03 Januari 2008

Finally I Found You....

Setelah melalui proses yang memakan waktu hampir sebulan karena tabrakan dengan rentetan libur panjang (mulai liburan idul adha, libur natal, serta libur tahun baru), akhirnya terhitung mulai 2 Januari 2008, semua persyaratan aspek legalitas usaha berhasil didapatkan.

SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) akhirnya bisa dalam genggaman, halahhh....

Yah, setidaknya satu langkah berhenti saya kemarin saat pit stop dalam mengurus legalitas sudah terlewati. "Senjata" untuk berhubungan dengan pihak ke-3 dalam berbisnis sudah bisa digunakan.

Bayangan prosedural yang rumit untuk mencari semua syarat2 legalitas ternyata sirna. Praktis, kemarin hanya masalah tabrakan libur beruntun dan hampir bersamaan saja yang menyebabkan semuanya terasa lama. Sesungguhnya mungkin hanya memakan waktu satu minggu saja. Dan biaya yang dikeluarkan juga masih realistis...

SIUP dan TDP saya dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klaten, tertanggal bulan Desember 2007, dan berlaku surut hingga 2012. Sedangkan NPWP saya, syukur Alhamdulillah keluar pas diawal tahun, yaitu tanggal 2 Januari 2008. So, laporan pajak dll baru mulai dilaporkan di tahun 2008.

Pas banget-lah....

Penggunaan legalitas pertama kali, saat saya dan beberapa rekan TDA Joglo (Mas Awan, Mas Edwient, Mas Kardi, Mas Sangaji), berwisata kartu kredit hari minggu malam lalu di Ambarukmo Plaza. Kita berlima rame2 pada apply CC BRI, yang konon bunga bulanannya cukup bandel dibanding yang lainnya...

Dikarenakan saya belum punya, jadi sedih deh.. Syaratnya agak ribet..

Tapi syukur Alhamdulillah,syarat2 yg diminta semuanya sudah dipenuhin.

Puji syukur kepada Alloh SWT.. Ada kemudahan di awal tahun.. Semoga di 2008 semua bisa berjalan sesuai rencana, Amien..

Salam,

HATTA

OOT : "Refleksi sebuah perjalanan"

Teman2 semua ....System dan manajemen tipe apa sih yang cocok untuk kita di Indonesia?,pertanyaan ini selalu timbul dalam benak saya... sungguh tidak mudah menjawabnya ...

Tulisan saya ini bukan bermaksud untuk menilai mana yang lebih baik melainkan sekedar refreshing saja sambil mengingat apa yang sudah dilakukan dulu ..Awal tahun 80-an muncul istilah TQC yang dengan cepat diadaptasi oleh beberapa perusahaan di Indonesia, terutama Astra, karena walau QC/TQC ini konsepnya dariAmerika [Pakde Deming, bukan Demang lho] tetapi justru Jepang yang menyerap dan menerapkan dalam beberapa perusahaannya, terutama perusahaan otomotif tentunya imbas ke Astra lebih terasa.

Di Astra TQC menjadi ATQC dengan tambahan Astra didepannya, prinsipnya sih samasaja, tetap PDCA [Plan Do Check Action] ... Kalau pengamatan saya, ATQC bisa sangat baik bila diterapkan untuk suatu pekerjaan yang terukur, misal diengineering, technical, delivery tetapi sangat susah diterapkan di pekerjaanyang banyak ditentukan oleh faktor luar seperti finance dan accounting, initerlihat dari hasil konvensi TQC selalu team technical yang menjadi juaranya.

System ini cocok diterapkan untuk kelompok kerja kecil ... kelanjutan dari TQC ialah Kaizen [continue inprovement].Gaung TQC menyurut lalu awal tahun 90an muncul BPR [Business ProcessRe-Engineering], proses end-to-end, wah ini kelihatannya lebih gagah ya ...semua dilihat flow nya dari awal sampai akhir, lalu menyederhanakan setiapproses yang terjadi, lalu bikin form dan aturan baru [kalau perlu], nahmasalahnya dalam perkembangannya seringkali tiap bagian buat aturan sendirisesuai "keadaan", nah ini yang nantinya bisa bikin ruwet suatu alur prosesyang sudah terbentuk.

