22 Januari 2013

Modal Tidak Harus Berarti Uang (Bagian I)

Modal Tidak Harus Berarti Uang (Bagian I)

Iseng-iseng coba tanyakan kepada orang yang Anda kenal dan kebetulan memiliki keinginan untuk membuka usaha dan sampai sekarang belum terlaksana. Coba ditanyakan, apa sih yang membuat rencananya membuka usaha itu tidak segera terlaksana?

Saya bisa pastikan biasanya paling sering akan menjawab karena terkendala modal. Dan biasanya juga yang dimaksudkan dengan modal disini adalah belum ada sejumlah uang yang cukup untuk dijadikan modal.


Ya. Seringkali dan banyak sekali saya temui hal tersebut. Terutama bagi para pelaku pebisnis pemula. Mereka hampir semuanya memiliki pemikiran, bahwa memulai usaha itu harus dengan memiliki sejumlah uang yang banyak untuk dijadikan modal awal memulai usaha.


Dalam pandangan saya pendapat itu sangat salah kaprah. Untuk memulai bisnis memang membutuhkan beberapa modal, namun modal dalam bentuk uang cash itu adalah bukan satu-satunya modal yang harus dimiliki.


Dengan kata lain, Modal itu tidak harus berarti dengan uang...


Menurut pengalaman yang sudah pernah saya lewati, setidaknya saya bisa mengartikan modal itu dalam beberapa penjelasan. Ada kurang lebih 8 penjelasan mengenai modal ini, yaitu sebagai berikut :
  • Modal Uang
Ini adalah merupakan definisi modal yang paling sering dimaksud oleh para pelaku bisnis pemula. Bahwa berbisnis itu harus memiliki dulu sejumlah uang dalam jumlah tertentu untuk bisa menjalankan usaha yang dimaksudkan. Dan seringkali ketidakadaan modal dalam bentuk uang cash ini selalu dijadikan sebagai kambing hitam rencana usaha yang tidak jadi dijalankan.

"Lha saya belum punya duit yang cukup buat buka usaha, trus gimana dong"
"Saya kan masih ngumpulin duit buat buka usaha..."
"Saya masih belum punya modal yang cukup..."

Kata-kata seperti itulah yang biasanya akan keluar, ketika problem modal (baca : duit) dijadikan alasan karena rencana membuka usaha yang gagal terus.

Biasanya, tipikal orang yang beralasan seperti ini pasti akan terus beralasan manakala dia sesungguhnya sudah memiliki modal duit yang cukup untuk memulai usaha.

"Sebenernya duit buat modal udah ada sih, tapi mau mulai usahanya takut. Nanti kalo terlanjur buka bisnis terus rugi, gimana dong?"

Pernah ketemu orang-orang model seperti ini? Itu ada, tapi saya harap itu bukan Anda..! 
  • Modal Ide
Modal untuk memulai bisnis selain dalam arti 'uang cash', bisa juga diartikan dengan 'MODAL IDE'. Modal ide ini justru sesungguhnya modal yang harganya mahal dan tidak bisa dikonversikan dalam nominal uang.

Bila Anda merasa memiliki keterbatasan dalam hal modal uang, maka Anda harus bisa mengoptimalkan modal ide ini. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna dengan diberi otak dan kecerdasan yang luar biasa. Maka modal ide ini harus bisa Anda gali semaksimal mungkin. Jika Anda tidak memiliki modal uang, maka carilah ide kreatif Anda agar bisa menghasilkan uang. Atau mungkin bisa mendapatkan investor untuk mewujudkan ide Anda tersebut.

Saya teringat kisah Pak Fen Saparita, pemilik Melia Laundry. Sewaktu dia mau membuka usaha laundrynya itu, ternyata dia hanya memiliki ide saja. Dia ingin membuka waralaba laundry. Dan ternyata dia itu tidak memiliki pengetahuan yang banyak tentang dunia laundry. Hanya saja dia terus berpikir bagaimana agar idenya itu bisa diwujudkan.

Akhirnya dia membuka iklan lowongan kerja untuk pegawai di outlet laundry nya. Dan yang terjadi akhirnya justru Pak Fen yang banyak belajar dari pegawainya itu tentang seluk beluk usaha laundry.

  • Modal Kepercayaan

Modal kepercayaan ini juga salah satu modal yang bersifat intangible (tidak terlihat), namun tidak semua orang bisa memilikinya. Ini sama artinya dengan modal membangun kredibilitas diri Anda dengan partner bisnis yang lain.

Apabila Anda memiliki modal kepercayaan, bisa jadi Anda bisa menjadi lebih mudah dalam memulai bisnis. Misalkan saja : bisa dipinjami lokasi usaha tanpa perlu sewa, bisa menjual barang dengan pembayaran tempo satu/dua bulan, bisa dipinjami modal usaha dalam bentuk uang cash tanpa perlu repot-repot seperti aplikasi di bank, dan lain-lain.

Bila Anda memang memiliki kesempatan seperti tersebut diatas, manfaatkan dan optimalikan sebaik mungkin..! Soalnya, tidak semua orang bisa memiliki modal kepercayaan. Jangan sampai modal kepercayaan yang telah diberikan oleh partner Anda itu Anda "nodai".

Sebab, apabila kepercayaan yang telah diberikan kepada Anda itu ternodai, saat itu juga kredibilitas Anda dipertaruhkan. Mau tetap dinilai baik, atau diblacklist untuk selamanya. Jadi, manfaatkan dengan baik.

  • Modal Tempat/Lokasi

Bila Anda memiliki lokasi yang strategis untuk digunakan sebagai lokasi usaha, maka itu menjadi salah satu poin plus tersendiri yang bisa Anda manfaatkan.

Anda bisa memasang iklan mencari partner bisnis, dengan mengatakan bahwa Anda memiliki lokasi yang strategis dan cocok untuk digunakan sebagai lokasi bisnis. Tinggal diolah, bagaimana proporsi bentuk kerjasamanya.

Atau juga bila lokasi yang Anda miliki itu strategis untuk digunakan sebagai tempat media iklan, entah itu untuk pemasangan baliho atau iklan ditembok, maka manfaatkan..! Anda bisa mencetak penghasilan darinya. Tinggal Anda beri tulisan "Space For Rent - Hub : No HP Anda".

Untuk kasus seperti ini saya memiliki pengalaman dari salah satu teman saya. Kebetulan rumahnya memang strategis tempatnya dan selalu menjadi jalan/rute untuk perjalanan keluar kota. Otomatis semua pengendara motor/mobil banyak yang lewat disitu.

Iseng-iseng ditulislah langkah seperti diatas tadi. Dan ternyata ada yang tertarik untuk memasang iklan di temboknya. Dan nilai kontraknya cukup lumayan, sekitar 8 digit rupiah. Nominal yang tidak bisa dianggap remeh untuk menghasilkan rupiah dengan bermodal tembok :)

Itulah beberapa definisi tentang modal dalam perspektif lain. Jadi Anda bisa mulai sedikit terbuka untuk memahami makna kata "modal". Terbukti kan, bahwa modal itu tidak harus berarti dengan uang.

Saya masih memiliki definisi yang lain lagi, namun disimpan dulu saja. Nanti akan saya tulis dalam bagian yang lain..

Semoga bermanfaat...


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST