Anda mengalami kesalahan-kesalahan yang dibahas pada bagian teorinya. Ini merupakan ilmu yang harganya mahal sekali, karena jika Anda mencari solusinya sendiri dengan trial and error sendiri pasti akan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Namun jika Anda membaca dan mempraktekkan apa yang ada dalam buku ini, jelas akan mempersingkat waktu perjalanan Anda.

Jadi prakteknya seperti ini. Jika saya membutuhkan waktu 8 tahun untuk jatuh bangun menjalankan bisnis, melakukan trial and error sendiri, melakukan berbagai macam kesalahan sendiri, mencari berbagai macam solusinya sendiri, sudah pasti ini membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Belum lagi keluar ‘biaya belajar’ yang tidak sedikit.

Tapi Anda cukup membaca, mempelajari dan mempraktekkan apa-apa saja yang diajarkan dalam buku ini, seharusnya Anda bisa meraih kesuksesan yang jauh lebih cepat daripada yang saya lakukan. Apa alasannya? Karena beberapa kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan para pengusaha pemula dan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan sudah Anda ketahui lebih dulu. Anda bisa belajar banyak dari pengalaman-pengalaman ini.

Memang ini bukan menjadi cara instant untuk meraih kesuksesan, tapi bisa jadi ini menjadi jalur yang lebih cepat untuk meraih kesuksesan. Secara sederhananya begini, misalkan saya membutuhkan waktu 8 tahun, maka bisa jadi Anda cukup membutuhkan waktu 3 atau 4 tahun saja. Karena ada hal-hal yang saat itu menjadi kegagalan saya, bisa Anda antisipasi dan Anda hindari sejak dini, jadi waktu Anda akan jaug lebih efisien dan efektif. Tidak perlu melakukan trial and error sendiri.

Intisari Materi

Setelah selesai membahas mengenai teori dan sekaligus ‘obat’ nya, sub bab berikutnya saya ingin menuliskan intisari materi keduanya. Dengan intisari materi ini nanti tujuannya adalah agar bisa lebih memudahkan Anda untuk melakukan review kembali materi-materi yang dibahas dalam bab tersebut tanpa harus membaca materinya secara keseluruhan. Enak kan ya?

Karena saya tahu persis kalo harus mengulang membaca lagi dari awal biasanya akan malas. Tapi kalo hanya membaca ringkasan intisari materi, cuma satu atau dua halaman saja, saya yakin Anda masih mau membaca kembali. Dan memang itulah tujuannya..!

Lembar Introspeksi dan Evaluasi

Pada bagian ini merupakan bagian tugas Anda untuk berinteraksi dengan materi yang sudah Anda baca pada bagian teori dan obatnya. Maksud saya disini adalah, setelah Anda membaca dan memahami materinya, terutama pada bagian teorinya, tentu Anda akan bisa melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap diri Anda sendiri atau terhadap bisnis Anda sendiri.

Lakukanlah introspeksi dan evaluasi..!

Yes, nanti saya akan menyediakan lembar halaman khusus agar Anda bisa menuliskan dan mencatat hal-hal apa saja yang Anda temui atau terjadi pada diri Anda dan bisnis Anda. Jika apa yang dituliskan dalam materi tersebut memang pernah Anda alami atau saat ini bahkan sedang terjadi pada Anda, TULISKANLAH secara detail semua hal tersebut.

Anda tidak perlu malu kepada siapapun. Karena buku ini memang ditulis untuk anda, untuk memperbaiki bisnis Anda, untuk menjadi bahan introspeksi dan evaluasi Anda, serta agar bisa untuk memperbaiki bisnis Anda. Jadi lakukanlah saja, tidak perlu malu. Semakin detail Anda bisa menuliskan, berarti akan semakin baik. Karena Anda bisa mengenali kekurangan dalam bisnis Anda sekaligus akan bisa memperbaikinya sedini mungkin.

Lembar Action Plan

Setelah Anda bisa menuliskan beberapa hal dalam lembar introspeksi dan evaluasi, maka dilembar yang selanjutnya ini adalah Anda mengisi lembar action plan.

Kenapa pada bagian ini saya berikan nama lembar action plan? Sebab pada lembar ini nanti saya akan meminta untuk menuliskan daftar action plan atau daftar rencana-rencana apa saja yang akan anda lakukan untuk memperbaiki hal-hal yang ada atau yang sudah Anda tuliskan dalam lembar introspeksi dan evaluasi. Tidak hanya sekedar daftar rencana saja, tetapi juga time schedulenya agar Anda bisa action dengan langkah yang jelas sekaligus dengan batas deadline waktu yang jelas pula.

Dengan Anda melakukan interaksi ini, membuat daftar introspeksi dan evaluasi serta membuat action plan ini nanti, harapan saya sederhana sekali yaitu Anda bisa mengenali hal-hal apa saja yang menjadi ‘masalah’ Anda saat ini, serta menemukan solusi dari masalah tersebut, sekaligus kapan batas waktunya Anda bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Mulai Aja Yuuuk..