Menurut penelitian hanya dibawah 10% dari perusahaan yang menerapkan BPR yangbisa berhasil, itupun diragukan ke efektifitasnya ... lalu lenyaplah BPR ditelanjaman.Balance Scorecard pun berkibar untuk menjadi system yang digunakan management dengan melihat Business Strategy, Internal/External factor, Organization danTechnology/Structure ... wah makin canggih nih ... dengan melihat hubungan tiapbagian dan memasang bobot yang berkaitan disertai target tertentu pasti inisystem canggih ... nah faktor PEST [Politic, Economy, Social, Technology]ternyata susah dikendalikan di negara ini ... sedangkan menentukan bobot jugadatanya susah dicari yang pasti terutama data dari market, maklum mencari datamarket di Indonesia banyak yang dimanipulasi, akhirnya SWOT analysis merupakan cara yang paling gampang hehehehe.

Muncul Six Sigma dengan cara militer dan hanya mengijinkan beberapa kesalahan dari sekian juta proses, wah ini hebat banget, mau menerapkannya saja beberapaperusahaan memberikan training seperti tentara, sertifikasinya harganya muahaalfhuiii, ternyata contoh perusahaan yang menerapkan Six Sigma yang berhasil malah perusahaan pengantar rantang makan siang di India yang mempekerjakan tenaga lulusan SD hehehheeheee ...

Kok ya sesederhana itu [ini selalu yang menjadi contoh Asian Institute of Management Philipine] ...Makin lama saya makin mumet, akhirnya kembali ke system negeri sendiri dengankeakraban dan keguyuban yang dari dulu sudah membudaya ... kembali lagi ke kitaapakah bisa di trust, kembali lagi ke niat kita berusaha dan kembali lagiseberapa jauh kita dekat dengan pelanggan kita ...

Belajar dari kehidupan sehari-hari dan perhatian kepada orang lain, belajar daripengalaman orang serta kunyah dengan pelan pengalaman itu hingga terasa manisnyasaat kita terapkan di usaha kita.

Ternyata "KITA TIDAK SENDIRI" ayooo kita bangun TDA Joglo .....

Wassalam,

Harmanto

Dua tipe pendekatan ... belajar dari sejarah Cina

Membandingkan 2 tokoh besar Cina dijaman dulu sungguh mengasyikan ... Sun Tzu dan Cukat Liang atau Khong Beng ... 2 tokoh yang hidup dijaman berbeda dansering melakukan pendekatan yang berbeda .., keduanya berlatar belakang militer,ahli strategi, Sun Tzu dikenal lahir dari keluarga miiter terkenal lahir tahun544 BC, sedangkan Khong Beng yang hidup sekitar akhir abad ke 2 dijaman TigaNegara "Sam Kok" justru dari kalangan pemikir yang kemudian menjadi PerdanaMenteri [satu dari 6 perdana menteri Cina yang TOP] dengan julukan keren,"Naga Tidur".

Nama Sun Tzu jauh lebih terkenal dari Khong Beng, tetapi untuk sebagian orang justru cara Khong Beng lebih disukai [termasuk saya lho] .. kenapa demikian ...Kalau diihat cara mereka menangani masalah, Sun Tzu cenderung melakukan dengan cara strategi militer seperti diterjemahkan dari 'Art of War' nya, bagaimana menerapkan "principle for using forces", "military methods", "army procedures" dan beberapa lagi ... menerapkan keunggulan strategi bisnis dan dari bukunya ini ternyata sangat cocok dengan metode yang diterapkan oleh umumnya Perusahaan dinegara Barat sehingga gampang memahaminya nah jadilah gayaSun Tzu merasuk kesetiap ruang pikiran orang bahwa 'Business is War' hehehehe, lihat saja contohnya Perusahaan Komputer no 2 didunia tahun 1980an adalah DEC [Digital Equipment Corporation], saat itu dengan pongahnya Ken Olsen,sang founder bilang bahwa PC tidak akan lama hidupnya ..

eh yang terjadi 16tahun kemudian ternyata Compaq yang dikenal awalnya sebagai pembuat PC IBM Clonemalah melibas DEC yang menghinanya dulu ... walau akhirnya HP pun dari belakang mengambil alih Compaq ... ini contohyang tepat seperti kata pepatah biarkan musuh-musuh kita bertempur setelah kelelahan baru kita hajar dan mencaploknya, be the winner ... wah asyik kan ..tapi kita ya harus waspada dengan musuh baru ..

