18 Februari 2008

Hehehe....

Laporan pandangan mata untuk hari ini ada perkembangan yang menarik di TDA Joglo. Tadi malam, berlangsung pertemuan di rumah Pak Presiden SBT, di istana kepresidenan TDA Joglo, di pringwulung, nologaten Jogja. Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Pak Presiden SBT ini diikuti oleh jajaran kabinetnya. Guk Seta, Mas Ichsan, Thom Genthong, Mas Heri (jauh2 pulang dari Nippon United), Bunda Tari, Mas Ono Karsono (jauh2 dari Gombong), Mas Pipit, Bu Tika (sahabatnya Bunda Tari), Mbak Widya, Mbak Evi Kusuma, serta daku (hahaha...genthong bgt yaa...)
Dari pertemuan malam tadi dirumah Presiden SBT, dengan diiringi hujan deras serta gelapnya malam (halahhh.... kon rak gelap ki piye, lha wong lampu mati segala) akhirnya langsung dengan cepat terbentuk master mind grup 3 jogjakarta.
Grup ini akan terdiri dari anggota yang kesemuanya cewek..!! Salut bgt kan?? Karena kesemuanya terdiri dari cewek2 jagoan di TDA Joglo, gak mau kalah sama Solo United. Iseng2 ah, dinamain aja Srikandi United yuukk??? Hehehe....
Srikandi United ini berkomposisikan pemain sebagai berikut :
1. Bunda Tari (kapten tim)
2. Mbak Widya
3. Mbak Evi Kusuma
4. Mbak Annisa Nur R
5. Mbak Dhina Petrys
6. Mbak Tika
Dan hebatnya lagi neh, langsung disepakati bahwa pertandingan pertama (halahhh...bal2an bgt), pertemuan pertama Master Mind Grup 3 Jogja ini akan diselenggarakan besok Minggu, 24 Februari 2008 bertempat di kediaman Mbak Evi Kusuma Jam 09.00 WIB (kalo gak salah lho yaa)
Sebenernya sih tadi daku berharap Ibu Presiden SBT berkenan hadir dipertemuan MM3 tersebut, namun karena satu dan lain hal, Ibu Presiden SBT berhalangan hadir.
Semoga ini menjadi awal yang baik buat kelanjutan dan kebersamaan teman2 di grup MM 3 Jogja.
Ayooo... Solo-2 mana neh??? Jogja dah hampir masuk grup ke 4 lhoo....
Hidup Srikandi United..!!
Salam,
HATTA
=====
JPP: Ngisi pulsa sendiri dari HP sendiri dengan HARGA GROSIR SETIAP HARI.
Tidak grosir uang kembali..!
SMS: 0899.509.2928

17 Februari 2008

Jumpa Fans Pak Hantiar dan Acara YKPN

Hari Jumat 15/2 kebetulan sedang ada waktu di Jogja setelah semalamnya mengikuti acara jumpa darat (eh jumpa fans) dengan 'artis' temen TDA dari Jakarta yang bernama Mr.Hantiar (Abdul Rahman Hantiar).

Cukup banyak juga pengalaman yang dibagi2 oleh Bapak kita yang satu ini kepada teman2 yang hadir dirumah Pak Bams malam itu.

Kisah perjalanannya memulai usahanya, bagaimana ia memulai dan berkenalan serta akhirnya bersama2 teman2 yg lain mendirikan TDA, bagaimana bisa mengikuti pameran lokal dengan biaya seminimal mungkin, bagaimana bisa memperoleh kesempatan mengikuti pameran diluar negeri dengan biaya yang nyaris nol, serta bagaimana strategi merubah apa yang menjadi kelemahan kita bisa berbalik menjadi kekuatan kita.

Ternyata kata kunci dari semuanya itu adalah satu : Networking..!!

Bahkan Pak Hantiar ini seringkali berjualan hanya dengan bermodalkan barang2 sampel/contoh, yang kadang2 ia dapatkan dengan gratis dari si pemilik barang yang akan dipasarkan. Atau juga bahkan hanya cukup dengan berjualan foto barang/katalog produk..

