06 Maret 2013

Menemukan Ide Bisnis Dengan Jalan-Jalan

Salah satu aktivitas sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan ide memulai bisnis adalah dengan jalan-jalan. Ya, tentu saja proses menemukan "AHA" ide bisnis dengan metode 'jalan-jalan' ini membutuhkan kebiasaan. Bila belum terbiasa memang mungkin akan sulit menemukan, namun bagi yang sudah terbiasa pasti akan langsung 'nge-klik'.

Tidak usah jauh-jauh. Saya sendiri faktanya memang begitu. Awal berdirinya Tasya Souvenir dulunya juga dimulai dari hasil jalan-jalan. Pada periode tahun 2006-2007an saya hobby sekali untuk datang ke pameran-pameran. Entah itu pameran buku, pameran komputer, pameran bisnis atau pameran franchise. Semua saya datangi untuk mengobati rasa penasaran saya. Penasaran tentang bagaimana mereka bisa menjalankan bisnisnya dan cara survive bertahan.

Dari sana saya bisa menggali pengalaman-pengalaman dari senior-senior. Seringkali saya betah nongkrong lama ngobrol sama penunggu stand untuk "membongkar rahasia bisnisnya" yang bisa saya pelajari dan adopsi. Sebab dengan cara seperti inilah bisa belajar langsung dari pelakunya langsung.

Tasya Souvenir pun dulu saya mulai dengan menjual boneka pengantin adat awalnya juga tidak disengaja. Ide itu ketemu saat jalan-jalan dalam pameran kerajinan atau handycraft. Dimana saya menemukan keunikan tersendiri dari boneka pengantin adat tersebut.

Secara bisnis saya melihatnya cukup reasonable jika itu saya jalankan. Saya coba test pasar terlebih dahulu ternyata memang ada segmen pasar yang bisa saya bidik. Singkat kata akhirnya cikal bakal berdirinya Tasya Souvenir itu bisa dijalankan dan Alhamdulillah bisa tetap survive hingga saat ini.

Bagi Anda pemilik bisnis, menurut pendapat saya sih wajib hukumnya untuk sering berjalan-jalan (dan bila perlu keluar kota) untuk sekedar studi banding dan memperkaya ide untuk memperbaiki apa yang ada dalam bisnis kita.

Contoh gampangnya adalah misalnya Anda memiliki bisnis kuliner, tidak ada salahnya bila sering-sering juga ke warung kuliner yang lain, baik yang satu genre ataupun tidak. Fungsinya untuk apa? Untuk mendapatkan ide-ide baru yang bisa diadopsi untuk memperbaiki bisnis Anda.

Misalnya saja, Anda bisa menemukan ide bisnis dari warung kuliner yang lain seperti :
... Makan di Pecel Lele Lela... Nemu ide yang namanya 'LELA' Gratis makan seumur hidup....
... Makan di Warung SS... Nemu ide ada Kartu Pecinta Pedas....
... Makan di Pizza Hut... Nemu ide, ngasih balon buat Anak balita yang dibentuk-bentuk lucu...
... Makan di Bakso Granat Pedazz... Nemu ide Bakso Pedas yang unik....
... Makan Iga Bakar... Ada lho yang namanya Iga Jameela....
... Maem di Warung Prasmanan... Nemu ide buat Konsep Makan Ambil Sendiri...

Dan begitu seterusnya......

Itulah yang namanya jalan-jalan plus makan-makan dan mencari ide-ide baru. Siapa tahu Anda bisa mendapatkan ide-ide yang lebih gila dan lebih fresh daripada yang sudah ada. Tinggal Anda cermati lebih dulu, dan dimodifikasi dengan cantik sehingga bisa diterapkan dalam bisnis Anda.

Sama juga misalnya dalam contoh lain bengkel cuci motor atau cuci mobil :
... Di Bengkel A, cuci mobil ada tambahan fasilitas salon kecantikan. Jadi sambil nunggu mobilnya dicuci bisa nyalon dulu...
... Di bengkel B, dibikin 10 kali gratis 1x cuci... (ini mungkin udah biasa)
... Di Bengkel C, dibuat sistem membership dan sistem deposit dengan diskon layanan dalam jumlah tertentu....
... Di Bengkel D, buat yang nunggu dikasih fasilitas minum gratis dan free wifi (bisa online gratis)....

Begitu seterusnya.....

Nah disitulah yang saya maksudkan bahwa ide bisnis itu bisa datang dengan Anda jalan-jalan serta mencoba menjadi konsumen dari bisnis yang sejenis. Selain jalan-jalan ke pameran, Anda juga bisa mencoba melihat peluang dengan jalan-jalan ke mall, ke pasar kaget, atau datang ke arena Car Free Day. 

Bila Anda jeli, Anda pasti akan menemukan aneka ide-ide bisnis yang berserakan didepan mata...

Selamat berjalan-jalan dan menemukan ide bisnis Anda..!


Salam,

Hatta N Adhy PK,ST
Owner www.tasya-souvenir.com dan www.sandalklumut.com