Ini salah satu ciri Sun Tzu[menurut saya lho] karena pemenang itu cuma yang no 1 yang diingat orang, jadi no 2 sih nggak bakalan diingat orang [anehnya target team olah raga kita biasanya mendali perak atau perunggu ya].

Bagaimana dengan mbah Khong Beng ... lha dia ini mainnya ciamik tenan, gimana caranya menaklukan musuh ter'ngeyel'nya menjadi pengikut setia ... weleeeh... sampai 6 kali tertangkap dilepas lagi akhirnya ya takluk benar, mengabdi sepenuh hati dan menjaga wilayah .. mbah Khong Beng punya keuntungan tidak usah parkir prajurit diwilayah itu dan bisa konsentrasi kearea lain.

Mbah satu ini lebih menonjolkan "Brand Image", sampai sudah matipun ya mayatnya masih ditakuti musuhnya .. hebat khan .... cara ini umumnya dilakukan ditimur, walau sekarang banyak orang barat ikutan .. kolaborasi, franchise dan sebagainya ... kerjasama gitu lah gampangnya ... nggak ditangani sendiri ...capeek broo ...

apalagi kalau modal cekak ...Mana yang mau kita pilih buat ngembangin bisnis kita?, cara Opa Sun Tzu ataukiatnya mbah Khong Beng atau kita kombinasikan?, nah ini dia PR kita ... ayoookkerjain PR .

Wassalam,

Harmanto

Sekedar Renungan (1)

Buat teman-teman di TDA Joglo yang mau buat plan 2008

Melakukan suatu usaha yang itu-itu saja dan berulang seringkali membuat kita berada dalam "comfort zone", sudah puas .. nggak usah macem-macem deh ..gini juga sudah cukup kok, buat apa pusing.

Perubahan sekecil apapun akan membuat perasaan tidak nyaman, kita seperti orangbuta yang karena kebiasaan sudah tidak perlu petunjuk apapun dalam melangkah,ada sandungan sedikit sudah goyah ... tapi tunggu dulu ... ada cerita sedikit mengenai orang yang buta ....Ada seorang buta yang hidup sendiri didesanya, baginya tiada beda siang atau malam kalau menuju kesuatu tempat [lha wong buta kok bisa membedakan siang/malam], sampai suatu ketika saat sedang berjalan dikegelapan dia tertabrakdengan seseorang yang sedang berdiri ditepi jalan.

Orang tersebut menegur teman kita ini, katanya "Mas, kalau jalan malam itu mbok ya bawa lentera atau senter, biar orang tahu kalau anda lewat jadi bisa kasih jalan" ...

Wah teguran ini menimbulkan inspirasi baru ... "Aku mesti bawa lentera atau senter kalau jalan malam" itu yang terpikir dalam benak mas kita yang buta. Esoknya dia minta temannya agar dibelikan senter, lalu malamnya dengan perasaan mantab dan percaya diri seperti baru ikutan seminar pencerahan dari pakar, dia jalan bawa senter dengan harapan nggak nabrak orang lagi ... wealaah kok ya nabrak lagi .. orang yang sama juga, dipojokan yang sama ... orang ini kembali menegur mas kita ini

"Piye tah mas, sudah dibilang bawa senter kok nggak manut sih", mas kita ini agak tersinggung ... “Lha sampeyan nggak lihat ini ada senter ditanganku", sambil marah-marah menunjukan senternya ... ooh ...ternyata senter itu tidak dihidupkan ...Ilustrasi diatas sering kita alami, melihat pengalaman orang lain dan menerapkan dalam usaha kita tanpa tahu apa sih "rahasia" kesuksesan yang bersangkutan... apa yang menyebabkan bisnis orang itu bisa "on" sedangkan bisnis kita tetap "off", yah kita ibarat orang buta yang tidak bisa membedakan fungsi dari senter ...

Carilah suatu pembeda sehingga orang lain "buta' terhadap produk anda,distribusi atau layanan anda sehingga anda bisa jalan jauh dimuka pesaing andayang masih meraba dalam kegelapan.

Salam,

Harmanto

Pelajaran Dari Dell Komputer

Sedulur TDA Joglo ...