Ckkk....ckkk......cckkkk.....

Terakhir kali, beliau ini bisa menjual produk senilai kurang lebih hampir 9 juta-an, dan pengen tahu gak apa yang dijualnya dengan harga segitu itu? Ternyata hanya menjual baju/produk fashion dengan jumlah dibawah 5 pcs..!!!!

Banyak hal yang bisa diperoleh dari kisah sharingnya beliau dimalam itu.

Setelah itu datanglah adik kandung beliau ini yang sekarang sedang menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi swasta di kota jogja ini. Hehehe....Kakak beradik yang style-nya menurut saya berbeda jauh..

Oya, adik beliau ini bernama Iksan (hehehe, bukan Ichsan Santoso yg ownernya manfaat fashion.com lho yaa). Mas Iksan ini kebetulan menjadi panitia di acara seminar bisnis islami yang diselenggarakan oleh gabungan 4 PTS dijogja.

Empat PTS tersebut yaitu UPN, STIE YKPN, UII, dan SBI. Dan kebetulan, temen2 TDA Joglo dipercaya untuk menjadi salah satu pengisi acara dalam kegiatan tersebut. Malam itu juga, kita ditunjukkan pamflet yang akan mulai dipasang/dipublikasikan ke berbagai kampus di jogja.

Kebetulan lagi, saat hari Sabtu sedang mampir untuk sholat dzuhur di masjid UGM, ternyata pamflet dari temen2 yang semalem sudah kita lihat di rumah Pak Bams itu sudah tertempel dengan rapi di papan pengumuman masjid UGM...

Puffhhh.....Patut diacungi jempol buat kerja keras panitia untuk mempublikasikan acara yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 besok itu. Semoga acara besok bisa berjalan lancar sesuai dengan rencana, Amien...

Salam,

HATTA

07 Februari 2008

Financial Engineering

Financial Engineering...

Saya inget banget judul sebuah artikel ini di sebuah portal, namun kebetulan saya lupa waktu itu membacanya di portal apa. Dimana tulisan di artikel tersebut menurut saya sungguh cukup memberikan inspirasi dalam hal mengelola sebuah keuangan. Dan disisi lain ternyata kecerdasan finansial itu bisa dimiliki dan dimulai oleh siapa saja, tanpa memandang status...

Termasuk dalam cerita di artikel tersebut. Disana disebutkan kisah seorang tukang ojek langganan yang memiliki tingkat kecerdasan finansial yang sungguh luar biasa.

Kok bisa dikatakan luar biasa...?

Sebut aja tukang ojek langganan itu dengan nama Pak Reynaldi. Nah, Pak Reynaldi ini tidak pernah sama sekali mengenal teori2 ekonomi, baca2 buku entrepreneurship, ikutan milist2 usaha, serta kenal kecerdasan finansial ala Robert Kiyosaki. Pokoknya jauh banget dari itu semua. Namun apa yang dilakukannya justru menerapkan dari apa yang ada dalam teori2 itu....

Apa yang dilakukannya.....???

Dengan modal duit 500ribu, Pak Reynaldi ini mengambil kredit kendaraan bermotor model baru, dimana masa kreditnya berkisar antara 3-4 tahun, dan cicilan sebulannya maksimal 500ribu. Dari sini jelas, Pak Reynaldi memiliki tanggungan bayar cicilan sebesar (anggap aja) 500ribu per bulan.

Setelah satu bulan, motor yang dikredit oleh Pak Reynaldi tersebut 'digadaikan' kepada seseorang, dengan besarnya uang gadai adalah sebesar 3 juta rupiah.

Sekilas mungkin terlihat konyol, baru sebulan ambil leasing kok digadaikan..

Mau tahu apa yang dilakukan oleh Pak Reynaldi selanjutnya?

