28 Mei 2008

Prinsip 90 : 10

Teman teman TDA-ers, apa kabar anda hari ini? Saya berharap Anda semua selalu dalam kondisi yang bagus, fisik maupun spiritual. Kenapa saya tanyakan hal ini? Karena terkadang kita merasa bahwa kita sedang dalam suasana atau keadaan yang sangat buruk pada suatu hari. Pekerjaan berantakan, atasan marah-marah, keluargapun terasa hanya mengganggu.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Ternyata jawabannya sangat sederhana. Semua bermula dari diri kita sendiri. Kalau Anda sudah membaca buku The Secret-nya Rhonda Byrne, tentunya anda sudah tahu bahwa sebuah energi (bahkan hanya pikiran) negative akan membawa atau memanggil energi-energi negative lain yang ada di alam semesta ini. Dan ternyata Stephen R Covey, Begawan Management yang terkenal dengan Eight Habits-nya itu telah mengetahui rahasia hebat ini, bahkan jauh sebelum
Rhonda Byrne menerbitkan bukunya. Dia menamakannya Prinsip 90:10.

Bagaimana prinsip 90:10 itu ?

- 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
- 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.

Apa maksudnya ?
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.

Contohnya :
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini. Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya ? .. Dari cara anda bereaksi !!

Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda. Anda tidak dapat mengontrol bos yang suka marah marah, namun anda dapat mengontrol emosi anda.

Marilah kita lihat contoh di bawah ini :

Kondisi 1
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram dan kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.

Reaksi anda :
Anda bentak anak anda karena telah menumpahkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir di ujung meja. Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan mobil
jemputannya.

Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda pacu mobil dengan kecepatan tinggi, bahkan anda langgar lampu merah. Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan dana extra Rp 100.000,-
karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit. Setelah tiba di kantor di mana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah. Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah. Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.

Mengapa ? . Karena cara anda bereaksi pada pagi itu.
Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?
2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?
4. Apakah anda penyebabnya ?

Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !! Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah accident cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.

Kondisi 2
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik mobil jemputan sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : "Sampai jumpa makan malam nanti." Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.

Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?

Dua skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.

Mengapa ?

Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !

Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri. Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90:10 dari Sang Begawan. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut
mempengaruhi anda. Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi anda jika anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki ? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ? Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda? Cobalah ingat prinsip 90:10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat
terselesaikan.

Contoh lain :

Pesawat delay.

Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda harus marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan apa yang sedang terjadi. Kenapa harus stress? Kondisi ini justru akan memperburuk situasi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi bandara dengan lengkap, membaca buku yang anda bawa, atau sekedar berkenalan dengan penumpang lain.

Sekarang anda sudah tahu prinsip 90:10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda. Anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan.

Sudah berjuta-juta orang yang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90:10.

Kalau anda pernah mendengar sebuah pameo, You are what you eat, maka kini saatnya anda menambah satu pameo lagi: Your life is how you react!

Selamat mencoba!


disarikan dari buku dan situs Stephen R Covey
P. Hari Dewanto
dari Milis TDA

Cangkir yang Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari
hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir
yang cantik.

"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah
cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud
berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku
dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah
seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang
pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop !
Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok
dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini
masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk
lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan
keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai
dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah
dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai
aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan
ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!
Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak
sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus
membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan
menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku
hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang
begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna
tatkala kulihat diriku.

Renungan :

Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita,
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.Tetapi
inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik
dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai
pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan
ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya
Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia
sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi
setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan
membentuk Anda.

Sumber : Tidak Diketahui
diambil dari milis TCI

Singkirkan "Selimut" Penenang Anda

Oleh: Jamil Azzaini

Tiga dari empat anak saya memiliki kebiasaan yang unik sebelum
tidur. Anak yang pertama, sebelum tidur harus menggigit ujung bantal.
Anak kedua, harus diselimuti dengan kasur lipat. Sementara si bungsu
memiliki kebiasaan harus memegang kain lap untuk ditempelkan di pipi.
Kemana pun mereka pergi, harus membawa “selimut” tersebut. Kami
menyebutnya “selimut penenang”.

Apabila sebelum tidur mereka tidak menemukan “selimut penenang”
itu,dipastikan anak saya akan sulit tidur dan tidak akan bisa tidur
nyenyak. Ketiga anak saya itu tidak peduli “selimut penenang” itu,
kusut, kumel, mengeluarkan aroma tak sedap, dan kotor. Tapi entah
kenapa, mereka justeru bisa tidur nyenyak bila tidur ditemani
“selimut penenang” yang sudah tidak layak pakai itu. Kami yang melihat dan
melayani mereka terkadang merasa ‘risih’ dengan tingkah polah anak
kami.

Saya masih ingat ketika kasur lipat yang sudah sangat tidak layak
pakai saya buang, anak kedua saya sangat marah. Dia sulit tidur malam
itu. Dia tidak bisa saya ajak bicara. Dia tutup pintu kamarnya.
Semalaman dia menangis.

Keesokan harinya, saya meminta maaf kepada anak saya dan kemudian
saya katakan “kamu sekarang sudah kelas empat. Apakah kamu tidak malu
kalau temen-temen sekolah tahu kamu tidur harus pakai kasur butut? Kamu
setiap bulan harus ke dokter boleh jadi karena kasur lipat yang lecek
itu. Bapak yakin kamu akan tambah sehat tanpa kasur lipat itu.”
Malam berikutnya anak saya masih agak gelisah sebelum tidur. Namun
akhirnya kebiasaan itu berangsur dilupakan. Dan yang sangat saya
syukuri, tiga tahun sudah kasur lipat itu saya buang dan tiga tahun
pula saya sudah tidak lagi mengantar anak saya ke dokter.

Anak-anak memiliki “selimut penenang” sebelum tidur. Sementara kita
yang sudah dewasa mungkin juga memiliki “selimut penenang” ketika
menjalani hidup. Boleh jadi “selimut penenang” kita adalah
pekerjaan kita, jabatan kita, posisi, dan status kita saat ini.
Coba renungkanlah. Apa yang anda takutkan hilang saat ini? Apakah
yang anda takutkan hilang itu justeru membuat anda sering sakit?
Membuat orang lain merendahkan anda? Orang lain di dekat anda merasa
risih dengan itu? Apakah yang anda takutkan hilang itu justru membuat
anda tidak percaya diri? Kalau sebagian besar pertanyaan itu jawabannya
adalah YA, itulah “selimut penenang” anda.

Saatnya anda membuang “selimut penenang” itu. Sebab boleh jadi,
itulah yang membuat anda terlena dengan kondisi saat ini. Membuat anda
nyaman padahal sesungguhnya hal itu mendatangkan penyakit dan
menyebabkan anda kurang percaya diri. Membuat anda enggan berpetualang
mencoba hal-hal yang baru, menghambat kreativitas dan menjadikan hidup
anda monoton.

“Selimut penenang” menghantarkan anda tertidur di saat orang lain
berlomba menyongsong perubahan yang begitu cepat. “Selimut
penenang” telah membuat anda nyaman dan nikmat sehingga anda enggan berlomba
meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Selimut penenang” hanya akan menjadikan anda merasakan nikmat sesaat. Untuk itu, singkirkanlah
segera ’selimut penenang’ sebelum anda digilas oleh zaman yang terus
berubah tanpa bisa dihentikan.

Semoga Bermanfaat,
Salam Sukses Mulia

Jamil Azzaini
http://jamil.niriah.com
taken from : TDA

I Wanna Be Rich # 4

ACTION IS POWER
Setelah saya men-share 3 minggu sebelum ini, tibalah
saatnya kita melakukan sesuatu.
Mimpi
Pikirkan, Belajar dan Baca
Buat Rencana sebagai PETA
Sangat banyak orang yang hanya bisa bermimpi
Banyak orang yang mampu berpikir, belajar dan membaca
Sedikit orang yang mau membuat PETA Perjalanan Kehidupannya
Jarang orang yang mampu menuntaskan apa yang telah dimulainya
Sehingga banyak yang gagal dalam perjalanan,
bukan karena menghadapi rintangan dan tantangan dari luar.
Mereka gagal karena tidak pernah melangkah dan bertindak.
Mereka takut gagal, lantas mereka berdiam diri.
Bila ditanya orang lain, mereka katakan :"Gua emang tidak mampu"
Mereka melakukan sabotase diri, bahkan sebelum berbuat apa2.
Sebenarnya mereka pengecut, malas dan bodoh
------------ -----
Orang SUKSES dan KAYA, harus berani bertindak,
tekun dan mau belajar terus menerus.
Bila terjatuh kala melangkah, si Sukses & Kaya,
bangkit lagi dan memperbaiki diri.
Terus melangkah dan bangkit, hingga mencapai apa yang telah
ditorehkan dalam benak, pikiran dan Peta hidupnya.
------------ ------
Jadi sekarang waktunya Anda bertindak, sesuai dengan
Rencana Anda.
Jangan hanya mampu bermimpi, berpikir dan menulis saja,
Anda mampu melakukan dan mencapai cita-cita hidup Anda.
Sudah banyak contoh orang kecil, bodoh dan tidak berdaya,
berhasil bangkit dari keterpurukannya menjadi pemenang
dalam kehidupan.
Ayo bertindak,
tanam dan tabur benih hidup masa depan mulai sekarang.
Anda menunda sekarang,
maka hidup sejahteramu akan mundur terus.
----------
Oh iya, Anda kaum UMANJI (U MANunia bergaJI)
pasti sudah menerima Gaji Anda bulan Mei 2008.
Apakah Anda sudah menyisihkan dahulu untuh Ongkos
Hidup Masa Depan Anda,
minimal 10% dalam DEAD ACCOUNT?
Jangan lagi berbuat kebodohan yang sama, yaitu
Gaji dipakai untuk membayar Ongkos Hidup Masa Lalu!!!
Apakah Anda mau hidup di masa lalu???
Hiduplah hari ini dengan bijak, agar hidup masa depan baik adanya.
Masa lalu tinggal Kenangan,
Masa depan adalah Bayangan,
Hari ini merupakan Khayangan (bila Anda bijak mengisinya).
Ayo menabung demi masa depan gemilang,
Jangan menjadi Benalu bagi Sesama.
Demikian tuntas sudah bahasan saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Freddy Pieloor
Mind-setter On Employpreneur & Life Planner
Author “How To Become RICHER” (H2BR)
- "Jadilah Kaya Secara Pasti, dengan Caramu Menjalani Hidup" -

taken from : milis Profec