Oke sekarang Anda sudah tahu kan bagaimana caranya mempelajari buku ini? Buku ini bukan sekedar membaca mengenai teori seperti yang ada dalam buku ilmiah saja, melainkan buku ini akan mengajak anda membuka wawasan Anda belajar dari banyak pengalaman orang lain.

Belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Belajar dari solusi-solusi orang lain. Belajar melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap diri sendiri, dan sekaligus belajar untuk mencari solusi dengan membuat action plan yang jelas dengan target waktu tertentu yang akan kita capai. Jika anda bisa melakukan ini semua, bisa mempraktekkannya terus menerus, maka Anda nanti akan bisa mengatakan seperti yang dibilang oleh Andrie Wongso : “Success is My Right..!”

Langsung kita mulai saja yaaa..

Kenapa Buku Ini Ditulis


Bagian Satu
“Kenapa Buku Ini Ditulis”

Bangkitnya Era Entrepreneur

Beberapa waktu terakhir ini gaung virus entrepreneur semakin ramai. Saya pribadi mengalaminya sejak era tahun 2006-2007 dimana saat itu sedang rame-ramenya ada seminar “Cara Gila Jadi Pengusaha” dimana pada saat itu dirintis oleh Pak Purdi Chandra (Pendiri Bimbingan Belajar Primagama). Sekarang pun gaung itu juga semakin kencang meskipun dalam bentuk yang berbeda.

Ada yang tersengat virus entrepreneurship ini karena mengikuti berita-berita di media online, ada juga yang karena mengikuti time line di social media, ada juga yang terkena pengaruh teman-temannya yang lain, ada juga yang terpengaruh hanya karena berhasil dikompori oleh buku yang mengusung ‘tema kampanye’ “Udah Resign Aja”, dan lain-lain.

Sedangkan disisi yang lain saya melihat bahwa saat ini sedang booming-boomingnya fenomena orang menjalankan bisnis online. Bisnis yang bisa dijalankan hanya dengan bantuan HP, BBM, atau social media. Semua orang bisa menjalankan bisnis online ini cukup dengan modal jempol. Tidak hanya dimonopoli oleh orang dewasa saja, anak-anak yang masih remaja pun juga banyak yang memanfaatkan momen ini.

Beberapa waktu kedepan, virus entrepreneur ini bisa jadi akan semakin menggila. Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya adalah karena beberapa perusahaan mulai banyak yang memberikan penawaran kepada para karyawannya untuk mengambil kesempatan pensiun dini. Bahkan saya juga sempat membaca berita bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun juga akan dirasionalisasi, alias dirampingkan.

Ternyata Itu Tidak Mudah

Bagi mereka yang terkena dampak rasionalisasi ini tentu akan berhadapan dengan kenyataan didepan matanya. Pertama, mereka akan menghadapi peluang mencari lowongan kerja yang semakin sulit atau yang kedua, secepatnya memutuskan untuk banting stir menjadi seorang entrepreneur..! Kedua hal ini merupakan pilihan yang sama-sama sulitnya.

Kenapa saya bilang sulit? Jelas sekali. Karena ada banyak yang melakukan rasionalisasi karyawan, otomatis jumlah pengangguran akan semakin bertambah banyak. Lowongan kerja yang tersedia untuk saat ini belum sebanding dengan jumlah pengangguran yang ada. Untuk satu posisi lowongan kerja pun bahkan bisa diperebutkan puluhan atau ratusan orang. Ngeri banget kan?

Disisi lain ada pilihan yang lebih menggoda, yaitu dengan menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha. Tapi lagi-lagi pilihan inipun juga tidak enak. Tidak semua orang punya ‘bakat’ dan punya keinginan untuk menjadi seorang entrepreneur.

Memang diluar sana ada beraneka pilihan untuk menjalankan bisnis sendiri. Ada yang mau memulai bisnis baju muslim, ada yang pengen jualan baju batik, ada yang pengen bisnis baju anak, ada yang tertarik jualan aksesoris cewek, ada yang tergiur jualan kaos bola, ada juga yang pengen jualan undangan pernikahan, ada yang mau bisnis jam tangan, ada juga yang pengen bisnis produk herbal, dan lain sebagainya. Ada begitu banyak pilihan.

Action Modal Nekad

Nah inilah yang menjadi salah satu sorotan saya. Saya menemukan sebuah fakta yang unik, yaitu ternyata masih ada banyak temen-temen saya yang mereka action mulai menjalankan bisnis hanya dengan modal nekad saja. Nekadnya ini pun juga bervariasi. Bisa karena memang tergiur sama temannya yang sudah sukses menjalankan bisnis tertentu hingga nekad yang karena benar-benar terpaksa karena sudah ‘bakar kapal’.

Tentu saja untuk action dengan modal nekad yang seperti ini sangat tidak saya rekomendasikan, apalagi jika ditambah lagi masih buta sama sekali dengan bisnis yang digeluti tersebut. Akan lebih parah lagi, udah modal nekad, buta pada bisnis yang digeluti, masih ditambah lagi tidak ada mentor yang membimbingnya. Ini menjadi sebuah kombinasi yang komplit untuk mempercepat terjun ke jurang kegagalan. Karena itu modal action pun juga harus tahu ilmunya terlebih dahulu.

