21 Oktober 2013

Quran Ibu




Al Qur'an ini adalah Al Qur'an kesayangan Alm. Ibu saya. Meskipun kelihatan lecek namun ibu saya sayang sekali. Barusan saya lihat, ternyata itu cetakan tahun 1975. Jauh lebih tua daripada umur saya...

Hari ini, 21 Oktober, andai ibu saya masih diberi umur panjang beliau pas menginjak usia 60 tahun. Namun Qur'an ini menjadi saksi sekaligus menjadi salah satu peninggalan beliau yg bisa dikenang..

Mengenangmu...
Merindukanmu...
Mengingatmu....

Tiba2 saja pikiran saya melayang jauuuuuh ke belakang saat ibu masih ada, saat ibu masih hidup.. Ada banyak hal yang belum sempat saya berikan kepada ibu. Ada banyak hal yang belum saya lakukan kepada ibu. Bahkan balas jasa untuk ibu pun tidak ada secuil kukunya..

Dihari lahirmu ini, ijinkan aku anakmu mengucapkan 'selamat hari lahir' yaa ibu.. Semoga kini ibu bahagia disana, mendapat tempat yang terbaik disisi-Nya, dan kelak kita diberi kesempatan bertemu dan berkumpul kembali di Jannah-Nya, Amieeeenn...

Selamat Hari Lahir bu, I Love U Full....!!

- Anakmu Hatta - 

27 September 2013

Dokumentasi Proses Produksi Undangan dan Souvenir (3)

Dokumentasi Proses Produksi Undangan dan Souvenir (3)


















Bersambung ke Bagian Dokumentasi Proses Produksi Ke-4



Salam Souvenir..!

Hatta N Adhy PK,ST

26 September 2013

Dokumentasi Proses Produksi Undangan dan Souvenir (2)

Dokumentasi Proses Produksi Undangan dan Souvenir (Bagian Ke-2)

Kali ini akan saya posting beberapa foto-foto dokumentasi proses produksi Undangan Pernikahan atau Souvenir Pernikahan di workshop kami. Biar Anda sedikit banyak bisa mengerti proses behind the scene proses pembuatan undangan atau souvenir ini.

Dari dokumentasi ini setidaknya Anda bisa membayangkan betapa repot dan rumitnya mengerjakan order-order yang kami kerjakan ini. Tapi semuanya selalu kami kerjakan dengan senang hati dan happy demi kepuasan para customer kami.

Selamat menikmati...


















Bersambung ke Bagian Dokumentasi Proses Produksi Ke-3


Salam Souvenir..!

Hatta N Adhy PK,ST

25 September 2013

Dokumentasi Proses Produksi Undangan dan Souvenir (1)

Dokumentasi Proses Produksi Undangan dan Souvenir (Bagian Ke-1)

Kali ini akan saya posting beberapa foto-foto dokumentasi proses produksi Undangan Pernikahan atau Souvenir Pernikahan di workshop kami. Biar Anda sedikit banyak bisa mengerti proses behind the scene proses pembuatan undangan atau souvenir ini.

Dari dokumentasi ini setidaknya Anda bisa membayangkan betapa repot dan rumitnya mengerjakan order-order yang kami kerjakan ini. Tapi semuanya selalu kami kerjakan dengan senang hati dan happy demi kepuasan para customer kami.

Selamat menikmati...

Proses Produksi Papperbag

Packaging Order Souvenir Gelas

Proses Produksi Undangan Frame

Proses Produksi Souvenir Gelas

Tumpukan Souvenir Gelas Sebelum Diproses

Pasang Pita Pada Undangan Softcover

Undangan Framenya Masih Polosan

Finishing Souvenir Polyresin

Proses Pembuatan Undangan Softcover

Yeaaaaahh...!! Seru juga kan proses produksinya? Dan begitulah yang kami lakukan di Tasya Souvenir. Jadi schedule yang dikerjakan setiap hari itu sudah ada jadwalnya, sesuai dengan antrian order yang masuk.

Jadi kalo misalnya ada order yang ditolak, itu bukan karena kami menolak rejeki yang datang dari Anda, melainkan waktu order yang terlalu mepet atau schedule yang ternyata sudah terisi jadwal order yang lain atau bahkan mungkin karena stok bahan baku produksi yang kosong (misal : souvenir gelas).

Nanti saya sambung lagi dengan foto-foto dibalik proses produksi yang lainnya..!!

Bersambung Dokumentasi Ke-2 >> KLIK DISINI

Salam Souvenir..!

Hatta N Adhy PK,ST

25 Agustus 2013

Dahlan Iskan Guru Menulisku

Gara-gara dalam satu minggu ini saya menulis terus mengenai sosok Pak Dahlan Iskan berkaitan dengan isu pencalonannya menjadi peserta konvensi Partai Demokrat, akhirnya banyak yang menganggap saya ini adalah tim sukses atau tim relawannya Pak Dahlan Iskan.

Padahal sesungguhnya saya itu bukanlah tim suksesnya beliau (secara resmi). Saya hanyalah menulis mengikuti kata hati saya pribadi saja. Mengenai tentang pencapresannya itu sendiri memang sebenarnya beliau adalah figur yang saya inginkan untuk menjadi presiden mendatang. Beliaulah yang menurut Akal Sehat saya adalah calon presiden yang terbaik yang layak didukung untuk menjadi presiden mendatang.

Saya tidak mendewa-dewakan Pak Dahlan Iskan itu seperti layaknya saya menjadikannya "Tuhan Ke-2". Salah, itu salah besar..!! Saya hanya kagum dengan pribadi beliau, sepak terjangnya dalam membangun bisnis, pengalamannya menjadi birokrat, sifat-sifat sosialnya, dan masih ada satu lagi yaitu....

Beliau itu adalah 'Guru Menulis' saya...

