27 April 2008

Selamat Jalan Papi

Pagi ini tadi ketika memulai aktivitas dipagi hari dan membuka internet untuk memantau email yang masuk hari ini saya langsung dikejutkan oleh sebuah email yang berbunyi :

Berita duka.
Innalillahi wa innailaihi rojiun.td mlm (sabtu,26april) sekitar pukul
23.15WIB telah berpulang ayahanda dari Nove Gestine L17/TL 99,yg jg
merupakan ayah mertua saya.
Mohon doa dr rekan2 semua.,
trima kasih

alim
TL95/L13

Kabar mengagetkan yang sebelumnya tidak pernah saya duga sebelumnya.

Yups... Papi seorang sahabat saya yang dulu pernah bersama selama hampir 5 tahun pergi meninggalkan kita semua. Beberapa penyakit yang menderanya akhirnya membuat beliau menyerah. Kabar terakhir beliau terserang penyakit Lever, yang satu2nya solusi yang memungkinkan adalah dilakukan operasi seperti yang dilakukan oleh Dahlan Iskan.

Tapi biaya dari manakah jika harus menempuh operasi tersebut??

Sebelum meninggal, ternyata papi masih memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan kuliah lagi di jenjang S3 di sebuah kampus di jawa timur. Hmmm.....semangat belajar ya saya sendiri harus dengan dua jempol mengakuinya...!!

Semangat belajar yang tak mengenal waktu dan usia...

Hari Ahad sore ba'da ashar kemarin akhirnya menjadi saksi bersatunya kembali jasad papi dengan tanah untuk menghadapNya.

Kenangan2 saat masih hidup. Celotehannya, candanya, bahkan amarahnya kini hanya bisa menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan. Saat mendampingi putri sulungnya tercinta wisuda di ITS beberapa tahun yang lalupun juga menjadi catatan tersendiri di otak saya...

Tak ada kata2 lain lagi selain mengucapkan selamat jalan buat papi....

Semoga semua amal baik dan ibadahnya diterima disisiNya, serta semua dosa dan kesalahanNya diampuniNya...

Selamat jalan papi........

11 April 2008

Motivational Quote

Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap menanggapinya. (Louis L’amour)


* * * * *

Kehidupan Anda hari ini diisi oleh hal-hal yang tidak mungkin bagi masa lalu Anda, dan perhatikanlah bahwa Anda sedang hidup untuk mencapai kemungkinan-kemungkinan Anda di masa depan. Maka, pastikanlah bahwa Anda menjadi bagian yang berperan dari kemungkinan-kemungkinan itu. (Mario Teguh)

* * * * *

Jika hidup dihabiskan hanya untuk melakukan kesalahan, itu bukan saja merupakan penghargaan besar tapi juga lebih berguna daripada hidup dihabiskan tanpa melakukan apapun.
(George Bernard Shaw)

* * * * *

Jangan biarkan orang lain mempengaruhi ide dan keputusan Anda. Dalam lima tahun ke depan, Andalah - bukan mereka - yang harus hidup dengan pilihan yang telah Anda buat.
(Sarah Brklacich)

* * * * *

Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.
(Mahatma Gandhi)

* * * * *

Contohlah filosofi pohon bambu Cina. Dalam 3 – 4 tahun, ia hanya mampu mencapai ketinggian setengah meter. Selama itu, ia hanya tumbuh ke arah bawah. Akarnya diperkuat. Tapi di tahun kelima, ia mampu tumbuh dahsyat, sampai 5 atau 6 meter ke atas. Dan ketinggian itu bisa dicapai, tidak mudah roboh, karena akarnya sudah cukup kuat.

* * * * *

Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi: Energi yang Anda berikan kepada dunia tak akan pernah hilang. Energi itu akan kembali kepada Anda dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang Anda lakukan pasti akan kembali kepada Anda dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, perasaan bermakna maupun kepuasan batin yang mendalam.

* * * * *

Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu ?

* * * * *

Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.

* * * * *

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia (5 steps to be happy) : 1. Bebaskan hatimu dari rasa benci (free your mind from hate) 2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran (free your mind from anxiousness) 3. Hiduplah dengan sederhana (live simply) 4. Berikan lebih banyak (give more) 5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less), semua yang kita terima adalah yang terBAIK dariNya.

