31 Januari 2008

Beberapa Artis Merilis Lagu Baru

Berikut ini adalah daftar lagu para artis lokal dan interlokal yang rencananya dirilis awal bulan depan. Silakan dicatat, dan dicari di toko kaset terdekat.
* Bed of roses (Bon Jovi) : Trebela
* Self control (Laura Branigan) : Poso
* Jump (Van Halen) : Njondhil (album 'Kaget')
* Almost unreal (Roxette) : Ora Umum
* Black magic woman (Santana) : Mak Lampir
* So young (The Corrs) : Isih ABG
* Forever young (Alphaville) : Awet Nom
* My heart will go on (Celine Dion) : Loro Hepatitis
* If (Bread) : Yen
* Zombie (Cranberries) : Gendruwo
* Boulevard (Dan Byrd) : Dalan Gedhe
* Emotion (Destiny's Child) : Muntab
* If we hold on together (Diana Ross) : Yen Gegandengan Tangan
* It's you (Dionne W & Stevie W) : Jebul Sliramu
* Big big world (Emilia) : Donyane Gedhe Banget
* Careless whisper (George Michael) : Seneng Rasan2
* I don't have the heart (James Ingram) : Rempela Thok
* Just once (James Ingram) : Sepisan Wae
* Beautiful girl (Jose Mari Chan) : Cah Ayu
* To all the girls I loved before (Julio Iglesias) : Kanggo Randha-Randhaku
* Pretty boy (M2M) : Banci
* Smile again (Manhatan Transfer) : Ayo Ngguyu (Waljinah)
* I'll be here waiting for you (Richard Marx) : Tak Cegat Neng Kene
* 2 Become 1 (Spice Girls) : Ilang Siji
* Just the way you are (Billy Joel) : Sak karepmu
* Smoke gets in your eyes (jazz) : Keculek Rokok
* Long train running (Doobie W) : Kepancal Sepur
* All blues (George Benson) : Kelunturan (Biru Kabeh)
* O Danny boy (tradisional Irlandia) : O, Jebul Anake Dani!
* Another clown (Leon) : Koyo Badut
Yahhh.......namanya juga jas por laf...

30 Januari 2008

Kaya Itu Akibat

KAYA ITU AKIBAT

Mengalir saja! Demikian kesimpulan rahasia sukses seorang Bob Sadino saat diwawancarai oleh majalah WK-nya Pak Isdiyanto. Majalah lama, karena terbit Mei 2007, tapi sangat baru bagi saya yang awam dengan pembelajaran bisnis. Karena isinya tidak kadaluarsa maka saya ucapkan terima kasih buaaanyak kepada Pak Is atas majalah gratisnya yang saya peroleh dalam Milad ke-2 TDA yang baru lalu.Bagi yang sudah sering mendengar pernyataan-pernyataan beliau, mungkin hal ini bukan hal yang aneh. Aneh sih.... tapi biasa saja kalau yang ngomong Om Bob.

Emang begitulah Om Bob. Ceplas-ceplos dan keluar dari pakem akademis teori kewirausahaan. Ini juga kebaruan yang saya temukan dari majalan lama ini. Ini bagi saya suatu pencerahan dari sisi lain yang indah untuk dicermati.Lakukan saja, ikuti perencanaan Tuhan! Itu kesimpulan berikutnya. Allah yang Maha Merencanakan, kita tinggal bekerja saja. Tidak ada tujuan. Kesuksesan bukan tujuan, kekayaan bukan tujuan. Kesuksesan dan kekayaan hanya akibat dari bekerja.Wow, indah sekali. Just do it. Setelah pasrah maka bekerjalah. Apapun hasilnya ikhlaskan. Saya berguman dalam hati mungkin ini salah satu makna dari firman Allah dalam Surat At Taubah : 105. "Beramallah, nanti Allah, Rasulnya dan orang-orang yang beriman akan melihatnya."

Wallahu'alam. Karena tidak ada tujuan maka otomatis tidak ada perencanaan untuk mencapai tujuan itu. Saya senang melakukannya. Demikian kata Om Bob menirukan ucapan anaknya yang jauh-jauh sekolah di Swiss ternyata akhirnya hanya jual pecel lele di pinggir jalan.Lalu apakah pake intuisi sehingga tanpa perencanaan dan tujuan bisa mencapai sukses demikian? Tanya wartawan.

Maka sekali lagi Om Bob mengatakan bahwa wartawan otaknya telah diracuni teori kewirausahaan yang menurut beliau isinya hanya sampah saja. Om Bob menganggap pertanyaan itu tidak muncul dari diri wartawan murni tapi dari otak yang sudah menelan sampah berbagai informasi teori kewirausahaan.Kalau Tuhan memberi intuisi yang hebat untuk seorang Bob Sadino, sementara tidak memberikan intuisi itu kepada yang lain, maka betapa tidak adilnya Tuhan.

Demikian kata Om Bob. Bahwa apa yang dilakukannya dan mengakibatkan kesuksesan bisa jadi adalah langkah ke seribu dari 999 langkah gagal sebelumnya yang telah ditempuh oleh beliau. Jadi bukan intuisi yang tiba-tiba muncul. Thomas Alfa Edison juga demikian. Bola lampu bukan hasil kehebatan intuisinya tapi hasil percobaannya yang ke 1000 setelah 999 kali gagal. Kolonel Sanders membuka KFC bukan karena naluri bisnisnya yang hebat, tapi hasil perjalanan gagalnya menawarkan resepnya kemana-mana dan selalu ditolak. Maka dia membuka warung sendiri. Jadi bukan intuisi tapi hasil dari pantang menyerah dan tahan banting.Jadi... untuk menjadi wirausahawan tidak ada pembelajarannya yang njelimet dan baku. Nanti bikin bingung dan kapan mau mulai. Lakukan saja. Bebas saja lakukan. Lalu evaluasi hasilnya. Hasil yang hebat hanya akibat dari keuletannya sendiri.

Ketika menjual lima kilogram telor bersama istri, Bob Sadino tidak pernah bermimpi bakal bisa naik mobil jaguar atau punya rumah mewah dari hasil jualan telur yang marjinnya Cuma Rp 150,- per hari itu. Mengalir saja. Kalau ada kegagalan, kekecewaan dan sejenisnya rangkullah, belailah karena itu adalah bagian dari kesuksesan itu sendiri.Tidak ada pembelajaran dalam kewirausahaan. Yang ada hanyalah melangkah, melangkah dan melangkah. Untuk bisa melangkah itu kita perlu membebaskan dari rasa takut, jangan punya keinginan macam-macam, dan bebaskan dari belenggu pikiran sendiri.Bingung?

Tidak perlu bingung, karena Om Bob tidak memaksakan kita untuk mengikuti jalan pikirannya yang sering dianggap gila oleh banyak orang. Ini hanya sharing beliau “karena ditanya oleh wartawan- bagaimana dia bisa menjadi Bob Sadino seperti sekarang ini. Kalau mau jadi duplikasi Bob Sadino silakan ditiru. Kalau mau jadi diri sendiri ya silakan pake cara lain.

Peace, …..

Sumber: Dari sini

29 Januari 2008

Jalan Menuju Sukses

Jalan menuju sukses

Pertanyan yang mudah, apa sih yang dapat menunjang atau menghambat karir ?
Jawabannya?? ? Susah!!!

Bukan karena tidak ada jawabannya, justru sebaliknya, jawabannya terlalu banyaaaakkkkkkk
Coba kita lihat disekeliling kita,kawan, tetangga dan orang orang terdekat kita,tentang Budi yang dulu bekerja sebagai mandor Pabrik eh sekarang punya perusahaan sendiri. Rudi yang dulu dipecat oleh atasannya. Sekarang malah menjadi mitra perusahan yang memecatnya. Tentang Narno yang dulu jualan bakso gerobak dorong. Sekarang, sudah mampu naik mobil mewah.

Mengapa mereka lebih berhasil dari yang lain ? Mereka tidak berpendidikan tinggi. Lalu apa rahasianya ? Sederhana kok , mereka tidak hanya punya ide, mimpi maupun rencana rencana tapi yang terpenting adalah mereka mau bekerja keras mengejar impiannya

Gagasan (inspirasi) hanya menyumbang 1%; yang 99% adalah
perspirasi atau kerja keras untuk mewujudkan (Thomas Alva Edison)

Apa sih sukses itu ?

Yang bagaimana? Apa criteria yang digunakan?
Sukses dalam hal kekayan? Pangkat? Derajat? Ibadah? Berkeluarga? Kegiatan sosial? Dlsb, dlsb. Sukses sangat subjectif dan masing2 orang punya definisi sendiri2. Sukses di karir hanya
secuil dari sukses2 yang lain. Ada yang sukses di karir tetapi rumah tangganya ber-goyang2 terus. Ada yang sukses segi materi tetapi, misalnya kehidupan sosialnya tidak sukses. Dst. Dst.

Lalu apa kunci sukses ?

ACTION ACTION ACTION
Jangan hanya bisa menjadi NATO, yang hanya akan bisa sesumbar. Juga jangan hanya mampu menjadi NAPO No Action Plan Only…Sebagus apapun rencana yang kita buat, tanpa adanya tindak lanjut hanya akan menjadi tumpukan kertas tak bararti. Apalagi menjadi NADO No Action Dream Only…yang hanya akan membawa kita menjadi si penghayal dan si pemimpi. Yang hanya mampu berangan angan kalau sukses akan datang dengan sendirinya,

Pertanyan berikut, apa kriteria sukses ?