Ya. Beliau saya anggap sebagai 'Guru Menulis' terbaik saya. Memang saya tidak pernah menjadi muridnya secara langsung, murid dalam diklat kepenulisan, atau pelatihan menulis. Bahkan sayapun tidak pernah mengikuti kursus-kursus tentang kepenulisan yang seperti itu.

Dari saya masih kecil, waktu saya masih SD, saya masih ingat betul bahwa pelajaran yang paling saya benci itu adalah pelajaran Bahasa Indonesia, karena selain guru yang mengajarnya terkenal killer, disana juga ada materi belajar yang berupa : mengarang..!!

Saya betul-betul mati kutu jika ada PR atau Ujian dan itu berupa ujian mengarang..!! Saya merasa tidak berbakat menulis sama sakali. Bahkan dalam satu lembar folio untuk lembar mengarang, maksimal hanya bisa saya tulis setengahnya lebih sedikit saja. Itupun sudah saya akali : hurufnya saya buat berjarak agak renggang dan hurufnya saya buat besar-besar, maksud saya biar bisa memakan baris yang banyak. Hahahaha.....

Tapi ternyata cara saya itu tetap saja tidak menolong. Kualitas menulis (mengarang) saya parah sekali. Betul-betul parah. Dan hal itu terus berlanjut saat saya naik kelas SMP dan SMA. Bandrol bahwa saya tidak berbakat dalam hal mengarang atau tulis menulis itu terus melekat.

Hingga akhirnya ketika kuliah di ITS Surabaya saya sering membaca Harian Jawa Pos. Entah itu di kost teman, di warung makan, atau di warung kopi dapat dengan mudah menemukan koran Jawa Pos itu tadi. Memang barangkali itu menjadi salah satu daya tarik warung makan, mereka menyediakan koran biar para konsumen mau membeli di warung itu sambil membaca.

Dan memang sepertinya memang benar. Karena saya sendiri selalu mencari warung makan yang menyediakan koran Jawa Pos-nya agar bisa meng-update berita, atau membaca artikel-artikelnya. Atau setidaknya iseng-iseng baca ramalan bintang atau jadwal siaran langsung sepakbola di TV.

Dari situ pula akhirnya saya sering membaca tulisan-tulisan Pak Dahlan Iskan itu. Kisah-kisah perjalanannya ke luar negeri, entah itu untuk kepentingan bisnis atau untuk kepentingan yang lain, seringkali dia tuliskan dengan bahasa yang sangat menarik. Seringkali tulisan itu dibuat berseri, sehingga membuat penasaran si pembacanya tentang kelanjutan tulisannya.

Tulisan catatan-catatan ringannya, kisah pengalaman perjalanannya ke china, hingga kisah serial bersambungnya mengenai operasi "Ganti Hati"-nya itu sangat-sangat membuat saya takjub dan akhirnya jadi jatuh cinta dengan tulisan Pak Dahlan Iskan.

Tulisan yang seringkali deskriptif sekali, bisa menggambarkan dengan detail apa-apa saja yang dialaminya itu hingga seolah-olah si pembaca bisa terhipnotis menjadi 'lakon' dalam tulisannya itu. Alur tulisannya juga runtut dan asyik disimak, tidak lompat-lompat ga karuan. Dan biasanya disisipi atau diakhiri dengan kata-kata yang menggelitik. 

Dan hebatnya, gaya bahasa tulisannya itu bisa tetap bertahan hingga sekarang. Sungguh luar biasa...!!

Dari situlah, waktu itu Pak Dahlan Iskan masih belum jadi Dirut PLN ataupun Menteri BUMN, akhirnya saya menjadi ketagihan membaca tulisan-tulisannya. Namun sayang, meskipun saya sudah senang membaca tulisan-tulisannya, problem saya susah menulis atau mengarang tetap saja lekat dalam diri saya. Saya masih belum bisa menulis dengan baik. Itu terus berlangsung sampai akhirnya saya lulus kuliah.

Untung saja akhirnya saya bisa kenal dengan yang namanya ngeblog ini. Yang dulu tidak tahu apa-apa tentang ngeblog, akhirnya mau gak mau belajar juga. Dari situ saya menganggap bahwa blog ini sebenarnya adalah mirip-mirip seperti diary, hanya saja ini berupa diary online yang bisa dilihat oleh orang yang bisa mengakses blog kita.

Dengan adanya blog ini akhirnya ada sisi positifnya. Saya jadi mau dan berani untuk belajar menulis atau mengarang. Dan sejarah saya bisa menulispun akhirnya dimulai dari blog ini.

Saat itu saya juga masih bingung dengan 'identitas gaya menulis' yang akan saya pakai itu gimana. Sebab saya perhatikan banyak sekali penulis-penulis yang masing-masing memiliki gaya khas penulisan yang sendiri-sendiri. Saya bingung, mau ngikut model tulisannya siapa ya? Nulis gaya sastra saya gak pas, nulis seperti Emha Ainun Nadjib (kebetulan juga suka baca bukunya) juga gak bisa, nulis seperti Pak GM (Goenawan Muhammad) juga gak bisa.

Ya akhirnya saya belajar menulis yang mengalir saja. Menulis seperti saya ngomel plus dengan deskripsi seperlunya. Dan kadang-kadang membuat si pembaca biar bisa merasa menjadi 'lakon'-nya. Ya pengennya sih nyiptain gaya sendiri.

Namun lama kelamaan saya merasakan, 'Ruh Cara Menulis Dahlan Iskan' seringkali hinggap dalam tulisan saya. Maaf, setidaknya ini menurut pandangan saya pribadi lho yaa.. Saya jadi merasa enjoy dengan gaya menulis seperti Pak Dahlan Iskan itu.

