10 Februari 2012

Menukar Waktu Dengan Segepok Uang, OH TIDAAAAKKK...!!!

Perjalanan Bisnis Tasya Souvenir (Bagian Ke-4)

Sebelum masuk ke dalam tulisan, coba saya tuliskan sekedar joke. Namun bisa juga diambil sisi positifnya..

Jadi begini, ada sepasang suami istri yang keduanya sama-sama bekerja di kantor. Dua-duanya memiliki jabatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sama-sama menjadi orang karier lah. Karena sibuk berkarier akhirnya anak-anaknya diasuh oleh para babysitter dan sopir yang mengurusi rumah mereka.

Si anak dan orang tua ini jarang sekali bisa bertemu menghabiskan waktu dalam arti waktu yang benar-benar berkualitas. Si ortu pagi-pagi sebelum subuh sudah harus pergi ke kantor untuk menghindari macet di jalanan. Sedangkan saat ortunya berangkat ke kantor, si kecil masih tertidur lelap.

Begitu pula nanti waktu pulang kantor dimalam hari. Baru diatas jam 21.00 bisa sampai rumah. Itupun sudah dalam kondisi capek karena pekerjaan serta perjalanan, tidak ada waktu untuk bercengkerama dengan si anak. Bahkan tidak jarang, si ortu masih nglembur kerjaan kantornya dirumah. Hingga akhirnya si anak tertidur lelap tetap saja si anak tidak bisa bercanda ria dengan ayah bundanya.

Alhasil, kadangkala si anak malah lebih merasa dekat dan nyaman dengan si babysitter dan sopirnya. Karena sehari-hari dengan mereka-lah bermain serta menghabiskan waktu...

Hingga suatu waktu saat ada libur bersama, si ortu bisa seharian di rumah, saat anak bertemu di rumah malah menyapa, "Halo Omm.... Halo Tanteee...."

Hahahaha.... Mereka kira itu bukan ortunya..!!!

Meski cerita yang saya tulis diatas itu fiktif, mungkin diantara pembaca mungkin itu bisa jadi adalah cerita nyata..! Kalau memang itu cerita nyata pada Anda, wah saya gak bisa ngebayanginnya.. Ngebayangin aja gak bisa apalagi menjalaninya.. Hahaha..

Maka dari itu dari saya lulus kuliah saya sudah bertekad bulat untuk, Pertama bisa menghasilkan uang (baca: memiliki penghasilan) dari rumah sendiri. Kedua, Saya pengen bisa lebih dekat dengan keluarga (anak dan istri). Ketiga, Saya pengen banyak waktu berkualitas dengan keluarga dan mendampingi tumbuh kembang anak sejak bayi.

Apakah itu muluk-muluk? Saya rasa tidak, asal ada kemauan dan mencoba menjalaninya..!

Mengapa saya ngotot punya keinginan seperti itu? Karena memang pada dasarnya saya biasa mengambil jalan yang berbeda dengan yang lain. Jalan yang kadang dianggap aneh pada awalnya namun akhirnya malah saya rasa menjadi alternatif terbaik buat saya.
Terkenal LENGKAP dan MURAH
Souvenir Pernikahan | Undangan Pernikahan | Wedding Souvenir
Souvenir Promosi | Souvenir Ulang Tahun | Souvenir Perusahaan
Bagi temen-temen saya yang lain saya melihat seperti ini. Ingin lulus kuliah cepet (sayapun dulu juga pikirannya seperti itu kok, hehehe). Setelah lulus lalu dapet ijazah dan dilanjutkan dengan melamar pekerjaan kesana-kesini. Ikut test kerja di banyak tempat, bahkan tak jarang testnya di luar kota. Ikut interview dimana-mana, dan seterusnya...

Dari point ini saja ada sisi dimana saya kurang sreg dulu. Pertama, Coba pernah terpikirkan atau tidak berapa jumlah surat lamaran yang sudah dikirimkan kemana-mana hingga memperoleh pekerjaan yang dimaksudkan? Anggep saja ada sekitar 100 surat lamaran yang pernah dikirim, dan setiap surat lamaran itu mengeluarkan biaya fotokopi+legalisir+kirim pos dll masing-masing menghabiskan Rp12.000/lamaran. Maka ada 'uang hilang' Rp1.200.000. Mungkin rasanya hanya nominalnya kecil dan sepele. Namun buat saya itu sia-sia..

Karena saya merintis Bisnis Souvenir Pernikahan tasya-souvenir.com ini saja dengan modal sekitar Rp850.000 saja, dan itu bisa jalan dan eksis hingga sekarang (nanti akan saya ceritakan pada bagian tulisan yang lain).