Sukses dalam materi gampang diukur. Jika kawan2 sebaya kekayannya 6 M dan 9 M, maka ia bisa dibilang lebih sukses dari yang lain. Jika ia sales manager, prestasinya jual mobil misalnya 12, lainnya 8, yah bolehlah kita bilang ia relatif sukses Wiraswasta juga mudah diukur. Cukup dengan dua kata.. “Untung berapa?”.

Yang jadi top eksekutif gampang dinilai. Misalnya berapa % penguasaan market share manajemen menengah sulit diukur. Apa lagi yang masih dipapan bawah. Tidak semuanya mudah diukur. Akirnya terpulang pada diri kita untuk menilai diri sendiri). Membuat standar sendiri, mengukur sendiri, Walaupun mungkin tidak gampang, upayakan selalu evaluasi diri secara terukur.

Paling gampang adalah membandingkan diri dengan prestasi rekan sebaya. Akan lebih bijak lagi, mengalahkan diri sendiri dimasa yll. Dulu cuma punya anak buah 2, sekarang sudah menjadi bapak buah dari 20 staff. Lumayan. Dulu rumah RSSSS, sekarang sudah bisa punya dikawasan elite. Dulu pacar/istri/ suaminya satu sekarang dah nambah jadi tiga haaaahhh.... .Bukaaaan, ..... :)

Hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik lagi.

Salam,
HATTA (dari tetangga sebelah)

Investasi di Property : Dolf De Roos

Pertanyaan pertama

Kalau anda punya uang 112 juta, lalu anda belikan saham, berapa nilai yg anda dapat? Tentunya senilai tepat 112 juta juga.Tapi kalau 112 juta anda belikan properti, anda bisa memperoleh properti seharga 465 juta dengan kredit 372 juta. (Dengan memperhitungkan DP 20% dan segala macam biaya, asuransi serta pajak).Apakah ada bank yg bersedia membiayai pembelian saham? Jawabannya jelas tidak. Sebaliknya, banyak bank yang ingin memberikan uangnya kepada kita melalui skema KPR.

Pertanyaan kedua

Berapa nilai saham saat membeli saham senilai 112 juta dengan menggunakan uang tunai 112 juta? Pada saat itu ya persis 112 juta juga. Dengan berjalan waktu bisa naik, tapi juga bisa turun.Pada saat anda membeli properti seharga 465 juta, dengan uang tunai hanya 112 juta dan kredit 372 juta, berapa nilai sebenarnya properti ini? Bisa saja 500 juta atau bahkan 600 juta. Banyak orang menjual dengan harga lebih rendah dari nilai pasar karena sedang butuh uang mendesak. Dan nilai properti jarang sekali turun.

Pertanyaan ketiga

Ketika anda membeli saham senilai 112 juta dengan harga beli 112 juta dengan uang cash 112 juta, apa yg bisa anda lakukan agar nilainya segera naik? Berdoa....Tapi ketika anda beli properti senilai 500 juta dengan harga beli 465 juta dan hanya dengan uang cash 112 juta, apa yg bisa anda lakukan agar nilainya segera naik? Buanyak...Anda bisa cat ulang agar lebih rapih, anda bisa beri fasilitas yg lebih menarik (AC, TV kabel, Internet) lalu anda sewakan dengan harga lebih tinggi, anda bisa buatkan garasi dll.Banyak pedagang properti membeli rumah yg kondisinya kumuh lalu hanya dengan melakukan sedikit perapihan dan pengecatan menjual kembali rumah tsb dg kenaikan harga 20%-40% pada tahun berikutnya setelah perhitungan NJOP naik.

Pertanyaan keempat

Setelah anda membeli saham senilai 112 juta dengan harga beli 112 juta dengan uang cash 112 juta dan kemudian ternyata nilainya sudah berlipat 2x menjadi 224 juta, apa yg anda lakukan utk menikmati hasilnya? Ya tentunya anda mesti jual sebagian atau seluruhnya.Sementara, jika anda beli properti senilai 500 juta dengan harga beli 465 juta dan hanya dengan uang cash 112 juta + kredit 372 juta dan kemudian nilainya berlipat 2 x menjadi 1 milyar, apa yg bisa anda lakukan utk menikmati hasilnya?Anda bisa refinancing alias ambil hutang KPR baru dg agunan properti tsb. Katakanlah anda hanya memperoleh 70% dari nilai properti, berarti 700 juta, dipotong biaya2 sekitar 50 juta, sisa 650 juta.Sekarang anda bisa lunasi hutang awal 372 juta, dan anda masih memiliki sisa uang cash 650-372 = 278 juta.

Berapa lama nilai properti bisa menjadi 2 x lipat? Tergantung upaya yg anda lakukan. Tapi katakan anda tidak melakukan apa2, pada kasus rumah kost yg akan saya jual, hanya dalam 3 tahun dari periode 2004 s/d 2007 nilai NJOP sudah naik lebih dari 2 x lipat.

Dan cerita pun berulang dari Pertanyaan Pertama lagi.

Dengan sisa uang cash 278 juta itu anda bisa beli properti lagi seharga sekitar 1,158 milyar. Dan seterusnya bisa anda bayangkan sendiri.... :)

Kalo programmer tinggal kasih coding begini aja :

asset = 112 juta

Do while asset <>

do pertanyaan pertama....

do pertanyaan kedua....

do pertanyaan ketiga....

do pertanyaan keempatenddhehehe....

Note : dikutip dan dimodifikasi dari 4 pertanyaan ajaib Dolf De Roos

Sumber : Dari sini

27 Januari 2008

Interpiu Golek Gawean

Interview Golek Gawean

Alkisah ing salah sawijining perusahaan gedhe ing kawasan Keprabon. Sakmarine tes akademik lan psikotest kang njlimet diadaake tes wawancara kanggo "Ora" nrima calon karyawan anyar, Yo wis akmestine yen salah sijining syarat kudu bisa basa EJD (Ejaan Jawa nDaksempurna).

Wawancara dimulai saka si A, Si B, Si C lan sakpiturute

G : Kowe nduwe omah opo ora.....

a : dereng....

G : Wah kowe ora iso ketompo nang kene

a : Lho kok ngaten........?

G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan.

a : Ah.. mboten kok, Sak janipun tiyang sepuh kuloniku sampun sugih.

G : Yo malah ora ketompo

a : Lho kok ngaten.....?

G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae.

G : Kowe nduwe motor opo ora....?

b : Mboten.

G : Ora ketompo

b : Lho kok mboten ketompo ?

G : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit.

b : Sak janipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki.

G : Wah malah ra ketompo....

b : lho kok ngoten

G : Tempat parkire wis ra cukup.

G : Kowé wis lulus sarjana tenan.....?

c : sampun pak....

G : Ora ketompo, kéné iki golék sing SMA aé, luwih manutan lan bén mbayaré murah

c : Sak janipun kulo tasih badhe skripsi

G : Malah ora ketompo.....

c : Lho kados pundi to....?

G : Mengko kow é kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo.

G : Kowé seneng guyon opo ora ?

d : Mboten pak, kulo serius n ék nyambut gawé.

G : Ra ketompo.....

d : waa......kok ngoten?

G : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress.

d : Sak jané nggih sekedhik sekedhik seneng guyon.

G : Malah ora ketompo.

d : Lho kok......

G : Engko kowé mung email emailan sing lucu.......

G : Kowé mau mréné numpak opo ?

e : Nitih mobil

G : Kowé ora ketompo

e : Sebabipun ?

G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowé njaluk mundhak bayar terus

e : Wo, kulo wau namung mboncčng, kok

G : Tambah ora ketompo

e : Lho, lha kok ... ?

G : Mengko mung gawéné mboncéng mobil kantor. Ngrusuhi !

G : Anakmu akčh opo sithik ?

f : Kathah pak

G : Kowé ora ketompo

f : Sebabipun ?

G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus

f : Lha wong namung anak adopsi, kok.

G : Tambah ora ketompo

f : Lho, lha kok ... ?

G : Gawé anak baé aras2en, opo mančh nyambut gawé

G : Kowé wis ngerti gawéyanmu durung ?

h : Dčrčng

G : Kowé ora ketompo

h : Sebabipun ?

G : Arep nyambut gaw é kok ora ngerti gaweyané ?

h : Oo, nčk damelan niku mpun ngertos kok

G : Tambah ora ketompo

h : Lho, lha kok ... ?

G : Kowé rak mung arep keminter, to ?

G : Kowe ngerti kahanan kantor k éné durung

i : Dčrčng

G : Kowé ora ketompo

i : Sebabipun ?

G : Arep nyambut gaw é kok ora ngerti kantoré ?

i : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok

G : Tambah ora ketompo

i : Lho, lha kok ... ?

G : Kowé senengané ngudhal-udhal wewadi kantor, to ?

G : Kowé kerep loro ?

j : Mboten

G : Kowé ora ketompo

j : Sebabipun ?

G : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering

j : Wah, sakjanipun nggih asring

G : Tambah ora ketompo

j : Lho, lha kok ... ?

G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren.

G : Kowé biso main Internét ?

k : mBoten

G : Kowé ora ketompo

k : Sebabipun ?

G : Perusahaan ora nompo BI (Buta Internet)

k : Wah, sakjanipun nggih saged

G : Tambah ora ketompo

k : Lho, lha kok ... ?

G : Mesthi ora bakal nyambut gawé, kakčhan dolanan Internet, to? Ngenték-entekké pulsa !