Terjebak Kesalahan Dasar

Action yang nekad dan tanpa tahu ilmunya itu akhirnya bisa menyebabkan banyak para pengusaha pemula terjebak pada kesalahan-kesalahan mendasar dan itu sangat sering sekali terjadi. Baik itu mulai dari hal yang sepele sampai dengan hal-hal yang penting. Ini benar-benar membahayakan, terutama membahayakan bagi bisnisnya.

Ibarat dalam sebuah kapal, kesalahan-kesalahan dasar ini seperti lubang-lubang kecil yang bocor di dalam kapal. Memang mungkin lubangnya hanya kecil saja. Tapi kalo lubangnya kecil tapi ada banyak banget, maka perlahan-lahan lubang-lubang kecil itu tadi bisa menyebabkan kapalnya tenggelam. Dengan arti lain bisnis yang dijalankan bangkrut.

Tentu Anda tidak mau hal yang seperti itu terjadi pada Anda kan??

Karena Itulah Buku Ini Ditulis..

Ya, berawal dari itulah akhirnya saya kepikiran dan tertarik untuk aamenuliskan beberapa pengalaman pribadi dan pengalaman teman-teman saya untuk saya tuliskan dalam sebuah buku.

Saya masih sering banget menemukan kejadian banyak kesalahan-kesalahan mendasar yang sering dilakukan oleh para pengusaha pemula. Saya merumuskannya setidaknya ada 14 kesalahan yang sering terjadi dan dilakukan oleh para pengusaha pemula ini.

Hal ini bisa saya buktikan sendiri. Sebelum materi ini saya tuliskan menjadi bentuk buku, saya sering menyampaikan materi 14 kesalahan para pengusaha pemula ini di beberapa group whatsapp, dimana di group-group tersebut rata-rata beranggotakan para pengusaha pemula.

Setiap saya menyampaikan materi ini, banyak dari mereka merasa apa yang saya sampaikan itu seolah-olah menampar mereka. Banyak hal yang ternyata mereka alami sendiri. Bahkan tidak hanya satu dua kesalahan. Bisa lebih dari lima kesalahan. Ini lah yang membuat saya agak sedih juga.

Karena itulah saya tertarik untuk menuliskannya lebih lengkap dalam sebuah buku. Dimana dalam buku ini nanti akan membahas mengenai kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan dilakukan oleh para pengusaha pemula. Tentu saja disertai dengan beberapa studi kasus dan contoh yang sering saya temui.

Lalu setelah itu akan dibahas juga bagaimana solusinya jika bertemu dengan problem atau kesalahan-kesalahan itu tadi. Jadi, jika Anda nanti bertemu dengan kesalahan-kesalahan itu tadi Anda akan mengetahui bagaimana cara menyelesaikan problem tersebut.

Selain itu saya juga ingin membuat buku ini menjadi lebih lengkap dan agar pembacanya bisa berintaraksi atau berperan aktif yaitu dengan menambahkan lembar khusus introspeksi dan evaluasi serta lembar action plan. Dimana dalam lembar introspeksi dan evaluasi ini, Anda akan saya ajak untuk mengeksplorasi apa-apa saja kesalahan yang pernah anda lakukan atau saat ini sedang anda lakukan serta membuat action plannya untuk mencari solusi agar masalah tersebut bisa diselesaikan dalam target waktu tertentu.

Sepengetahuan saya, sampai saat ini saya belum pernah menemukan buku yang membahas mengenai kesalahan pengusaha pemula dengan konsep belajar yang interaktif seperti ini. Semoga saja dengan hadirnya buku ini nanti bisa membantu banyak pengusaha pemula agar bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan mendasar yang sering terjadi. Sekaligus bisa menjadi referensi buku bagi para pengusaha pemula.

Semoga buku ini bisa memberikan manfaat dan menginspirasi banyak orang.

Selamat belajar..

CC : 

Tugas Outline dan Mindmapping

Ide  : Bisnis
Tema : Kesalahan Para Pengusaha Pemula

Mindmapping :


Outline :
  1. Kenapa buku ini ditulis
  2. Bagaimana cara mempelajari buku ini
  3. Tidak punya blue print of dream
  4. Melupakan dokumen legalitas perijinan
  5. Kegagalan itu buruk
  6. Modal harus dalam bentuk uang cash
  7. Ikut-ikutan bisnis yang sedang booming
  8. Kurang fokus
  9. Ingin cepat sukses dan balik modal
  10. Tidak punya mentor
  11. Sering perang harga
  12. Jadi superman bukan superteam
  13. Buta financial dan tidak bisa kelola cashflow
  14. Tidak hati-hati dalam mengelola hutang
  15. Terlalu percaya kepada tim/karyawan yang baru
  16. Enggan menunda kesenangan