Awalnya memang kualitas tulisan saya jeleeeeeekk sekali. Dibaca ulang saja males, hehe.. Namun saya terus berusaha untuk memperbaiki teknik cara menulis. Dengan sering mengikuti tulisan-tulisan Pak Dahlan Iskan, baik yang berupa catatan kecil, CEO NOTE, hingga Manufacturing Hope itu akhirnya saya bisa banyak belajar dari tulisan beliau.

Sejak itu saya jadi berani menulis. Saat ini setidaknya sudah 5 serial tulisan yang sudah pernah saya tuliskan (namun belum dibukukan) :
  • Perjalanan Bisnis Tasya Souvenir (50 tulisan)
  • 9 Keajaiban Asyiknya Bisnis Souvenir Pernikahan (9 tulisan)
  • 9 Cara Menemukan Ide Bisnis (9 tulisan)
  • 10 Cara Paling Mudah Sukses Menjalankan Bisnis MLM (10 tulisan)
  • 12 Jalan Menjadi Jatuh Cinta Pada MLM (12 tulisan)
Itulah mengapa saya merasa kagum dengan Pak Dahlan Iskan itu. Saya tidak taklid buta mendewa-dewakan beliau. Namun dalam hal yang satu ini, berhubungan dengan dunia tulis-menulis ini, saya mengakui bahwa beliau adalah salah satu inspirasi saya dan salah satu 'Guru Menulis' terbaik saya.

Andai saat itu saya tidak mengenal tulisan-tulisannya, tidak familiar dengan tulisan-tulisannya, serta tidak belajar mem-'bedah' tulisannya, dan tentu saja bila saya tidak belajar ngeblog, tentu bakat menulis saya masih dodol seperti waktu saya masih SD.

Karena itu saya bersyukur bisa mengenal dan membaca tulisan-tulisan beliau yang sering membangkitkan 'hope', hingga akhirnya saya jadi bisa membangkitkan dan menumbuhkan kemampuan menulis saya.

Terimakasih Pak Dahlan Iskan...
Terimakasih 'Guru Menulis' terbaikku...


Klaten, 25 Agustus 2013

Salam,

HATTA N ADHY PK,ST

23 Agustus 2013

Ide Sosialisasi Pak Dahlan Iskan Ke Masyarakat

Hampir bisa dipastikan Pak Dahlan Iskan akan maju menjadi salah satu peserta konvensi calon presiden yang akan diselenggarakan oleh Partai Demokrat. Dimana dengan konvensi ini adalah merupakan pintu masuk beliau untuk masuk menjadi bursa calon presiden dalam pemilu mendatang.
 
Jadi simpel saja, kalo kita pengen Pak Dahlan Iskan bisa menjadi Presiden Indonesia di periode mendatang maka harus menjadi calon presiden yang diajukan oleh Partai Politik atau gabungan partai politik yang memenuhi jumlah suara tertentu. Ini jalan satu-satunya, sebab maju lewat jalur independen tidak memungkinkan. Dan kalo maju lewat partai yang lain, semuanya rata-rata sudah memiliki capres jagoannya sendiri-sendiri. Misalnya saja, PDI ada Megawati Soekarnoputri, Golkar sudah ada ARB, PAN sudah ada Hatta Radjasa, Hanura sudah ada Wiranto. Jadi maju melalui jalur konvensi inilah yang realistis untuk ditempuh.
 
Dengan ikut konvensi, lalu menang dalam konvensi, barulah nanti bisa maju menjadi calon presiden yang akan dijagokan oleh Partai Demokrat.
 
Nah sekarang tinggal tugas kita para relawan yang ingin mengusung Pak Dahlan Iskan biar bisa menang dalam konvensi dan menang dalam pemilu mendatang adalah melakukan SOSIALISASI. Sosialisasi untuk lebih mempopulerkan Pak Dahlan Iskan di mata masyarakat. Memang Pak Dahlan Iskan merupakan figur yang populer, namun tidak semua orang terutama akar rumput (dan yang di pedalaman) sudah mengenal figur beliau.
 
Nah disini saya ingin mencoba sharing dan berbagi ide cara-cara sosialisasi yang sederhana, low budget, dan semoga bisa memiliki efek yang besar untuk bisa mengenalkan beliau.
 
Cara Ke-1 : Bikin CD Animasi dan Dokumentasi Tentang Pak Dahlan Iskan
 
Cara seperti ini yang kemarin sempat dilakukan oleh timsesnya Jokohok, dimana CD ini dipakai saat sedang melakukan pembekalan, kampanye tertutup atau sosialisasi lainnya. Menurut saya ini bisa diadopsi sedikit untuk diterapkan. Lebih murah dan mengena daripada untuk pasang iklan, bikin spanduk, pasang baliho dan sejenisnya.
 
Ide saya adalah membikin semacam video dokumenter kisah perjalanan hidup Pak Dahlan Iskan sejak masih kecil hingga sekarang. Tentu saja tidak perlu terlalu detil. Yang penting bisa membawa alur cerita perjalanan hidup Pak Dahlan Iskan.

Isinya bisa dikombinasikan antara kisah waktu masih kecil, waktu awal-awal merintis Jawa Posnya, waktu Menjabat Dirut PLN, hingga prestasi-prestasi beliau saat mengelola BUMN. Ditampilkan dengan kombinasi animasi dan gambar-gambar grafis tentu akan lebih cantik dan enak dilihat.

CD ini nanti bisa juga ditaruh di Youtube, agar bisa dilihat banyak orang, trus bisa juga dicetak massal yang dibagikan kepada para relawan. 
 
Caranya gimana? Bisa dipakai untuk presentasi untuk mengenalkan Pak Dahlan Iskan, atau bisa juga dipakai untuk NONTON BARENG video tersebut. Tentu saja dibalut dengan acara apalah, misalnya sunatan massal, donor darah, bazzar, atau yang lainnya...
 