Dengan uang hasil 'gadaian' sebesar 3 juta tersebut, yang sebesar 1 juta digunakan untuk mengambil kredit motor lagi. dengan jumlah uang muka yang sama, maka bisa digunakan untuk DP atau uang muka 2 unit sepeda motor baru. Sama seperti kredit motor yang pertama, cicilan perbulan per motornya juga berkisar 500ribu rupiah.

Uang 3 juta, setelah digunakan untuk uang muka kredit motor sebesar 1 juta, masih tersisa sebanyak 2 juta. Oleh Pak Reynaldi, uang 2 juta ini digunakan sebagai modal usaha untuk membuka warung makan.

Lalu gimana caranya Pak Reynaldi ini menghasilkan cashflow untuk membayar cicilannya untuk semua kredit motornya (3 motor)?

Pertama,

Dengan dua motor baru tersebut, Pak Reynaldi mengajak 2 orang saudara yang masih menganggur untuk menggunakan motornya tersebut untuk mencari nafkah. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakannya untuk narik ojek. Dengan ketentuan, setiap hari harus berbagi hasil setoran (diluar biaya bahan bakar) senilai antara 15-20 ribu per hari...

Contoh mudahnya seperti ini. Jika dalam sehari ojeknya itu dari satu motor menghasilkan pemasukan 75ribu. Digunakan untuk bahan bakar/bensin sebesar 15ribu, masih sisa 60ribu. Nah, setoran untuk cicilan ke Pak Reynaldi sebesar 20ribu. Maka si pengojek masih dapat penghasilan sebesar 40ribu.

Dari langkah pertama ini, secara kasat mata, akan ada pemasukan rata2 sebesar 20ribu x 2 motor x 30 hari =1,2 juta...

Kedua,

Dari warung makannya yang bermodal 2juta itu sama juga. Pak Reynaldi menyisihkan setiap hari antara15 hingga 20 ribu untuk cicilan motornya. Melihat lokasi usahanya yang dekat dengan pangkalan ojek, cukup memungkinkan untuk hal itu. Jika per hari 20 ribu, maka dalam 30 hari akan mendapatkan 600 ribu rupiah yang disisihkan untuk cicilan motor.

Alhasil, masalah cicilan motor per bulannya Pak Reynaldi tidak kepikiran lagi. Hasil sewa motor untuk ojek dan hasil warung makannya, secara total bisa menghasilkan 1,8 juta. Sedangkan cicilan motor (3 motor) per bulannya ia hanya membutuhkan sebesar 1,5juta.

Dari situ kita bisa belajar dari Pak Reynaldi. Dari seorang yang sederhana seperti itu, seorang tukang ojek, bisa memiliki kecerdasan finansial yang sungguh luar biasa. Kendala modal yang seringkali menghambat seseorang untuk memulai sebuah usaha ternyata tidak berlaku bagi beliau.

Dengan modal awal 500ribu, akhirnya bisa beranak menjadi 2 motor operasional dan sebuah warung makan.

Ada sisi lain yang cukup menyentuh kita. Dari hal sederhana tersebut, Pak Reynaldi minimal bisa mengentaskan membuat orang menjadi memiliki penghasilan. Dua orang tukang ojek, serta karyawan yang membantunya di warung makan.

Semoga kita bisa belajar dari seorang Pak Reynaldi ini.

Salam,
HATTA
Http://thehattainstitute.com
=====
JPP: Ngisi pulsa sendiri dari HP sendiri dengan HARGA GROSIR SETIAP HARI.
Tidak grosir uang kembali..!
SMS: 0899.509.2928

05 Februari 2008

Etos Pengusaha Muda

Oleh: Christovita WilotoCEO & Managing Partner Wiloto Corp. Asia PacificIndonesia

William Henry Gates III, nama itu mungkin agak asing bagi kita. Tapi coba sebut, Bill Gates, Anda pasti maklum. Dia lah pendiri Microsoft (bersama Paul Allen), dan kini tercatat sebagai orang paling kaya di dunia versi Majalah Forbes. Tahun lalu, majalah itu menyebut kekayaan Bill Gates mencapai US$46,5 triliun! Itu, sudah terpangkas separuh dari total asetnya pada 1999, yang mencapai US$90 triliun. Di bawah kendali Gates, Microsoft tumbuh sebagai raksasa software dunia. Mempekerjakan tak kurang dari 55.000 karyawan di 85 negara, pada semester I 2004, Microsoft mampu menuai pendapatan hampir US$37 miliar.