* * * * *

Taken from Yuki's Blog

06 April 2008

Belajar dari Korban PHK

Pada awal bulan ini, per mulai 01 April 2008 ada sebuah cerita dari sahabat saya. Sahabat saya tersebut saya biasa memanggilnya dengan Mas Win.

Di tempat kerjanya terakhir, di sebuah surat kabar harian di Jawa Tengah yang berbasecamp di Semarang itu tengah melakukan perampingan tenaga kerja.

Beberapa karyawan untuk kantor cabang di Klaten dirumahkan. Seorang wartawan, seorang staff (mantan kepala kantor cabang), dan dua orang karyawan lainnya. Pertama kali beliau bercerita saya pikir hanya sekedar bercanda, namun setelah saya track lagi lebih jauh, ternyata kabar itu benar adanya.

Yups sahabat saya tersebut termasuk dalam 4 orang yang dirumahkan tersebut....

Ada tiga hal yang setidaknya bisa saya dapatkan dari kejadian yang menimpa sahabat saya itu.

Pertama, ternyata semua pekerjaan itu ber-resiko..!! Kebetulan sahabat saya itu dulu pernah memdorong saya untuk mencoba peruntungan untuk saya melamar menjadi karyawan atau PNS di lingkungan Pemda. "Yah, biar ada yang diharapkan untuk biaya hidup setiap bulannya," kurang lebih begitulah alasannya saat itu....

Namun saya pernah juga berargumentasi. "Kalo jadi karyawan, sewaktu2 akan memiliki resiko di pecat/ di PHK mas. Dan itu kita tidak tahu kapan datangnya".

Pelajaran kedua adalah, jangan sesekali kita terlalu berharap pada satu hal. Dalam hal ini anda loyal pada atasan, tempat kerja, bos. Karena sewaktu2 merekalah yang akan bisa menggusur kita, dengan apapun alasan yang bisa dibuat...!

Pelajaran ketiga, "It's My Life...!" Ini adalah hidupku. Sayalah yang berhak membawa ke arah mana hidup saya ini akan saya bawa....

Dari kejadian PHK tersebut barulah sahabat saya itu menyadari dan mengerti arti keputusan saya mengapa saya lebih suka jadi bakul koran dan jadi bakul pulsa daripada mentereng jadi seorang karyawan.

Ternyata bisa lebih bebas. Tidak terikat. Dan tidak tergantung pada orang lain, karena semua itu terserah kita yang menjalankan serta memetik hasilnya...

Disaat orang berharap dan tergantung untuk bekerja kepada orang lain, jika suatu saat orang yang kita harapkan dan kita gantungkan itu sudah tidak "setia" serta ingin "berselingkuh" mencari karyawan lain yang lebih muda dan produktif, kita bisa apa hayooo???

Disaat kita bisa bebas mengerjakan sesuatu dari rumah, dan bisa memberi penghasilan (menghasilkan uang) dari bekerja di rumah, kenapa juga musti ribet2 cari kerjaan diluar yang pada akhirnya jadi "pencuri waktu" kita...?

Jika kita bisa berbagi dengan orang lain serta membantu/membimbing orang lain untuk memulai bisnis sendiri, ada sebuah sisi yang tidak bisa dibayar dengan segepok rupiah...

Buat Mas Win sahabatku... Selalu ada hikmah dan maksud tersembunyi di balik semua kejadian yang telah berlalu. Dengan JPP (kebetulan beliau juga reseller saya), saya siap support anda untuk berkembang dan fokus mengembangkan bersama...

Semoga dari secuil kisah ini ini bisa menginspirasi anda.

"Ini adalah hidup Anda"

"Jangan sesekali terlalu berharap pada sebuah kepastian..!"

"Segala sesuatu di dunia yang pasti itu adalah ketidakpastian itu sendiri.."

Salam,
HATTA N ADHY PK, ST

Co Branding dengan Teman-teman

Minggu ini ada banyak berkah yang saya dapatkan berkaitan dengan akselerasi bisnis yang saya jalankan. Dalam hal ini core yang sedang dipertajam adalah di JPP-nya.

Sejak awal tahun ini, JPP mencoba untuk menggunakan metode marketing yang agak berbeda dari sebelumnya. Sejak memulai/embrio JPP (saat itu bernama Jamhur Voucher), saya sedikit banyak mengenal dunia per-pulsa-an.