Trus bisa juga disetel besok waktu nonton bareng sepakbola. Kebetulan tahun depan ada event Piala Dunia, jadi bisa dibikin posko-posko nonton bareng piala dunia plus nyetel CD itu. Atau bisa juga waktu final liga champion.. Ini sebagai contoh saja lhoo yaaa, eksekusinya tentu nanti menyesuaikan dengan kondisi di setiap daerah...
 
Kalo bisa CD ini bisa dengan bebas di-copy selama untuk kepentingan sosialisasi. Jadi masing-masing relawan mungkin bisa meng-copy sendiri sesuai dengan jumlah kebutuhannya sendiri, tergantung lingkup yang mau disosialisasi. 
 
Cara Ke-2 : Bikin Brosur+ Yang Berisi Prestasi Pak Dahlan Iskan
 
Cara yang ke-2 ini adalah bikin Brosur+. Maaf saya tidak tahu istilah yang tepat apa. Maksud Brosur+ disini adalah seperti layaknya selebaran-selebaran yang biasa kita dapatkan dimasjid-masjid sewaktu sholat jumat itu lho. Buat Anda yang muslim mungkin tahu.
 
Kalo selebaran yang biasa kita dapatkan di masjid-masjid itu kan biasanya berisi tentang tausiyah atau khotbah atau artikel-artikel dengan tema-tema tertentu, yang tentu saja itu ditujukan khusus untuk kalangan muslim.

Nah, kita coba meng-ATM itu..!!

Misalnya Serial Manufacturing Hope-nya Pak Dahlan Iskan itu kita desain ulang, lalu kita cetak ulang dan kita bagikan seperti yang ada di masjid-masjid itu. 

Atau bisa juga dibagi-bagikan dengan diselipkan atau dititipkan ke agen-agen koran yang besar. Kalo bisa disisipkan di koran HARI SABTU saja. Sebab akan lebih banyak yang membacanya..

Ini sekaligus bisa juga menjadi media iklan bagi rekan-rekan dahlanis untuk mempromosikan usahanya lho. Misalkan saja, Si-A memiliki usaha warung makan. Nah, Si-A ini boleh memasang 'iklan' usahanya itu dalam brosur+ itu tadi. Akan lebih baik lagi kalo misalnya iklan itu berupa benefit khusus, misalnya dengan diskon-diskon dalam jumlah tertentu, atau gratis gift cantik untuk setiap orang yang membeli di Toko Si-A. Diskon bisa ditambahin bila si customer ternyata anggota dahlanis juga.Trus penyebaran brosur+ nya itu juga digilir, alias keliling agar tersebar secara merata.
 
Dengan cara sederhana seperti ini bisa mengenalkan Pak Dahlan Iskan langsung dengan prestasi-prestasi nyatanya. Bukan cuma jualan foto atau gambar. Semakin cepat dimulai akan semakin baik. Sebab dengan pembagian brosur+ yang repetisi dan rutin dibagikan akan mulai menancap 'brand' Pak Dahlan Iskan ini Calon Presiden Indonesia..

Hehehe, idenya agak ngawur yaaa? Tapi sepertinya pantas buat dicoba..
 
Cara Ke-3 : Manfaatkan BB

Cara yang Ke-3 adalah dengan memanfaatkan BB. Meskipun mungkin pengguna BB banyak yang beralih ke android, namun masih banyak juga kok yang menggunakan BB ini. Nah dengan adanya BB ini perlu dioptimalkan untuk mengenalkan Pak Dahlan Iskan.
 
Ide saya sih sederhana saja, yaitu membroadcast sesuatu tapi bikin penasaran yang dibroadcast. Itu bisa diambil dari arsip-arsip tulisan ataupun berita-beritanya Pak Dahlan Iskan.
 
Sebagai Contoh :
 
..."Eh tau ngga sih kamu kenapa Jalan Tol Baru yang di Bali itu dibikin berkelok-kelok?? Kalo pengen tau, disini nih infonya www.blablabla(linknya).com"...
 
..."Indonesia ternyata udah pake teknologi geomembran lho buat produksi garam, ternyata hasilnya jauuuuuuuhh lebih banyak. Gak percaya? Ni lihat disini www.blablabla(linknya).com"...
 
Dan seterusnya lah, bisa dimodifikasi sendiri isinya, namun isinya tentu saja hal-hal positif prestasi Pak Dahlan Iskan itu. Buat mereka yang penasaran, pasti akan ngeklik dan cari tahu, hehehe...
 
Oya, biar link-nya gak kepanjangan, bisa di-shorten link saja biar praktis...
 
Efeknya apa? Kalo setiap BB katakan ada 1000-2000 orang, itu adalah target market 'calon pemilih' yang bisa dibidik.. Misalnya saja ada 1000 orang relawan, masing-masing ada 1000 kontak, maka akan ada satu juta orang yang bisa disosialisasi..
 
Mulai dari hal yang sederhana, dari yang dekat dengan kita, lama-lama nanti jadi terbiasa...
 
Cara Ke-4 : Bikin Game atau Aplikasi Yang Bisa Didownload
 
Cara ini dulu juga dilakukan oleh timses Jokohok, yang membuat game serupa dengan game angry birds yang dimodifikasi. 
Mungkin kalo ada rekan-rekan relawan yang juga bisa membuat aplikasi yang seperti itu bisa juga dilakukan. Buat game yang sederhana tapi menggelitik dan membuat orang penasaran dan ingin mendownloadnya.
 
Jujur saja saat nulis ini saya masih belum kepikiran enaknya dibikin game apa ya? Atau nantilah malah bisa jadi bahan diskusi bersama, hehehe...
 
Siiiiiiippp... Itulah beberapa masukan atau ide yang bisa saya share buat rekan-rekan dahlanis sekalian. Semoga kita bisa cepat bergerak, biar bisa lebih cepat mengenalkan Pak Dahlan Iskan ke masyarakat.
 
Maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan dalam tulisan saya ini.
 
Salam,
 
Hatta N Adhy PK,ST

05 Agustus 2013

Saya Tidak Suka Sedekah Ke Pengemis Atau Pengamen

Kali ini saya akan coba sharing pengalaman pribadi mengenai memberikan uang kepada pengemis atau kepada pengamen. Entah itu bila saya temui di jalanan atau mereka yang datang keliling dari rumah ke rumah.

Sudah barang tentu Anda sering menjumpai, pengemis atau pengamen, entah itu ketemu di jalan, di lampu merah, di dalam bus, atau mungkin yang keliling dari rumah ke rumah. Kadang Anda berada pada dilema pilihan : "Ini saya kasih (uang, entah receh atau nonreceh) atau gak usah saya kasih ya?" Saya yakin Anda sudah pernah berada pada posisi dilema tersebut.

Saya pribadi saja dengan istri juga sering, bahkan amat sering sekali bertolak belakang pendapat dalam hal ini. Saya cenderung kurang setuju memberikan mereka itu uang, tetapi istri saya lebih cenderung mudah kasihan dan ingin memberikan uang kepada pengemis atau pengamen itu.

Bahkan tidak jarang hanya karena hal sepele itu saja bisa jadi 'keributan' kecil, hehehe...

Kalo alasan istri saya sih simple saja yaitu "Anggap saja itu uang sedekah atau berbagi rejeki dengan mereka, urusan mereka nanti mau dipakai buat apalagi ya nanti jadi tanggung jawab mereka yang kita beri itu". Sedangkan alasan tidak kesetujuan saya, nah ini yang mau saya bahas khusus dalam tulisan saya kali ini.

Masalah tidak setujunya saya untuk tidak memberi uang kepada pengemis atau pengamen itu tentu saja ada beberapa alasannya. Nah, berikut ini adalah beberapa alasannya :

  • Membuat tidak produktif, sebab dengan begitu mereka akan berpikir bahwa dengan kerja begitu saja (mengemis atau mengamen) itu sudah menghasilkan uang.
  • Membudayakan mental malas. Yup, saya melihatnya adalah seperti itu. Seringkali saya temukan ada pengamen atau pengemis yang masih muda, badannya gagah tegap dan segar bugar. Namun sayang sekali pekerjaannya seperti itu, padahal saya rasa seharusnya masih bisa bekerja dengan lebih bermartabat.
  • Tidak mengajarkan kerja keras. Daripada memberi kepada para pengamen atau pengemis itu, saya pribadi malah lebih suka membeli barang (misalnya koran) kepada pengasong. Sebab ada sisi lain yang harus saya apresiasi, yaitu kemauan kerja keras untuk berusaha supaya dagangannya itu laku.
  • Mempermanenkan profesi mereka. Kalo saya selalu memberi mereka setiap kali saya bertemu, maka secara tidak langsung kita ikut andil mempermanenkan profesi mereka itu. Coba saja kita mulai 'memboikot' untuk tidak memberi mereka uang, maka mereka akan berpikir lagi cari pekerjaan lainnya yang bisa menghasilkan uang. Tidak dengan menjadi pengemis dan pengamen.
Tentu saja Anda boleh setuju atau tidak setuju dengan beberapa alasan saya itu tadi. Sekali lagi ini pendapat dan alasan saya secara pribadi lho yaa. Disisi lain saya pun juga mempunyai fakta yang membuat saya semakin memperkuat untuk tidak suka memberi uang kepada pengamen dan pengemis itu.

Silakan Anda sesekali main di Jogja, mainlah di daerah Pasar Beringharjo Jogja atau di sekitar trotoar di depan monumen yang ada di perempatan kantorpos besar. Anda pasti bisa dibuat geleng-geleng.

Secara tidak sengaja saya memperhatikan seorang pengemis yang hanya wira-wiri meminta-minta kepada para turis diseberang jalan di depan Beteng Vredeburg. Hampir 2 jam lebih saya perhatikan gerak geriknya, dari cara merayu, cara dia meyakinkan, cara memelas, sampai cara membuat para turis menjadi iba hingga mau memberinya selembar uang ribuan atau 2 ribuan. Bener-bener saya geleng-geleng dibuatnya.

Setiap orang yang memberi uang langsung dia masukkan ke dalam sakunya. Hingga setelah kurang lebih 2 jam itu dia lalu istirahat. Saya lihat dia tidak jauh darinya. Ternyata dia mengeluarkan uang-uang itu tadi lalu menatanya. Dikelompokkannya sesuai dengan nominal, lalu di lak-lak i (misal setiap uang seribuan terkumpul 10 lembar, lalu dijadikan satu).

Saya curi lihat, dari hasil 2 jam saja bisa mengumpulkan uang sekitar 80-ribu an..!!! Ya, saya tidak salah lihat. Hampir 80 ribu lhoo..!! Padahal itu baru 2 jam saja. Coba kalo dia dalam sehari 'jam kerja'-nya sampai 8-10 jam. Bisa Anda perkirakan sendiri berapa jumlah penghasilannya.

Bila ditotal-total dalam sebulan, bisa jadi mereka itu bisa memiliki penghasilan diatas 3-4 Juta..!!

Itulah kenapa, saya tidak setuju untuk memberi uang kepada mereka itu... Lha wong kadang yang Anda kira mereka itu miskin itu ternyata salah besar..

Trus apa dong yang saya lebih sukai untuk memberi ke orang? Kalo Saya pribadi Lebih Suka Yang ini : membeli suatu barang kepada pedagang (asongan), tapi yang jelas mereka ada usaha untuk menjual sesuatu (dalam hal ini barang).

Misalkan saya beli koran Jawapos seharga 4 ribu, lalu saya kasih duit 5 ribu, trus uang kembaliannya bisa diambil si penjaja koran itu...