G : Kowe waras opo ora?

l : Lha, kulo nggih waras to Pak.

G : Ra ketompo.......

l : Kenging nopo .....?

G : Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene.

l : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan.

G : Malah ra ketompo......

l : Pripun to niki....?

G : Mengko aku duwe saingan..........

Nuwun Sewu... Menika namung kangge guyonan...

Ngopeni Kesebelasan Kucing

Ning Ya penggemar berat kucing. Nang omahe onok kucing 11 sing dadi pemain sepak bola antarkucing. Gak kathik ngobong stadion rek. Kabeh duwe jeneng dhewe-dhewe.

Cak Sur gak pati titen endi sing jenenge Nyung, endi sing jenenge Mbolek. Pokoke kabeh isok muni ngeong yo iku artine kucing. Iki sing nggarai Ning Ya kerep gegeran. Bojone iku dianggep gak sayang binatang goro-gorone tau ngincak buntute Ncit, kucing telon.

Perkoro anyar onok maneh bareng Ning Ya kudu mlebu kerja awan sampek bengi. Cak Sur kebagian makani kucing-kucinge lek sore. Tapi yo onok ae sing salah.

“Lha kudune yok opo se?” jare Cak Sur.

Lek sore kucing-kucing iku ngombe susu anget. Ojok sing adhem nggarai wetenge kembung,” jare Ning Ya.

Ealah… kucing yo isok kembung barang, batine Cak Sur.

“Jam pitu bengi wayahe mangan bengi. Menune ojok sembarangan cik gak muntah kewaregen,” Ning Ya nambahi.

Wingenane Ning Ya muring-muring mergo Cak Sur kakehan nyuntak susu anget sampek kucing-kucing iku plempogen. Sesuke, Ning Ya yo muring-muring maneh mergo menehi susu kethithiken. Kucinge ngeang-ngeong kaliren.

Dina iki Ning Ya pesen kucinge diopeni. Bareng mulih Ning Ya langsung takok. “Yok opo, Nyut wis gelem mangan ta? Tak tinggal mau kucing iku rodok nggondhok, gak gelem ngombe,” Ning Ya langsung lungguh jejere Cak Sur sing nontok tivi.

“Wis, beres. Cik gak salah maneh kucing-kucing iku tak kongkon baris,” jare Cak Sur.
“Dikapakno kucing-kucing iku?” Ning Ya gumun.

“Tak wenehi dhuwik Rp 5.000-an cik tuku panganan sak karepe,” jare Cak Sur.

TERJEMAHANNYA SEPERTI INI :

Ning Ya adalah seorang yang gemar memelihara kucing. Dirumahnya ada 11 ekor kucing yang menjadi anggota kesebelasan antarkucing. Tidak perlu pakai bakar stadion. Semua kucingnya itu mempunyai nama sendiri-sendiri.

Cak sur tidak ingat siapa saja namanya Nyung dan mana yg bernama Mbolek. Pokoknya kalo bisa mengeong itulah namanya kucing. Hal inilah yang sering membuat Ning Ya dan Cak Sur bertengkar. Ning Ya menganggap kalo Cak Sur, suaminya itu tidak sayang kepada binatang hanya gara2 Cak Sur pernah menginjak ekor salah satu kucing kesayangan Ning Ya, Ncit, kucing yang berbulu tiga warna.

Saat Ning Ya harus masuk kerja dari siang sampai malam, masalah yang baru muncul lagi. Cak Sur mendapat tugas untuk memberi makan kucing kesayangan Ning Ya kalo sore hari. Tapi tetep aja masih saja ada yg salah...

"Harusnya gimana sih?" Kata Cak Sur kepada Ning Ya...

"Kalau sore hari, kucing2 itu diberi minuman yang hangat. Jangan dikasih minuman yang dingin biar perutnya nggak kembung" Ning Ya menjelaskan alasannya ke Cak Sur.

"Ealah....Kucing juga bisa kembung to?" guman Cak Sur.

"Kalo jam 7 malam, itu waktunya kucing makan malam. Menunya jangan sembarangan, biar kucingnya tidak kekenyangan" Ning Ya menambahkan...

Tadi malam Ning Ya marah2 ke Cak Sur karena Cak Sur ternyata terlalu banyak memberi minuman susu ke kucing2 itu, sampai kucing2 itu kembung. Esok harinya Ning Ya marah2 lagi, karena dosis susu yang diberikan Cak Sur ke kucing2nya itu malah sedikit, dan menyebabkan kucing2nya kelaparan.

Hari ini Ning Ya kembali berpesan, agar kucingnya dipelihara. Setelah pulang kerja, Ning Ya langsung bertanya

"Gimana, Nyut sudah mau maem pa belum? Waktu ta tinggal kerja tadi, Nyut agak ngambek gak mau maem/minum" Ning Ya langsung duduk bareng disamping suaminya yang sedang melihat televisi.

"Tenang aja udah beres... Biar gak salah, tadi kucing2 itu semua tak suruh berbaris" Jawab Cak Sur.

"Trus kucing2 itu diapain" Ning Ya heran...

"Kucing2 itu tak kasih uang Rp5.000,- biar dipake buat beli makanan/minuman terserah mereka" Jawab Cak Sur tanpa dosa.....

Sumber : Dari sini

Selamat Jalan Pak Harto


JENDERAL Besar Soeharto yang lahir di desa Kemusuk, 6 Juni 2001, menjabat Presiden Republik Indonesia kedua selama 32 tahun. Pembawaannya tenang, tutur katanya terukur dan selalu bertindak sesuai aturan. Pak Harto dijuluki the smiling general (jenderal yang murah senyum).Dia sosok pria Jawa yang kalem dan berpenampilan sederhana.

Namun di balik itu semua, Pak Harto berhasil mengemban dengan baik berbagai pertempuran sengit dan tanggung jawab militer yang berat dan keras. H Muhammad Soeharto, pria tangguh asli Kemusuk, Argomulyo, Godean itu menjabat Presiden Republik Indonesia sejak 1966 hingga 1998. Kini, Jalan Cendana No 8, Menteng, Jakarta Pusat itu sudah menjadi markas besar keluarga besar Soeharto.

Jenderal Besar TNI Soeharto, berada di urutan kedua setelah mendiang Panglima Besar Soedirman dalam urutan 61 penerima anugerah Bintang Sakti Maha Wira Ibu Pertiwi. Pilihan itu jatuh ke Pak Harto karena dinilai sebagai Perwira Handal Ahli Strategi.Penerima anugerah Bintang Sakti lainnya, termasuk Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution (alm), Laksamana Muda (Anumerta) Josaphat Sudarso, Laksamana TNI (Laut) R Subiyakto dan Laksamana TNI (Udara) Suryadi Suryadarma.

Pada peringatan ulang tahun TNI ke 61, tanggal 5 Oktober 2006, TNI menerbitkan buku Bintang Sakti Mahawira Ibu Pertiwi yang memuat 61 penerima anugerah tersebut, dan riwayat singkat kejuangan mereka.Rasa cinta dan ingin menyaksikan bagian lain dari tanah air adalah salah satu motivasi yang menggugah Soeharto untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit Koninklijk Nederlans Indische Leger (KNIL).

Atas penampilan fisik yang sehat dan tegap yang disertai kecerdasan otak, Soeharto belia, sejak 1 Juni 1940 diterima sebagai siswa militer di Gombong, Jawa Tengah.Enam bulan setelah menjalani latihan dasar, dia tamat sekolah militer sebagai lulusan terbaik dan mendapat pangkat Kopral di usia 19 tahun. Pos penempatan pertama Kopral Soeharto adalah Batalyon XIII, Rampal Malang.

Kemudian Soeharto masuk sekolah lanjutan Bintara, juga berada di Gombong. Karena sikap keprajuritan dan disiplinnya yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat dia mendapat kenaikan pangkat.Ketika pecah pertempuran Ambarawa, Letkol Soeharto memimpin Batalyon X. Bersama pasukan-pasukan lain, pasukan Soeharto bertempur melawan pasukan Sekutu di Ambarawa.

Untuk merebut kembali obyek-obyek vital di dalam kota, pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) didatangkan dari Banyumas, Salatiga, Surakarta dan Yogyakarta. Pasukan Inggris di Magelang dan Ambarawa, terkepung.Tugas fenomenal selanjutnya yang berhasil diemban oleh Jenderal Soeharto adalah menumpas Gerakan PKI 30 September 1965. Saat itu, Soeharto dihadapkan pada situasi genting. G.30.S/PKI, dinihari 1 Oktober, menculik enam perwira senior TNI-AD untuk melicinkan jalan kudeta mereka melawan pemerintahan Presiden Soekarno.

Pangkostrad Mayjen Soeharto memimpin operasi penumpasan G.30.S/PKI. Para pemimpin G.30.S/PKI pun ditangkap. Situasi Jakarta dan seluruh tanah air berhasil dipulihkan. Tanggal 11 Maret 1966, Jenderal Soeharto mengemban surat perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno untuk membubarkan PKI, dan memulihkan stabilitas keamanan nasional dan kondisi politik Indonesia.Bung Karno melantiknya sebagai Menteri Utama Bidang Hankam dalam kabinet 100 menteri (Ampera), Juli 1966.

Para demonstran siswa dan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat menuntut Bung Karno turun dan kabinet 100 menteri dibubarkan. Di luar karir militernya, Soeharto dikukuhkan oleh MPRS menjadi Presiden RI menggantikan Bung Karno, Maret 1967. Putra dari pasangan Kertosudiro dan Sukirah ini, sejak itu menjadi pemimpin sipil sampai mengundurkan diri tanggal 21 Mei 1998.