Yang Kedua yang saya kurang sreg adalah, pada posisi tersebut seolah-olah kita diposisikan sebagai orang yang benar-benar butuh kerja..! Padahal sebenernya posisinya sama, sama-sama membutuhkan. Namun seringkali kita diposisikan sebagai pihak yang 'kalah'. Padahal justru sebenernya nilai tawar kita jauh lebih besar. Makanya kadang saya miris kalo melihat ada yang lulusan S2 namun akhirnya 'terpaksa' mengisi posisi yang seharusnya cukup D3 saja, dikarenakan alasan "Daripada tidak punya pekerjaan...!!!". Parah kan??

Yang Ketiga yang saya kurang sreg adalah, biasanya setelah diterima kerja nanti pasti akan merasa selalu ada yang kurang. Gaji kurang, tunjangan kurang, fasilitas kurang, dan alasan lainnya. Jalan satu-satunya adalah lompat pagar melamar pekerjaan lagi ke tempat kerja yang baru yang bisa memberikan fasilitas-fasilitas yang lebih menjanjikan daripada di tempat kerja sebelumnya.

Hayoooo, iya atau iyaaa? Saya yakin ini 85% jawabannya iya..!

Yang Keempat, yang saya cermati adalah point pentingnya adalah ternyata hampir semuanya adalah sama polanya, yaitu MENUKAR WAKTU dengan SEGEPOK UANG..! Ini point utamanya. Pengen bukti kah? Ini yang saya maksudkan :
Bagi yang menjadi karyawan itu biasanya memiliki jam kerja yang sudah tetap. Katakanlah jam kerja adalah dari Jam 08.00 hingga Jam 17.00. Dengan jam kerja seperti yang telah ditentukan tersebut, Anda mendapat kompensasi, yaitu karena Anda telah MENUKAR WAKTU Anda dengan sejumlah GAJI (SEGEPOK UANG) yang Anda peroleh tiap bulan. Jadi kalo per bulan mendapat gaji Rp3.000.000 (3 juta), dengan hari kerja 6 hari seminggu, itu sama artinya Anda dibayar Rp116.000/hari.

Lalu kalo pengen mendapatkan penghasilan tambahan lagi, apa yang dilakukan? NGLEMBURRRR...!!! Ya, itu jawabannya. Biasanya perusahaan akan memberikan insentif bagi mereka yang "MAU MENUKAR WAKTU" untuk NGLEMBUR, yaitu diganti dengan SEGEPOK UANG, misalnya dibayar Rp50.000/jam...! Makanya tidak jarang, karena kejar setoran akhirnya semakin banyak waktu yang ditukar menjadi uang. Tapi disisi lain, keluarga yang ada dirumah seakan-akan tidak dihiraukan karena waktunya habis ditukar uang dikantor..!
=========

SAATNYA MERUBAH POLA PIKIR

Ini yang akhirnya memiliki tekad kuat, kalo orang yang kerja kantoran bisa dibayar Rp116.000/hari. Sekarang tinggal dirubah pola pikirnya,

"Bagaimana saya bisa menghasilkan (atau memiliki penghasilan) lebih dari Rp116.000/hari namun tetap bisa dekat dengan keluarga"

"Bagaimana Saya bisa menghasilkan uang tanpa perlu MENUKARKAN WAKTU dengan segepok uang?"

"Bagaimana caranya saya bisa menghasilkan keuntungan order setiap hari lebih dari Rp116.000 dan saya masih tetap bisa dekat dengan keluarga"

"Bagaimana waktu yang dipakai untuk nglembur per jam Rp50.000 bisa menghasilkan order dengan profit jauh lebih besar?"

Dan tekad saya semakin membulat untuk mendobrak paradigma lama seperti pada awal-awal tulisan diatas, serta merubah pola pikir baru yang lebih hebat..! Anda nanti pasti terkaget-kaget bila ternyata bisa menghasilkan profit per hari dari bisnis lebih dari Rp250.000 dan Anda masih bisa dekat dengan keluarga..!

Memang berat, namun setelah dicoba ternyata saya bisa..! Dan ke depannya inilah masa-masa krusial saat saya mulai memutuskan untuk tetap bergelut di dunia entrepreneur.

Bagaimana dengan Anda, Sudahkah merubah mindset/pola pikir Anda menjadi pola pikir yang baru??

See U at the TOP...!!!


Semoga Bermanfaat.

Salam Souvenir,

Klaten 10 Februari 2012

Hatta N Adhy PK,ST
Owner dan Founder 
www.tasya-souvenir.com | Souvenir Specialist..! 
www.boneka-souvenir.com | Spesialis Souvenir Boneka Adat
www.sandalklumut.com | Aneka Sandal Karakter Lucu Unik
www.hiasan-natal.com | Bisnis Hiasan Pohon Natal
www.souvenirpernikahanmurahku.com | Referensi Blog Dunia Souvenir
The HATTA Institute | Belajar Bisnis Online-Entrepreneurship-Motivasi
HP. 0856 2827 893 | 0852 2803 8000

Terkenal LENGKAP dan MURAH
Souvenir Pernikahan | Undangan Pernikahan | Wedding Souvenir
Souvenir Promosi | Souvenir Ulang Tahun | Souvenir Perusahaan