Memulai usaha pulsa dengan berjualan eceran (yups bener2 jualan eceran), yang akhirnya terjebak pada permainan bisnis klasik yaitu PERANG HARGA, yang hari demi hari semakin menggerus laba transaksi. Dari awal mulanya bisa mengeruk untung 2000 hingga 3000 per transaksi, hingga akhirnya hanya maksimal sebesar 500 rupiah per transaksi...!!

Cara ini tidak bisa di terus-teruskan. Hanya ada satu pikiran dalam otak ini : "BERUBAH ATAU MATI...!!!"

Tampaknya memang mengerikan, "Berubah atau mati" ini. Kalo tidak berubah, masih tetap seperti ini, hanya menunggu waktu saja untuk "kematiannya". Jadi memang mau gak mau menggiring saya untuk berubah..!

Yups berubah disini adalah berubah dari sisi menggaet customer.

Singkat kata, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi "upline" para reseller2 saya saja. Dengan mengambil margin transaksi 100 per transaksi saja, namun yang direkrut adalah para counter2 HP/Pulsa, agar gak tergantung atau repot untuk berjualan sendiri.

Dalam bahasa marketing, untuk selanjutnya saya tahu bahwa itu adalah penerapan ilmu "FAKTOR KALI", atau dalam bahasanya Roger Konopasek adalah "ILMU DAUN SEMANGGI BERDAUN EMPAT"

Namun, pada awal tahun 2008 ini saya coba mereposisi JPP kembali. Saya lebih menginginkan JPP banyak berkolaborasi dengan bisnis2 lain, dan bisa memberikan tambahan benefit kepada para loyalis member yang langsung ke pelanggan. Istilah kerennya "base on customer" (halahhhh....)

Saya punya mimpi bahwa JPP bisa masuk ke bisnis apapun. Entah apapun itu.

Mau bengkel motor, butik, online store, milist, komunitas offline, oganisasi kepemdaan, dll.dll....

Selain itu sebagai bentuk charity dan promosi, ada juga sesi bagi2 chip gratis untuk belajar kuliah pulsa di "JPP University", halahhhhh....... Cara ini yang sering saya terapkan ketika masuk GTC ke kampus2. Progres terakhir saat GTC di Polines memberikan progres yang menggembirakan. Jadi gak sabar untuk menunggu GTC-GTC selanjutnya, hehehe.....

Dan syukur Alhamdulillah konsep ini bisa ditangkap oleh beberapa teman. Salah satu partner yang menangkap peluang ini adalah onlinestore yang bernama "TAMAN RAZI"

Anda bisa melihat onlinestore "TAMAN RAZI" ini disini

Nah, Mbak Tari Musyafa, owner Taman Razi langsung mengambil peluang ini dan langsung order beberapa chip transaksi isi ulang pulsa yang akan dijadikan bonus dan fasilitas yang spesial bagi para reseller serta para end user yang berbelanja di tamanrazi...

Ada juga rekan saya, yang kebetulan baru saja di PHK dari tempat kerjanya sekarang, begitu saya jelaskan apa itu konsep co-branding saya itu. Langsung saja order puluhan chip untuk ia 'mainkan'...

Bukan itu saja, ada beberapa teman yang mulai "KLIK" marketing ala JPP ini akhirnya ingin ikut berkolaborasi dengan JPP..

Bahkan, kalau tidak ada kendala yang berarti JPP akan segera berkolaborasi dengan sebuah forum yang anggotanya ratusan orang untuk dibidik sebagai niche market. (Thanks buat kesempatan yang diberikan oleh Mbak Monica)

Pengen juga JPP bisa Goes To School kolaborasi dengan pihak sekolah (SMP/SMA). Semoga bisa satu persatu terealisasi..

Alhamdulillah ya Alloh atas semua kemudahan dan jalan yang Engkau berikan....

Salam Co Branding..!
HATTA N ADHY PK, ST

02 April 2008

www.pengusaha-indonesia.com

Suatu saat ketika sedang mengawali hari untuk online, ada sebuah email yang masuk menginvite ke sebuah forum. Forum ini kebetulan, sepertinya masih baru saya kenal, karena belum begitu familiar mendengarnya.

Si pengundangnyapun saya masih hafal hingga sekarang. Tak lain dan tak bukan adalah sang moderatornya sendiri, yang dikemudian saya kenal beliau bernama mbak nia, nama lengkapnya Syania Anggriani.