Di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia mengalami banyak kemajuan.Pembangunan di berbagai bidang kehidupan mengalami kemajuan pesat sampai munculnya krisis moneter yang menimpa sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, Thailand dan Malaysia, pertengahan tahun 1997.

Krisis moneter tersebut memicu lahirnya krisis politik dan keamanan yang berujung pada pengunduran diri Pak Harto.Jenderal Besar itu mengalami rawat inap di Kamar Presiden Suite No 536 Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Pak Harto masuk RSPP Jumat 4 Januari 2008 pukul 14.15 WIB, akhirnya harus menghembuskan nafas yang terakhir dalam usia 87 tahun.

Selamat Jalan Bapak Pembangunan, Selamat Jalan Pak Harto..Diolah dari berbagai sumber.(pie)

Sumber : Dari sini

26 Januari 2008

Ide Bisnis : Bioskop Mini

Murah-Meriah di Bioskop Mini

Tak ada yang paling menyenangkan bagi Zaki Jaihutan selain menonton film. Larut dalam cerita yang diperankan para aktor dan aktris menjadi sarana melepas lelahnya. "Saya suka banget nonton," kata dia. Terutama film lama. "Apalagi kalau ditontonnya dalam bentuk layar lebar."
Tapi, tidak semua film bisa ditonton di gedung bioskop. Cuma film terbaru saja yang nangkring di poster film yang diputar bioskop besar di pusat perbelanjaan. Padahal pria 31 tahun itu justru lebih menggemari film-film lawas yang sudah dialmarhumkan penayangannya di layar lebar. Buat Zaki, menonton film kegemaran di layar lebar merupakan nikmat yang tak terkira.
Pucuk dicita ulam pun tiba. Zaki menemukan sarana pemuas dahaganya sejak kurang lebih dua tahun lalu ketika sebuah bioskop mini, Subtitles, di lantai dasar Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan, dibuka. Apalagi Subtitles dilengkapi dengan penyewaan DVD untuk ditonton di bioskop mininya. Zaki pun mengaku terpuaskan.

Pegawai swasta sebuah kantor di gedung Bursa Efek Jakarta itu bisa datang sebulan dua kali ke Subtitles. Terkadang dia datang ramai-ramai dengan temannya. Lain waktu, Zaki cuma datang nonton berdua dengan pasangannya. Saat sedang mood Zaki malah kerap datang sendirian saja. Di sana indra Zaki melumat film besutan sutradara kondang Kubrick, film misteri lawas buatan Alfred Hitchcock, film Eropa, Jepang, hingga film klasik yang pernah tayang tahun 1950 hingga 1960. Di bioskop mini, penonton dibebaskan melihat film yang dipilihnya sendiri. "Private banget," kata Zaki.

Privasi itu pula yang dicari Dewi dan belasan temannya siswi SMA 3 Ciledug. "Kita bebas bisa teriak, menangis, atau tertawa sekeras-kerasnya ketika menonton film di studio," ujar Dewi.
Studio yang dimaksud Dewi adalah milik bioskop mini Showbiz di Jl Raden Saleh 4B, Ciledug, Tangerang. Hari itu ramai-ramai mereka menonton film Hantu Jeruk Purut. Adegan horor yang menakutkan atau mungkin menggelikan direspons cewek-cewek itu tanpa khawatir ada orang lain yang terganggu. Maklum di bioskop mini itu tidak ada orang lain selain mereka. Suatu hal yang tidak bisa dilakukan Dewi kala menonton di bioskop besar.

Selain seru karena dilakukan bersama-sama, kocek anak-anak SMA itu tidak sampai bolong meski menghibur diri dengan menonton bioskop. Dewi mengakui harga murah dan kenyamanan menjadi faktor utama kedatangannya di Showbiz. Buktinya film Hantu Jeruk Purut ditontonnya berulang kali di sana.

Tarif Showbiz bisa dikategorikan sangat terjangkau. Rp 21 ribu untuk tiga penonton. Tarif tersebut berlaku sama bila menonton hanya seorang diri.

Harga bioskop mini yang terjangkau menjadi pertimbangan Myriam Ayu Paramita (25 tahun) ketika menyambangi Subtitles. "Irit, karena patungan sama sepupu-sepupu," jelasnya. Bila membawa serta tujuh sepupu lainnya, agenda menonton bisa lebih murah ketimbang menonton di bioskop besar.

Menurut Mita, keenakan lainnya adalah Subtitles membolehkan pengunjungnya nonton sambil makan. Bukan cuma cemilan kecil-kecilan seperti berondong jagung, sushi serta sandwich tersedia di sana. "Beberapa resto di Dharmawangsa Square kerja sama dengan Subtitles jadi bisa pesan makan juga," ujar Mita.

Kebebasan tampaknya menjadi nilai plus bioskop mini. Agung Kurnianto, pengunjung Showbiz, merasa lebih nyaman nonton di bioskop mini karena ia tidak perlu repot mengantre tiket. Selain itu mahasiswa Universitas Diponegoro itu tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota cuma untuk nonton film di bioskop. Film yang tak sempat ditontonnya di bioskop besar dapat ditontonnya kapan saja di Showbiz. "Bebas," ujarnya.

Meski penuh dengan kebebasan, Mita sesungguhnya lebih memilih pergi ke bioskop besar. Kekecewaannya terbetik ketika ia harus menunggu lama akibat rombongan yang sebelumnya masuk tak kunjung beranjak. Padahal jam sewa ruangannya sudah masuk waktu.
Kualitas suara bioskop mini yang biasa saja menjadi pertimbangan lain perempuan lulusan Fakultas Hukum UI itu. "Tapi, yang paling tidak enak, di tengah-tengah film kita pernah terpaksa berhenti dan akhirnya ganti film karena keping DVD-nya tergores," tuturnya.
Meski mengaku pemutaran film di bioskop mini dengan metode proyektor mengurangi kualitas tayangan. Zaki memaklumi itu. Sebelum bisa mewujudkan bioskop mini di kediaman pribadinya, Zaki akan terus mengunjungi bioskop kecil itu dan menonton film favoritnya. Mimpinya suatu saat bioskop mini langganannya memutar film klasik kesukaannya di dengan proyektor rel seperti bioskop besar.

Pesan Waktu Terlebih Dulu

"Mbak saya sudah booking kemarin untuk menonton film I am Legend," kata Agung Kurnianto kepada pegawai bioskop mini Showbiz di Ciledug, Tangerang.

Sebelum menonton di Showbiz ini, penonton memang direkomendasikan untuk memesan terlebih dahulu. Datang langsung ke Showbiz juga bisa, cuma siap-siap saja kecewa seandainya tidak dapat tempat.

Di bioskop mini Flicker, di Ke'ku:n Cafe, Jl Bangka Raya No 99A, Jakarta Selatan, pemesanan tempat tidak diberlakukan setiap hari. Manajer bioskop mini Flicker, Sunarya Arsyad, mengatakan di Flicker reservasi tempat untuk akhir pekan sudah ditiadakan. Alasannya, kata pria yang akrab dipanggil Oenank itu, banyak pemesan yang membatalkan datang. Sementara, calon penonton lain yang belum memesan tempat sudah tiba di Flicker. "Sekarang yang mau nonton di Sabtu atau Ahad jadinya ada yang datang dari jam 11.00 supaya dapat tempat," ujar Oenank.

Pada akhir pekan ruang bioskop di Flickers bisa penuh penonton sejak dibuka pukul 12.00 sampai jam operasi berakhir pada pukul 24.00 WIB. Selayaknya bioskop mini, Flicker tidak berukuran besar, hanya sekitar 8 x 6 meter. Dindingnya dilapis peredam suara berwarna merah marun berseling kain hitam.

Pengunjung Flicker dibatasi maksimal delapan orang dengan biaya sewa Rp 99 ribu untuk sekali menonton, baik untuk satu penonton maupun delapan penonton. Seluruhnya bisa duduk nyaman di tiga deret sofa besar yang empuk dan nyaman.

Sofa di baris paling depan berwarna jingga. Alasnya kain beludru. Barisan sofa kedua masih untuk tiga orang juga. Di sofa merah marun paling belakang bisa diisi dua orang. Masing-masing kursi dilengkapi bantal kecil berwarna serupa dengan sofanya.

Flicker juga dilengkapi peralatan standar home theater seperti amplifier, mesin pemutar keping DVD, speaker, subwoofer, layar sebesar dua kali tiga meter, dan proyektor. "Enggak canggih-canggih banget lah," kata Oenank.

Tepat di atas layar sebuah kamera pemantu atau CCTV diletakkan. Oenank mengatakan sebenarnya kamera bukan ditujukan untuk mengganggu privasi penonton. Kamera itu ditempatkan untuk menjaga agar ruang bioskop bebas asap rokok. Supaya ketika layar monitor dari kamera berasap, pegawai Flicker dapat langsung meminta penonton untuk mematikan rokoknya.

Tanya masa putar filmFlicker tidak menyediakan jasa penyewaan film dalam keping DVD. Penonton harus membawa sendiri film yang akan ditontonnya. Maka, biasanya pegawai di sana menanyakan film apa yang akan ditonton untuk mengetahui masa putar film. Tujuannya supaya calon penonton berikutnya tidak menunggu terlalu lama.

