25 Januari 2008

Senyum dikit donk....

"Innalillahi..."
Seorang Ibu datang ke toko HP,dan mau beli seri Nokia baru.
Roch:berapa harga N 73..?.
Toko:Rp.3,8 juta.
Roch:Astagfirrulah allazzim,mahal amat sih.
Toko:apalagi N 95,bisa Innalillahi wa Innalilahi Rojiun.
* * * * *

"Barangkali"
Suatu hari guru menyuruh membuat kalimat dengan kata BARANGKALI.
Guru : Ayo siapa yang bisa membuat kata barangkali.
Murid 1 : Saya! Barangkali di kelas ini saya yang paling pinter.
Guru : Bagus, ayo siapa lagi?
Murid 2 : Saya bu! Barangkali saya anak yang paling ganteng di dunia ini.
Guru : Bagus, siapa lagi?
Murid 3 : Saya! Batu, pasir, kerikil, lele dumbo dan kawan - kawannya adalah BARANGKALI.
Guru : #$%&%#$&
* * * * *
"Kirim Babi"

Ada seorang anak berasal dari papua (biak) bersekolah di jakarta.. Suatu hari ia menelpon ayahnya yang ada di biak karena iri pada teman temannya yang pergi ke sekolah naik mobil..dalam pembicaraan telepon tersebut ia berkata: "halo?, papa, sa punya teman2 di sini itu kalau pergi ke sekolah naik kijang, panther, kuda, jaguar"
lalu sang ayah menjawab:"Tenang anak nanti bapa dari biak kirim kamu babi, supaya kamu lagi bisa gaya gaya ke sekolah"
sang anak:?????????????!!!!!!!!
* * * * *
"Tahun Berapakah...?"
Pak guru bertanya pada murid SMAN 1 kelas 11 IPA 1 Bumiayu.
Guru :tahun berapa oksigen ditemukan oleh Spreisley dan scheele...?.
Murid 1:tahun 1774.
Guru :bagus,tahun berapakah Albert Enstein mengembangkan teori relativitas....?.
Murid 2:tahun 1915.
Guru :bagus,tahun berapa Jerri Yang dan David Flo membuat situs Yahoo..?.
Murid 3:tahun 1994.
Guru :ada yang bertanya....?.
Lina :saya Pak,tahun berapa patih Gajah Mada lahir....?.
Guru :................???????????????...............
* * * * *
"Hilang "
3 tiga anak namanya hilang, tolol & otak. Suatu hari si hilang "Hilang", kemudian si tolol & si otak melapor ke kantor polisi. Sementara si tolol masuk kekantor untuk melapor si otak menunggu diluar.
Tolol: "Pak, gawat pak, temen saya Hilang"
Pak Polisi: "Ma'af mas nama teman anda siapa?"(Serius)
Tolol:"Nama temen saya hilang pak!!!"
Pak Polisi: "ma'af bisa diulang, namanya siapa?"
Tolol:"Nama temen saya hilang pak!!!"
Pak Polisi: "Saya serius, nama teman anda siapa?" (Marah)
Tolol:"Bener Pak,nama temen saya tu Hilang!!!!!!!!"
Pak Polisi:(Marah) "OTAK KAMU DI LUAR YAA!!!!!!!"
Tolol:"iya pak, Otak diluar, suruh dipanggil masuk ya pak!"
Pak Polisi:(Marah) "KAMU TOLOL YA!!!!!"
Tolol:"Lho, kok bapak tau nama saya Tolol?"
Haaa Haaaa....!

Sharing Management 3

Kaizen

Mahluk apaan sih yang namanya Kaizen itu?, Kaizen sendiri didunia barat sering diterjemahkan dengan “Continuous Improvement”, perbaikan yang berkesinambungan. Beberapa penulis buku Manajemen menuliskan bahwa dengan menerapkan konsep Kaizen ini perusahaan di Jepang menggapai sukses dipasar.

Kaizen biasanya diterapkan paralel dengan PDCA ...Berlawanan dengan konsep yang revolusioner, lompatan jauh kedepan dan sebagainya, konsep Kaizen lebih konservatif, berubah secara bertahap dan selalu ada ruang untuk perbaikan untuk menghasilkan yang lebih baik lagi.

Dalam Agama Budha, Kaizen berasal dari arti kata “Renew the heart and make it good”, ini diartikan konsep ini memerlukan perubahan dari “The heart of business” itu sendiri, Kultur dan struktur perusahaan karena proses Kaizen menerapkan dan melaksanakan Visi perusahaan kedalam semua aspek dalam kegiatan operasianal praktis dilapangan.

