22 Mei 2013

Bedah Bisnis Liability Menjadi Asset

Bedah Bisnis Liability Menjadi Asset

Pada serial tulisan saya kali ini akan mencoba mengupas secara tuntas contoh-contoh bisnis atau usaha yang bisa Anda jalankan dengan memanfaatkan liability yang ada di sekitar Anda, lalu diberi sentuhan bisnis sedemikan rupa sehingga bisa menjadi asset berharga yang bisa menghasilkan income Anda.

Sebisa mungkin nantinya akan saya sajikan beberapa contoh bisnis-bisnis yang bisa memanfaatkan liability. Dari beberapa contoh tersebut barangkali nanti bisa menjadi inspirasi Anda untuk betul-betul Anda seriusi menjadi bisnis Anda.

Terlebih lagi nanti akan saya bedah secara detil. Setidaknya itu menurut pendapat pribadi saya. Beberapa hal yang nanti akan saya coba bedah antara lain mengenai hal-hal berikut ini :

# Mengapa Itu Liability

Pada bagian ini akan saya bahas, bagaimana cara mudah mengidentifikasi atau membedakan hal-hal yang jadi contoh itu nanti termasuk golongan liability atau termasuk golongan asset.

Semua yang dibahas tentu saja dari hasil pengalaman yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dan dari contoh yang dibahas itu diharapkan Anda bisa menemukan benang merahnya pada kehidupan Anda sehari-hari.

Kalo kebetulan yang dibahas sama persis, maka Anda beruntung, sebab Anda bisa langsung belajar dan take action dari contoh tersebut. Kalopun yang dibahas sedikit berbeda, maka Anda tinggal memodifikasinya sendiri yang tentu saja disesuaikan dengan kemampuan dan keinginan Anda sendiri.

Jadi intinya, pada bagian ini saya ingin mengajarkan bagaimana sesuatu hal itu bisa kita masukkan sebagai liability atau sebagai asset. Asyik kan?

# Gimana Peluang Bisnisnya

Setelah Anda sudah bisa mengidentifikasi dan membedakan antara liability atau asset, maka pada langkah selanjutnya adalah kita coba melihat celah peluang bisnis yang tersembunyi yang bisa dioptimalkan.

Pada dasarnya sebenarnya semua hal pasti bisa dioptimalkan dan bisa kita fungsikan sebagai asset, hanya saja butuh kejelian kita melihat peluang bisnis yang bisa dikerjakan.

Nah pada bagian ini nanti Anda akan diajarkan bagaimana kita mengidentifikasi peluang-peluang bisnis yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan hal-hal yang menjadi liability di sekitar kita.

# Siapa Target Marketnya

Setelah kita bisa mengidentifikasi peluang bisnis yang bisa kita kerrjakan, maka langkah selanjutnya kita akan menentukan target market yang nantinya akan kita bidik saat bisnis kita itu akan kita jalankan.

Apakah target marketnya menengah ke atas, menengah, atau menengah ke bawah? Bisa juga apakah target marketnya anak-anak, remaja, atau dewasa? Itu nanti disesuaikan dengan jenis bisnis yang akan kita jalankan.

Mengapa perlu menentukan target market? Ya jelas saja, ibarat kita memancing ikan, masing-masing jenis ikan tentu memiliki jenis umpan yang disukai sendiri-sendiri kan? Tidak mungkin kita memberi umpan yang biasa dimakan ikan lele, lalu kita kasihkan ke ikan hiu.

Tahu yang saya maksudkan kan?

# Gimana Cara Memulainya

Nah, problem selanjutnya yang biasanya muncul setelah memiliki ide bisnis serta menentukan peluang bisnis yang akan dijalankan adalah : "Gimana cara memulainya yaaaa?"

Kebanyakan masih bingung, gimana cara memulai bisnisnya nanti. Bikin brosur dulu, memperbaiki 'liability' itu dulu, cari pangsa pasar dulu, atau promosi dulu. Biasanya malah bingung.

Pada bagian inilah, nanti akan coba saya bahas, bagaimana cara memulainya dengan sederhana dan mudah, yang meminimalisir keluarnya modal uang cash, serta bisa segera menghasilkan cashflow.

Karena bagaimanapun bisnis dijalankan, maka harus bisa segera menghasilkan cashflow. 

# Gimana Cara Marketingnya

Setelah belajar cara memulai bisnisnya, maka lanjut ke bagian yang tidak kalah pentingnya yaitu cara memarketingkan..!

Disini juga menjadi bagian yang sangat kita. Sebab, sebagus apapun bisnis atau usaha yang kita persiapkan, namun kita tidak bisa memarketingkan atau menjual bisnis kita ya sama saja. Tidak ada artinya. 

Banyak orang yang bisa membuat burger yang enak, bahkan lebih enak dari burgernya Mc Donald. Namun, pinter membuat burger enak, belum tentu dia bisa menjual burger sebanyak yang dijual oleh Mc Donald.

Jadi, poinnya disini menekankan pada pentingnya bisa memiliki bisnis yang memiliki reputasi yang baik, dan tentu saja juga memiliki kemampuan memarketingkan yang baik pula.

# Inilah Analisis Bisnisnya

Pada bagian ini biasanya yang akan disoroti oleh para pelaku bisnis yang betul-betul baru. Dimana mereka pasti akan mempertimbangkan masalah untung ruginya mereka menjalankan bisnis yang dipilih tersebut.

Banyak yang memiliki pikiran seperti ini : "Kalo saya pilih bisnis ini, saya keluar modal sekian juta, kira-kira per bulan bisa menghasilkan berapa ya? Bisa balik modalnya kapan yaaa?"

Hal seperti itu pasti akan banyak ditanyakan pada bagian ini. Dan nantinya tentu akan coba saya kupas juga, bagaimana potensi bisnisnya. Layak nggak untuk dijalankan? Bagaimana potensi penghasilannya? Dan seterusnya...

# Pengembangan Bisnis Selanjutnya

Bila bisnis yang sudah diidentifikasi dari awal tadi sudah bisa berjalan. Sudah betul-betul tercapai target dan misi untuk mengubah liability menjadi asset. Maka langkah selanjutnya adalah memikirkan kembali, gimana caranya bisnis ini dikembangkan lagi yaa?

Kira-kira bisa gak bisnis itu tadi betul-betul diseriusi? Nah pada bagian inilah nanti kita bahas lagi.

Nahhhhhh... Asyik kan apa yang nantinya akan kita bahas, mengenai Bedah Bisnis Mengubah Liability Menjadi Asset ini? Betul-betul mengasyikkan kok. Dan bisa jadi nanti Anda bisa kaget, ternyata memulai bisnis itu bisa dari hal-hal yang sederhana yang sesungguhnya ada di sekitar kita.

Sudah gak sabar ngikutin lanjutan tulisan ini kan? Satu per satu nanti akan saya bahas dan saya tuliskan, tapi tunggu tanggal mainnya..! Hihihihihi....

Semoga bermanfaat...


Salam Souvenir,

Hatta N Adhy PK,ST

Merubah Liability Menjadi Asset

Merubah Liability Menjadi Asset

Sering sekali saya menemukan keluhan atau kesulitan yang dihadapi oleh beberapa teman saya, baik teman di dunia nyata ataupun di dunia maya, yang merasa susah atau bingung ketika ingin mulai menjalankan sebuah usaha.

Padahal sesungguhnya ide-ide bisnis dan aneka peluang usaha itu banyak sekali bertebaran di sekitar kita. Tentu saja kita musti jeli untuk bisa menangkap peluang yang tersembunyi tersebut.

Dalam tulisan saya yang lainnya pun sudah pernah saya bahas, bagaimana cara sederhana dan mudah untuk bisa menemukan ide bisnis Anda.

Namun kali ini, dalam beberapa tulisan ke depan, saya akan mencoba membuat serial tulisan mengenai bagaimana dan apa saja contoh bisnis yang bisa kita jalankan atau kita lakukan hanya dengan langkah memanfaatkan liabilitas untuk kita rubah menjadi asset kita agar bisa menjadi mesin uang kita.

Memulai usaha atau bisnis dengan mengoptimalkan liabilitas yang kita miliki di rumah ini adalah merupakan cara yang menurut saya menyenangkan. Sebab, kita sudah memiliki modal awal dulu. Kita hanya membutuhkan sentuhan yang cantik saja.

Mengapa saya lebih senang dengan cara seperti ini? Sebab, saya yakin sekali, hampir semuanya pasti akan memiliki barang-barang atau sesuatu yang sifatnya liability.

Liability ini maksudnya adalah barang-barang atau sesuatu yang Anda miliki namun dia malah 'mencuri' isi dompet Anda. Artinya barang-barang tersebut malah cenderung menghasilkan pengeluaran dalam keuangan Anda.

Sebagai contoh misalnya adalah mobil. Belum tentu mobil yang Anda miliki itu bisa Anda anggap sebagai asset. Selama mobil itu selalu 'mencuri' isi dompet Anda untuk biaya perawatan dan maintenancenya, serta tidak pernah menghasilkan income sama sekali, maka mobil tersebut bisa disebut sebagai liability.

Sedangkan Asset itu adalah sebaliknya. Asset disini artinya adalah barang-barang atau sesuatu yang Anda miliki sendiri namun dia bisa menghasilkan income, yang tentu saja bisa menambah tebal isi dompet Anda.

Sebagai contoh misalnya adalah mobil (juga). Bila Anda memiliki mobil, namun Anda gunakan untuk misalnya disewakan atau sebagai armada antar-jemput anak sekolah, yang mana dia bisa menghasilkan income/pemasukan. Hal seperti inilah yang bisa disebut mobil tersebut sebagai Asset, sebab bisa menghasilkan income.

Contoh tentang mobil diatas itu hanyalah sebuah contoh sederhana agar Anda bisa membedakan sekaligus memahami lebih dulu, apa itu liability dan apa itu asset.

Pada pembahasan selanjutnya nantinya saya akan menuliskan dalam serial tulisan, bagaimana kita bisa memiliki usaha atau bisnis sendiri dengan memanfaatkan hal-hal yang bersifat liability untuk kita rubah menjadi asset agar bisa menjadi mesin uang Anda.

Banyak sekali sebenarnya contoh-contohnya bagaimana memulai bisnis dengan cara merubah liability menjadi asset, dan itu nanti akan coba saya bahas contohnya satu per satu. Sekaligus saya usahakan saya sertakan analisa bisnisnya, cara memulai bisnisnya, serta cara menjalankannya. 

Dengan menyimak beberapa contoh yang saya tuliskan itu nantinya, saya berharap Anda bisa memahami dengan jelas cara membedakan liability-asset itu dulu, lalu bisa memetakan mana saja yang ada di rumah Anda yang ternyata berupa liability, serta target akhirnya bisa 'mengompori' Anda untuk menjalankan bisnis atau usaha sendiri dengan memanfaatkan liability Anda tersebut. Hehehehe...

Semoga serial tulisan saya ini nantinya akan bisa memberikan inspirasi bagi Anda untuk bisa memulai bisnis atau usaha Anda sendiri. Okeeee??

Semoga bermanfaat...


Salam Souvenir,

Hatta N Adhy PK,ST