Di Showbiz, penonton tidak perlu susah-payah membawa keping DVD, karena tinggal sewa ke Showbiz. Pemilik Showbiz Cinema, Tasya, mengatakan koleksi DVD yang disewakan mencapai 500 keping. Semuanya dibeli Tasya dari toko penjual DVD asli. Sebagian besar koleksi DVD Showbiz adalah film asing. Sisanya, atau 30 persen lainnya, adalah film Indonesia. Agar memudahkan penonton, Tasya membuat katalog DVD yang dilengkapi resensi filmnya.
Usaha yang digarap Tasya diawali dari hobinya menonton film. "Saya tergolong orang yang gila fim sejak masih SMP," kata dia. Hobi Tasya menonton lantas dilampiaskan dengan membeli kepingan DVD. Dia mengaku pernah membeli ratusan keping DVD. Demi tidak mengonggokkan keping-keping DVD begitu saja, adik Tasya, Wahyudin, mengusulkan untuk membuat usaha bioskop mini.

Pelan-pelan, kakak-beradik itu mengumpulkan modal usaha. Setelah Rp 50 juta terkumpul, keduanya menyewa satu lantai di sebuah ruko di Ciledug. Perangkat pemutar film dan proyektor pun dibeli. Pada April 2007, Showbiz Cinema resmi dibuka dengan jam operasi dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Showbiz cuma memiliki satu studio. Ukurannya 4 x 6 meter. Di tempat ini terdapat satu sofa besar yang bisa diduduki empat orang. Di depan sofa terhampar karpet tebal. Penonton bisa menikmati film sembari bersila atau tidur-tiduran di atas karpet.

Kualitas suaranya tidak kalah dengan bioskop yang biasa ditemui di mal. Gambarnya jernih. Suaranya terpantul jelas dari empat unit subwoofer di empat sudut ruangan. Makan dan minum dalam ruangan diperbolehkan bahkan disediakan untuk dibeli di Showbiz.

Nonton Sembari Tidur?

Dian menyandarkan kakinya di sofa ranjang berukuran dua orang. Sepatunya dilepas. Dari bawah sofa berjok kulit itu ditariknya sebuah laci. Dian mengambil selimut putih didalamnya. Tubuhnya pun segera terselimuti. Mata Dian tertuju ke layar di depan. Sebentar lagi film yang akan ditontonnya dimulai.

Dian Sunardi, manajer pemasaran Blitz Megaplex, mengatakan itu baru namanya dimanja. "Nyaman banget," ujarnya. Pengalaman Dian menonton di atas sofa ranjang akan segera dinikmati penggemar film di Jakarta. Rencananya, pada 14 Februari 2008, Blitz meluncurkan dua studio baru bernama 'Velvet Room' yang memberikan kenyamanan menonton itu. Velvet Room hanya menampung 17 sofa ranjang. Masing-masing sofa diisi dua orang.

Di ruang itu penonton bisa tidur di atas sofa ranjang berukuran dua orang dewasa dengan teman enam bantal. Termasuk bantal berlapis beludru yang terasa sangat lembut menyentuh kulit. Disediakan pula sandal kain --seperti yang kerap ditemukan di kamar hotel-- dan kaus kaki untuk mengusir dingin pendingin ruangan.

Nah, selain rebah-rebahan di atas sofa sembari meluruskan kaki, Velvet Room membolehkan penonton makan dan minum. Penonton bisa mengelap tangan denagn handuk hangat yang disediakan.

Bukan cuma cemilan seperti berondong jagung yang diberikan secara cuma-cuma ketika menunggu di lounge khusus, Velvet Room menawarkan beragam jenis makanan yang dapat dikudap. "Mau steak juga bisa," terang Dian. Jangan takut tumpah, di samping sofa tersedia meja lipat sebagai alas makan.

Saat dahaga atau lapar menyergap di tengah pemutaran film, tinggal pijit tombol di samping sofa untuk memanggil pelayan. Velvet Room baru dapat dinikmati di Blitz Megaplex di One Pasific Place, SCBD, Jakarta Selatan. Velvet Room 1 bernuansa warna-warna tanah, sementara Velvet Room 2 sedikit lebih romantis dengan sapuan warna-warna lembayung.

Untuk menghindari kemungkinan dari penyalahgunaan sofa ranjang, Velvet Room dipasangi camera circuit television (CCTV). Velvet Room pun hanya bisa dinikmati pemilik kartu member Blitz Megaplex. Pemesanan tiket Velvet Room nantinya dapat dilakukan lewat telepon hotline khusus anggota. "Kalau kami punya data penonton harapannya tempat ini terjaga dari yang tidak-tidak," sambungnya.

Namun, sebelum dikhususkan bagi anggota, Velvet Room bebas dijajal publik selama kurang lebih dua bulan. Harga Tiket? Dian masih menutup mulutnya. Kisarannya antara Rp 200 ribu dan 250 ribu untuk satu atau dua orang

Sumber : Dari sini

Ide Bisnis: Bikin Duit Dari Buku-Buku Tua

Berbisnis dari Buku-buku Tua

Siapa mengira buku-buku usang malah mendatangkan omzet ratusan hingga puluhan juta rupiah. Pasarnya ada, dari kelas menengah ke atas. Peran buku sebagai sumber informasi dan pengetahuan tidak akan pernah lekang dimakan usia, meski buku itu sudah tergolong berumur. Sayang, peran buku yang sedemikian penting sebagai bahan bacaan ini tidak banyak diperhatikan orang. Bahkan, banyak yang terpaksa membuang buku karena menganggap buku tersebut sudah usang, atau tidak diminati orang.

Salah satu yang peduli pada buku tua adalah Samsuddin Effendi Siregar. Namanya memang cukup dikenal di kalangan kolektor buku, atau pemburu buku bekas bermutu di Jakarta hingga mancanegara. Pria yang memiliki kios di Taman Mini Indonesia Indah ini mengawali bisnisnya sekitar 1975 di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, sebagai pedagang kaki lima (PKL) buku bekas. Karena tidak memiliki kios, Samsuddin harus selalu berurusan dengan aparat tramtib DKI Jakarta. ''Saya hampir tiap hari ditangkap. Akhirnya diberi tempat di Lapangan Banteng (Jakarta Pusat). Tapi, tidak lama sesudah itu berdagang di Pasar Inpres Senen,'' katanya.
Ia juga tidak lama berdagang di pasar Inpres tersebut. Menganggap lokasi tersebut tidak aman, ia pindah ke Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Suatu ketika ia mengikuti sebuah pameran buku di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sekitar 1986 dan mendapat tempat sementara secara gratis.

Rupanya Dewi Fortuna mulai berpihak padanya. Ia mendapat order dari pemerintah untuk mencari buku-buku tentang Rusia. ''Saya sanggupi dan besoknya sudah saya siapkan. Jumlahnya puluhan buku. Kalau ditaksir waktu itu harganya sekitar Rp 500 ribu. Tapi, untuk negara saya berikan gratis,'' kenangnya.

Tanpa dinyana, beberapa hari kemudian petugas pemerintah yang membeli buku tersebut kembali mendatanginya. Kali itu mereka bukan hendak membeli buku, melainkan mengundang Samsuddin mendatangi kediaman resmi salah seorang pejabat tinggi negara saat itu. ''Saya ditanya apa yang saya inginkan. Saya hanya bilang ingin punya kios buku di Taman Mini dan itu akhirnya dikabulkan.''

Akhirnya impiannya memiliki kios buku terwujud pada 1987. Hingga kini Samsuddin telah memiliki lima kios di TMII di atas lahan seluas 500 meter persegi. Kiosnya menampung sekitar 20 ribu buah buku yang terdiri atas 6.000 judul. Ia menyebut tokonya sebagai Pasar Buku Langka Taman Mini Indonesia Indah agar orang mudah mencarinya. Kiosnya bersebelahan dengan anjungan Papua dan berseberangan dengan anjungan Sulawesi Tengah.

Tanpa modal Bisnis buku langka juga ditekuni oleh Daud sejak tahun lalu. Ia melihat penjual bisnis buku bekas atau langka tidak banyak. Para umumnya PKL hanya menjual buku-buku yang laku di pasaran. Mereka enggan menjual buku langka karena pertimbangan ekonomis. Peluang inilah yang ditangkap Daud dengan membidik kelas menengah atas sebagai target konsumennya. ''Mereka butuh kenyamanan untuk membeli,'' ujarnya.

Daud membuka kiosnya yang sederhana di Depok, Percetakan Negara, Jakarta Pusat dan Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia memiliki sekitar 40 ribu buku dengan berbagai judul. Mulai dari komik Jepang seperti Doraemon hingga buku tentang hukum berbahasa Latin keluaran tahun 1650. Daud juga mengaku memiliki buku berbahasa Belanda tentang sejarah Indonesia yang harganya mencapai puluhan juta rupiah. ''Harga buku tergantung dari isi dan jenis bukunya. Pernah dicetak banyak atau buku langka dan tingkat kesulitan mencarinya.''
Selain buku, Daud juga mengumpulkan manuskrip, koran kuno, hingga laser disc beberapa konser klasik musisi ternama. Barang-barang itu umumnya ia peroleh dari membeli dan barter dengan rekan-rekan sehobi. ''Saya selalu berkeliling Indonesia untuk mencari buku.''

Daud sering kali gagal memperoleh buku buruannya meski telah mendatangi lokasi yang dituju. Namun, ia tidak kecewa dan tetap membeli buku dari para pemulung buku yang setia memasok kebutuhannya. ''Saya hanya menjaga hubungan baik dengan mereka. Pokoknya saya selalu membelinya meskipun tidak sesuai dengan yang saya cari.''