Gates juga terus memperbarui teknologi Microsoft, agar semakin efektif dan ramah bagi setiap pengguna komputer.Lahir di Seattle, pada 28 Oktober 1955, Gates sudah terpikat pada bidang peranti lunak pada usia yang sangat muda. Dia bahkan mulai membuat program komputer saat usianya belum genap 14 tahun, dan menciptakan bahasa BASIC pada 1973, ketika masih kuliah di Harvard University.

Lalu, sebut pula nama Steven Paul Jobs. Jobs juga tercatat sebagai pemain utama di industri komputer. Bersama karibnya, Steve Wozniak, Jobs dikenal sebagai pendiri Apple Computer Co. Jobs membidani kelahiran Apple dari garasi rumahnya yang sederhana, dan resmi mengibarkan bendera Apple pada 1976.

Belakangan, sekitar 1986, Jobs-yang sangat dikagumi karena keahliannya meyakinkan orang dan kemampuannya sebagai salesman unggul-merambah industri animasi. Bersama Edwin Catmull, dia mendirikan Pixar, sebuah studio animasi komputer di Emeryville, California. Karena kepemimpinannya di Pixar, dan kemapanannya di Apple, Jobs dinilai banyak pengamat industri hiburan, sebagai salah satu calon pengganti Michael Eisner, pemimpin Walt Disney Company, yang mendistribusikan dan mendanai film buatan Pixar.

Paradigma baru Kisah sukses Bill Gates dan Steve Jobs, barangkali telah menjadi klasik. Cerita mereka memulai usaha, kerap dijadikan contoh, betapa sebuah obsesi bisa membawa seseorang ke puncak ketenaran-baik karena kualitas karyanya maupun kekayaannya. Betapa sebuah ide orisinal yang mungkin awalnya tak diperhitungkan, ditambah dengan tekad yang membara, kelak terbukti mampu mengubah dunia.

Setelah era konglomerasi di Indonesia 'rontok', sebenarnya kini saatnya bagi para generasi muda untuk berani tampil menjadi para pengusaha muda yang tangguh. Indonesia membutuhkan banyak sekali para pengusaha muda dengan etos kerja yang positif, smart dan profesional. Dan ini merupakan hal yang mutlak!

Semangat dan etos seperti di ataslah yang seharusnya ditiru para pengusaha muda kita agar eksis di tengah persaingan global yang semakin ketat.Pengusaha muda kita perlu membekali diri dengan kreativitas dan tekad untuk selalu menciptakan nilai tambah dari produk atau usahanya. Sehingga, nilai tambah itu nantinya dapat memberi manfaat bagi industri yang digelutinya-menambah devisa negara, mendongkrak penerimaan pajak, menciptakan lapangan kerja baru dan memberi layanan publik secara optimal, juga mengibarkan Merah Putih di tengah dunia.

Pengusaha muda seperti itu di Indonesia, sebenarnya cukup banyak. Tapi mereka lebih kerap memilih "diam dalam bekerja"-bahkan, cenderung menjauhi publikasi. Orang kemudian, baru mengenal mereka dari karya-karya dan hasil kerjanya yang spektakuler.Sayangnya, di Indonesia, pengusaha yang kerap muncul, adalah mereka yang sejatinya adalah politikus. Atau pengusaha petualang.