Nah disini ada sisi perbedaannya yang jelas. Si penjaja koran ini BEDA dengan mereka yang mengemis dan mengamen itu. Si penjaja koran ini harus berpikir, berusaha gimana caranya supaya koran yang dijualnya itu bisa laku. Dia bisa dapat penghasilan dari komisi penjualan koran yang berhasil dijualnya itu. Nah, kalo saya memberikan sisa uang kembalian supaya diambil itu tidak sama dengan memberi cuma-cuma. Itu bisa berarti sebagai apresiasi atas kerja kerasnya berusaha untuk menjual korannya.

Ketemu titik perbedaannya kan...??

Nah, tentu ada juga ada yang berpendapat lain. Bahkan istri saya saja juga berpendapat seperti ini : "Yang Penting Niat Untuk Sedekahnya kan?" Waduuuhhh, repot juga kalo alasannya seperti ini. Memang iya, yang penting kita niat sedekah. Namun kita masih bisa juga berpikir logis kira-kira mana ya yang lebih pantas untuk kita beri sedekah. Gitu kaaann??

Trus enaknya sedekah kemana dong? Kalo saya pribadi Lebih Baiknya Adalah Sedekah Ke : panti asuhan anak yatim, ke masjid, atau ke lembaga-lembaga yang sudah terpercaya dalam mengelola zakat-infak-sedekah. Itu lebih pas dan lebih tepat sasaran.

Sekali lagi ini dari sudut pandang saya pribadi lho yaa.. Anda boleh setuju, namun juga tidak dilarang memiliki pandangan lain...

Semoga menginspirasi..

Salam,

Hatta N Adhy PK,ST

04 Agustus 2013

Cara Cerdik Belanja Di Department Store Biar Murah

Hai..Hai..Haiiii.... Udah beberapa waktu tidak ngeblog ternyata bikin kangen juga, hehehe.. Mohon maaf karena dalam beberapa minggu ini sedikit tersita untuk 'belajar' lagi serta nguprek-nguprek website toko online saya (mumpung sudah libur produksi), hehehe...
 
Tulisan saya ini sebenarnya sudah ingin saya tuliskan jauh-jauh hari dulu sebelum puasa, tapi belum sempat. Akhirnya tadi siang sempat juga bikin pemanasan untuk mencari ide nulis tema ini lagi dengan nulis status di FB saya.
 
Isi status saya siang tadi kurang lebih seperti ini, saya ambilkan SS-nya yaa :
Nah, karena sekarang sedang masa menjelang lebaran sudah barang tentu akan banyak Anda lihat orang-orang akan memborong belanjaan di pusat-pusat perbelanjaan atau Departmen Store. Terutama Department Store yang menjual pakaian, baju, celana, dan sejenisnya (seputar fashionlah)...
 
Maklum, kita masih terkungkung pada kebiasaan bahwa kalo lebaran itu harus dengan baju-baju atau fashion yang baru pula, hehehe... Apalagi kalo Department Store yang banyak menawarkan program DISKON-DISKON TERTENTU akan banyak diserbu para calon pembeli. Betul kaaaann???

Nah disinilah celah yang WAJIB Anda waspadai dengan penawaran-penawaran DISKON itu yang seringkali mengandung JEBAKAN BETMEN buat para pembeli.

Yup saya menuliskan artikel ini sebab saya termasuk orang yang agak sebel dengan JEBAKAN BETMEN yang dilakukan oleh Department Store tersebut. Saya sebut Jebakan Betmen sebab :
  • Promosi yang dibuat seolah-olah kita bisa dengan mudah dapat 'uang' (voucher) senilai tertentu. Dari pengalaman saya yang sudah yaitu program promonya : "GRATIS Voucher Belanja Senilai Rp100.000"
  • Ternyata cara untuk mendapat GRATIS Voucher Belanja itu sungguh ribet dan cenderung menguras isi dompet kita. Dalam contoh ini adalah Saya minimal harus belanja senilai Rp300.000 lebih dulu, baru setelah itu bisa dapat Voucher yang dimaksud... Contoh mudahnya misal saya beli 3 baju harga @Rp150.000, jadi total saya bayar Rp450.000 kan?
  • Karena saya sudah belanja senilai lebih dari Rp300.000 itu, maka saya berhak mendapat voucher belanja senilai Rp100.000. Tapi Saya tidak serta merta bisa langsung mengklaim Voucher Bonus Anda tersebut. Voucher bonus tersebut tidak bisa diuangkan, namuuuuuuunn....
  • Konsumen "diwajibkan" untuk membeli barang lagi dengan harga barang senilai lebih dari nominal voucher yang Rp100.000 itu lebih dulu. Jadi intinya Anda beli barang lagi, misalnya harganya Rp175.000, baru Anda bisa menggunakan voucher itu. Jadi barang yang seharga Rp175.000 itu cukup Anda bayarkan dengan harga Rp75.000 saja. Tapiiiiiii... Masih ada tapinya...
  • Voucher itu hanya berlaku dalam HARI ITU JUGA..!!! Kalo dipake belanja esok harinya maka sudah tidak berlaku...!!
Nah itulah yang saya bilang JEBAKAN BETMEN. Bandrolnya sepertinya enak, kita dikasih GRATIS VOUCHER BELANJA. Tapi faktanya kita malah digiring untuk dikuras isi dompetnya semakin dalam lagi.

Dalam kasus contoh diatas, bisa diambil kesimpulan sebagai berikut :
  1. Saya belanja barang I (Rp450.000) --> Dapet Voucher Rp100.000
  2. Belanja II Rp175.000 - (Rp100.000 Voucher) = Rp75.000
  3. Total HARGA BARANG : Rp625.000
  4. Total Pembayaran : Rp525.000
Hmmmmm lumayan menguras isi dompet juga kan kalo begini ceritanya????

Nah dari pengalaman diatas itu tadi, perlu ada Cara Cerdik Untuk belanja biar tidak terjebak dengan JEBAKAN BETMEN itu tadi. Lalu caranya gimana..????

Langkah pertama dan penting adalah : Sebelum Anda belanja, pastikan Anda hunting dulu KUPON VOUCHER BELANJA itu dulu. 

Lalu dapetnya dari mana? Ya dari orang yang sudah belanja lebih dulu dong...

Caranya gimana? Mudah sekali. Tongkrongin aja di dekat meja kasir pembayaran, dan lihat berapa jumlah nominal transaksinya. Coba cari customer yang belanja lebih dari Rp300.000. Sebab dia pasti dapat bonus voucher tersebut kan?

Trus gimana lagi? Dekati saja dia, gak usah sungkan atau malu. Tanyakan kepada dia, apakah vouchernya itu mau dipakai untuk belanja lagi atau tidak. Kalo tidak dipakai, mintalah dengan baik-baik. Atau gantilah dengan nominal tertentu, misalnya Rp10.000 atau Rp20.000 (struknya itu). Sebisa mungkin jangan mengeluarkan uang..!

Trus cari berapa voucher??? Ya tentu saja disesuaikan dengan jumlah item barang yang akan Anda beli nanti. Kalo mau beli 4 barang (Seperti contoh ilustrasi diatas), maka ya cari 4 voucher.

Sampai disini sudah paham kan???

Nah, kalo pada tahap ini Anda sudah paham dan bisa memperoleh 4 voucher belanja itu, apalagi dengan gratis. Itu Anda sudah menang satu langkah. Anda sudah punya 'modal' untuk belanja senilai Rp400.000 (4 voucher @Rp100.000).

Kalo sudah punya vouchernya itu, maka tinggal Anda belanja dengan tenang dan siapkan uang Anda untuk belanja...

Bila dengan ilustrasi yang sama, maka kalo Anda melakukan tips ini, pengeluaran Anda bisa ditekan signifikan. Anda hanya cukup membayar sbb:
  • Baju I = Rp150.000 - (Voucher Rp100.000) --> Rp50.000
  • Baju II = Rp150.000 - (Voucher Rp100.000) --> Rp50.000 
  • Baju III = Rp150.000 - (Voucher Rp100.000) --> Rp50.000 
  • Baju IV = Rp175.000 - (Voucher Rp100.000) --> Rp75.000
  • TOTAL = Rp225.000
  • Jadi TOTAL HARGA BARANG Rp625.000, Anda cuman keluar uang sebesar Rp225.000 saja
Bagi yang kena JEBAKAN BETMEN, keluar duit : Rp525.000
Bagi yang cerdas, cukup keluar duit : Rp225.000

Selisih Rp300.000 kan lumayan juga tuh? Bisa ditransfer ke saya yang udah bagi-bagi tips ini, hehehe...

Masalahnya nanti hanya satu : maukah Anda berburu voucher belanja itu dulu?
... malu ahh...
... wah takut ngomongnya...
... kalo ga boleh gimana ya???
dan beberapa penghalang kemauan yang lain..

Namun selama Anda tidak malu, mau berterus terang, serta berani mencobanya, saya jamin Anda pasti bisa...!! PASTI BISA...!!

Apakah cara ini HALAL?? Saya rasa HALAL, sebab kita minta baik-baik sama pemilik 'hak' yang punya voucher itu kan?? Kita tidak ngerampok atau mencuri, dan kita juga tetap membayar untuk produk yang kita beli kok..

Nah, semoga dengan tulisan ini Anda bisa sedikit banyak bisa melek, serta bijak dalam berbelanja. Jangan lagi terjebak oleh JEBAKAN BETMEN itu lagi yaaaa...

Selamat berbelanja ria...

Semoga bermanfaat...

Salam,
 
Hatta N Adhy PK,ST

28 Juli 2013

Proses Produksi Souvenir Gelas Mug Sablon

Artikel ini sengaja saya tuliskan khusus buat Anda para customer atau calon customer yang ingin memesan Souvenir Pernikahan Gelas Mug Murah di Tasya Souvenir. Disini nanti Anda akan mengetahui behind the scene, perjalanan panjang proses produksi Souvenir Pernikahan Gelas yang Anda pesan.

Mengapa saya tertarik untuk menuliskan rahasia dapur saya dalam proses produksi Souvenir Gelas ini? Ya, selain buat tambahan pengetahuan, juga agar Anda tahu bahwa proses pengerjaan souvenir yang Anda pesan itu ternyata melewati proses demi proses yang tidak sederhana.

Jadi buat Anda yang mengira bahwa pengerjaan souvenir gelas ini simpel, mudah dan cepat itu adalah salah besar..! Pernah saya ada pengalaman seorang calon customer yang mau melakukan order dan waktunya hanya sekitar seminggu saja, dan langsung saya tolak dengan halus tapi malah marah-marah. Sebab dia tidak tahu behind the scene proses produksinya ini.

Oke deh, tidak perlu lama-lama. Ini dia behind the scene proses pengerjaan Souvenir Pernikahan Gelas Mug proses demi prosesnya....

Proses Pertama : Menyediakan Bahan Baku Gelas

Pada tahap ini adalah proses penyediaan bahan baku gelas yang akan dikerjakan. Gelas yang kami proses tergantung persediaan stok dari supplier gelas kami. Ya, kami masih tergantung dengan stok barang dari supplier itu sebab kami tidak memproduksi sendiri untuk gelasnya.

Menyediakan Bahan Baku Gelas

Kadangkala ada order yang kami tolak sebab diwaktu yang bersamaan stok bagan baku gelas yang ada di supplier ternyata sudah habis atau jumlahnya tidak memenuhi jumlah pesanan yang ada.

Jadi pada tahap ini kami memastikan lebih dulu stok bahan baku gelasnya bisa memenuhi pesanan yang akan dikerjakan atau tidak. Gambar diatas itu adalah gambar bahan baku stok gelas dari gudang sebelum dibongkar.

Proses Ke-2 : Menghitung dan Menyortir

Setelah stok bahan baku gelas datang, maka kami akan melakukan proses menghitung ulang gelas yang datang dari pihak supplier itu tadi. Selain menghitung, pada tahap ini kami juga melakukan QC Awal, dengan memastikan apakah ada gelas yang pecah atau retak, atau ada bagian yang pecah sedikit (gempil) pada gelas. Dan semua itu dicek satu per satu.

 

Proses Ke-3 : Menyiapkan Proses Cetak Sablon

Tahap ini dilakukan ketika pada tahap kedua sudah dilakukan. Souvenir Gelas Mug yang tidak lolos QC akan disingkirkan dan dikembalikan ke supplier. Sedang gelas yang lolos QC akan masuk proses selanjutnya, yaitu proses cetak sablon pada gelasnya.

Oya, ketika proses pada tahap satu dan dua berjalan, disisi lain kami juga masih melakukan pekerjaan lain yaitu membuat desain yang akan disablon nantinya. Proses membuat desain ini juga kadang lama, sebab kadang memerlukan proses revisi beberapa kali dari si customer.

Bila si customer lama memberikan revisinya dengan berbagai alasan, maka bisa dipastikan selesainya juga bisa mundur. Tapi kalo proses desainnya cepat, revisinya dari customer juga cepat, maka juga bisa cepat selesai.  


Proses Ke-4 : Proses Cetak Sablon Satu Per Satu 

Baru setelah desainnya oke, dan tahap ketiga selesai maka akan dilakukan proses pada tahap ke-4 ini yaitu proses mencetak sablon pada gelas satu per satu.

Proses ini dilakukan secara manual, dicetak satu per satu. Jika ada yang salah maka kita ganti dengan yang lainnya dan diambil hasil yang betul-betul bagus.


Proses Ke-5 : Proses Finishing Sablon

Setelah tahap Ke-4 selesai, maka dilakukan proses ke-5 yaitu proses finishing. Biasanya proses ini selain mengeringkan cetak sablon yang telah dilakukan pada tahap Ke-4 tadi, sekaligus juga kami tata kembali dan kami hitung ulang kembali jumlah gelas yang sudah kita proses.

Semua akan dihitung dengan cermat, dan bahkan sampai kami hitung 4-5 kali dengan orang yang berbeda. Jadi kalau sampai ada yang komplain souvenir gelas yang diterima ternyata kurang (dan jumlahnya banyak), kami bisa tahu kalo (sebenernya) si customer kurang jujur, hehehe...

  
Proses Ke-6 : Proses Packaging (Bungkus)

Pada proses Ke-6 ini adalah proses pembungkusan souvenir, dengan kata lain memasukkan souvenirnya ke dalam kemasan sesuai yang diminta oles si customer. 

Biasanya ada beberapa pilihan pilihan kemasan. Dikemas dengan plastik pita biasa, dikemas dengan kain tile, dikemas dengan kotak mika, ataupun dikemas dengan papperbag. Dalam contoh ini souvenir gelas dikemas dengan plastik pita biasa, silakan dilihat dalam gambar dibawah ini.


 Proses Ke-7 : Proses Pengepakan Untuk Ekspedisi

Setelah proses packaging sudah selesai dilakukan, maka pada tahap berikutnya adalah menyiapkan souvenir-souvenir yang sudah jadi tersebut kedalam kardus untuk proses ekspedisi.

Pada tahap ini kami akan memastikan bahwa souvenir gelas yang kami pak dalam kardus itu nantinya sudah aman. Antargelas tidak saling bersentuhan sehingga mengurangi resiko pecah dalam ekspedisi, bisa Anda lihat dalam gambar berikut ini.

   
Proses Ke-8 : Proses Packing Pallet Kayu

Proses yang terakhir, setelah dikemas dalam kardus, biasanya kami juga akan menawarkan kepada si customer apakah juga akan di packing kayu pallet ataukah tidak. Ini sebuah pilihan buat customer.

Packing kayu pallet ini bisa lebih meminimalisir kejadian souvenir gelas yang dikirim pecah. Selain itu, kalau menggunakan kayu pallet biasanya pihak ekspedisi sudah tahu bahwa paket tersebut akan memerlukan penanganan khusus.

Dan hal inilah yang biasanya kami lakukan. Dan dari pengalaman yang ada, kami mengirim souvenir gelas bahkan 1000 pcs pun dengan tujuan Jayapura Papua semuanya aman-aman saja, bahkan tidak ada yang pecah sama sekali.


Nah, itulah rangkaian perjalanan panjang proses pengerjaan souvenir gelas, tahap demi tahapnya. Cukup ribet dan panjang kan? Dan ingat lho itu baru satu order saja seperti itu. Padahal semua order yang masuk pasti akan melalui tahap-tahap seperti itu.

Nah dari sini Anda pasti baru mengerti mengapa sistem order kami harus antrian, dan antriannya kami membuat amannya paling tidak adalah 3 bulan sebelum Hari H acara resepsi pernikahan. Sebab kami musti memperkirakan kapan souvenir harus sudah diterima, berapa lama waktu untuk ekspedisi, kapan waktu-waktu libur yang kami juga ikut libur, semuanya harus kami perhitungkan matang-matang.

Jadi semoga dengan tulisan ini Anda bisa tahu dan bisa paham, kapan kira-kira Anda mempersiapkan diri untuk memesan Souvenir Pernikahan Gelas Mug Anda. 

Semoga bermanfaat...

Salam Souvenir,

Hatta N Adhy PK,ST