Ia juga mengaku sulit menyebut modal yang dikeluarkan karena buku yang dijual pertama kali adalah buku-bukunya ketika duduk di bangku SMP. Keuntungan yang diperoleh ia putar kembali untuk modal usahanya. Hal serupa juga diakui Samsuddin yang mengaku tidak bermodal uang ketika memulai bisnisnya. Ia menekuni usaha ini karena tertarik melihat rekannya menjual buku bekas dengan untung yang menggiurkan. Beberapa bukunya menjadi modal awalnya berdagang buku bekas.

Omzet pun sulit dihitung karena dalam sehari bisa saja Samsuddin hanya memperoleh pemasukan Rp 300 ribu. Tapi, pernah pula ia mendapatkan puluhan juta rupiah karena ada pesanan dari luar negeri. Yang jelas, dari usahanya ini Samsuddin mampu menyekolahkan kelima anaknya hingga perguruan tinggi dan membeli rumah.

Dari Pejabat Negara Hingga Artis

Di bisnis buku bekas atau langka tidak semua konsumennya kalangan berkantong pas. Beberapa pengusaha, pejabat tinggi negara, kolektor, ilmuwan hingga artis menjadi pelanggan tetap buku-buku bacaan tersebut. Namun, umumnya mereka memilih tutup mulut untuk menyebut idetitasnya.

''Mereka tidak mau jati dirinya diketahui orang banyak,'' kilah Daud, pemilik kios buku di Depok, Percetakan Negara, Jakarta Pusat dan Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, yang mengaku memiliki pelanggan beberapa pejabat tinggi negara dan artis. Pemesanan buku cukup melalui pesan pendek lewat ponsel (SMS), atau Daud yang menghubungi mereka.

Daud yang sebelumnya telah mempelajari isi buku segera menjelaskan buku tersebut kepada calon konsumennya. Kalau berminat, mereka umumnya tidak terlalu mempersoalkan harga buku yang disodorkan Daud. ''Jadi, saya ini seperti konsultan saja,'' tuturnya.

Sampai kini Daud memiliki sekitar 30 orang pelanggan dari kelas premium tersebut. Jumlah tersebut belum termasuk pelanggan kelas menengah dan pelajar. Ia juga memberikan kesempatan foto kopi kalau ada pelajar yang berminat mempelajari buku yang dijualnya.
Selama menjalankan bisnisnya ini Daud sering kehilangan buku yang dijualnya. ''Pernah buku saya hilang dicuri tapi ketika saya cari ternyata buku itu sedang dibaca. Akhirnya saya biarkan saja.''

Lain lagi kisah Samsuddin yang memiliki pembeli hingga ke mancanegara. selain sejumlah kolektor di Tanah Air. Beberapa perguruan tinggi terkemuka di Jepang, Jerman, Belanda, Inggris, Malaysia, dan Singapura pernah membeli buku darinya. Beberapa pejabat tinggi negara setiap kali berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga menyempatkan diri mendatangi kiosnya.

Buku yang diminati umumnya seputar sejarah, budaya Indonesia, atau bidang sosial lainnya. Ia menjual mulai dari harga Rp 2.000 hingga Rp 100 juta per buku. Sebagian dari buku-buku tersebut ia dapatkan dengan cara membeli dari tukang loak. ''Sayang, yang banyak suka buku adalah orang asing. Jadi, banyak informasi tentang Indonesia yang dimiliki mereka.'' ( hir )

Sumber : Dari sini

Ide Bisnis : Bikin Duit Dari Pohon Pisang (Debog)

Memanfaatkan Pohon Pisang untuk Tas

Selama ini pohon pisang (orang Jawa menyebutnya debok) dianggap tidak berguna. Karena, begitu buah pisang sudah dipetik oleh pemiliknya, pohon pisang akan dibiarkan begitu saja. Atau, jika ditebang akan dibuang ke tempat sampah dan dibiarkan membusuk.Padahal, sampah pohon yang tidak berguna itu dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat tas dan dompet.

Inilah yang dilakukan oleh Yanto Suhardani (44), warga perumahan Mastrip, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di tangan bapak tiga putra-putri, pohon pisang yang tidak berguna itu dibuat menjadi tas dan dompet yang memiliki peluang pasar.Usaha Yanto Suhardani yang dimulai sekitar empat tahun lalu ini berawal dari sebuah angan-angan.

Saat itu di lingkungan sekitar tempat tinggalnya banyak pohon pisang. Bagai pepatah habis manis sepah dibuang, pohon-pohon pisang itu dibiarkan membusuk, ditebang, atau dimasukkan ke tempat sampah begitu buah pisangnya dipetik.Melihat itu Yanto berangan-angan, apakah pohon pisang yang melimpah itu dapat dimanfaatkan. ''Setelah saya pikir dan teliti, saya mempunyai keyakinan bahwa pohon pisang itu dapat dimanfaatkan untuk membuat tas,'' ujarnya saat ditemui Republika di rumahnya.

Untuk dapat membuat bahan tas rapi dan baik perlu proses. Awalnya, pohon itu hanya dikuliti dan langsung dijemur. Tetapi, dengan proses seperti ini hasilnya kurang baik. Bahan itu tidak bisa bertahan lama. Paling hanya mampu bertahan sampai dua tahun.Setelah itu Yanto menemukan hal baru. Yaitu, pohon pisang yang telah dikuliti itu dijemur dahulu sampai kering, lalu dicuci dengan sabun hingga bersih dari getah. Kemudian dijemur kembali sampai kering, baru dibuat menjadi tas.

''Proses awal sampai jadi ini memerlukan waktu sekitar enam hari. Tetapi itu tergantung pada cuaca jga. Kalau ada panas matahari, empat hari saja sudah bisa. Dan kalau melalui proses seperti ini, tas itu mampu bertahan sampai sepuluh tahun,'' jelas Yanto, yang memang mempunyai keahlian membuat barang-barang kerajinan ini.

Cara membuat tas dari debok ini boleh disebut sangat gampang. Namun, perlu ketelitian, ketekunan, dan yang tidak kalah peting adalah memiliki keahlian seni. Karena, sentuhan seni akan menghasilkan tas yang bagus. Tahap awal membuat bahan dasar berupa anyaman dari andong (bahan tikar). Setelah anyaman andong ini berbentuk tas, lalu dibalutkan pada alat pencetak. Selanjutnya anyaman andong itu dibalut dengan bahan debok yang sudah jadi bahan tas tersebut. Tentu saja untuk merapatkan ada sedikit jahitan dan bahan perekat dari lim.

Oh, ya, bentuk tas tergantung pada selera.Yanto mengungkapkan, satu jenis tas jadi dijual sekitar Rp 10 hingga Rp 15 ribu. Setiap dompet dijual Rp 3 ribu. Tetapi harga itu berlaku bagi yang membeli langsung kepadanya. Jika pembelian dilakukan di toko atau di mal harga bisa mencapai Rp 30 hingga Rp 40 ribu per tas.

Untuk pemasaran Yanto tidak melakukannya secara khusus, hanya melalui orang per orang. Dari cara ini banyak orang mengetahui dan tertarik, lalu memesan ke rumahnya. Misalnya, kelompok ibu-ibu PKK memesan sampai ratusan tas.

Beberapa waktu lalu ada orang dari Surabaya memesan sekitar 300 tas. ''Kalau ada pesanan banyak seperti itu saya tidak mampu mengerjakan sendiri. Sebab, satu hari seorang hanya mampu membuat 5-7 tas saja. Akhirnya saya mencari orang untuk ikut membantu mengerjakan,'' ungkap Yanto. Kendapa yang sulit diatasi Yanto adalah saat musim hujan tiba. Jika musim itu datang, usahanya berhenti sebab ia tidak dapat menjemur pohon pisang. Apapun, Yanto merasa bangga karena tas yang berasal dari bahan yang dianggap sampah itu ternyata mampu menembus supermarket. Hasil karya Yanto saat ini dijual di salah satu supermarket di Surabaya.

Sumber : Dari sini

Ide Bisnis : Bikin Duit Dari Bulu Itik

Menghantar Sang Juara dengan Bulu Itik

Bulutangkis mendarah daging bagi rakyat Indonesia setelah sepak bola. Pertandingan yang melempar shuttlecock melewati jaring dengan raket ini umum dimainkan oleh orang Indonesia. Apalagi di cabang olah raga satu ini prestasi Indonesia sangat menonjol di peta olah raga dunia.

Namun, barangkali banyak yang tidak mengira, jika shuttlecock yang dipakai dalam pertandingan resmi bulu tangkis tingkat daerah maupun nasional ada yang berasal dari buah karya dari para ibu di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jatim.

Atau, barangkali orang juga tidak tahu jika karya ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut melahirkan atlet-atlet bulu tangkis tingkat nasional maupun internasional. Saat ini hampir seluruh rumah tangga di Desa Sumengko menekuni usaha pembuatan shuttlecock. Bahkan, boleh dikata pembuatan alat olah raga badminton yang memanfaatkan bulu itik tersebut sudah menjadi semacam industri rumah tangga (home industry).

Industri rumahan itu berawal pada 1970-an. Saat itu warga Desa Sumengko banyak yang memelihara mentok (itik). Karena banyak itik -- yang bentuknya seperti angsa tapi lebih pendek -- bulu-bulu yang dihasilkan juga banyak. Lagi pula bulu-bulu itu dibiarkan menjadi barang yak terpakai.

