02 Maret 2015

Paket Undangan dan Souvenir Pernikahan

Saat ini di Tasya Souvenir sedang hot-hotnya membuat penawaran produk Paket Undangan dan Souvenir Pernikahan, yaitu paket yang pembelian undangan dan souvenirnya sudah dibundling alias dipaket. Sehingga dengan membeli Paket Undangan dan Souvenir ini akan lebih murah daripada membelinya secara terpisah.

Produk Paket Undangan dan Souvenir ini sendiri memang awalnya ditanyakan oleh calon customer yang ingin memesan undangan dan souvenir di Tasya Souvenir. Mereka menanyakan,  "Mas, di Tasya Souvenir kok belum ada produk Paket Undangan dan Souvenir Pernikahan ya?"

Akhirnya dari usulan customer tersebut menjadi bahan pertimbangan kami juga, kami mencoba melihat-lihat Contoh Paket Undangan dan Souvenir Pernikahan yang ada di vendor lain. Ternyata memang ada yang menjual Paket Undangan dan Souvenir menjadi satu, dengan harga yang lebih murah.

Tentu penawaran yang seperti ini memang memudahkan para customer untuk memiliki banyak pilihan. Dimana Harga Paket Undangan dan Souvenir Pernikahan itu bisa disesuaikan dengan budget atau anggaran Anda.

Bila Anda penasaran dengan Contoh-Contoh Paket Undangan dan Souvenir yang bisa dipesan di Tasya Souvenir, silakan menyaksikan video singkat dan beberapa gambar koleksi produk kami berikut ini :






Tuh kan, ada banyak sekali pilihan Paket Undangan dan Souvenir Pernikahan yang bisa Anda jadikan alternatif pilihan. Bila Anda tertarik untuk memesan salah satu Contoh Paket Undangan dan Souvenir yang ada dalam video atau foto diatas ini, silakan saja langsung menghubungi kami di Email : support@tasya-souvenir.com | Official Website : www.tasya-souvenir.com | Telp/SMS : 0853 275 90000 | Pin BB : 2A5109DC | WhatsApp : 0823 289 80000.

Kami akan berusaha mengerjakan pesanan Paket Undangan dan Souvenir Pernikahan Anda dengan hasil yang maksimal.


Salam Tasya Souvenir,

www.tasya-souvvenir.com

21 Januari 2015

Mengenang Bob Sadino dan Virus Entrepreneur

"Bob Sadino Meninggal Dunia", ada broadcast BBM yang sempat mampir di HP saya pada bulan November lalu. Tersentak saya kaget, dan langsung saya cari infonya di media online. Ternyata itu hanya berita hoax saja. Om Bob masih hidup.

Namun, tadi malam lagi-lagi saat melihat televisi sekitar jam tujuh malam, ada berita di TV One yang menyebutkan bahwa Bob Sadino meninggal dunia. Lagi-lagi saya pikir itu berita hoax. Namun setelah saya mengikuti berita di tv dan cari info di media online, ternyata info tersebut benar. Bob Sadino benar-benar sudah meninggal dunia, pada hari Senin 19 Januari 2015 sekitar pukul 18.30 WIB.

Innalillahi wa'inna illaihi roji'un... Semua yang berasal dari Allah akan kembali lagi pula kepada Allah, dan Om Bob Sadino sudah menjalani sunatullahnya itu...

Serasa masih belum percaya dengan kepergian beliau. Memang, saya bukanlah anak, saudara, atau keluarganya. Namun kepergian Bob ini cukup membuat saya sedih. Om Bob merupakan salah satu 'guru bisnis' terbaik yang tidak pelit membagikan ilmu dan pengalamannya.

Setidaknya saya sudah 3 kali bertemu dalam acara seminar dan sejenisnya. Dimana salah satunya bahkan sempat ngobrol-ngobrol bersama dalam satu meja dengan teman-teman di TDA Joglo, yang saat itu Om Bob sedang ada acara di Solo.

Saya dan Om Bob Sadino saat di Solo

Pertemuan itu terjadi sekitar tahun 2007-2008, saat rame-ramenya komunitas tangan di atas. Sekaligus mulai ramenya seminar-seminar yang berbau entrepreneurship. Seperti misalnya "Cara Gila Jadi Pengusaha" yang diadakan oleh teman-teman Entrepreneur University (EU). Bahkan tidak jarang Om Bob ini juga menjadi pembicara atau mentor dalam kegiatan di EU tersebut.

Sederhana, memang itu yang jelas terlihat dari diri seorang Bob Sadino. Kebiasaannya menggunakan baju kemeja yang hampir sama motifnya plus celana jeans setengah paha itu cukup untuk jadi bukti.  Bukan karena beliau tidak bisa membeli model yang lain. Namun, dalam bahasa lain ternyata 'branding'-nya beliau untuk hal ini sangat kuat.

"Siapa pengusaha yang nyentrik yang selalu pakai celana pendek setengah paha?" Sudah pasti ingatan kita akan menuju ke satu nama, yaitu : Bob Sadino. Iya kan?


Selain sederhana, Bob Sadino ini memiliki pemikiran yang betul-betul out of the box. Bahkan mungkin gak ada box-nya...

