25 Februari 2012

Penghasilan Tetap VS Tetap Berpenghasilan (Belajar dari Mister M)

Perjalanan Bisnis Tasya Souvenir (Bagian Ke-6)

Ada pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh para orangtua atau saudara kita bila kita telah menyelesaikan studi (baca: lulus kuliah). Pertanyaan itu adalah, "Sekarang kamu udah kerja dimana?"

Tidak satu-dua kali saya dulu ditanyain pertanyaan seperti ini. Dan seringkali pula saya jawab asal "Masih nganggur..."

Bahkan saat pedekate sama cewek pertanyaan-pertanyaan sejenis dan setipe ini juga masih saja muncul dari si ortunya cewek. "Kerja dimana mas" ... "Kerjaannya apa mas?" ... "Kantornya dimana mas?" Dan seterusnya.... Dan seterusnya...

Yach, kalo dari kacamata saya memang mindset para orangtua kita, terutama yang jarang ngupdate kemajuan dunia informasi, bagi mereka "bandrol" memiliki pekerjaan tetap itu sudah barang tentu menjadi poin plus tersendiri. Mereka ingin anaknya atau calon menantunya memiliki pekerjaan tetap yang ujung-ujungnya adalah diharapkan juga pada adanya penghasilan tetap setiap bulan.

Apakah Anda menyadari hal ini? Saya yakin pasti jawabannya IYA.

Para orangtua pasti ingin mendapat calon menantu yang memiliki pekerjaan tetap, penghasilan tetap, bahkan bila perlu ada label "PNS" karena nanti ada jaminan pensiun setelah purna tugas..! Bila perlu lagi pekerjaannya bergaji besar serta dari perusahaan yang mentereng....

Bagi yang tidak memiliki "label-label" seperti yang saya sebutkan diatas tadi, pasti bingung akan jawaban-jawabannya. Meskipun Anda memiliki bisnis sendiri, kebanyakan orangtua masih saja lebih memilih mereka yang 'berpenghasilan tetap'.

Yang lebih ekstrem mungkin bisa jadi terlontar pertanyaan, "Kalo tidak punya pekerjaan tetap, anakku mau dikasih makan apa?" Hahahahaha......
-------

PENGHASILAN TETAP
Saya memiliki mentor bisnis yang hebat. Dia dulu pegawai di salah satu perusahaan otomotif yang besar di Indonesia. Namun sekarang dia udah balik kampung, membangun bisnisnya sendiri yang kebetulan lokasi kantornya sekarang dekat dengan rumah saya.

Sebut saja beliau ini Mr.M. Dari Mister M ini saya pernah diajari rumus sederhana, bagaimana menghitung penghasilan/gaji seorang karyawan. Bila diketahui jumlah gaji saat ini, jumlah masa kerja yang telah dijalani, tingkat jenjang karir yang bakal ditempuh, usia pensiun, serta tren nilai inflasi ternyata gaji seseorang sudah bisa diprediksikan dari sekarang..!! Bahkan gaji saat mereka akan pensiun bisa dihitung dari sekarang..!!

Kata-kata anekdot dari Mister M yang saya ingat adalah, "Pegawai atau karyawan itu memang memiliki penghasilan tetap. Tapi TETAP KECIIIIILL....!". "Kalaupun ada kenaikan gaji, nilai uangnya tentu masih kalah sama nilai inflasi. Kelihatannya aja nominal uangnya naik, tapi harga-harga juga naik lebih banyak..!"

Saya renungkan ternyata memang betul apa yang dikatakan sama Mister M ini. Seringkali adanya berita kenaikan gaji di media massa, sudah pasti direspon dengan adanya kenaikan harga-harga barang kebutuhan. Dan kenaikan harga kebutuhan ini jauh lebih tinggi dari kenaikan gaji.
-------

TETAP BERPENGHASILAN
Lalu bagaimana kalo dari sisi orang berbisnis? Menurut Mister M itu, kalo pengusaha ya enak saja. Kalo pengen naikin penghasilan ya enak saja. Bisa nambah buka cabang usaha atau resellernya, naikin harga/margin keuntungannya, mendiversifikasi produk yang dijual jadi lebih banyak, dan lain-lain.