Dari sini ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut memanfaatkan bulu tersebut dengan menjadikannya shuttlecock. ''Awalnya hanya seperti orang bermain-main saja. Karena banyak bulu mentok, lalu dimanfaatkan menjadi shuttlecock. Kebetulan saat itu warga juga sudah mengenal olah raga bulu tangkis,'' ujar Sujadi, salah satu pemilik industri shuttlecock kepada Republika.

''Tetapi saat itu kualitasnya belum seperti sekarang ini,''Sujadi mengungkapkan, awalnya shuttlecock tersebut hanya dipakai untuk pertandingan bulu tangkis oleh anak-anak di Desa Sumengko. Setelah itu cock semakin berkembang dan kemudian dikenal oleh masyarakat di luar Desa Sumengko. Pada 1980-an shuttlecock dari desa itu dikenal di tingkat Kabupaten Nganjuk. Setiap ada pertandingan bulu tangkis tingkat kabupaten, panitia selalu memesan shuttlecock dari desa tersebut.

Selain Sujadi ada pengusaha shuttlecock yang cukup sukses. Dia adalah Edi Hari Prasetyo, yang merintis usaha tersebut sekitar 1987-an dengan meneruskan usaha orang tuanya. Sekarang dengan 50 orang karyawan, usahanya mampu menghasilkan sekitar 200 lusin shuttlecock per minggu. ''Kami mencoba memanfaatkan peluang. Tetapi itu semuabergantung pada modal,'' ujar Edi.

Menurut Edi, modal yang dipakai untuk membuat 1.000 lusin shuttlecock mencapai sekitar Rp 40 juta. Jika terjual, 1.000 lusin itu bisa laku sekitar Rp 45 juta. Jika dipotong untuk biaya produksi, seperti upah buruh, maka keuntungan yang diperoleh Edi sekitar Rp3.000.000,00.Jumlah yang terbilang lumayan.

Sayang, kendala modal masih terjadi. Sebab, tak jarang pihaknya tak mampu melayani pemesanan karena kurang modal.Shuttlecock yang dihasilkan dipasarkan ke beberapa daerah, seperti luar Jawa, Malang, Surabaya, Bandung, Semarang dan Jakarta. Untuk memasarkan produksi tersebut pihaknya bekerja sama dengan para agen dan klub-klub bulu tangkis di berbagai daerah.

Menurut Edi, biasanya para agen itu yang memesan lebih dahulu. ''Dengan demikian kami tahu berapa kebutuhannya sehingga seluruh produk ini laku di pasaran,'' paparnya. Edi mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir biaya pembuatan shuttlecock meningkat. Itu karena bahan baku berupa bulu itik harus diimpor dari Taiwan. Sayang sekali. Langkah impor bulu mentok itu terpaksi dilakukan karena Indonesia, terutama di Nganjuk, saat ini jarang orang beternak itik. Tentu saja ini menyulitkan pencarian bahan baku.

''Kami akui, kualitas bulu mentok lokal lebih bagus dibanding bulu mentok impor.Tetapi, saat ini untuk mencari bulu mentok lokal sangat sulit. Kalaupun ada, sangat sedikit dan tidak mampu memenuhi kebutuhan,'' papar sarjana ekonomi tersebut.Edi mengungkapkan bahwa shuttlecock produksi Nganjuk sudah diakui di tingkat nasional.

Sayangnya, para perajin belum mempunyai hak paten sehingga kebanyakan shuttlecock belum diberi merek. Tentunya hal ini memungkinkan pihak-pihak lain membajak dan memberi merek ketika melemparkannya ke pasaran.Dari ratusan unit usaha itu baru tiga yang sudah mempunyai hak merek, yakni merek Mina, Aldo RI, dan Memori. Padahal dengan banyaknya unit usaha di Nganjuk, diperkirakan ada sekitar 10 ribu shuttlecock yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Sumber : Dari sini

Ide Bisnis : Bikin Duit Pake Kertas Sak Semen

Mencetak Wayang dari Kertas Bekas Semen

Di tangan para dalang, tokoh-tokoh perwayangan menampilkan perannya masing-masing. Dari lembaran-lembaran kulit binatang, wayang-wayang itu dibuat. Itulah sebabnya disebut wayang kulit.Namun, ada yang unik dan kreatif dari sebuah dusun di Jawa Timur. Di sini, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, wayang tidak dibuat dari kulit binatang.

Sosok laki-laki lanjut bernama Soekarno menciptakannya dari kertas bekas pembungkus semen yang disebut seplit.'' Ya, karena betul-betul tidak ada modal lagi. sementara saya sangat suka dengan wayang, dan butuh makan,'' kata Soekarno kepada Republika, beberapa waktu lalu, tentang alasannya beralih memakai bahan baku kertas bekas pembungkus semen.
Di atas lembaran-lembaran cokelat bertekstur keras mirip kulit itu, Soekarno menggambar tokoh-tokoh wayang dan memotonginya. Pria kelahiran 1945 ini menekuni wayang kulit beserta perwatakannya sejak usia belasan tahun. Pria yang tinggal di perkampungan dingin di kaki Gunung Panderman itu mendesain wayang, menggambar, dan mengecatnya sesuai pesanan. Bahan baku berupa seplit tadi tidak ditemukan di toko mana pun.
Sebab, Soekarno sendiri yang meramunya.Lebih jauh tentang seplit, bahan baku ini hasil ciptaan Soekarno dari hasil daur ulang kertas-kertas bekas pembungkus semen. Ia mendapatkan kertas-kertas berwarna coklat dan kotor itu dari siapa pun. Dengan spons basah, ia mengelap kertas-kertas tersebut. Lalu satu per satu kertas bekas itu dicuci dan dikeringkan dengan cara mengangin-anginkan, bukan menjemurnya di bawah sinar matahari.Setelah kering, kertas-kertas coklat tadi ditempelkan pada kertas semen lain dengan lem tembok hingga ketebalannya mencapai rangkap sembilan lembar kertas.
Ketika kering, hasilnya mirip kulit hewan yang dikeringkan. Keras dan liat. ''Selesai dilem pada kertas lain, digosok-gosok pakai lap. Lalu, jadilah seplit,'' ujarnya.Pemberian nama seplit pada bahan itu lebih karena merupakan ungkapan emosional Soekarno terhadap keadaan yang dialami sepanjang melestarikan budaya wayang. Seplit, katanya, adalah akronim dari ungkapan Jawa Seseking ati nganti kertas semen dilempit-lempit. (Begitu sesak rasa hatinya hingga kertas semen dilipat-lipat).Sejak 1984 Soekarno sangat jarang menggunakan kulit hewan sebagai bahan wayang. Alasannya klasik, dia tidak punya dana untuk membeli kulit. Semakin lama ia bahkan merasa yakin, seplit lebih unggul dari kulit. Sebab, kulit merupakan bahan yang 'hidup' sehingga mudah sekali menjamur, apalagi catnya mudah luntur.Kehadiran wayang seplit Soekarno cukup diakui pemerhati budaya wayang dari Denmark, Belanda, dan Australia.
Terbukti dari beberapa foto yang disimpan dalam albumnya. Tampak sejumlah mahasiswa bule pernah mengunjungi rumahnya ketika ia masih tinggal di Jalan Mergan Lor, RT 11 RW 06, Sukun, Kota Malang.Bahkan seorang seniman Belanda bernama Coor Muller menuliskan kesan pada buku tamu, ''You are real artist! Thank you for explanation, and all your patience to tell me the meaning of wayang.
''Perhatian juga datang dari beberapa perwira tinggi TNI pada masa orde baru. Dari catatan pribadi, ada sedikitnya tiga perwira tinggi yang peduli lalu memberikan kontribusi pada Soekarno. Yakni, Pangarmatim pada tahun 1990-an, Laksamana Bambang Suryanto, Jenderal TNI Wiyogo Suyono, dan beberapa pejabat TNI lainnya.Wayang seplit Soekarno dijual relatif murah, berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu per tokoh. Werkudoro, misalnya, dijual Rp 50 ribu. Tokoh-tokoh wayang yang sering dipesan beberapa seniman dari mancanegara antara lain, Kumbo Karno, Anoman, Broto Seno, Punto Dewo dan Punokawan.mamang pratidina ( )

Sumber : Dari sini

Menteri Marketing

Menteri Marketing

''Menteri Marketing?'' Binatang apalagi ini! Memang beberapa hari ini kita semua sedang berdebar-debar menunggu formasi kabinet baru bentukan presiden terpilih SBY-Kalla. Banyak kalangan menilai formasi kabinet ini merupakan ujian pertama pemerintahan SBY-Kalla: kalau diisi orang-orang korup dan tidak kompeten, habislah kredibilitas pemerintah baru ini. Tapi, sebaliknya apabila diisi orang-orang yang tepat ia akan menjadi early-win yang memperkokoh legitimasinya. Pertanyaannya, mungkinkah ''menteri marketing'' ada di formasi kabinet baru tersebut?

Dengan nada pesismistis, saya mengatakan 99,9 persen itu tak akan terjadi. Bahkan, banyak dari para pembaca yang barangkali mengatakan, ini mimpi saya di siang bolong. Memang betul ide itu tidak realistis dan barangkali tidak mungkin dijalankan. Namun, setidaknya ide itulah yang selama beberapa hari ini berputar-putar di kepala saya. Masih saja saya terus bermimpi agar negeri ini memiliki seorang menteri marketing. Berikut ini adalah alasan saya, kenapa kita butuh menteri marketing.