Menurut Imai [1968], seorang pakar Kaizen, Kaizen artinya perbaikan, lebih jauh lagi perbaikan secara terus menerus dari cara hidup, personal, sosial dan kerja ... ini sama dengan pepatah "hari esok harus lebih baik dari hari ini" ...

Wah konsep Kaizen ternyata sudah ada di Indonesia sejak lama ya, cuma kita sering tidak menyadarinya.Konsep dari Kaizen sangat cocok diterapkan pada setiap usaha, prinsipnya cuma 3 saja yaitu :

1. Karyawan adalah aset terpenting dari suatu usaha

2. Proses harus meningkat secara bertahap, jangan terlalu radikal

3. Perbaikan harus berdasarkan data/statistik sebagai tolak ukur pengukuran keberhasilan

Suport dari semua pihak didalam suatu organisasi sangat diperlukan untuk keberhasilan dari suatu usaha ...

Naaaah, bagaimana dengan TDA Joglo ... kita kombinasikan proses Kaizen dalam diri kita dan hadapi bisnis dengan berbagai kecepatan agar bisa mengadaptasi perkembangan pasar ..

Wassalam,

Harmanto

Sharing Management 2

Konsep Six Sigma Quality [SSQ] secara sederhana ....

Sering kita dengar istilah diatas, apa sih sebenarnya SSQ .. seberapa canggihkah untuk merubah cara berpikir dan bertindak kita [Plan and Action] ... sebaiknya terlebih dahulu kita mengenal konsep SSQ itu sendiri, hal ini pernah saya utarakan dirumah mas Bams tapi ada baiknya saya tuliskan secara sederhana ...

SSQ itu sangat erat kaitannya dengan TQM [Total Quality Management], menggunakan tools dan konsep yang hampir sama ... lho jadi apa keunggulannya dong .. TQM kan sudah dari tahun 70’an populer, mbah Deming waktu itu yang jadi jagoannya ... coba kita lihat suatu contoh sederhana ...

Misalkan anda seorang pedagang kentang yang menjual kentang dalam karung seberat 10Kg, saya jamin tidak ada satupun karung itu yang beratnya persis sama karena beberapa faktor, terutama bentuk kentang itu sendiri yang bervariasi ... betul kan ...

nah berapa sih berat yang masih bisa ditoleransi oleh pembeli dan anda sebagai penjual ... oh ok misalkan 0.5 kg ya, artinya berat 9.5 sampai 10.5 kg bisa disepakati ... ingat, kalau lebih dari 10Kg itu artinya anda rugi, tapi kalau kurang dari 10kg artinya pembeli yang rugi ... well ... kita lanjutkan ...

Nama Sigma sendiri diambil dari huruf Yunani [jangan dipisah jadi Yu Nani lho, nggak ada kaitannya], yang melambangkan standard deviasi atau sesuatu angka penyimpangan yang bisa diterima, jadi 0.5kg tadi merupakan deviasi berat yang bisa diterima.

Dalam Statistik suatu normal distribusi biasanya yang masuk kategori ada 68% , dengan deviasi yang diijinkan 0.5Kg untuk 100% produk kita, kita lalu tetapkan Sigma sistem yang kita akan sepakati, misalnya sebesar 0.2kg [one Sigma], artinya deviasi kita yaitu 9.8 – 10.2Kg, dan menurut statistik hanya ada 68% saja berat karung yang masuk kategori ini [9.8-10.2] yang sama artinya dengan 2 Sigma, dengan variasi [10 +/1 (2*0.2)] Kg ... kalau kita naikan lagi jadi 3 Sigma [10 +/- (3*0.2)] berdasarkan teori distribusi akan ada 99.7% karung kentang kita yang masuk kategori ... artinya hanya 3% karung kita yang kurang dari 9.4kg atau lebih dari 10.6Kg ...

wah gampang dong masuk Six Sigma karena standardnya longgar banget [10 +/- (6*0.2)], usaha kita sudah Six Sigma dan masuk SSQ dong ... hehehe ... cara berpikir kita bukan seperti itu ... Untuk satu proses mata rantai pendek mungkin tidak terlalu problem, karena untuk kasus karung kentang hanya dihitung kesalahan penimbangan berat, lha kalau proses itu melibatkan proses panjang dengan ribuan proses kecil didalamnya seperti contoh buat mobil ... ini bisa guawaaat lho ..

Idealnya kita harus mengecilkan nilai Sigma kita yang kita tetapkan sendiri sampai mendekati 0, artinya deviasi harus dibuat sekecil mungkin, makanya ini ada kaitannya dengan TQM ... contoh soal di produksi mobil yang hanya mengijinkan beberapa kesalahan saja dari jutaan proses, hilang 1 mur/baut bisa membahayakan nyawa manusia dan akhirnya membahayakan perusahaan ... ini yang berat bro ...

Jagoan Six Sigma yang terkenal adalah Om Jack Welch saat dia menjabat Chairman di GE dan untuk menerapkan Six Sigma ini secara ketat memang diperlukan tingkat kedisiplinan sangat tinggi, tidak hanya sekedar menimbang karung kentang ... sehingga seseorang dengan tingkatan Six Sigma Black Belts master sangat dicari dan dihargai tinggi oleh perusahaan yang akan menerapkan Six Sigma ... nah kembali membumi ... justru perusahaan yang menjadi contoh keberhasilan menerapkan Six Sigma adalah perusahaan pengantar makan siang di India seperti yang pernah saya ceritakan ...

Jadi usaha andapun bisa menerapkan konsep ini, tentunya dengan pengawasan Quality yang ketat, baik quality produk ataupun jasa pelayanan ... apa ini untuk menyambut bisnis yang menjanjikan 10 tahun mendatang .. wah kelamaan om, ... OK kalau gitu sebaiknya kita kerjakan sekarang saja semuanya dengan memberikan yang terbaik apa yang kita punya kepada sesama yang membutuhkan .. semoga kita semua bisa menjadi orangdengan kualitas Six Sigma yang ber deviasi mendekati Nol dengan menerapkan konsep 2M ...

Wassalam,

Harmanto

Sharing Management 1

Sedulur semua ...

Saya mencoba share apa yang saya tahu dengan bahasa umum mengenai beberapa teori Management, maaf karena keterbatasan pengetahuan dan hanya berdasarkan pengalaman waktu ikut team implementasi dulu mungkin banyak kekurangan ... semoga bisa membantu memberi gambaran ...

BALANCED SCORECARD [BC].

BS ini suatu tool management untuk membantu para manajer disemua level memonitor hasil dari setiap bagian dibawah pengawasannya.Robert Kaplan dan David Norton dalam artikelnya ” The Balanced Scorecard - Measures that Drive Performance" tahun 1992 di HBR [Harvard Buz Rev] yang dipublikasikan tahun 1996 menyatakan bahwa BC bisa mengubah bisnis kita dari suatu strategi menjadi action yang nyata.

Sebetulnya tidak ada yang baru dalam hal ini, tetapi Kaplan dan Norton menganjurkan membagi pengawasan segala kegiatan kedalam 4 area saja, sederhananya adalah :

1. Performance dari sisi Financial.

2. Pengetahuan kita terhadap pelanggan kita/Customer Perspektif

3. Proses Internal yang terpadu, dan

4. Nilai [Value] dari Produk/Jasa kita dan SDM yang berkaitan dengan skill, serta peningkatan Value Produk/Jasa kita.

Dengan fokus kepada 4 area tadi dan dibuatkan flow kerja yang menghubungkannya serta diberi bobot/target [SCORE] setiap flow nya maka diharapkan terobosan peningkatan performance secara keselurhan, integrasi program antar bagian, kualitas dan sebagainya bisa dicapai.Pola ini dari bagian besar diturunkan ke bagian dibawahnya, begitu seterusnya dengan tetap mengacu pada 4 area diatas ...

BC ini sangat mirip dengan Hoshin Planning atau Hoshin Kanri, system yang berfokus pada plan strategy secara luas dalam suatu organisasi yang biasa dipakai di Perusahaan di Jepang.Satu hal yang penting, dalam BC semua dirancang oleh team eksekutif yang terdiri dari level atas setiap bagian yang terlibat dan ini harus dijalankan kebawahannya, karena yang tahu alur kerja biasanya team ini, pengawasan yang ketat dan leadership yang kuat sangat diperlukan agar BC ini bisa berhasil termasuk keakuratan data/sampling yang digunakan dan target yang ditentukan.

Di Indonesia, beberapa perusahan Astra sudah menerapkan ini sejak tahun 1997 saat sistem ini dipopulerkan ... jadi sudah 11 tahun yang lalu dan bukan suatu sistem yang baru lagi ...

Wassalam,

Harmanto

Bung HATTA dan Sepatu Bally

PADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, WakilPresiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.

Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untukmembantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.

Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkanposisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untukmemperoleh sepatu Bally. Misalnya, dengan meminta tolong paraduta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta."

Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri," kata Adi Sasono, Ketua Pelaksana Peringatan SatuAbad Bung Hatta. Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi ditengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.

Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu,harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada oranglain.

Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak ....... , tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing.

Diambil dari milist TC