Yang biasanya memanfaatkan statusnya sebagai pengusaha untuk meraih karier politik. Misalnya, menggalang dana masyarakat sebanyak-banyaknya, baik dari pasar modal atau pinjaman bank, lalu mencoba menelikung hukum untuk mengemplang kewajibannya. Stop praktik seperti itu! Dan mulai dengan hal-hal yang profesional dan etis!Coba kita bayangkan jika para eksekutif muda di berbagai lini korporasi di Indonesia berani mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha muda.

Pasti ekonomi Indonesia akan semakin semarak dengan berbagai bisnis yang bergairah, juga dengan penemuan-penemuan yang luar biasa! Coba juga kita bayangkan jika setiap setiap mahasiswa, membuat inkubator bisnis di masa akhir kuliahnya. Pasti Apple-apple baru akan bermunculan di Indonesia.

Mengapa tidak dari sekarang mengubah paradigma? Menjadi pengusaha muda yang profesional?

Sumber :http://indonesia-young-entrepreneurs.blogspot.com/

Salam,
HATTA
Http://thehattainstitute.blogspot.com
=====
JPP: Ngisi pulsa sendiri dari HP sendiri dengan HARGA GROSIR SETIAP HARI.
Tidak grosir uang kembali..!
SMS: 0899.509.2928

Tantangan Pengusaha Muda: Kecil-kecil Jadi Bos

Tantangan Pengusaha Muda: Kecil-kecil Jadi Bos

Warta Ekonomi

Ambisi yang meletup-letup, emosi, masalah SDM, dan miskin pengalaman, mewarnai bisnis para pengusaha muda. Perjalanan waktu akhirnya membuat mereka dewasa.Orang muda kadang membuka usaha baru dengan ambisi yang meletup-letup. "Saat mendirikan perusahaan pertama, kepala saya penuh target. Pokoknya dream must come true," aku Naomi Susan, direktur PT Natural Semesta. Saat itu, kata "pokoknya" menjadi mantra sakti. Pokoknya harus berhasil.Pokoknya harus deal. Pokoknya harus untung. Namun, ternyata tak semuanya berjalan mulus.

Beberapa perusahaan Naomi, seperti klikduit.com, harus kandas. Ia pun terjungkal beberapa kali saat berbisnis properti. Kala gagal untuk pertama kalinya, Naomi merasa dunianya runtuh. "Saya bete banget.Malu, sedih, mengutuk diri sendiri," kenangnya. Meski banyak pengusaha muda yang tak mampu bertahan, Rhenald Kasali, ketua program Ilmu Manajemen, Pasca Sarjana Universitas Indonesia, tetap salut.

Baginya, ada keberanian untuk memulai langkah pertama itu sudah bagus. Tinggal bagaimana mereka mengelola diri dan perusahaannya. Rhenald tak menampik bahwa dalam mengelola usahanya, sebagian pengusaha muda masih diliputi emosi. Menurut dia, tantangan manajerial di perusahaan sedikit banyak dipengaruhi kematangan emosi pemimpinnya. Emosi itu timbul karena ada keinginan untuk membuktikan kemampuan diri.

Eko Hendro Purnomo, dirut PT E Titik Tiga Komando, mengakui kebenaran analisis itu. Saat mulai berbisnis, emosinya lebih menonjol ketimbang aspek manajerial. "Kalau melihat orang yang kerjanya nggak bagus, saya langsung bilang, lu besok keluar aja. Sementara kalau terkesan dengan pekerjaan seseorang, saya bisa saja bilang, besok lu naik pangkat ya," ungkap Eko.Waktu itu ia belum peduli hak dan kewajiban karyawan yang diberhentikan atau dipromosikan.

Beruntung Eko menyadari kekeliruannya. Kini pada tiga perusahaannya ada divisi SDM. "Biar mereka yang mengatur jenjang karier dan masalah penggajian," katanya, sambil tersenyum. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan soal manajemen dari membaca, bergaul, dan bertukar pikiran dengan banyak orang, tak terkecuali para pakar, di samping belajar dari pengalaman.

