27 Januari 2013

Antara Mukjizat, Sport Jantung dan Happy Ending

Dalam menjalankan bisnis online, terutama yang menjual produk fisik, salah satu hal yang pasti berkaitan erat adalah dengan hal ekspedisi. Ekspedisi disini maksudnya adalah pengiriman barang yang dipesan oleh si pembeli, dikirim melalui jasa ekspedisi tertentu, hingga akhirnya diterima dengan baik oleh si pemesan.

Termasuk saya dalam menjalankan bisnis souvenir dan undangan pernikahan di www.tasya-souvenir.com. Semua order yang di pesan para customer di tasya souvenir, setiap kali akan dikirim ke alamat pemesan pasti akan membutuhkan jasa ekspedisi. Entah itu dikirim via darat, via kapal laut ataupun via cargo udara.

Pada awal-awal saya menjalankan bisnis ini saya pun juga tidak begitu tahu detil tentang dunia ekspedisi. bahkan beberapa kali dulu juga pernah salah perhitungan dalam biaya pengiriman, yang mengakibatkan kerugian pada order yang ditangani.

Namun sedikit demi sedikit saya bisa belajar banyak tentang seluk beluk dunia ekspedisi.

Ternyata apa yang saya pelajari selama ini ilmunya masih belum 'khatam'. Masih ada 'ilmu baru' yang perlu saya pelajari lagi, dan itu ternyata sangat vital sekali.

Ceritanya begini...

Ini Cargo Yang Saya Kirim
Beberapa waktu yang lalu saya mendapat pesanan 1000 pcs souvenir gelas mug dari seorang customer yang berdomisili di Jayapura Papua. Setelah saya lihat schedule antrian order yang ada ternyata masih memungkinkan untuk saya kerjakan. Hanya saja untuk pengiriman barangnya nanti musti menggunakan cargo udara agar bisa lebih cepat sampainya.

Buat informasi saja. Kalau saya kirim pakai paket biasa menggunakan jasa pos, maka lamanya waktu bisa sampai ke Jayapura Papua (dikirim dari Klaten Jateng), akan memakan waktu sekitar 3 minggu. Bahkan bila cuaca kurang memungkinkan bisa sampai 4 minggu.

Namun kalo menggunakan cargo udara, bisa mempersingkat waktu. Bisa sampai sekitar 3-4 hari saja. Waktunya memang bisa lebih cepat, namun biaya yang diperlukan juga sedikit lebih mahal.

Akhirnya disepakati si customer deal order 1000 pcs souvenir gelas, dan pengirimannya akan menggunakan cargo udara. Meski ongkos kirimnya lebih mahal dari harga barangnya, si customer pun tetap setuju. Deal.

Singkat kata order souvenir gelas itu akhirnya masuk dalam schedule antrian order saya. Dan sesuai dengan schedule saya bisa menyiapkannya sesuai dengan estimasi saya. H-7, maksudnya 7 hari menjelang digunakan saat acara barang sudah siap dikirim.

Biasanya dari pengalaman yang ada, untuk pengiriman barang dengan tujuan Jayapura Papua H-7 masih aman. Bisa diterima si customer sekitar H-3. Sebab biasanya akan memakan waktu sekitar 3-4 hari saja. Jadi saya pikir aman-aman saja, bisa sampai tepat waktu.

Namun, kejadian tanggal 24,25,26 Januari 2013 kemarin ini benar-benar membuat beban yang luar biasa. Nama baik Tasya Souvenir dipertaruhkan disini.

Awal mula kejadiannya adalah ketika barang saya kirim memang masih H-7, namun cargo yang mengangkut barang saya itu bukan flight yang langsung terbang dari Jogja ke Jayapura. Cargo transit di Makassar, baru melanjutkan ke Jayapura dengan penerbangan lainnya.

