05 Januari 2013

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-10)

# Pelajaran Positif Ke-10
"Tidak Gila Jabatan"

Berapa periode Soeharto menjabat presiden?
Berapa periode SBY menjabat presiden?
Lalu bandingkan dengan Habibie....

Satu pelajaran positif dari Habibie yang saya tangkap adalah : TIDAK GILA JABATAN. Praktis Habibie hanya menjabat sebagai presiden selama 1 periode. Itupun tidak penuh. Dan itupun berperan sebagai presiden pengganti.

Namun meskipun sudah pernah merasakan jabatan sebagai presiden, Habibie tidak kemaruk dan tidak gila jabatan untuk mencalonkan kembali sebagai presiden pada pemilihan umum selanjutnya.

Hal seperti ini jarang sekali ditemui. Rata-rata para pejabat dari tingkat bawah, dari level lurah, camat, bupati, walikota, gubernur yang saya cermati rata-rata ingin menjabat minimal selama 2 periode.

Namun Habibie beda. Ia tidak kemaruk dan tidak gila jabatan. Cukup sekali saja, dan memberikan kesempatan kepada yang lainnya.

Pesan positif ini sesungguhnya pesan sederhana namun sesungguhnya malah susah ditiru oleh para pejabat-pejabat di negara kita. Semoga kita bisa belajar banyak dari pelajaran-pelajaran positif Habibie-Ainun.

[TAMAT]

Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-9)

# Pelajaran Positif Ke-9
"Berani Ambil Tanggung Jawab"

Pelajaran ini digambarkan saat Habibie diangkat menjadi wakil presiden. Begitu pula waktu Soeharto mengundurkan diri dan mengangkat Habibie sebagai wakil presiden.

Dengan tegas dan berani, Habibie berani mengambil alih tanggung jawab itu. Berani mengambil segala resiko yang muncul dengan jabatan barunya sebagai presiden itu.

Meski pada saat itu inflasi di Indonesia mencapai 80% dan timor-timur lepas dari Indonesia, namun satu pelajarannya berani ambil resiko dan tanggung jawab itu sebuah kredit poin tersendiri dari seorang Habibie.

Pelajarannya untuk kita adalah, apabila kita suatu waktu dihadapkan pada suatu masalah, kita wajib segera bertindak cekatan untuk mengambil keputusan. Berani ambil resiko serta tanggung jawab dengan keputusan yang telah kita ambil tersebut.


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-8)

# Pelajaran Positif Ke-8
"Tidak Mempan Disuap"

Pelajaran Positif yang ke-8 ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu berhubungan dengan suap-menyuap.

Setelah dipanggil kembali ke Indonesia untuk mewujudkan proyek prestisiusnya itu ternyata bukan hal yang mudah. Proyek prestisiusnya itu sarat dengan aroma kongkalikong yang ingin mendapat 'kue' proyek.

Disini Habibie memberikan pelajaran yang luar biasa, yaitu ia tidak mempan untuk disuap dengan berbagai cara apapun. Orang-orang yang menginginkan bagian 'jatah' proyek tidak ada istilah titip-titipan. Semuanya wajib melalui jalur yang benar. Ajukan penawaran, ikut tender, dan ikuti prosedur yang benar. Tidak ada kata kongkalikong lewat belakang.

Tokoh Hanung Bramantyo yaang berperan sebagai 'tukang suap' di Film ini pun juga tampil cantik...
  • Nyuap pake jam tangan mewah, eh tidak mempan. Sama Ainun jam mewahnya disuruh mengembalikan....
  • Nyuap pake wanita cantik, eh juga tidak mempan....
  • Nyuap pake duit segepok, eh juga tidak mempan.....
  • Nyuap pake cek kosong yang diisi sendiri nominalnya, eh juga gak mempan....
Hal seperti ini adalah sebuah pelajaran positif yang seharusnya wajib ditiru oleh para pejabat-pejabat di Indonesia.


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-7)

# Pelajaran Positif Ke-7
"Menumbuhkan Semangat Maju Untuk Bangsa Indonesia"

Pelajaran Positif Ke-7 ini terlihat ketika Habibie dipanggil kembali ke Indonesia dan disuruh mempresentasikan proyek prestisiusnya N-25O. Diamana disitu digambarkan bahwa Habibie memiliki mimpi yang tinggi Indonesia bisa menjadi negara yang maju, yang mampu membuat dan memproduksi pesawat terbang sendiri.