Jangan Berdasar TrenSaat booming bisnis low cost carrier, PT Adam Sky Connection Airlines (Adam Air) ikut masuk. Kapten perusahaan ini, Adam Adhitya Suherman, 23 tahun, tak memilih warna dominan biru atau putih, tetapi justru oranye dan hijau muda. "Kesannya fresh dan ceria," tutur Adam.Ia tak takut pilihan warnanya bisa "menggerogoti" wibawa sebuah maskapai penerbangan.

Adam percaya bahwa keberhasilan perusahaan lebih banyak dipengaruhi oleh kuatnya budaya kerja. "Itu sebabnya saya pilih orang-orang terbaik dan punya tim business development yang solid," ujarnya.Tim yang anggotanya 10 orang itu melakukan riset dan studi kelayakan, terutama berkaitan dengan pembukaan rute-rute potensial, menerapkan tradisi on time performance, dan memilih tipe pesawat.

Lain lagi cerita Estelita Hidayat, yang mencoba peruntungan di bidang konsultan bisnis dengan membawa bendera PT BIDS Global Consultant. Ia mengaku, beberapa klien membutuhkan waktu sebelum berkonsultasi dengan perusahaannya. "Bagi orang Indonesia, konsultan itu identik dengan lelaki tua dan botak," ucap perempuan muda berambut panjang ini. Banyak orang Indonesia belum terbiasa melakukan deal bisnis dengan anak muda.

Konsultan usia muda, tambah dia, dinilai belum berpengalaman.Sementara itu, Eko merasakan bahwa masalah SDM dengan segala kreativitasnya masih menjadi kendala bagi bisnisnya . "Di bisnis PH, orangnya itu-itu saja," keluhnya. Ia melihat persaingan di bisnis PH (production house) makin sengit. Banyak pemain baru, tetapi pasokan SDM-nya masih minim. "Banyak yang muncul, banyak juga yang hancur," ujar Eko, yang merintis bisnis PH empat tahun silam.Mereka yang hancur, kata Eko, adalah yang gagal mengelola SDM, manajemen, kreativitas, dan memelihara karyawannya. Akibatnya, perpindahan orang-orang kreatif dari satu PH ke PH lain kerap terjadi.

Di sini, jurus sukses Eko dalam mempertahankan karyawan adalah dengan "memanusiakan" mereka. Slogan "minimal senyum, maksimal ketawa" menjadi andalan Eko untuk mendiferensiasi PH miliknya."Saya selalu berusaha agar program kami minimal bisa membuat orang tersenyum, syukur-syukur ketawa," kata Eko.

Kini perusahaannya memiliki dua program andalan: Peri Gosip dan Gosip Apa Gosip. Sebentar lagi ia akan memunculkan reality show baru, Uang Greget dan Turis Dadakan.Saran Rhenald, pengusaha muda sebaiknya tak memilih bisnis yang daur hidupnya pendek. Jangan berbisnis yang berbasis tren, seperti bisnis dotcom atau kafe. "Di Kemang, berapa sih yang untung? Kadang cuma laku tiga meja. Apa cukup buat menggaji karyawan?" kritik Rhenald. Ia menilai, pengusaha yang hanya ikut-ikutan tanpa bekal pengalaman dan pengetahuan di suatu bidang, sama dengan menggantang api.

Teddy Khairuddin, presdir PT Sealand Logistic, setuju dengan Rhenald. "Untuk jadi pengusaha, minimal harus menguasai 80% bidang yang akan digelutinya," kata Teddy. Lalu, apa yang harus dilakukan? "Berani mengambil risiko," tegas Rhenald. Kalau sekiranya bisnis itu tak bisa dipertahankan, cepat keluar. Jangan hanya karena emosi untuk membuktikan kehebatan, lalu melalaikan perhitungan bisnis.Naomi, yang sudah menelan pahit getirnya dunia bisnis selama delapan tahun, merasakan bahwa kini ia tambah dewasa. Apabila ada bisnis barunya yang tidak berjalan sesuai rencana, ia tak segan-segan menutupnya dan tidak lagi menyalahkan diri sendiri. "Bisa saja pilihan lokasinya salah, sistemnya kurang bagus, atau saya tidak ahli di bidang itu," katanya.Kalau gagal, itulah bisnis. Bisa untung, bisa buntung.

