29 Januari 2008

Jalan Menuju Sukses

Jalan menuju sukses

Pertanyan yang mudah, apa sih yang dapat menunjang atau menghambat karir ?
Jawabannya?? ? Susah!!!

Bukan karena tidak ada jawabannya, justru sebaliknya, jawabannya terlalu banyaaaakkkkkkk
Coba kita lihat disekeliling kita,kawan, tetangga dan orang orang terdekat kita,tentang Budi yang dulu bekerja sebagai mandor Pabrik eh sekarang punya perusahaan sendiri. Rudi yang dulu dipecat oleh atasannya. Sekarang malah menjadi mitra perusahan yang memecatnya. Tentang Narno yang dulu jualan bakso gerobak dorong. Sekarang, sudah mampu naik mobil mewah.

Mengapa mereka lebih berhasil dari yang lain ? Mereka tidak berpendidikan tinggi. Lalu apa rahasianya ? Sederhana kok , mereka tidak hanya punya ide, mimpi maupun rencana rencana tapi yang terpenting adalah mereka mau bekerja keras mengejar impiannya

Gagasan (inspirasi) hanya menyumbang 1%; yang 99% adalah
perspirasi atau kerja keras untuk mewujudkan (Thomas Alva Edison)

Apa sih sukses itu ?

Yang bagaimana? Apa criteria yang digunakan?
Sukses dalam hal kekayan? Pangkat? Derajat? Ibadah? Berkeluarga? Kegiatan sosial? Dlsb, dlsb. Sukses sangat subjectif dan masing2 orang punya definisi sendiri2. Sukses di karir hanya
secuil dari sukses2 yang lain. Ada yang sukses di karir tetapi rumah tangganya ber-goyang2 terus. Ada yang sukses segi materi tetapi, misalnya kehidupan sosialnya tidak sukses. Dst. Dst.

Lalu apa kunci sukses ?

ACTION ACTION ACTION
Jangan hanya bisa menjadi NATO, yang hanya akan bisa sesumbar. Juga jangan hanya mampu menjadi NAPO No Action Plan Only…Sebagus apapun rencana yang kita buat, tanpa adanya tindak lanjut hanya akan menjadi tumpukan kertas tak bararti. Apalagi menjadi NADO No Action Dream Only…yang hanya akan membawa kita menjadi si penghayal dan si pemimpi. Yang hanya mampu berangan angan kalau sukses akan datang dengan sendirinya,

Pertanyan berikut, apa kriteria sukses ?

Sukses dalam materi gampang diukur. Jika kawan2 sebaya kekayannya 6 M dan 9 M, maka ia bisa dibilang lebih sukses dari yang lain. Jika ia sales manager, prestasinya jual mobil misalnya 12, lainnya 8, yah bolehlah kita bilang ia relatif sukses Wiraswasta juga mudah diukur. Cukup dengan dua kata.. “Untung berapa?”.

Yang jadi top eksekutif gampang dinilai. Misalnya berapa % penguasaan market share manajemen menengah sulit diukur. Apa lagi yang masih dipapan bawah. Tidak semuanya mudah diukur. Akirnya terpulang pada diri kita untuk menilai diri sendiri). Membuat standar sendiri, mengukur sendiri, Walaupun mungkin tidak gampang, upayakan selalu evaluasi diri secara terukur.

Paling gampang adalah membandingkan diri dengan prestasi rekan sebaya. Akan lebih bijak lagi, mengalahkan diri sendiri dimasa yll. Dulu cuma punya anak buah 2, sekarang sudah menjadi bapak buah dari 20 staff. Lumayan. Dulu rumah RSSSS, sekarang sudah bisa punya dikawasan elite. Dulu pacar/istri/ suaminya satu sekarang dah nambah jadi tiga haaaahhh.... .Bukaaaan, ..... :)

Hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik lagi.

Salam,
HATTA (dari tetangga sebelah)

Investasi di Property : Dolf De Roos

Pertanyaan pertama

Kalau anda punya uang 112 juta, lalu anda belikan saham, berapa nilai yg anda dapat? Tentunya senilai tepat 112 juta juga.Tapi kalau 112 juta anda belikan properti, anda bisa memperoleh properti seharga 465 juta dengan kredit 372 juta. (Dengan memperhitungkan DP 20% dan segala macam biaya, asuransi serta pajak).Apakah ada bank yg bersedia membiayai pembelian saham? Jawabannya jelas tidak. Sebaliknya, banyak bank yang ingin memberikan uangnya kepada kita melalui skema KPR.

Pertanyaan kedua

Berapa nilai saham saat membeli saham senilai 112 juta dengan menggunakan uang tunai 112 juta? Pada saat itu ya persis 112 juta juga. Dengan berjalan waktu bisa naik, tapi juga bisa turun.Pada saat anda membeli properti seharga 465 juta, dengan uang tunai hanya 112 juta dan kredit 372 juta, berapa nilai sebenarnya properti ini? Bisa saja 500 juta atau bahkan 600 juta. Banyak orang menjual dengan harga lebih rendah dari nilai pasar karena sedang butuh uang mendesak. Dan nilai properti jarang sekali turun.

Pertanyaan ketiga

Ketika anda membeli saham senilai 112 juta dengan harga beli 112 juta dengan uang cash 112 juta, apa yg bisa anda lakukan agar nilainya segera naik? Berdoa....Tapi ketika anda beli properti senilai 500 juta dengan harga beli 465 juta dan hanya dengan uang cash 112 juta, apa yg bisa anda lakukan agar nilainya segera naik? Buanyak...Anda bisa cat ulang agar lebih rapih, anda bisa beri fasilitas yg lebih menarik (AC, TV kabel, Internet) lalu anda sewakan dengan harga lebih tinggi, anda bisa buatkan garasi dll.Banyak pedagang properti membeli rumah yg kondisinya kumuh lalu hanya dengan melakukan sedikit perapihan dan pengecatan menjual kembali rumah tsb dg kenaikan harga 20%-40% pada tahun berikutnya setelah perhitungan NJOP naik.

Pertanyaan keempat

Setelah anda membeli saham senilai 112 juta dengan harga beli 112 juta dengan uang cash 112 juta dan kemudian ternyata nilainya sudah berlipat 2x menjadi 224 juta, apa yg anda lakukan utk menikmati hasilnya? Ya tentunya anda mesti jual sebagian atau seluruhnya.Sementara, jika anda beli properti senilai 500 juta dengan harga beli 465 juta dan hanya dengan uang cash 112 juta + kredit 372 juta dan kemudian nilainya berlipat 2 x menjadi 1 milyar, apa yg bisa anda lakukan utk menikmati hasilnya?Anda bisa refinancing alias ambil hutang KPR baru dg agunan properti tsb. Katakanlah anda hanya memperoleh 70% dari nilai properti, berarti 700 juta, dipotong biaya2 sekitar 50 juta, sisa 650 juta.Sekarang anda bisa lunasi hutang awal 372 juta, dan anda masih memiliki sisa uang cash 650-372 = 278 juta.

Berapa lama nilai properti bisa menjadi 2 x lipat? Tergantung upaya yg anda lakukan. Tapi katakan anda tidak melakukan apa2, pada kasus rumah kost yg akan saya jual, hanya dalam 3 tahun dari periode 2004 s/d 2007 nilai NJOP sudah naik lebih dari 2 x lipat.

Dan cerita pun berulang dari Pertanyaan Pertama lagi.

Dengan sisa uang cash 278 juta itu anda bisa beli properti lagi seharga sekitar 1,158 milyar. Dan seterusnya bisa anda bayangkan sendiri.... :)

Kalo programmer tinggal kasih coding begini aja :

asset = 112 juta

Do while asset <>

do pertanyaan pertama....

do pertanyaan kedua....

do pertanyaan ketiga....

do pertanyaan keempatenddhehehe....

Note : dikutip dan dimodifikasi dari 4 pertanyaan ajaib Dolf De Roos

Sumber : Dari sini