14 Maret 2013

Berbagi Pengalaman Mengajukan KPR (Bagian 03)

Menyambung tulisan yang kemarin mengenai Berbagi Pengalaman Mengajukan KPR, pada bagian kali ini akan saya bahas langkah berikutnya yang bisa Anda lakukan. 

Langkah-langkah yang saya tuliskan ini sesungguhnya tidak baku. Bisa Anda bolak-balik senyaman Anda. Hanya saja, apa yang saya lakukan tempo hari dalam memproses pengajuan Kredit KPR setidaknya seperti yang saya tuliskan ini.

Buat Anda yang terlewatkan membaca serial tulisan bersambung ini bisa membaca bagian sebelumnya lebih dulu :
Biar gak bertele-tele, berikut ini akan saya bahas dua langkah selanjutnya yang musti Anda lakukan saat akan mengajukan Kredit KPR. Kira-kira apa yaaaaa???
 
# Langkah Ketiga : 

Menyiapkan Syarat-Syarat KPR

Setelah Anda menemukan rumah yang cocok dan sesuai dengan kriteria yang Anda inginkan serta juga sudah melakukan survay ke beberapa Bank yang menyediakan produk pembiayaan rumah, maka langkah selanjutnya yang menjadi intinya adalah mempersiapkan semua syarat-syarat untuk pengajuan KPR itu sendiri.

Secara garis besar, syarat-syarat untuk pengajuan KPR ini bisa saya kelompokkan menjadi 3 bagian utama, yaitu :

Pertama, Syarat Identitas Diri Si Calon Nasabah

Pada syarat yang pertama ini masih berupa syarat yang umum lazimnya kita akan mengajukan kredit. Syarat ini intinya adalah Bank ingin mengetahui identitas pribadi si calon nasabah yang akan dibantu pembiayaan rumahnya itu nantinya.

Mengapa Bank butuh syarat ini? Ya sudah barang tentu kan, ibaratnya misalkan kita memiliki uang lebih dan kebetulan ada orang lain yang ingin meminjam uang kita, tentu kita juga butuh tahu kan, kira-kira siapa sih orang yang akan meminjam uang kita tersebut?

... Apakah identitas si calon nasabah itu benar-benar legal dan resmi...
... Apakah si calon nasabah tersebut termasuk orang yang sedang bermasalah hukum atau tidak....
... Apakah identitas si calon nasabah itu bisa dilacak keberadaannya (dicari alamatnya) ...
... Bagaimana track record si calon nasabah tersebut (untuk keperluan BI Checking)....

Ya pokoknya intinya adalah mengenai identitas pribadi si calon nasabah itu sendiri.

Syarat-syarat ini biasanya akan meliputi :
1. Fotocopy KTP (suami dan istri)
2. Fotocopy Kartu Keluarga
3. Fotocopy Surat Nikah (atau akta cerai)
4. Pas Photo
5. Akte Ganti Nama (bila pernah ganti nama)

Nah kurang lebih seperti diatas itu. Bagi WNA (Warga Negara Asing) yang kemudian tinggal di Indonesia, perlu juga dilampiri dengan surat keterangan pindah kewarganegaraan. Meskipun ada, namun sepertinya hanya sedikit sekali ya yang WNA cari KPR, hehehe...

Buat yang belum nikah, tentu saja juga tidak perlu melampirkan fotokopi KTP pasangan ataupun Surat Nikah. Asalkan sudah memenuhi syarat diatas 21 tahun.

Kedua, Syarat Performa Keuangan Si Calon Nasabah

Pada syarat yang kedua ini menyangkut hal yang paling vital, yaitu mengenai performa keuangan dari calon nasabah. Hal ini nanti akan berkaitan erat dengan jumlah plafond yang bisa dikucurkan kreditnya serta besaran maksimal cicilan kredit yang bisa dibayar oleh si calon nasabah.

Secara sederhana, cara Bank melihat performa keuangan si calon nasabah akan terbagi dari 2 cara yaitu :

a. Bagi Anda yang karyawan, Bank akan melihat jumlah gaji Anda, jumlah tanggungan, serta daftar kewajiban-kewajiban bulanan Anda.

b. Bagi Anda yang wiraswasta atau profesional, Bank akan melihat dari rekap transaksi usaha yang dijalankan, mutasi rekening bank, jumlah tanggungan, dan daftar kewajiban.