Saya ingin sharing dari apa yang dilakukan Dell saat adanya "musibah" sekitar 5tahun lalu ...Beberapa tahun yang lalu di Amerika terjadi pemogokan dari 10.000 buruh pelabuhan selama 10 hari yang mengakibatkan 29 pelabuhan dipantai barat Amerika dari Los Angeles sampai Seattle ditutup, akibat dari kejadian ini membawa dampak sangat besar terutama bagi perusahaan yang sangat ketat menerapkan Supply Chain Management dengan sistem "just in time" seperti Dell komputer yang dikenal sebagai penyedia PC terbesar saat itu didunia.

Para analisa bisnis memperkirakan dengan kejadian ini Dell akan mengalami masalah dengan 2 pabrik komputernya yang mengandalkan parts dari beberapa negara karena Dell menerapkan sistem tidak adanya gudang penyimpanan untuk CPU board,hard disk dan sebagainya, semua mengandalkan sistem "JIT" ...

Apa yangdilakukan Dell untuk mengatasinya?, menarik untuk dicermati. Dick Hunter, saat itu bos yang bertanggung jawab terhadap supply chain dariparts Dell langsung memutuskan mereka HARUS bertindak lebih cepat dari pesaingnya dan TIDAK bisa memberikan toleransi terhadap semua keterlambatan.Dick lalu membentuk team yang terdiri dari 10 orang logistic specialis dan team diberi nama "Tiger Team" dengan tugas utama koordinasi pengiriman dari Taiwan, China, Malaysia serta jaringan freight forwarder untuk contigency plan..

Mereka langsung booking 18 Boeing 747 dari UPS, Northwest Airlines, ChinaAirlines dan beberapa perusahaan yang lain, satu Boeing 747 bisa memuat 10container yang cukup untuk produksi 10.000 PC ... artinya mereka mempersiapkan parts yang cukup untuk produksi 180.000 PC.Tindakan Dell ini sangat cepat, saat para perusahaan courier service ini memanfaatkan situasi permintaan yang meningkat untuk pengiriman barang dengan menaikan harga USD 1.1 juta untuk satu kali trip dari Asia ke West Coast, Dell 'hanya' membayar USD 500.000,- saja karena deal dilakukan pada saat awal kejadian, bayangkan berapa penghematan yang dilakukan ... 18 x USD 600.000,- alot of money my friends ...

Satu lagi yang diminta Dell yaitu delivery parts ini dari Shanghai dan Taipei bolak balik ke Bandara di Amerika terdekat dengan factory nya yang berlokasi diAustin dan Nasville hanya diperbolehkan maksimum 33 jam saja, artinya pengaturan waktu loading, reloading, isi bahan bakar pesawat dimontor dengan sangat ketat untuk menekan cost dan waktu ... hebat banget ...

Karena pengalaman saya terbangdari Hongkong ke LA saja sekitar 10 jam ...Yang menarik lagi adalah pengaturan para petugas Logistic Dell bekarjasamadengan freight specialist disetiap bandara di Asia yang menggunakan carrierservice bercampur dengan barang perusahaan lain selalu berusaha memasukan partsDell ke pesawat yang paling akhir sehingga bisa keluar duluan disetiap bandara tujuan di Amerika "last in first out" ...

Kerja team yang sangat padu dan lihay sekali.Akhirnya Dell berhasil melakukan sesuatu yang sangat mustahil dikerjakan menurutanalisa pengamat, walau ada pemogokan, mereka bisa tetap berproduksi dan punya stock parts untuk 72 jam inventory level dan TIDAK SATUPUN order pelanggannyaterlambat.

Kita boleh berpikir ini khan di Amerika yang sistemnya sudah canggih ... oooh bukan begitu, ini koordinasi antara "quick action", "smart plan', "best team work" dan 'Customer Satisfaction".

Kalau dilihat mereka harus mengendalikan semua problem dari beberapa negara, beda waktu, beda bahasa, cara kerja dan sebagainya tetapi mereka berpikir sama
"kita tidak sendiri" dalam mengatasi setiap masalah yang timbul ... kita bisa belajar dari pengalaman ini.

Salam,

Harmanto

Renungan Pagi Hari

Sekedar renungan menjelang pertemuan TDA Joglo 30 Des 2007 ...

Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata: "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin sayaakan menang.

"Sang Rubah jantan merasa tertantang,"dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?"Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.

Sang Kelinci kembali bersantai, Sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata :" Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam gua itu, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.