Habibie membayangkan bila hal itu terjadi, maka efeknya sungguh luar biasa. Banyak sektor lapangan kerja yang bisa digerakkan bila memang Indonesia benar-benar menjadi produsen pesawat terbang. Banyak industri yang bisa saling bersinergi dan saling mengisi.

Dan Habibie pun sungguh yakin dan percaya diri bahwa hal itu seharusnya bisa dimulai dan diwujudkan. Terbukti bahwa akhirnya Indonesia berhasil memproduksi dan menerbangkan pesawat perdana produksi sendiri buatan anak negeri, yang kita kenal dengan nama N-250 Gatotkaca.

Semangat seperti inilah yang sesungguhnya perlu kita tiru dan kita teladani habis-habisan. Jangan malah tumbuh rasa pesimis berlebihan. Ah pesawat buatan Indonesia, gak diapa-apain nanti jatuh sendiri.

Sesungguhnya kita bisa kok. Ya..! Seharusnya kita mampu...!! Dan memang kita bisa membuktikan kalau kita mampu...!!!



Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-6)

# Pelajaran Positif Ke-6
"Memberi Kontribusi Untuk Membangun Bangsanya"

Seperti kita ketahui, Habibie menempuh pendidikannya diluar negeri. Dalam hal ini di negara Jerman. Bahkan di Jerman, Habibie begitu dihargainya. Mendapat tempat yang layak sebagai peneliti dan ilmuwan.

Kepandaian dan kegeniusannya itupun akhirnya malah banyak dimanfaatkan oleh pihak luar yang memang benar-benar mengetahui potensi keahlian si jenius yang satu ini.

Namun justru Habibie memiliki tekad, setelah ia selesai menempuh studi, ia ingin kembali ke Indonesia. Ia ingin ilmu yang didapatkannya itu bisa bermanfaat untuk membangun kembali bangsanya. Bahkan ia menyempatkan diri untuk mengirim surat ke IPTN untuk 'melamar kerja' dan bisa berkarier disana.

Meski saat itu ditolak namun ia tidak patah semangat. Hingga dikemudian hari ia dihubungi kembali oleh Soeharto (Presiden Indonesia saat itu) untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya.

Pelajaran positif yang satu ini semoga bisa menginspirasi kita semua. Bagaimana caranya dengan segala kemampuan yang kita miliki saat ini bisa memberikan kontribusi yang penting untuk bangsa kita.


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-5)

# Pelajaran Positif Ke-5
"Membangkitkan Semangat/Motivasi Pasangan Anda"

Hidup dan kehidupan itu tidak selamanya berada diatas. Seperti layaknya roda. Kadang berputar diatas, dan kadang berputar dibawah. Tidak hanya kita saja. Habibie pun juga sudah pernah mengalami hal seperti itu.

Suatu saat mereka berdua hidup disebuah apartemen kecil di Jerman. Pekerjaan Habibie masih belum begitu mapan. Keahliannya masih belum banyak yang mengakuinya. Hingga suatu saat Ainun merasa berat hidup di Jerman, dan mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Indonesia.

Ainun serasa mulai menyerah.

Namun apa yang dikatakan Habibie kepada Ainun? Kata-kata ini yang saya ingat-ingat betul (kurang lebih seperti ini) :

"Memang saat ini kita berada dalam sebuah terowongan yang gelap. Terowongan yang panjang dan gelap. Namun, sepanjang-panjangnya terowongan itu pastilah akan ada ujungnya dan disana akan muncul secercah sinar yang cerah. Saat ini mungkin belum, namun percayalah, Saya akan membawamu ke ujung tempat bersinar cerah tersebut."

Disini pentingnya pelajaran, menbangkitkan motivasi dan semangat pasangan kita, dikala pasangan kita sedang mengalami down atau patah semangat.

Pertanyaan buat kita : "Sudahkah kita melakukan hal tersebut dalaam kehidupan keluarga kecil kita?


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-4)

# Pelajaran Positif Ke-4
"Tetap Percaya Diri Ketika Diremehkan"

Khusus untuk Pelajaran Positif yang ke-4 ini sungguh tidak mudah, yaitu Tetap Memiliki Rasa Percaya Diri (PeDe) ketika diremehkan. Biasanya kebanyakan dari kita ketika diremehkan, dicibir, diragukan kemampuannya segala kepercayaan diri akan luntur dan menjadi minder. Namun beda dengan Habibie.

Dalam film Habibie-Ainun dikisahkan sewaktu di Jerman Habibie sempat bekerja di perusahaan semacam perusahaan kereta api. Habibie mendapat tugas memimpin tim riset di kantor itu untuk menghasilkan penemuan mesin kereta yang baru dengan kekuatan daya angkut lebih kurang 200 ton lebih.

Anggota timnya yang kebanyakan orang bule itupun awalnya meragukan kemampuan Habibie, bahkan ada yang meremehkannya. Namun Habibie tetap pada pendiriannya. Dengan segala keintelektualannya dibidang teknik permesinan, formula rumus yang diujikan oleh Habibie sempat diragukan.

Namun Habibie tetap percaya diri. Sebab dia yakin bahwa dengan formula rumusnya itu secara teknis penemuannya yakin bisa diujicoba. Dan ternyata terbukti berhasil.

Baru dari situlah anggota tim yang mayoritas orang bule itu mengagumi 'kesaktian' Habibie.

Disini kita diberi pelajaran. Selama kita yakin dan fokus dengan impian kita, tetaplah selalu percaya diri walaupun banyak orang yang meremehkan atau mencibir kita. Saat kita bisa membuktikannya, orang pasti akan berbalik mendukung dan mengakui kemampuan kita.


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-3)

# Pelajaran Positif Ke-3
"Kesetiaan Terhadap Pasangan"

Untuk Pelajaran Positif yang Ke-3 ini sudah banyak orang tahu dan paham yaitu mengenai pelajaran kesetiaan terhadap pasangan.

Habibie-Ainun mengajarkan kepada kita betapa kesetiaan kita kepada pasangan itu segala-galanya. Disaat Habibie sakit (karena TBC), Ainun dengan setia merawat, menyiapkan obat, mengingatkan untuk meminum obat, dan bahkan mengingatkan untuk pentingnya beristirahat.

Belum lagi, cobaan dalam kondisi apapun sebagai pasangan, kedua pihak selalu berusaha untuk saling menguatkan dan memberikan supportnya.

Bahkan hampir di akhir hayatnya, Ainun masih sempat-sempatnya menulis resep "obat untuk bapak", yang akhirnya menjadi kenangan hingga meninggalnya Ainun.

Habibie sendiri juga dengan setia dan telaten merawat Ainun dalam sakitnya, bahkan rela membawa Ainun untuk berobat dan operasi di Muenchen Jerman. Demi satu kata : kesembuhan Ainun.

Dan akhirnya, dari tidak ada menjadi ada dan akhirnya kembali menjadi tidak ada. Kesetiaan dua insan yang saling mencinta itu akhirnya dipisahkan oleh maut. Ainun meninggalkan Habibie untuk selama-lamanya.

Sebuah pertanyaan untuk kita, mampukaah kita mempertahankan kesetiaan kita kepada pasangan kita hingga maut yang memisahkan? Semoga...


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-2)

# Pelajaran Positif Ke-2
"Pengorbanan Untuk Cinta"
Anda mungkin sering mendengar kata-kata "Cinta itu Butuh Pengorbanan", atau kalo saya mengistilahkan lain yaitu "Pengorbanan Untuk Cinta". Dalam Film Habibie-Ainun, arti kata-kata tersebut sungguh menyiratkan arti dalam makna sesungguhnya.

Kok bisa? Pasti Anda berpikir begitu kan?

Bisa. Dalam kisah itu diceritakan bahwa saat Ainun dipersunting oleh Habibie dia sebenarnya telah menyandang gelar Dokter Umum. Yang mana sebenarnya Ainun bisa saja meniti karier Dokternya itu, atau melanjutkan dokter spesialisnya.

Namun, saat itu Habibie mengajaknya untuk menemani studi di Jerman. Dan inilah yang dinamakan pengorbanan cinta. Ainun rela melepaskan impian berkarier menjadi Dokternya itu demi menemani sang suami studi di Jerman. Rela mendampingi, menemani, serta memberikan suntikan semangat kepada suami tercintanya. Dan tentu saja belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk keluarga kecilnya.