Sampai H-3 customer mengabarkan kalo barang masih belum diterima (padahal saya sudah dapat confirm Nomer SMU untuk pengambilan barangnya di bandara Jayapura). Kabar dari orang cargo setempat mengabarkan hasilnya nihil. Barang belum sampai disana. Setelah dilacak ternyata posisi barang masih di Makassar.

Cargo sudah 2-3 hari 'nginep' di Cargo Makassar sebab pesawat dengan  tujuan Jayapura tidak ada yang berani membawa cargo. Maksudnya, penerbangan tetap berjalan normal, namun kru pesawat hanya berani membawa penumpang serta bagasi penumpang saja. Barang cargo tidak berani dibawa.

Hal ini dilakukan oleh kru pesawat tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab selama barang saya 'nginep' di Makassar itu cuaca kurang mendukung. Hujan dan angin diluar kebiasaan membuat kru pesawat membuat kebijakan untuk tidak membawa cargo (paket), diluar bagasi penumpang.

Hingga H-2, akhirnya barang saya baru bisa diangkut. Itupun barang ikut penerbangan ke Timika, bukan ke Jayapura. Padahal tujuan penerima adalah di Jayapura.

Si customer saya kabari hal ini pun juga sama stressnya sama kayak saya :) Hanya berharap mukjizat semua bisa diterima tepat waktu.

Gila kan, H-2 ini barang masih belum diterima di Jayapura.

Akhirnya siang hari H-1 Jam 11.00 saya dapat kabar, kalo barang saya yang di Timika sudah diterbangkan ke Jayapura. Inipun dilakukan dengan ngasih tambahan tips buat orang cargo yang mengurus. Namun tak disangka, ternyata yang terkirim ke Jayapura itu baru 10 koli. Padahal jumlah semuanya ada 13 koli. Yang 3 sisanya masih tercecer di Makassar.

Busyeeeeeeeettt... Ini H-1 bro, 3 koli barang masih tercecer di Makassar. Padahal besok souvenirnya mau dipakai untuk acara pernikahan tapi sekarang (H-1) masih belum sampai ditangan customer 3 koli barang..!!!

Bener-bener bikin stress tingkat dewa...

Akhirnya coba saya minta informasi, acara besok Hari H nya itu dipake buat Jam berapa? Ternyata dipakai untuk acara Jam 15.00 waktu setempat. Mau tidak mau musti muter otak lagi kan, gimana caranya barang yang di Makassar bisa berangkat pagi-pagi sekali, dan sampai di Jayapura juga pagi. Sehingga bisa dipakai buat acara sore harinya itu.

Setelah berjuang dengan sepenuh tenaga, kontak alternatif cargo yang lain, akhirnya didapatkan kepastian. Barang saya bisa ikut penerbangan yang lain (pindah), yang berangkat malam hari. Sehingga besok paginya barang sudah tiba di Jayapura dan bisa diambil.

Ini bener-bener mukjizat.

Singkat kata akhirnya barang itu bisa berangkat, dan tiba pagi hari. Bisa diambil dan dipakai untuk acara resepsi di sore harinya. Kabar bahagia lagi, tadi sore si customer mengabarkan kalau acaranya sukses berat dan souvenirnya bisa dibagikan kepada para tamu undangan..!!

Alhamdulillah......

Pengalaman ini menjadi satu pelajaran penting lagi buat saya untuk memperbaiki menjadi lebih baik. Terutama berhubungan dengan ekspedisi barang. Tambahan ilmu itu adalah, pentingnya membuat estimasi waktu pengiriman barang khususnya di musim penghujan. Jadi perlu juga diestimasikan tambahan waktu yang cukup apabila ternyata mengalami keterlambatan pengiriman yang dikarenakan faktor cuaca (faktor alam yang tidak bisa diprediksi).

Saya bersyukur sekali dengan melewati ujian ini. Benar-benar saya merasakan keajaiban, seperti layaknya mukjizat. Bisa mengobati sport jantung saya beberapa hari hingga akhirnya bisa berakhir dengan happy ending...

Semoga bisa diambil pelajarannya, dan diambil sisi positifnya..


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST