06 April 2008

Belajar dari Korban PHK

Pada awal bulan ini, per mulai 01 April 2008 ada sebuah cerita dari sahabat saya. Sahabat saya tersebut saya biasa memanggilnya dengan Mas Win.

Di tempat kerjanya terakhir, di sebuah surat kabar harian di Jawa Tengah yang berbasecamp di Semarang itu tengah melakukan perampingan tenaga kerja.

Beberapa karyawan untuk kantor cabang di Klaten dirumahkan. Seorang wartawan, seorang staff (mantan kepala kantor cabang), dan dua orang karyawan lainnya. Pertama kali beliau bercerita saya pikir hanya sekedar bercanda, namun setelah saya track lagi lebih jauh, ternyata kabar itu benar adanya.

Yups sahabat saya tersebut termasuk dalam 4 orang yang dirumahkan tersebut....

Ada tiga hal yang setidaknya bisa saya dapatkan dari kejadian yang menimpa sahabat saya itu.

Pertama, ternyata semua pekerjaan itu ber-resiko..!! Kebetulan sahabat saya itu dulu pernah memdorong saya untuk mencoba peruntungan untuk saya melamar menjadi karyawan atau PNS di lingkungan Pemda. "Yah, biar ada yang diharapkan untuk biaya hidup setiap bulannya," kurang lebih begitulah alasannya saat itu....

Namun saya pernah juga berargumentasi. "Kalo jadi karyawan, sewaktu2 akan memiliki resiko di pecat/ di PHK mas. Dan itu kita tidak tahu kapan datangnya".

Pelajaran kedua adalah, jangan sesekali kita terlalu berharap pada satu hal. Dalam hal ini anda loyal pada atasan, tempat kerja, bos. Karena sewaktu2 merekalah yang akan bisa menggusur kita, dengan apapun alasan yang bisa dibuat...!

Pelajaran ketiga, "It's My Life...!" Ini adalah hidupku. Sayalah yang berhak membawa ke arah mana hidup saya ini akan saya bawa....

Dari kejadian PHK tersebut barulah sahabat saya itu menyadari dan mengerti arti keputusan saya mengapa saya lebih suka jadi bakul koran dan jadi bakul pulsa daripada mentereng jadi seorang karyawan.

Ternyata bisa lebih bebas. Tidak terikat. Dan tidak tergantung pada orang lain, karena semua itu terserah kita yang menjalankan serta memetik hasilnya...

Disaat orang berharap dan tergantung untuk bekerja kepada orang lain, jika suatu saat orang yang kita harapkan dan kita gantungkan itu sudah tidak "setia" serta ingin "berselingkuh" mencari karyawan lain yang lebih muda dan produktif, kita bisa apa hayooo???

Disaat kita bisa bebas mengerjakan sesuatu dari rumah, dan bisa memberi penghasilan (menghasilkan uang) dari bekerja di rumah, kenapa juga musti ribet2 cari kerjaan diluar yang pada akhirnya jadi "pencuri waktu" kita...?

Jika kita bisa berbagi dengan orang lain serta membantu/membimbing orang lain untuk memulai bisnis sendiri, ada sebuah sisi yang tidak bisa dibayar dengan segepok rupiah...

Buat Mas Win sahabatku... Selalu ada hikmah dan maksud tersembunyi di balik semua kejadian yang telah berlalu. Dengan JPP (kebetulan beliau juga reseller saya), saya siap support anda untuk berkembang dan fokus mengembangkan bersama...

Semoga dari secuil kisah ini ini bisa menginspirasi anda.

"Ini adalah hidup Anda"

"Jangan sesekali terlalu berharap pada sebuah kepastian..!"

"Segala sesuatu di dunia yang pasti itu adalah ketidakpastian itu sendiri.."

Salam,
HATTA N ADHY PK, ST

Co Branding dengan Teman-teman

Minggu ini ada banyak berkah yang saya dapatkan berkaitan dengan akselerasi bisnis yang saya jalankan. Dalam hal ini core yang sedang dipertajam adalah di JPP-nya.

Sejak awal tahun ini, JPP mencoba untuk menggunakan metode marketing yang agak berbeda dari sebelumnya. Sejak memulai/embrio JPP (saat itu bernama Jamhur Voucher), saya sedikit banyak mengenal dunia per-pulsa-an.

Memulai usaha pulsa dengan berjualan eceran (yups bener2 jualan eceran), yang akhirnya terjebak pada permainan bisnis klasik yaitu PERANG HARGA, yang hari demi hari semakin menggerus laba transaksi. Dari awal mulanya bisa mengeruk untung 2000 hingga 3000 per transaksi, hingga akhirnya hanya maksimal sebesar 500 rupiah per transaksi...!!

Cara ini tidak bisa di terus-teruskan. Hanya ada satu pikiran dalam otak ini : "BERUBAH ATAU MATI...!!!"

Tampaknya memang mengerikan, "Berubah atau mati" ini. Kalo tidak berubah, masih tetap seperti ini, hanya menunggu waktu saja untuk "kematiannya". Jadi memang mau gak mau menggiring saya untuk berubah..!

Yups berubah disini adalah berubah dari sisi menggaet customer.

Singkat kata, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi "upline" para reseller2 saya saja. Dengan mengambil margin transaksi 100 per transaksi saja, namun yang direkrut adalah para counter2 HP/Pulsa, agar gak tergantung atau repot untuk berjualan sendiri.

Dalam bahasa marketing, untuk selanjutnya saya tahu bahwa itu adalah penerapan ilmu "FAKTOR KALI", atau dalam bahasanya Roger Konopasek adalah "ILMU DAUN SEMANGGI BERDAUN EMPAT"

Namun, pada awal tahun 2008 ini saya coba mereposisi JPP kembali. Saya lebih menginginkan JPP banyak berkolaborasi dengan bisnis2 lain, dan bisa memberikan tambahan benefit kepada para loyalis member yang langsung ke pelanggan. Istilah kerennya "base on customer" (halahhhh....)

Saya punya mimpi bahwa JPP bisa masuk ke bisnis apapun. Entah apapun itu.

Mau bengkel motor, butik, online store, milist, komunitas offline, oganisasi kepemdaan, dll.dll....

Selain itu sebagai bentuk charity dan promosi, ada juga sesi bagi2 chip gratis untuk belajar kuliah pulsa di "JPP University", halahhhhh....... Cara ini yang sering saya terapkan ketika masuk GTC ke kampus2. Progres terakhir saat GTC di Polines memberikan progres yang menggembirakan. Jadi gak sabar untuk menunggu GTC-GTC selanjutnya, hehehe.....

Dan syukur Alhamdulillah konsep ini bisa ditangkap oleh beberapa teman. Salah satu partner yang menangkap peluang ini adalah onlinestore yang bernama "TAMAN RAZI"

Anda bisa melihat onlinestore "TAMAN RAZI" ini disini

Nah, Mbak Tari Musyafa, owner Taman Razi langsung mengambil peluang ini dan langsung order beberapa chip transaksi isi ulang pulsa yang akan dijadikan bonus dan fasilitas yang spesial bagi para reseller serta para end user yang berbelanja di tamanrazi...

Ada juga rekan saya, yang kebetulan baru saja di PHK dari tempat kerjanya sekarang, begitu saya jelaskan apa itu konsep co-branding saya itu. Langsung saja order puluhan chip untuk ia 'mainkan'...

Bukan itu saja, ada beberapa teman yang mulai "KLIK" marketing ala JPP ini akhirnya ingin ikut berkolaborasi dengan JPP..

Bahkan, kalau tidak ada kendala yang berarti JPP akan segera berkolaborasi dengan sebuah forum yang anggotanya ratusan orang untuk dibidik sebagai niche market. (Thanks buat kesempatan yang diberikan oleh Mbak Monica)

Pengen juga JPP bisa Goes To School kolaborasi dengan pihak sekolah (SMP/SMA). Semoga bisa satu persatu terealisasi..

Alhamdulillah ya Alloh atas semua kemudahan dan jalan yang Engkau berikan....

Salam Co Branding..!
HATTA N ADHY PK, ST