Dikemudian hari, apa yang dikatakan Mister M itu ternyata memang benar. Dalam buku Make Million Marketing-nya Roger Konopasek serta buku Instant Cashflow-nya Brad Sugars saya seperti mendengarkan kembali kata-kata dari Mister M.

Jadi sekarang sudah tidak jamannya berpenghasilan tetap.

Kalo bisa ciptakan banyak saluran penghasilan..! Dalam bahasanya Mr.TDW adalah menciptakan "MULTIPLE STREAMS OF INCOME"

Sekarang jaman sudah maju...
Kantor bisa di dunia maya...
Order bisa lewat email...
Jualan tidak harus punya produk sendiri...
Karyawan bisa di outsourcing...
Penghasilan bisa kita ciptakan sendiri...
Transaksi cukup lewat sms banking...
dan seterusnya....dan seterusnya....

Makin panas kuping ini kalo ngobrol dengan Mister M. Dan berkat dia pula, saya jadi lebih percaya diri walaupun saya tidak seorang pegawai/karyawan yang berpenghasilan tetap. Namun selalu katakan : "Saya TETAP BERPENGHASILAN...!!"
------
Jadi point pentingnya adalah...
  • Bukan pada masalah kita memiliki pekerjaan tetap atau bukan..
  • Bukan pula pada memiliki penghasilan tetap atau bukan...
  • Bukan juga pada "bandrol" label PNS atau bukan...
  • Bukan juga pada ada jaminan pensiun atau bukan...
Karena kita bisa merubah mindset pada diri kita, yaitu..
  • Selalu ada pekerjaan/job buat kita. Mengerjakan ORDER itu juga sebuah pekerjaan, bukan?
  • Selalu tetap berpenghasilan buat kita. Setiap ada order, ujung-ujungnya pasti menjadi penghasilan kita, kan?
  • PNS bukan satu-satunya jalan aman. Bila ada program pensiun dini dan anda masuk program itu, gimana hayoo? Atau tahu-tahu kesangkut kasus keuangan kantor dan berujung di BUI gimana hayoo? Yang lebih penting adalah kecerdasan finansial kita dalam mengelola penghasilan yang diterima.
  • Pensiun itu bisa dirancang sendiri. Bila tidak percaya, silakan hubungi Asuransi yang Anda kenal. Karena sesungguhnya pensiun itu juga adalah program asuransi, hehehe...
Jadi sekarang terserah Anda. Mau berpenghasilan tetap, atau pilih tetap berpenghasilan. Hidup Anda ada ditangan Anda..!

Semoga Bermanfaat.

Salam Souvenir,

Klaten 25 Februari 2012

Hatta N Adhy PK,ST
Owner dan Founder 
www.tasya-souvenir.com | Souvenir Specialist..! 
www.boneka-souvenir.com | Spesialis Souvenir Boneka Adat
www.sandalklumut.com | Aneka Sandal Karakter Lucu Unik
www.hiasan-natal.com | Bisnis Hiasan Pohon Natal
www.souvenirpernikahanmurahku.com | Referensi Blog Dunia Souvenir
The HATTA Institute | Belajar Bisnis Online-Entrepreneurship-Motivasi
HP. 0856 2827 893 | 0852 2803 8000

Terkenal LENGKAP dan MURAH
 

16 Februari 2012

Cara Marketing Ala Tukang Galon

Anda tentu pernah melihat profesi yang satu ini. Profesi sederhana yang kadang tidak pernah kita perhatikan atau terlewatkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ya, mereka itu adalah tukang galon keliling.

Sumber : agusdoanktapampank.blogspot.com
Namun justru dari tukang galon keliling ini saya bisa belajar hal-hal sederhana yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan.

Di rumah saya memang memiliki tukang galon langganan yang saya ceritakan dalam artikel ini, dia adalah tukang galon yang sering mengantar galon pesanan saya ke rumah. Sebut saja nama dia ini Mas Arie.

Awal saya berlangganan galon dengan Mas Arie inipun juga sepele banget. Dulu waktu galon lagi langka dipasaran (nyari di toko-toko pada kosong semua), tiba-tiba saat saya lagi di jalan bertemulah dengan Mas Arie ini yang kebetulan memang dia berkeliling mengantar galon ke rumah-rumah pelanggannya. Nah, saat itu saya langsung saja minta untuk diantar satu galon ke rumah, tentu saja saya memberikan alamat untuk pengantarannya. Tinggal saya tunggu dirumah nanti galon pasti diantar.

Benar juga, tidak sampai satu jam, saya dapat "jatah" galon yang diinginkan (padahal keliling di toko-toko barang sedang langka). Saya berterimakasih sekali ke Mas Arie yang udah mengusahakan galon untuk saya.

Bahkan Mas Arie ini dengan senang hati mengangkut galon tersebut hingga kedalam rumah. Bahkan tidak jarang bila galon kosong, Mas Arie ini akan dengan senang hati menggantikannya sendiri..! *ngangkat galon lumayan berat juga kaaaan?* Hehehe...

Setelah selesai, ketika akan pulang, Mas Arie ini menulis sesuatu pada secarik kertas yang dia ambil dari tas selempangnya. Lalu secarik kertas itu dia sodorkan ke saya sambil ngomong, "Pak, ini Nomer HP saya. Kalo mau pesen galon atau gas nanti tinggal SMS aja, nanti tinggal saya Antar".

Ckckckckkkkk.... Banyak Pelajaran Marketing yang luar biasa dari kisah sederhana ini.

Pertama, Selalu Siapkan KARTU NAMA yang bisa berfungsi untuk mendapatkan customer setiap saat! Dimana di Kartu Nama itu memuat Deskripsi bisnis Anda serta kontak person pribadi langsung dengan Anda. Dalam contoh ini secarik kertas yang ditulis Mas Arie itulah yang saya maksudkan dengan pentingnya 'KARTU NAMA'.

Kedua, Berilah Nilai Plus Layanan dibandingkan dengan lainnya. Walah hanya sekedar membawakan galon ke dalam rumah, serta menggantikan galon ke dispenser di mata saya ini sebuah layanan plus dibandingkan dengan yang lain. Meskipun mungkin harganya lebih mahal 1000-1500 daripada bila saya beli sendiri ke toko, namun seringkali customer tidak peduli. Justru itulah yang dicarinya..!

Ketiga, Permudah Cara Order. Dari contoh diatas simple sekali. Seringkali saya order galon ke Mas Arie ini cukup dengan SMS saja. Bahkan malam haripun saya bisa booking dulu yang keesokan harinya pasti akan diantar pagi-pagi sekali :)

Keempat, Customer yang Puas bisa menghasilkan repeat order terus menerus. Inilah yang dibutuhkan dalam bisnis.

Nah, sebuah pelajaran yang hebat bukan. Dan justru dari hal-hal sederhana seperti inilah kadangkala kita bisa mengambil pelajaran terbaik, serta bisa kita tiru dan aplikasikan dalam bisnis kita masing-masing. Semoga Anda bisa mengambil nilai positifnya dan bisa mengaplikasikan dalam bisnis Anda.

Semoga Bermanfaat.

Salam Souvenir,

Klaten 16 Februari 2012

Hatta N Adhy PK,ST
Owner dan Founder 
www.tasya-souvenir.com | Souvenir Specialist..! 
www.boneka-souvenir.com | Spesialis Souvenir Boneka Adat
www.sandalklumut.com | Aneka Sandal Karakter Lucu Unik
www.hiasan-natal.com | Bisnis Hiasan Pohon Natal
www.souvenirpernikahanmurahku.com | Referensi Blog Dunia Souvenir
The HATTA Institute | Belajar Bisnis Online-Entrepreneurship-Motivasi
HP. 0856 2827 893 | 0852 2803 8000

Terkenal LENGKAP dan MURAH