Sumber :http://indonesia-young-entrepreneurs.blogspot.com/

Salam,
HATTA
Http://thehattainstitute.blogspot.com
=====
JPP: Ngisi pulsa sendiri dari HP sendiri dengan HARGA GROSIR SETIAP HARI.
Tidak grosir uang kembali..!
SMS: 0899.509.2928

Pengusaha Muda dan Bunga

Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkatkantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti sebagai ganti sarapanpagi. Pikirnya, "nanti roti ini dimakan di kantor saja".

Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar harga bunga dengan pelayan toko tersebut.

"Mbak, harga bunga ini berapa?" tanyanya kepada pelayantoko. "Lima puluh ribu rupiah", jawab sang pelayan. Kemudian iamemilih bunga yang lain dan bertanya kembali, "Kalau bunga yang ini berapa?" . "Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!"jawab sang pelayan. "Kalau yang ini berapa?" tanyanya sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus lagi. "Ini harganya dua ratusl ima puluh ribu, nak!" jawab sang pelayan.

Anak ini terlihat bingung karena harga bunganya bertambah tinggi, sementara ia tidak menyadari bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus. Dengan sedih ia bertanya, "Adakah bunga yang harganya lima ribu?".

Anak ini ternyata hanya memiliki uang limaribu rupiah walau keinginannya untuk mendapatkan bunga itu sangat besar. Belum sempat pelayan toko itu menjawab, pengusaha muda ini segera bertanya kepada sang anak, "Nak, kamu mau beli bunga buat siapa?" Kemudian anak ini menjawab, "Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini mama ulang tahun!" Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata, "Wah... mati aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang tahun. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahunkepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!"

Segera ia berkata kepada pelayan toko, "Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli dua ikat. Satunya buat anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke alamat rumah saya," katanya sambil memberikan kartu namanya.Kemudian pengusaha muda itu memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima kasih sudah mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang tahun.

Anak itu kemudian pergi. Pengusaha ini segera bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika ia sedang mengendarai mobil, ia melewati anakkecil tadi sedang berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ias atu jurusan dengannya. Anak kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sampai di suatu tempat yang agak sepi anak ini minta turun.

Pengusaha muda tersebut heran melihat anak kecil inimasuk melewati sebuah lorong kecil. Karena penasaran, ia mengikutisang anak dari belakang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat anak kecil ini menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah kuning yang masih basah.
Kemudian ia bertanya, "Nak, ini kuburan siapa?" Anak kecil menjawab, "Oom, hari ini mama ulang tahun. Tetapi sayang, mama baru saja meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya datang ke tempat ini untuk membawakan mama bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun." Pengusaha muda begitu tersentak dengan perkataan anak ini.

"Apakah isteriku masih hidup saat ini?" tanyanya dalam hati. Segeralah ia berlari masuk ke mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan menuju ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia berkata kepada pelayan toko, "Mana bunga yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar saya saja yang langsung memberikannya ke tangan isteri saya."

Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut dan menyetir pulang. Sampai di rumah, ia segera berlari mendapatkan isterinya. "Puji Tuhan! Isteriku masih hidup!"Sambil memberikan bunga ia berkata, "Isteriku, selamat ulang tahun".

Kemudian ia mencium dan memeluk isterinya kuat-kuat sambil mengucap syukur kepada Tuhan.

Sumber: cbni-Kendrick-from CMN camp

Salam,
HATTA
Http://thehattainstitute.blogspot.com
=====
JPP: Ngisi pulsa sendiri dari HP sendiri dengan HARGA GROSIR SETIAP HARI.
Tidak grosir uang kembali..!
SMS: 0899.509.2928