Hal seperti ini sepertinya agak mustahil kita temukan disaat sekarang ini. Mungkin masih ada, namun bisa dihitung jumlahnya.

Kebanyakan pasti akan egois berpikir untuk perkembangan kariernya masing-masing. Barangkali ada yang berpikir, "Kan eman-eman, udah kuliah mahal-mahal, udah dapet gelar, peluang berkarier yang bagus, apalagi dokter. Masa mau disia-siakan hanya menjadi ibu rumah tangga mendampingi suami saja?"

Jleeeeeeebbb...!! Sebuah makna pembelajaran mengenai Pengorbanan Untuk Cinta yang sungguh luar biasa. Jujur saja, saya kalo jadi Ainun mungkin akan berpikir 1000 kali untuk mengambil keputusan itu.

Namun Ibu Ainun mampu memberikan Pelajaran Positif mengenai "Pengorbanan Untuk Cinta" 

Bagaimana Dengan Anda..??

Salam,

Hatta N Adhy PK, ST
  

Film Habibie-Ainun (Pelajaran Positif Ke-1)

# Pelajaran Positif Ke-1
"Percaya Diri Waktu Nembak Cewek"

Pelajaran Positif pertama yang bisa diambil adalah : buat para cowok bila ingin nembak cewek, dan terlebih lagi ingin menjadikan istri satu hal yang paling penting adalah : PERCAYA DIRI-Lah...!!!

Dalam kisaah film Habibie-Ainun itu diceritakan bagaimana Ibu Ainun itu banyak sekali yang menaksirnya (dan jatuh cinta). Suatu saat ada 4 orang cowok sekaligus yang datang main ke rumah Ainun. Mereka semua ber-mobil dan memiliki latar belakang 'perlente'.

Disisi lain, Habibie justru dengan penampilan sederhana namun penuh dengan rasa percaya diri yang tinggi. Meski Datang cuman dengan naik becak (yang lainnya menggunakan mobil), namun Habibie tidak peduli. Dia tetap penuh percaya diri.

Bahkan ketika 'dihina' oleh orang yang sedang mencuci mobil didepan rumah Ainun dengan sebutan "Dasar Miskin", Habibie tetap tidak peduli. Dia tetap penuh Percaya Diri. Dengan gagahnya Habibie masuk kerumah Ainun, dan menemui bapaknya.

Dan hebatnya, justru Habibie-lah yang beruntung untuk bisa mengajak kencan Ainun keluar. Sedangkan 4 orang 'perlente' yang berharap bisa mengajak kencan Ainun hanya bisa melongo.

Dari sini pelajaran positif ke-1 adalah : "Tetaplah tampil apa adanya tanpa dibuat-buat serta memiliki PERCAYA DIRI yang tinggi ketika akan 'nembak' cewek idaman Anda"

Silakan Coba dan Praktekkan...!!


Salam,

Hatta N Adhy PK, ST

Menikah Membuka Pintu Rejeki Anda?

Saya mempunyai teman yang saya kenal gara-gara dia membaca brosur The Hatta Institute saya di tahun 2010 dulu. Kenal lewat sms, dan kemudian ketemu offline sekali dirumah saya.

Waktu ketemu tersebut dia sedikit curcol (curhat colongan), kalo dia saat ini sedang dalam masa-masa sulit, sebab usaha yang dirintisnya sedang jatuh dan menyisakan setumpuk hutang disana-sini. Padahal dulunya waktu dia pulang dari Korea (dia pernah jadi TKI di Korea-red), duit tuh melimpah ruah. Namun sekarang kejadiannya justru sebaliknya.

Lalu, salah satu bahan diskusi saya saat itu, dia menanyakan seperti ini : "Mas, apa bisnis itu ada hubungannya dengan menikah ya?" 

Hmmmm.... Awalnya saya kurang ngeh dengan arah pertanyannya itu. Ternyata yang dimaksudkannya adalah : apakah dengan menikah itu bisa membuka pintu rejeki dan bisa melancarkan bisnis kita. Kira-kira begitu...

Buat info, teman saya itu dulu waktu sepulang dari Korea dan merintis bisnis sering dikasih saran sama teman-temannya untuk menyegerakan menikah. Namun karena dia masih kekeuh dengan egonya yang ingin bisnisnya jalan lebih dulu, dia tidak menghiraukannya. Akhirnya sampai tulisan ini saya tulis, temen saya itu masih belum menikah. Padahal secara umur dia sedikit lebih tua dari saya.