Misalkan saja beliau menuturkan kalau pendidikan di Indonesia ini banyak yang mengajarkan sampah. Memang sepertinya kasar sekali, namun beliau memiliki alasannya. "Tidak semua yang diajarkan di sekolahan-sekolahan itu akan dipakai. Kalo akhirnya tidak akan dipakai kan sampah namanya"

"Sekarang belajar teori A, besoknya belajar lagi teori B, lain hari belajar teori C, namun akhirnya tidak ada satupun dari teori-teori yang dipelajari itu akhirnya berguna. Kalaupun ada, itu bisa dihitung jumlahnya"

Itulah mengapa banyak sekali para sarjana-sarjana kita yang takut memulai bisnisnya. Itu karena mereka terlalu pintar. Terlalu banyak belajar teori. Terlalu banyak belajar hitung-hitungan, maka akhirnya malah jadi takut sendiri hingga akhirnya tidak jadi memulai usahanya.


Sebagai contoh misalnya, ada yang sudah membuat proposal bisnis. Dihitung dengan rinci semuanya. Dihitung bagaimana ROI-nya, perhitungan minimal omzet yang harus dicapai, perhitungan BEP-nya, dll. Akhirnya fokusnya hanya pintar menghitung diatas kertas. Begitu hitungan diatas kertas ternyata ada yang meleset dan berpotensi rugi, malah takut. Akhirnya gak jadi dibuka bisnisnya.

Ada juga pelajaran yang sangat menohok, yaitu mengenai kegagalan. Rata-rata orang takut dengan yang namanya kegagalan, dan lebih cenderung menghindarinya. Tapi itu justru tidak berlaku dimata Om Bob. Beliau justru menyarankan untuk mencintai kegagalan. Kegagalan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan harus dicintai, disayang-sayang, dipeluk-peluk, dibelai-belai. Jangan membenci atau menghindari kegagalan.

Sebab kegagalan itu bukanlah tentang menang dan kalah, tetapi tentang belajar. Jika kita mengalami kegagalan itu sama artinya kita ditunjukkan hal mana yang harus kita perbaiki kembali.

Ada juga pelajaran yang unik mengenai 'rencana'. Seringkali para peserta seminarnya yang bertanya mengenai rencana bisnis kedepannya seperti apa, hampir pasti dijawab dengan jawaban yang aneh : "Saya tidak merencanakan apa-apa". Nah loo..!!

"Saya kan nggak tahu besok atau lusa masih hidup atau tidak. Kalo bikin rencana tapi ternyata besok mati, kan percuma juga bikin rencananya.." Hahaha.. Memang bikin pusing jawaban pertanyaan ke beliau ini.

Betul-betul otak ini harus dikosongkan sampai kosong sebelum 'didoktrin' sama Om Bob..!


Jadi intinya kalo ingin memulai usaha, ya lakukan saja. Gak perlu membuat rencana-rencana yang detil seperti membuat proposal bisnis. Kalo kebetulan kebentur kegagalan, ya selamat. Itu artinya diberi waktu yang cepat untuk bisa belajar dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan kita.

Selain itu kisah pengalamannya waktu berjualan telur-nya juga cukup menggelitik. Karena pangsa pasarnya kebanyakan para ekspatriat, maka Om Bob berjanji akan selalu memberikan telur-telur yang segar. Kalau ada satu butir telur yang dijualnya itu busuk, maka Om Bob akan menggantinya satu kilogram. Satu telur busuk diganti satu kilogram..!!

Dan itu betul-betul beliau test. Beliau memiliki customer yang crewet. Dicobalah memberi tiga telur yang kurang fresh kepada si customer crewet itu. Akhirnya memang betul. Si customer crewet itu akhirnya komplain. Ada tiga telur yang tidak fresh, dan dia ingin Om Bob memberikan bukti janjinya.

Karena memang sudah disiapkan, akhirnya tiga telur yang tidak fresh itu diganti tiga kilogram telur yang fresh. Dan akhirnya karena customer crewet itu puas, bisa menjadi word of mouth. Promosi gratis. "Belilah telur di Bob, sebab telurnya selalu fresh. Kalo ada telur yang tidak fresh setiap butir telur akan diganti dengan satu kilogram telur..!"

Kini ceplosan-ceplosan 'menyengat' seperti itu sudah tidak bisa kita temukan lagi. Hanya memori-memori ingatan yang bisa diputar kembali. Atau mungkin kutipan-kutipan populernya yang banyak menghiasi di internet. Atau juga rekaman-rekaman seminar, workshop atau liputan yang diisi oleh beliau...


Salut yang luar biasa dengan Om Bob. Meskipun diusianya yang sudah tidak muda lagi, beliau masih menyempatkan diri untuk menularkan virus entrepreneur dan menyengat para mahasiswa-mahasiswa untuk berani menjadi pengusaha. Keliling dari satu kota ke kota lainnya.

Semoga ilmu dan pengalaman beliau yang sering dibagikan kepada banyak orang itu akan menjadi salah satu amal jariyah beliau, Amien..

Selamat jalan Om Bob.. Semoga engkau mendapat tempat yang layak disisi-Nya...


Klaten, 20 Januari 2015


Hatta N Adhy PK, ST

www.thehattainstitute.com

---------------------
Note :

Arsip tulisan saya saat bertemu Om Bob di tahun 2008 KLIK DISINI