"Sangserigala merasa tertantang, " dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menangmelawan aku ?"Merekapun masuk ke dalam goa sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sangkelinci keluar sambil menggenggam paha serigala bumbu merica dan melahapnya dengan nikmat.

Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir, Tiba tiba datang se-ekor beruang besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata :" Kalau memang kamu berani, hayo kitaberkelahi di dalam gua itu, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."Sang Beruang merasa tertantang, "dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?"

Merekapun masuk ke dalam gua tersebut, Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam paha Beruang panggang dan melahapnya dengan nikmat.

Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktubersantai, Sang Kelinci melongok kedalam goa, sambil melambai"Hai sedulur tua, ayoo keluar, sudah sore nih, besok kerjasama kita teruskan !!"Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata " Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang."

Catatan penulis :

PEMENANG selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara

PECUNDANG selaluberfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya dan selalu mengecilkan diriorang lain.

Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hatidan keikhlasan bekerja sama : (MESKIPUN) DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYATIDAK LEBIH BAIK DARI KITA

Salam hangat ...

Harmanto

Mulai Dari Yang Paling Kecil

Menuju pertemuan akbar TDA Joglo 30 Des 2007 ...

Diambil dari Video Motivasi [wah ada mas Nano jeee, nyuwun sewu nggih mas]

Disuatu pagi ditepian pantai ada seseorang sedang memperhatikan orang lain berlari kecil sambil sebentar2 membungkuk mengambil bintang laut yang terdampar dipinggiran dan melemparkan kembali kelaut ...

begitu seterusnya dan saat dekat,orang pertama tadi bertanya "Hallo bung, saya melihat anda mengambil bintanglaut dan melemparkannya kembali kelaut sebetulnya tujuannya apa sih", orang kedua menatap sejenak kemudian berkata

"Oh itu .. saya mengembalikan bintanglaut itu agar mereka bisa hidup terus, kasihan mereka terdampar karena ombak danakan mati kalau matahari sudah meninggi". Orang pertama tadi merasa heran danbertanya lagi " lho bung, anda bayangkan ribuan kilometer pantai ada diduniaini, dan berapa ratus ribu bintang laut yang terdampar, kalau anda cuma menyelamatkan puluhan saja khan artinya kerja anda sia-sia".

Apa yang dikatakan oleh orang yang kedua ... " Setidaknya saya sudah memulai sesuatu, walau anda merasa itu kecil tidak berarti tapi bayangkan sekian tahun lagi, berapa bintang laut yang bisa berkembang dari yang saya selamatkan hari ini".

Teman-teman semua, tidak ada hal yang besar akan terjadi kalau tidak dimulaidari hal-hal yang kecil ... jangan remehkan semua hal dan menyepelekan sesuatuyang kelihatannya tidak berguna ... siapa tahu justru itu awal usaha kita yang akan besar nantinya ...

selamat berdiskusi ..

Wassalam,

Harmanto

Kita Tidak Sendiri

Saat di Klaten dirumah mas Hatta, saya mendengar cerita pengalaman ayahnya mas Hatta [minta ijin saya mau tulis di blog aya ya mas Hatta karena ceritanyabegitu indah], saya jadi teringat suatu cerita seperti ni ..

SATU GELAS SUSU

Suatu hari seorang bocah miskin sedang berjualan dari rumah kerumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tapi sayangnya ia hanyamempunyai sedikit sekali uang, dagangannya hari itu tidak begitu laku.

Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, saat seorang gadis muda membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya. Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaga.

Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, maka dibawakannyalah segelas besar susu untuk anak tersebut. Ia meminumnya perlahan, kemudian bertanya, "Berapa saya berhutang kepada anda ?"

"Kamu tidak berhutangapapun kepada saya," jawabnya.

"Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang kami lakukan."

Anak itu menjawab,"Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam.

Saat Howard Kelly,anak kecil yang miskin itu - meninggalkan rumah tersebut,dia bukan hanya merasa badannya lebih segar, tetapi keyakinannya pada Tuhan dan sesama manusia menjadi lebih kuat.

Sebelumnya dia sudah merasa putus asa dan hampir menyerah. Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari wanita muda tersebut mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan spesialis.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi. Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, ia segera pergi ke kamar tempat dimana wanita tersebut dirawat. Ia langsung mengenali dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya.

Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Setelah melewati perjuangan panjang, peperanganpun dapat dimenangkan, wanita itupun berangsur sembuh. Dr. Kelly dipanggil oleh pihak administrasi untuk menandatangani biaya yang harus dibayarkan oleh si wanita kepadanya.

Ia melihat kepada kuitansi tersebut, dan kemudian menuliskan sesuatu. Kuintansi tersebut lalu di kirim ke kamar perawatan si wanita.Wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan mampu membayarnya.

Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke kuintansi tersebut. Sebuah tulisan pada kuitansi telah menarik perhatiannya.

Ia membaca tulisan itu :"TELAH DI BAYAR PENUH DENGAN SATU GELAS SUSU.Tertanda, Dr. Howard Kelly"

Air mata mengalir dari matanya saat hatinya yang bahagia mengucapkan doa dan pujian : "Terima kasih Tuhan, kasihMu telah memancar melalui hati dan tanganmanusia."

Ternyata "Kita Tidak Sendiri" .... banyak sekali pintu kemudahan didunia ini yang disediakan olehNYA .. tinggal kita cari kunci untuk membukanya ..

Sukseskan "It's all about TDA Joglo"

Salam,

Harmanto

Inventory Menekan Cost

Terlebih dulu ikut berduka dengan banjir di Solo, besan saya juga rumahnya dimasuki air selutut ...

Saya cuma mau sharing sedikit ...

Bila tulisan saya yang lalu berhubungan dengan bagaimana Dell melakukan tindakan sangat brilian terhadap adanya pemogokan buruh, tulisan ini akan membahas bagaimana Dell mengatur financial perusahaannya menjadi begitu efektif. Umumnya perusahaan pembuat komputer membayar kepada supplier nya [baik itusupplier mother board/disk/monitor/memori] 30 hari sebelum PC buatan mereka memasuki pasar ...

Apa yang dilakukan Dell adalah mereka melakukan penjualan "on-line" atau lewat telephone dengan Credit Card.Waktu rata-rata yang diperlukan untuk pengiriman part daru supplier ke DellFactory, merakit dan mengirimkan ke customer hanya 4 hari [bayangkan betapa ketatnya time schedule yang diterapkan Dell], rata-rata Dell membayar keSupplier nya 36 hari setelah mereka menerima uang dari pemesannya ....

Jadi Dell mendapat keuntungan lebih dari "cash-conversion cycle"[waktu antara pembayaran part dan penerimaan dari customer/pelanggan] artinya Dell beroperasi dengan "NEGATIVE WORKING CAPITAL", ini langkah yang luar biasa karena mereka tidak terlalu perlu memikirkan modal untuk berusaha tetapi dibayar oleh pelanggan ... demikian dikatakan Tom Mentzer, Executive Director saat berbicara di Integrated Value Chain Forum di University of Tennessee saat itu.

HP tidak bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Dell, mereka punya inventory untuk 6 minggu kemuka, suatu angka yang dianggap aman oleh industriPC. Dengan kata lain dengan perputaran inventory rata-rata 107 keli setahunnya[ingat, 4 hari untuk parts dari pengiriman sampai ke pengiriman] Dell meninggalkan jauh HP dan IBM PC [saat itu] dibelakang, HP dan IBM melakukanpembelian part untuk inventory mereka sekitar 8.5 dan 17.5 kali dalam setahun.

Inilah HUKUM DASAR dari suatu perusahaan yang menghasilkan barang, makin cepat perputaran inventory makin sedikit cost yang kita tanggung. Roger Kay, Vice President [saat itu] dari IDC [Periset Market] mengatakan "Beberapa perusahaan periset mengeluarkan laporan yang menyatakan cost yangdihemat oleh Dell karena sistem 'close-to-zero' inventory mendapat nilai 8 yang dalam kategori perusahaan komoditi menjadi nilai yang sangat tinggi".

Contoh yang lebih ekstrim lagi, bisnis PC HP hanya menghasilkan net margin sekitar 1% sedangkan Dell ... jangan kaget ... 2 digit.Dalam skala kecil, hubungan pemasok dan pembuat [supplier - factory] harus dibuat saperti ini, memang awalnya pasti banyak kendala tetapi dengan komitmentinggi dari semua pihak pasti bisa dijalankan .... kamipun belum bisa walau mengarah kesitu ...