Ada satu hal yang membuat saya tertarik untuk ikut bergabung si sana. Setiap hari disaat sedang online akan di kirimi motivational quote hari ini. Yach, semacam kata-kata dan kalimat yang membangkitkan motivasi kita.

Saya kurang begitu tahu darimana beliaunya itu memperoleh referensi motivational quotenya itu yang menurut saya cukup asyik untuk dibaca dan diresapi. Seperti hari ini, motivational quote yang diangkat adalah:

Motivational Quote hari ini:
"Yang bisa ditulis, dikatakan dan dikomunikasikan selalu lebih sederhana dibandingkan dengan apa yang dilakukan di lapangan. Sukses selalu melibatkan tiga hal yakni KPW => Kegagalan, Proses dan Waktu. Semoga Sukses!"


Ckk... ckkkk...... Tiba-tiba ada ide terlintas... Saya pengen mengumpulkan, mengoleksi, mengais-ais lagi motivational quote yang sudah lewat2 itu. Sang moderator coba saya kontak..

Hiks...hiks.... Ternyata dari sang moderator tulisan2 yang indah dan dalam untuk dimaknai tersebut belum di arsipkan..! Padahal banyak banget tulisan yang bisa bermanfaat untuk dibagi2kan... Bisa dibaca saat kita jatuh.. Bisa dihayati saat kita membutuhkan suntikan semangat.. Bisa diresapi disaat kita ingin bangkit, dan seterusnya....

Akhirnya saya ajukan saja ide untuk mengumpulkan kembali tulisan2 motivational quotenya tersebut.... Dan Alhamdulillah gayung bersambut. Mbak Syania bersedia untuk merintis mengarsipkan tulisan2 motivational quote tersebut....

Bukan itu saja, pembicaraan akhirnya mulai mengalir kesana-kemari....

Tak disangka ternyata beliau ini adalah juga seorang mahasiswa di almamater dimana saya kuliah dahulu. Begitu saya bisa mendeskripsikan tempat kuliahnya, baru deh beliaunya percaya kalo saya juga berhubungan sejarah dengan kampus itu...

Yah, pembicaraan yang sebelumnya serasa ada pembatas akhirnya menjadi mengalir begitu saja...

Lalu saya coba tawarkan kira2 yang bisa dikolaborasikan atau yang bisa saya bantu untuk pengembangan pengusaha-indonesia.com apa saja? Saya coba tawarkan konsep kerjasama saya, seperti ketika saya co branding dengan teman2 yang lainnya...

Alhamdulillah beliau respek, dan bisa ditindaklanjuti lebih jauh. Dan untuk lebih detilnya akan dibicarakan nanti ketika bertemu di Surabaya. Insya Allah untuk minggu ini akan kita agendakan pertemuan tersebut. Dan semoga ada deal yang indah dari hasil pertemuan tersebut.

Bagi teman2 yang belum bergabung di www.pengusaha-indonesia.com, monggo berbondong2 bergabung disana. Mari kita sama2 berbagi, sama2 belajar, sama2 maju membangun

Bahkan lebih dari itu mari memasyarakatkan entrepreneur dan meng-entrepreneurkan masyarakat indonesia...!!

Maju terus pengusaha-indonesia.com....!!

Salam,
HATTA N ADHY PK, ST

01 April 2008

Berbagi itu Indah

Berbagi itu Indah. Sepenggal kalimat sederhana namun sesungguhnya apabila kita bisa meresapi kalimat ini sungguh amat dalam maknanya.

Namun apakah semua orang siap untuk berbagi? Inilah ajaibnya....

Ternyata tidak semua orang itu siap untuk berbagi..! Masih banyak orang yang enggan berbagi karena terlalu banyak menghitung untung ruginya secara matematis. Dengan kata lain masih menghitung apa yang akan mereka dapatkan dengan berbagi tersebut dari sisi keduniawian.

Jika kita merunut sifat manusia, hal itu mungkin terasa wajar dan manusiawi. Bisa juga alasan prinsip kehati-hatian.

Tapi ternyata sesungguhnya lebih dari itu semua...! Dengan berbagi bukannya semakin berkurang, namun justru sebaliknya, malah semakin ditambah..!

