02 Februari 2013

Menemukan Ide Bisnis Dengan Merubah Liability Menjadi Asset

Bagian I

Bila kita jeli dan teliti ternyata terbukti bahwa ide bisnis itu banyak berserakan di sekitar kita. Hanya saja kita kurang peka atau mungkin menganggap remeh. 

Dalam bagian kali ini, sekali lagi, Anda pasti juga akan sadar lagi, betapa banyak peluang bisnis yang bisa dijalankan hanya dengan memanfaatkan sesuatu yang sudah kita miliki namun ternyata tidak (atau belum) bisa kita maksimalkan untuk bisa menghasilkan uang.

Cara menemukan ide bisnis yang dibahas pada bagian ini saya menyebutnya adalah dengan "Merubah Liability Menjadi Asset".

Sebelum membahas lebih detail, ada baiknya kita bahas dulu mengenai istilah "Liability" dan "Asset" terlebih dulu. Sebab mungkin ada diantara Anda yang masih kurang begitu familiar dengan istilah kata-kata ini, hehehe...

Pengertian dari LIABILITY secara mudahnya adalah segala sesuatu (bisa berupa barang) yang Anda miliki tapi selalu menguras isi dompet Anda, alias selalu menjadi pos pengeluaran yang selalu mengeluarkan uang dari dompet Anda.

Sedangkan pengertian ASSET secara mudahnya adalah segala sesuatu (bisa berupa barang) yang Anda miliki tetapi justru menambah tebal isi dompet Anda, alias, bisa menghasilkan pemasukan uang ke dompet Anda.

Jadi Liability dan Asset adalah dua hal yang saling bertolak belakang.

Seringkali ada diantara kita yang tidak menyadari, maksud hati ingin berinvestasi dengan membeli sesuatu, misalnya saja : mobil, motor, rumah, atau tanah, banyak yang berpikir bahwa yang dibelinya itu sebagai asset hasil investasi. Namun setelah diperhatikan dengan seksama ternyata malahan berupa liability.

Nah pada bab ini sengaja dibahas khusus sekaligus dengan contoh-contoh riilnya, bagaimana kita memanfaatkan sesuatu yang kita miliki, yang ternyata berupa barang liability, bisa kita optimalkan menjadi asset yang akhirnya bisa menghasilkan uang dan tentu saja bisa mempertebal isi dompet Anda.

Kira-kira apa saja yaa contohnya? Pasti gak sabar buat menyimak kaaaaann??? Ini dia contoh-contohnya :

A. Rumah Dijadikan Guest House

Ada banyak yang berpikir ketika membeli sebuah rumah, entah itu dengan tunai atau KPR, rumah yang dibeli itu sebagai investasi atau asset untuk masa depan. Padahal itu belum tentu.

Maksudnya berinvestasi untuk menambah penghasilan, namun kenyataannya ternyata malah menjadi Pabrik Odol. Meng-'odol-odol' isi dompet si pemilik rumah. Hahaha...

Lalu gimana caranya membedakan sebuah rumah yang Anda miliki itu berupa liability atau berupa asset? Caranya gampang sekali.

Kalo rumah itu dibeli dengan tunai, maka tinggal dilihat untuk biaya operasional dan perawatan bulanannya di rumah itu siapa yang membayarinya? Contoh misalnya : Tagihan Telpon, Tagihan Air, Tagihan Listrik, Pajak PBB. Siapa yang membayar? Lalu lihat juga, rumah tersebut menghasilkan income bulanan atau tidak? Misalnya dari biaya sewa/kontrak.

Bila ternyata rumah itu tidak menghasilkan income, dan biaya-biaya diatas itu semuanya Anda yang menanggung, maka investasi yang seperti ini termasuk kategori LIABILITY. Sebab, isi dompet Anda malah di 'odol-odol' untuk membayar aneka macam tagihan untuk pemeliharaan rumah tersebut.

Lalu kalo misalnya dibeli dengan cicilan KPR gimana? Ya sama saja dengan cara diatas. Coba diidentifikasi dulu biaya-biaya untuk pemeliharaan diatas itu siapa yang membayarnya? Dan jangan lupakan, cicilan KPR-nya juga siapa yang menanggung pembayarannya??