Semoga cerita Dell ini menjadi inspirasi kita kalau berbisnis dan menekan cost,bagaimana Dell melakukan JIT untuk inventory, close to market melalui "phone/on-line order", early time collection [by payment card] dan 36 dayscash on hand [bisa dibungakan] sungguh merupakan jurus-jurus bisnis yang sangat lihay ...

"Kita tidak sendiri" tapi juga jangan kita saja yang "commit" sendiri.... ntar bisa komat-kamit sendiri ...

Wassalam,

Harmanto

Pasir dan Batu Kehidupan

Suatu ketika, ada sepasang pengembara yang sedang melakukan perjalanan. Mereka, kini tengah melintasi padang pasir yang sangat luas. Sepanjang Mata memandang, hanya ada horison pasir yang terbentang .Tapak-tapak kaki yang ada di belakang mereka, membentuk jejak-jejak yang takputus. Susunannya meliuk-liuk, tampak seperti kurva garis, yang berujung di setiap langkah yang mereka lalui. Sesekali debu-debu pasir menerpa tubuh, dan membuat mereka berjalan merunduk, agar terhindar dari badai kecil itu.

Tiba-tiba, ada sebuah badai besar yang datang. Hembusannya sangat kuat, membuat tubuh mereka bergoyang, dan limbung. Terpaan yang begitu kuat segera membuat ujung-ujung pakaian mereka berkibar-kibar, mengelepak, dan mendorong tubuh mereka ke arah belakang.

Untunglah, mereka saling berpegangan, dan dapatbertahan dari badai itu.Namun, ada musibah lain yang menimpa mereka. Bekal minum mereka terbuka, dan terbawa angin yang kuat tadi. "Ah... kita akan mati kehausan disini, " ujar seorang pengembara.

Lelah bertahan seusai badai, keduanya duduk tercenung,menyesalkan hilangnya bekal minum mereka. Seseorang dari mereka, tampak menulis sesuatu di atas pasir dengan ujung jarinya.

"Kami sedih. Kami kehilangan bekal minuman kami di tempat ini." Pengembara yang lain tampak bingung, namun tetap membereskan perlengkapannya. Badai sudah benar-benar usai, dan keduanya pun melanjutkan perjalanan.

Setelah lama menyusuri padang, mereka melihat sebuah oasis di kejauhan. "Kita selamat",seru seorang pengembara, "lihat, ada air disana." Mereka setengah berlari kearah air itu. Untunglah, itu bukan fatamorgana.Tampaklah sebuah kolam kecil dengan air yang cukup banyak. Keduanya pun segera minum sepuas-puasnya, dan mengambil sisanya untuk bekal perjalanan.

Sambil beristirahat, pengembara yang sama mulai menulis sesuatu. Pisau yang digenggamnya digunakan untuk memahat di atas sebuah batu. "Kami bahagia. Kami dapat melanjutkan perjalanan karena menemukan tempat ini."Merasa bingung dengan tingkah sahabatnya, pengembara yang lain mulai bertanya."Mengapa kini engkau menulis di atas batu, sementara tadi engkau menulis di atas pasir saat kita kehilangan bekal minum?"

Tersenyum mendengarpertanyaan itu, sang sahabat mulai menjawab. "Saat kita mendapat kesusahan,tulislah semua itu dalam pasir. Biarkan angin keikhlasan akan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu akan hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Biarkan semuanya lenyap dan pupus."

"Namun, ingatlah, saat kita mendapat kebahagiaan, pahatlah kemuliaan itu dalambatu, agar tetap terkenang dan membuat kita bahagia. Torehlah kenangankesenangan itu dalam kerasnya batu, agar tak ada sesuatu yang dapat menghapusnya. Biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada. Biarkan semuanya tersimpan. "Keduanya kembali tersenyum. Bekal minuman telah cukup, dan mereka pun kembali meneruskan perjalanan mereka.

* * *

Saudara, ada kalanya memang, kita menemui kesedihan dan kebahagiaan. Adakalanya, keduanya hadir berselang-seling, saling berganti mewarnai panjangnyajalan hidup ini. Keduanya, saya yakin, memberikan kita semacam memori yang kerap membuat kita terkenang. Namun, adakah kita mau bersikap seperti pengembara tadi?