Dalam hal ini memang agak lebih jauh lagi dalam memaknai berbagi, yaitu berbagi dalam arti membantu/memberi secara ikhlas tanpa pamrih tanpa sekalipun berhitung untung rugi secara matematis duniawi.

Saya ingin berbagi cerita tentang hal ini...

Bagi teman2 yang ikut acara GTC TDA Joglo kemaren di Polines akan tahu, disana saya kebetulan bagi2 hadiah/doorprize yang lumayan banyak. Chip JPP yang saya bagi gratis ada sekitar 50 pcs.

Ada beberapa teman yang sempat menyentil atau bertanya2, "Mas, apa sampeyan gak rugi bagi2 chip segitu banyak? Kan sampeyan untuk pengadaan itu butuh modal?"

Yups memang benar, untuk hal itu memang saya butuh modal yang lumayan-lah.. Itu memang jika saya berhitung untung rugi matematis secara duniawi...

Tapi niat saya sesungguhnya adalah saya ingin berbagi, dengan memberikan "KAIL" kepada mereka yang mendapat doorprize tersebut. Karena dengan "KAIL" Chip JPP tersebut, mereka bisa mencari "IKAN"nya sendiri. Mereka bisa memanfaatkan Chip JPP tersebut untuk bertransaksi isi ulang pulsa elektrik dengan harga grosir, yang bisa di jual/di resellerkan kepada orang2 disekitarnya yang akhirnya akan mereka dapatkan "IKAN" yang dimaksud tersebut.

Dan ternyata memang sungguh luar biasa......

Ada beberapa mahasiswa yang saat itu (sebelum acara dimulai) memang memiliki niat ingin berbisnis pulsa elektrik, namun belum tahu link/cara untuk memulainya. Yach, akhirnya menjadi 'jodoh'-lah.... Sungguh sebuah skenario Tuhan yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan.

Bahkan dengan saya berbagi tersebut, sungguh di luar dugaan, Chip JPP yang biasa saya jual komersial di rumah justru ikut-ikutan laku. Orang yang bergabung itupun saya juga tidak kenal sebelumnya. Apa gak bikin speechless?

Belum selesai disitu kawan....

Baru kemaren saya posting ke milis, bagi-bagi chip lagi 28 pcs. Ide ini terlintas begitu saja, sebagai ungkapan syukur atas Milad saya yang ke-28 pada tanggal 30 Maret kemaren, saya berbagi kebahagiaan dengan membagi 28 pcs Chip JPP (sesuai dengan usia saya sekarang)...

Posting itu saya masukkan ke beberapa milis... Dan Alhamdulillah... Responnya sungguh luar biasa, dan diluar dugaan saya semuanya.....

Apa saya merasa berkurang dengan saya berbagi? Ternyata tidak..!! Justru saya semakin bertambah...!

Secara matematis, justru jumlah reseller saya bertambah sebanyak 50+28 orang.. 78 orang..!!

Hanya itukah? Belum tentu..! Pak Jusef J Hilmi saat di Solo ketika memberikan pencerahan kepada teman2 TDA Joglo mengatakan, bahwa setiap orang melingkari atau berhubungan dengan minimal 200 orang disekitarnya... Hal ini hampir sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Roger Konopasek dalam bukunya "Make Million Marketing", yaitu setiap orang berhubungan atau memiliki relasi ke-250 orang disekitarnya..

Cara sederhana untuk membuktikan hal ini adalah....

Silakan ambil HP anda sekarang juga. Coba lihat pada menu "PHONEBOOK" anda. Hitung satu persatu. Pasti akan ada banyak link dan relasi anda disana... Hehehe.....

Nah satu orang akan bisa mereferensikan ke 200-250 orang lainnya, itu berita baiknya.. Dan memang berkali2 terbukti, para reseller saya di rumah tahu mengenai saya dan JPP itu adalah hasil referensi temannya yang lainnya..!!!

Sungguh dahsyat bukan..???

Dari hasil saya bagi2 doorprize di GTC Polines Semarang kemaren bahkan jika sekarang saya hitung secara matematis,bukannya minus tapi justru malah plus.. Dan itu semua diluar itung2an diatas kertas yang saya rencanakan....

Nah...

Kurang apalagi? Memang benar, "Berbagi itu Indah......."

Salam,
HATTA N ADHY PK, ST