07 Februari 2008

Financial Engineering

Financial Engineering...

Saya inget banget judul sebuah artikel ini di sebuah portal, namun kebetulan saya lupa waktu itu membacanya di portal apa. Dimana tulisan di artikel tersebut menurut saya sungguh cukup memberikan inspirasi dalam hal mengelola sebuah keuangan. Dan disisi lain ternyata kecerdasan finansial itu bisa dimiliki dan dimulai oleh siapa saja, tanpa memandang status...

Termasuk dalam cerita di artikel tersebut. Disana disebutkan kisah seorang tukang ojek langganan yang memiliki tingkat kecerdasan finansial yang sungguh luar biasa.

Kok bisa dikatakan luar biasa...?

Sebut aja tukang ojek langganan itu dengan nama Pak Reynaldi. Nah, Pak Reynaldi ini tidak pernah sama sekali mengenal teori2 ekonomi, baca2 buku entrepreneurship, ikutan milist2 usaha, serta kenal kecerdasan finansial ala Robert Kiyosaki. Pokoknya jauh banget dari itu semua. Namun apa yang dilakukannya justru menerapkan dari apa yang ada dalam teori2 itu....

Apa yang dilakukannya.....???

Dengan modal duit 500ribu, Pak Reynaldi ini mengambil kredit kendaraan bermotor model baru, dimana masa kreditnya berkisar antara 3-4 tahun, dan cicilan sebulannya maksimal 500ribu. Dari sini jelas, Pak Reynaldi memiliki tanggungan bayar cicilan sebesar (anggap aja) 500ribu per bulan.

Setelah satu bulan, motor yang dikredit oleh Pak Reynaldi tersebut 'digadaikan' kepada seseorang, dengan besarnya uang gadai adalah sebesar 3 juta rupiah.

Sekilas mungkin terlihat konyol, baru sebulan ambil leasing kok digadaikan..

Mau tahu apa yang dilakukan oleh Pak Reynaldi selanjutnya?

Dengan uang hasil 'gadaian' sebesar 3 juta tersebut, yang sebesar 1 juta digunakan untuk mengambil kredit motor lagi. dengan jumlah uang muka yang sama, maka bisa digunakan untuk DP atau uang muka 2 unit sepeda motor baru. Sama seperti kredit motor yang pertama, cicilan perbulan per motornya juga berkisar 500ribu rupiah.

Uang 3 juta, setelah digunakan untuk uang muka kredit motor sebesar 1 juta, masih tersisa sebanyak 2 juta. Oleh Pak Reynaldi, uang 2 juta ini digunakan sebagai modal usaha untuk membuka warung makan.

Lalu gimana caranya Pak Reynaldi ini menghasilkan cashflow untuk membayar cicilannya untuk semua kredit motornya (3 motor)?

Pertama,

Dengan dua motor baru tersebut, Pak Reynaldi mengajak 2 orang saudara yang masih menganggur untuk menggunakan motornya tersebut untuk mencari nafkah. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakannya untuk narik ojek. Dengan ketentuan, setiap hari harus berbagi hasil setoran (diluar biaya bahan bakar) senilai antara 15-20 ribu per hari...

Contoh mudahnya seperti ini. Jika dalam sehari ojeknya itu dari satu motor menghasilkan pemasukan 75ribu. Digunakan untuk bahan bakar/bensin sebesar 15ribu, masih sisa 60ribu. Nah, setoran untuk cicilan ke Pak Reynaldi sebesar 20ribu. Maka si pengojek masih dapat penghasilan sebesar 40ribu.

Dari langkah pertama ini, secara kasat mata, akan ada pemasukan rata2 sebesar 20ribu x 2 motor x 30 hari =1,2 juta...

Kedua,

Dari warung makannya yang bermodal 2juta itu sama juga. Pak Reynaldi menyisihkan setiap hari antara15 hingga 20 ribu untuk cicilan motornya. Melihat lokasi usahanya yang dekat dengan pangkalan ojek, cukup memungkinkan untuk hal itu. Jika per hari 20 ribu, maka dalam 30 hari akan mendapatkan 600 ribu rupiah yang disisihkan untuk cicilan motor.

Alhasil, masalah cicilan motor per bulannya Pak Reynaldi tidak kepikiran lagi. Hasil sewa motor untuk ojek dan hasil warung makannya, secara total bisa menghasilkan 1,8 juta. Sedangkan cicilan motor (3 motor) per bulannya ia hanya membutuhkan sebesar 1,5juta.

Dari situ kita bisa belajar dari Pak Reynaldi. Dari seorang yang sederhana seperti itu, seorang tukang ojek, bisa memiliki kecerdasan finansial yang sungguh luar biasa. Kendala modal yang seringkali menghambat seseorang untuk memulai sebuah usaha ternyata tidak berlaku bagi beliau.

Dengan modal awal 500ribu, akhirnya bisa beranak menjadi 2 motor operasional dan sebuah warung makan.

Ada sisi lain yang cukup menyentuh kita. Dari hal sederhana tersebut, Pak Reynaldi minimal bisa mengentaskan membuat orang menjadi memiliki penghasilan. Dua orang tukang ojek, serta karyawan yang membantunya di warung makan.

Semoga kita bisa belajar dari seorang Pak Reynaldi ini.

Salam,
HATTA
Http://thehattainstitute.com
=====
JPP: Ngisi pulsa sendiri dari HP sendiri dengan HARGA GROSIR SETIAP HARI.
Tidak grosir uang kembali..!
SMS: 0899.509.2928