Bila ternyata yang menanggung pembayarannya itu Anda, maka itu sama artinya rumah tersebut adalah berupa LIABILITY. Sebab tidak menghasilkan pemasukan, malah menguras isi dompet Anda.

Sampai disini pemahaman mengenai LIABILITY sudah paham atau belum? Semoga saja sudah paham.

Lalu bagaimana membedakannya dengan ASSET dong? Nah disinilah perbedaannya.

Baik rumah itu Anda beli secara tunai atau dengan cicilan KPR, asal rumah tersebut memberikan penghasilan (income), entah itu disewakan/dikontrakkan, dikerjasamakan, atau dijadikan rumah kost yang intinya adalah menghasilkan uang, serta semua tagihan-tagihan diatas (termasuk tagihan KPR) nya itu masih tertutupi dari penghasilan, dan WAJIB SURPLUS, maka yang model seperti itu disebut sebagai ASSET.

Contoh mudahnya begini. Misalkan dari hasil income rumah tersebut katakanlah sebesar 5 juta per bulan, sedangkan jumlah total tagihan-tagihannya itu ada 2 juta. Maka Anda masih memiliki kelebihan uang sebesar 3 juta. Yang seperti inilah yang dinamakan rumah Anda sebagai Asset. Sebab bisa menambah tebal isi dompet Anda.

Bila saat ini Anda dalam kondisi memiliki rumah/property yang Anda kira sebagai "Asset" tapi ternyata "LIABILITY", bagaimana caranya merubah supaya bisa benar-benar berfungsi sebagai "ASSET"? Salah satunya adalah dengan memfungsikannya sebagai rumah kost atau bisa juga dijadikan guest house.

Guest house itu secara mudahnya adalah rumah yang didesain sedemikian rupa sehingga bisa memiliki fungsi sebagai rumah singgah untuk penginapan dan memiliki fasilitas selayaknya di hotel. Jadi apabila orang menginap disitu bisa serasa tinggal dirumah sendiri dan dengan fasilitas seperti dihotel.

Maksudnya ya tidak harus dengan fasilitas hotel berbintang empat atau lima. Namun setidaknya fasilitas-fasilitas standart di hotel, sehingga si penyewa bila tinggal di guest house itu bisa merasa nyaman.

Tentu saja Anda memerlukan modal awal untuk memoles rumah Anda menjadi guest house itu terlebih dahulu. Ini adalah sebuah biaya investasi. Lalu perlu juga memberikan fasilitas-fasilitas seperti yang ada di hotel. Misalnya saja : kamar mandi dalam bila perlu pake bath tub, ada water heater, air conditioner, spring bed, wi fi, kulkas, dan lain sebagainya. Intinya adalah membuat si tamu merasa nyaman tinggal disitu.

Tarif menginap untuk guest house bisa disetting harga setiap kamar, atau busa juga dibooking satu rumah (seluruh kamar) sekaligus. Namun yang terpenting, tarifnya musti lebih kompetitif daripada tarif hotel dengan fasilitas yang sama.

Dengan cara seperti ini, rumah Anda disewakan sebagai guest house akan bisa menghasilkan pemasukan. Dan perhitungan pemasukannya bisa setiap hari. Mengingat sewa kamar hotel perhitungannya juga dihitung tarif per hari kan?

Anda tidak perlu memikirkan lagi pengeluaran biaya-biaya untuk perawatan rumah seperti tagihan telpon/internet, rekening listrik, rekening air, dan sejenisnya. Semua bisa dicover dari hasil pemasukan sewa guest house.

Point yang musti diambil dari contoh ini adalah, Anda bisa memahami bagaimana bisa merubah hal yang sebelumnya bersifat LIABILITY bisa Anda optimalkan kembali dan merubahnya benar-benar menjadi ASSET yang bisa menghasilkan pemasukan untuk Anda.

Nah bila saat ini Anda memiliki property-property yang nganggur dan malah menjadi LIABILITY yang menguras isi dompet Anda, maka contoh diatas bisa Anda tiru kan??

Masih ada banyak contoh yang lainnya bagaimana menemukan ide bisnis dengan merubah liability menjadi asset. Ikuti terus lanjutannya dalam bab selanjutnya, okeeeeeyy??

Salam,

Hatta N Adhy PK,ST
Owner www.tasya-souvenir.com dan www.sandalklumut.com