12 Januari 2013

Mengukur Potensi Kerugian Bagi Pebisnis Pemula

Salah satu hal yang ditakutkan terjadi pada pelaku bisnis pemula, yang paling sering dihindari adalah : TAKUT MENGALAMI KERUGIAN..!! Yesss, mungkin dari 100 responden pebisnis pemula bila disurvey bisa-bisa menghasilkan angka 80-90% takut pada hal ini.

Betul atau betull...? Iya atau iyaaaaaa??? Pasti banyak yang jawabannya BETUL dan IYA. Hehehe... Tenang saja, Anda tidak sendirian. Saya dulupun juga seperti itu. Dan itu sah-sah saja.

Namun akhirnya saya mendapatkan pencerahan yang sungguh berharga dari salah satu mentor terbaik saya, Pak Bams Triwoko. Pencerahannya tidak lain adalah mengenai pentingnya mengukur potensi kerugian bagi pebisnis pemula.

Lalu yang dimaksud dengan mengukur potensi kerugian tersebut apa dong?

Nah, secara sederhananya adalah seperti ini. Berbisnis itu sesungguhnya seperti kita menempuh jenjang pendidikan sekolah. Mulai dari play group, TK, SD, SMP, SMU, hingga Perguruan Tinggi. Pelajarannya akan terus menerus tidak pernah putus. Dan setiap akan naik kelas juga 'disediakan' ujian kenaikan kelas.

Lhadalah malah bingung yaaaa??? Tenang gak usah bingung. Itu sekedar ilustrasi awal saja kok.

Lalu begini, namanya saja sekolah. Tentu saja kalo masuk sekolah juga akan disesuaikan dengan kemampuannya menempuh pendidikan apa dulu, baru disesuaikan dengan jenjang sekolah yang pas.

Kalo kemampuannya masih level TK, ya masuk sekolahnya tentu saja ke sekolah TK. Kalo masuk ke Play Group nanti terlalu pintar, sedang kalo masuk SD/SMP juga belum waktunya.

Sama juga dalam berbisnis. Secara tidak langsung, dalam memulai bisnis biasanya akan membicarakan masalah modal yang dibutuhkan. Mulailah menjalankan bisnis itu tahap demi tahap. Dari kecil dan sesuai kemampuan terlebih dahulu.

Bila kita mampunya baru bisa memutar modal sebanyak 1 juta saja, ya jalankan saja bisnis dengan modal awal 1 juta itu dulu. Kenapa? Ya, karena memang kemampuan Anda baru pada level 1 juta. Kalau dipaksakan memutar modal langsung 10 atau 100 juta pasti juga malah kaget dan bingung. Sebab belum terbiasa.

Trus mengapa saya sarankan untuk memulainya dari yang terkecil dulu. Dalam contoh ini adalah 1 juta. Tidak lain adalah untuk mengantisipasi apabila ternyata bisnis Anda tidak berjalan dengan impian Anda maka Anda masih bisa merasa beruntung. "Untung modal yg diputer baru 1 juta aja"

Disitu baru bisa kita lihat, dengan modal 1 juta maka saya juga harus siap dengan resiko terburuk adalah dengan mengalami kerugian sebesar 1 juta pula..! Kalo diawal Anda menjalankan bisnis sudah memikirkan hal ini, maka resiko potensi  kerugian Anda sudah terukur dengan jelas, dan Anda sudah siap menghadapi resiko tersebut...!!!

Sebab, saya sering banget menghadapi kasus-kasus dari teman-teman yang "terbakar motivasi" gara-gara setelah ikut seminar motivasi-motivasi bisnis itu akhirnya berbuat BERANI NEKAT. Memang BERANI NEKAT, Tapi NEKAT TIDAK TERUKUR.

Artinya, kadang tidak menyadari bahwa kemampuannya 'memutar modal' untuk bisnis baru pada level 1 juta itu tadi, namun karena "terbakar motivasi", akhirnya panas untuk latah ikut memulai bisnis dengan modal besar dan melebihi kemampuan sesungguhnya, yang akhirnya mengakibatkan potensi kerugian yang tidak terukur....

Jadi lebih baik Anda menikmati prosesnya tahap demi tahap saja. Pelan-pelan tapi pasti. Tidak perlu "terbakar motivasi" langsung berani memutar modal besar..!

Mulai saja modal 1 juta.. Jalani, lakukan, evaluasi. Bila ternyata berjalan dengan baik, maka Anda boleh naik kelas dan menyuntik tambahan modal untuk memperbesar usaha. Namun bila ternyata hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, maka Anda bersyukur, resiko kerugian yang dialami cuman 1 juta saja. Segera lakukan evaluasi, dan bisa mencoba lagi tentu saja dengan strategi lain setelah Anda evaluasi.

Daripada kemampuan Anda sesungguhnya hanya bisa memutar modal 1 juta saja, namun Anda memaksakan diri untuk bisa membuka bisnis yang bermodal 100 juta, bila ternyata resiko terburuk terjadi, maka potential loss nya 100 juta itu pasti akan membuat nangis darah...!!! Dan hal ini banyak sekali terjadi.

Lebih baik Anda nikmati proses...
Modal 1 juta... Alhamdulillah jalan... Suntik tambahan modal lagi...
Modal 2 juta... Alhamdulillah jalan... Suntik tambahan modal lagi...
Modal 10 juta... Alhamdulillah jalan....

Dan ingat, setiap menyuntikkan tambahan modal itu juga harus terukur sesuai dengan kemampuan Anda. Bila penetrasi pasar serta omzet penjualan memang menuntut untuk disuntik modal, maka Anda berani menyuntik modal. Namun juga perlu berhati-hati dan harus siap menerima resiko terburuk dengan potential loss dengan nominal yang sama... Sebab, setiap mau 'naik kelas' kita pasti harus mengerjakan beberapa 'ujian' yang tak terduga pada bisnis kita.

Sekali lagi, sharing diatas adalah berdasar pengalaman saya pribadi. Anda boleh setuju boleh juga tidak setuju. Semoga bisa diambil sisi baiknya untuk belajar bersama-sama..

Semoga bermanfaat.


Salam,

Hatta N Adhy PK,ST