Maukah kita menjadi seorang yang pemaaf, yang mampu untuk menuliskan setiap kesedihan dalam pasir,agar angin keikhlasan mampu membawanya pergi? Maukah kita menjadi seorang yang tegar, yang mampu melepaskan setiap kesusahan bersama terbangnya angin ketulusan?

Dan saudaraku, cobalah pula untuk selalu mengingat setiap kebaikan dankebahagiaan yang kita miliki. Simpanlah semua itu dalam kekokohan hati kita,agar tak ada apapun yang mampu menghapusnya. Torehlah semua kenangan kebahagiaanitu, agar tidak ada angin kesedihan yang mampu melenyapkannya.

Saya yakin, angin kebahagiaan dan keikhlasan, akan mampu menggantikan tulisankesedihan kita di atas pasir kesusahan. Sementara, pahatan kebahagiaan kita,akan selalu terkenang dan membuat kita optimis dalam menjalani panjangnya hidupini.

Selamat Tahun Baru 2008

Harmanto

Tulisan Ketiga Mengenai Dell

Tulisan pembuka tahun 2008 ...

Sedulur TDA Joglo semua

Tulisan ini merupakan seri ketiga [dari 4 seri tulisan bisnis Dell] mengenai pembahasan bisnis Dell, bagaimana Dell memperlakukan Supplier nya ...

Dell memperlakukan para supplier nya dengan dingin, tanpa emosi dan menghendaki supplier melakukan yang TERBAIK untuk mereka ... Setiap saat Dell membuat ranking para suppliernya dengan mencakup aspek cost,teknologi, kemampuan supplier memproduksi barang dan bagaimana pelayanan mereka,lalu setiap hari mengumumkan hasilnya di WEB yang sangat rahasia, hanya orang2tertentu yang bisa akses ... bayangkan SETIAP HARI, jadi apabila ada salah satu produk yang rusak langsung bisa merubah score ... tidak bisa ditoleransi.

Setiap 4 bulan ada pertemuan yang membahas hasil tersebut di Markas Besar DELL [Round Rock, Texas] yang membahas hasil secara keseluruhan dan menetapkan standar berikutnya ... jangan salah ... standard selalu berubah kearah yang lebih baik. Para calon supplier harus memenangkan kompetisi yang sangat ketat untuk menjadisupplier Dell ..

Jerry Gregoire, CIO periode 1995- 2000 berkata "if you aren't performing, Dell won't hesitate to take some of your business and give it to a competitor" .... ini disebut mereka "holding the supplier is feet to the fire" ...

Ingat Dell juga mengalami situasi yang sama di market PC.... lengah berarti kalah dan hilang. Saat pemberian Award pada Maxtor, Top supplier disk untuk desktop PC mereka ditahun 1998, Top executive Maxtor hanya diberi waktu 10 DETIK untuk merayakan kegembiraan mereka sebagai penerima award karena Dell lalu menetapkan suatu standard baru untuk produksi disk berikutnya ... tidak kenal ampun termasukdalam suasana gembira ...

"I picked up the award, and I hadn't even gotten backto my seat before the Dell guys start pounding the table and telling us thatwe'd better get our act together, that we're only a fraction ahead of the competition," demikian kata Cordano dari Maxtor,

"Then they proceed to drive thisnew set of metrics and expectations. And I'm thinking, Jesus, we just got rankednumber one and we don't even get a minute to reap the glow.".Dell sangat Paranoid dengan kesuksesan, untuk semua pihak, bukan hanya untukDell [khususnya para executive mereka] tetapi supplier mereka juga kena imbaddengan menghasilkan produk dengan mutu lebih tinggi ...

"When you achieve your best performance ever, usually it's downhill from there," demikian kata pengamatbisnis, Rollins. "We'd rather push on to the next hill than dip into the valley. We have not yet seen our best performance."Di business hi-tech hanya ada satu kata "You either grow or die".

Menarik disimak dari pembahasan diatas, inilah sebetulnya situasi bisnis kita dimanapun kita berada ... kadang kita sudah cukup puas dengan keadaan kita ...bahaya ... kita merasa sudah dipuncak dan hanya jalan turun yang akan kitahadapi kalau tidak kuat bertahan ...Kalau dibisnis Hi-Tech ada kata "You either grow or die", disini ada kalimat "Hidup enggan mati tak mau", situasi ditengah-tengah ... segera bergerak cepat karena pesaing anda sudah banyak yang ada didepan anda ...

Salam,

Harmanto