Jadi pada syarat ini yang bisa Anda siapkan syarat-syaratnya adalah sbb :

1. Slip gaji atau surat keterangan penghasilan
2. Legalitas usaha yang meliputi SIUP dan TDP
3. Surat ijin praktek bagi profesional
4. NPWP
5.  Laporan SPT PPH 21
6. Copy Mutasi Buku Tabungan 3 bulan terakhir atau
7. Rekening Koran selama 3 Bulan terakhir.
8. Copy Data Rekap Transaksi 1 Tahun Terakhir.
9. Data Supplier dan Customer Yang Mewakili.
10. Laporan Keuangan Usaha.

Memang pada kriteria syarat inilah yang kemarin cukup menguras energi buat mempersiapkannya semua menjadi lengkap, dan Bank bisa tinggal terima beres. Banyak hal yang musti dibuat rencana untuk disiapkan satu persatu, misalnya :
 
... Ngurus NPWP, ternyata setelah saya ngurus malah ternyata nomor NPWP saya dobel...
 
... Nyetak mutasi buku tabungan, bila Anda punya lebih dari satu tabungan dan dari bank 
yang berbeda, saran saya adalah : DICETAK SEMUA..! Biar bank lebih percaya ...

... Atau nyetak rekening koran ke Bank. Biasanya kalo BCA butuh waktu sekitar 1 minggu :( buat nyetaknya ...

... Mbikin rekap transaksi order dalam 1 tahun terakhir. Ini juga bikin pusing ....

... Membuat laporan keuangan usaha meskipun secara sederhana ....

Sumpah..! Nyiapin syarat-syarat ini bikin pusing, bikin capek juga. Namun gimana lagi, namanya juga mau nyari "dana besar" ya musti berkorban lebih.

Namun meskipun capek, karena sudah diniatkan buat cari ilmu di lapangan, ya semuanya hajaaaaarr bleeehh..!!! Satu persatu disiapkan. Dan ternyata, setelah semuanya bisa lengkap, leganya bukan main..!!

Kok lega gimana? Ya jelas, sekali syarat itu bisa saya penuhi, maka dinggal difotocopy atau diperbanyak aja buat masukin ke beberapa bank sekaligus. Alias tidak bikin repot lagi, hehehe....

Ketiga, Syarat Legalitas Rumah Yang Menjadi Obyek Jual-Beli


Pada syarat yang ini menyangkut mengenai keabsahan rumah yang akan kita beli. Artinya rumah yang akan kita proses KPR-nya itu harus semuanya BERSIH, tidak ada masalah. Beberapa dokumen berikut ini wajib Anda persiapkan lebih dulu:

1. Fotocopy Sertifikat Rumah
2. Fotocopy IMB
3. Fotocopy PBB
4. Fotocopy Tanda Lunas Pembayaran PBB
5. Fotocopy KTP pemilik rumah (suami istri)
6. Diutamakan ada surat penawaran/keterangan bahwa rumah itu dijual ke Anda.

Biasanya dari pengalaman yang saya lewati kemarin, syarat yang jarang ada adalah IMB-nya. Ini syarat yang penting dan wajib. Kalo tidak ada IMB nya maka Bank tidak mau melanjutkan proses pengajuan KPRnya.

Jadi kalo tidak ada IMB nya, ya mau tidak mau harus nyari dulu IMB-nya itu. Lalu kadang ada pula kasus dimana status rumah itu adalah berupa rumah warisan, jadi butuh proses untuk turun waris terlebih dulu. 

Terus terang saja, proses untuk turun waris ini agak sedikit ribet. Bila tidak mau ribet, Anda tinggal mencari saja rumah yang sudah memiliki IMB dan langsung berhubungan dengan pemiliknya yang tidak perlu proses turun waris..!!!

Setelah data-data diatas tersebut ada, maka Bank akan melakukan kroscheck ke kantor BPN untuk mengecek keabsahan objek jual-beli tersebut. Bila semuanya sah, maka bisa dilanjutkan prosesnya.

Bersambung Ke Bagian Ke-04 >>>> KLIK DISINI


Salam,


Hatta N Adhy PK,ST