Kembali ke laptop...

Apakah Menikah itu bisa membuka pintu rejeki? Kalau saya menjawab dari pengalaman pribadi maka dengan tegas saya menjawab : Absolutely YESS...!!

Ya, saya percaya kalo dengan menikah itu bisa membuka pintu rejeki kita. Saya dulu termasuk orang yang tidak pede untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan berbagai alasan. Entah belum siap finansial, belum punya rumah, belum punya bisnis yang mapan, tidak punya penghasilan tetap, dan berbagai alasan lainnya.

Namun mungkin sebenarnya Tuhan itu punya rumus tersendiri bagi hambanya yang mau untuk menyegerakan menikah. Mungkin dimata Tuhan, menikah itu ibarat membuka pintu rejeki yang tertutup, dan kunci untuk membukanya itu ada ditangan pasangan Anda.

Jujur saja sayapun merasakan seperti hal itu. Waktu sebelum menikah uang yang kita punya itu seperti menguap tiada tahu kemana uang itu mengalir. Sedangkan setelah menikah, uang itu bisa menjadi berwujud macam-macam.

Ya intinya disini adalah, saya mempercayai bahwa menikah itu ternyata benar-benar bisa membuka jalan pintu rejeki kita menjadi jauh lebih terbuka lebar..!

Jadi buat Anda yang saat ini masih bujang, dan bisnis/karier yang dilalui sekarang masih stagnan itu-itu saja. Maka segerakanlah menikah, barangkali dengan menikah itu pintu rejeki Anda bisa makin terbuka lebar..

Buat yang punya bisnis, bisnisnya bisa semakin moncer....
Buat yang kerja kantoran, karirnya bisa melejit lebih cepat....
Yang lagi ngelamar2 kerja, lebih cepat bisa keterima kerja....

Berani menerima tantangan??? Jadi ingat kata-kata seorang sahabat : Menikahlah, maka Anda akan menjadi kaya.. Yesss, Absolutely Right...!!!


Salam,

Hatta N Adhy PK,ST

Contoh Souvenir Pernikahan Unik di Jakarta Utara

Bila saat ini Anda sedang mencari toko souvenir yang mempunyai Contoh Souvenir Pernikahan Unik di Jakarta UtaraPadang Sidempuan, Tegal, Batulicin, Malang, Tanah Bumbu, Kuala Kapuas dan Rangkasbitung Lebak   Anda bisa menghubungi kami saja melalui Telp 0272 - 326238 | No.HP : 0853  275 90000 (Telp/SMS) | Add Pin BB : 27e 413 a7 | Official Website : www.tasya-souvenir.com | FB : TASYA Souvenir |  Email : support@tasya-souvenir.com 

Banyak calon pengantin yang saat ini sedang mencari-cari Contoh Wedding Souvenir Unik di Jakarta UtaraPadang Sidempuan, Tegal, Batulicin, Malang, Tanah Bumbu, Kuala Kapuas dan Rangkasbitung LebakContoh souvenir yang akan dipakai sebagai bahan referensi souvenir yang akan dipakai dalam event pernikahannya.

Kadang souvenir yang akan dipakai itu menyesuaikan dengan tema acara yang ada. Atau bisa juga contoh souvenir itu digunakan untuk menentukan budget yang pas untuk anggaran souvenirnya.

Berikut ini adalah beberapa contoh koleksi souvenir pernikahan unik yang dijual di toko souvenir online kami :

Contoh Souvenir Pernikahan Unik

 Contoh Souvenir Perkawinan Unik

 Jual Souvenir Pernikahan Unik

Jual Souvenir Perkawinan Unik

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Untuk Melihat Koleksi Selengkapnya
Silakan langsung Kunjungi Website kami :

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Nah, bagi Anda yang masih bingung mencari Contoh Souvenir Perkawinan Unik di Jakarta UtaraPadang Sidempuan, Tegal, Batulicin, Malang, Tanah Bumbu, Kuala Kapuas dan Rangkasbitung Lebak silakan langsung menghubungi kami di No.Telp 0272-326238 | No.HP 0853 275 90000 | Add Pin BB : 27e413a7 | Email : support@tasya-souvenir.com | FB : TASYA Souvenir | Official Website : www.tasya-souvenir.com