Saya melihat, brand Indonesia saat ini di mata dunia internasional begitu buruknya. Bahkan, berada di posisi terendah dalam sejarah perjalanan negeri ini. Bagi saya brand adalah persoalan sangat mengkhawatirkan yang perlu secara strategis dipecahkan oleh negeri ini secepat mungkin. Tak berlebihan untuk menyebut Indonesia saat ini sebagai the bottom of all brand. Kenapa demikian? Karena memang Indonesia adalah jawaranya untuk berbagai hal yang buruk -- korupsi, kemiskinan, instabilitas politik-keamanan, mampetnya arus foreign direct investment (FDI), minimnya law enforcement, dan sebagainya.

Kalau dilihat dari kaca mata konsep marketing nation bisa dikatakan brand adalah ''nyawa'' sebuah negara. Kenapa demikian? Karena kalau brand suatu negara hancur, maka habis pulalah negara tersebut. Dia tak akan dilirik trader, tourist, dan investor. Bahkan, penduduk dan warganegaranya pun ikut-ukutan emoh tinggal. Mereka lebih memilih hengkang dan tinggal di negara lain.

Celakanya kalau warganegara ini dari jenis sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kalau sudah demikian maka akan terjadi brain-drain dan talent outflow. Ujung-ujungnya sudah bisa dipastikan, daerah dan negara tersebut akan semakin keropos daya saingnya.

Untuk membangun kembali brand Indonesia, kita membutuhkan pemimpin-pemimpin dan manajer-manajer yang berwawasan marketing. Contoh dari negara yang punya wawasan marketing kuat adalah Singapura. Bagi saya Singapura adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang birokratnya sangat marketing-oriented dalam membangun negara. Pendekatan-pendekatan marketing seperti segmentasi, positioning, diferensiasi, atau branding dengan cerdas diterapkan oleh pemerintah Singapura layaknya sebuah organisasi bisnis. Inilah yang saya istilahkan dengan enteprising the government.

Dengan menggunakan pendekatan marketing yang cerdas negara Merlion itu menjual pariwisata melalui branding campaign bertema Uniquely Singapore. Negara kota ini juga berupaya keras mendatangkan orang-orang terbaik (pebisnis, profesor, peneliti, seniman, dan sebagainya) untuk tinggal di Singapura dengan program Contact Singapore. Negara ini juga mendorong perusahaan-perusahaannya untuk go international dengan beragam program yang dirancang oleh badan pemerintah IE (International Enterprise). Dan masih banyak lagi.

Dua bulan lalu kebetulan saya menghadiri Global Brand Forum 2004 di Singapura, di mana Lee Kuan Yew berbicara di situ sebagai keynote speaker. Satu hal yang paling menarik perhatian saya dari ceramah Lee adalah visi marketing yang dia miliki. Ada satu pernyataan simpel di awal ceramahnya yang sangat menarik perhatian saya. ''Singapore is different,'' kata Lee.
Tiga kata itu sepertinya sangat sederhana, tapi bagi Lee memiliki makna sangat besar dan diakuinya menjadi kunci kesuksesan Singapura. Ia melanjutkan, sejak 1965 Singapura terus berjuang di tengah kelangkaan resources untuk selalu be different dibanding dengan negara berkembang lain.

Pernyataan Lee ini tak lain merupakan esensi dari konsep diferensiasi dalam marketing. Dari pendekatan pembangunan yang ia lakukan selama 25-30 tahun saya tak ragu sedikit pun untuk mengatakan bahwa Lee Kuan Yew adalah seorang negarawan yang yang juga seorang nation marketer dengan visi marketing yang sangat kental. Rupanya visi marketing ini menjadi inspirasi bagi kalangan birokrasi Singapura dalam membangun negara. Karena itu, menjadi relevan kalau Lee Hsien Loong, perdana menteri baru Singapura, mengangkatnya sebagai minister mentor dua bulan lalu.

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini: ''Mungkinkah 'menteri marketing' ada di formasi kabinet baru tersebut?'' Jawaban saya masih saja sama, 99,9 persen itu tak akan terjadi. Namun, masih saja saya mendambakannya. Sebesar 99,9 persen saya yakin saat ini kita membutuhkannya. Semoga SBY-Kalla membaca tulisan ini.

Marketing Oleh:

Yuswohady, Chief of Corporate & Strategy Practice MarkPlus&Coe-mail: marketing_probis@yahoo.comfaksimile: 021-7983623

Sumber : dari sini

Bangun Komunitas Kita

Suatu ketika ada dialam antah berantah ada seseorang diundang berkunjung kesebuah rumah perenungan, setiba disana dia disambut oleh sang Ketua dan mulailah teman kita ini melihat-lihat apa saja yang diajarkan dalam rumah ini.

Pertama kali sang Ketua mengajak teman kita ini kesebuah ruangan besar dengan meja yang memanjang dan kursi yang terletak bersebrangan yang dipenuhi orang, dimeja tampak makanan yang enak, ada soto madura, gudeg yogya ... wah pokoknya enak serta bisa menggoyang lidah ... tetapi suasana sangat sepi orang-orang yang duduk disitu hanya pada bengong sambil melihat makanan dengan muka sedih tanpa melakukan sesuatu .... lha ternyata setiap orang membawa sendok dan garpu yang panjangnya 1 meter ... gimana mau makan kalau begitu ... pantesan muka mereka pada ditekuk.

Kemudian pak Ketua mengajak teman kita ini keruang sebelah yang sama besar dengan suara riuh rendah, penuh gelak tawa dan saling ledek dengan akrab ... wah ada apa ya ... lho pemandangan persis sama seperti ruang satunya kecuali orang-orangnya yang gembira dan makanan yang hampir habis ... padahal mereka membawa sendok garpu yang sama panjang ... kok bisa yaaa.

Penasaran sekali teman kita ini dan diperhatikan dengan jelas apa yang beda ... oooh ternyata mereka saling menyuapi temannya, yang duduk disebelah kiri meja menyuapi yang sebelah kanan, begitu juga sebaliknya .... akhirnya makanan tersebut habis.

Teman-teman semua ... ini refleksi dari kehidupan kita sehari-hari .. tinggal kita pilih mau bersikeras melakukan usaha sendiri padahal kita tahu itu menyusahkan atau saling tolong dan semua bisa bergelak tawa dalam satu irama kegembiraan ... mari kita bangun keakraban dan budaya saling tolong menolong di komunitas ini ...

Wassalam,

Harmanto

25 Januari 2008

Senyum dikit donk....

"Innalillahi..."
Seorang Ibu datang ke toko HP,dan mau beli seri Nokia baru.
Roch:berapa harga N 73..?.
Toko:Rp.3,8 juta.
Roch:Astagfirrulah allazzim,mahal amat sih.
Toko:apalagi N 95,bisa Innalillahi wa Innalilahi Rojiun.
* * * * *

"Barangkali"
Suatu hari guru menyuruh membuat kalimat dengan kata BARANGKALI.
Guru : Ayo siapa yang bisa membuat kata barangkali.
Murid 1 : Saya! Barangkali di kelas ini saya yang paling pinter.
Guru : Bagus, ayo siapa lagi?
Murid 2 : Saya bu! Barangkali saya anak yang paling ganteng di dunia ini.
Guru : Bagus, siapa lagi?
Murid 3 : Saya! Batu, pasir, kerikil, lele dumbo dan kawan - kawannya adalah BARANGKALI.
Guru : #$%&%#$&
* * * * *
"Kirim Babi"

Ada seorang anak berasal dari papua (biak) bersekolah di jakarta.. Suatu hari ia menelpon ayahnya yang ada di biak karena iri pada teman temannya yang pergi ke sekolah naik mobil..dalam pembicaraan telepon tersebut ia berkata: "halo?, papa, sa punya teman2 di sini itu kalau pergi ke sekolah naik kijang, panther, kuda, jaguar"
lalu sang ayah menjawab:"Tenang anak nanti bapa dari biak kirim kamu babi, supaya kamu lagi bisa gaya gaya ke sekolah"
sang anak:?????????????!!!!!!!!
* * * * *
"Tahun Berapakah...?"
Pak guru bertanya pada murid SMAN 1 kelas 11 IPA 1 Bumiayu.
Guru :tahun berapa oksigen ditemukan oleh Spreisley dan scheele...?.
Murid 1:tahun 1774.
Guru :bagus,tahun berapakah Albert Enstein mengembangkan teori relativitas....?.
Murid 2:tahun 1915.
Guru :bagus,tahun berapa Jerri Yang dan David Flo membuat situs Yahoo..?.
Murid 3:tahun 1994.
Guru :ada yang bertanya....?.
Lina :saya Pak,tahun berapa patih Gajah Mada lahir....?.
Guru :................???????????????...............
* * * * *
"Hilang "
3 tiga anak namanya hilang, tolol & otak. Suatu hari si hilang "Hilang", kemudian si tolol & si otak melapor ke kantor polisi. Sementara si tolol masuk kekantor untuk melapor si otak menunggu diluar.
Tolol: "Pak, gawat pak, temen saya Hilang"
Pak Polisi: "Ma'af mas nama teman anda siapa?"(Serius)
Tolol:"Nama temen saya hilang pak!!!"
Pak Polisi: "ma'af bisa diulang, namanya siapa?"
Tolol:"Nama temen saya hilang pak!!!"
Pak Polisi: "Saya serius, nama teman anda siapa?" (Marah)
Tolol:"Bener Pak,nama temen saya tu Hilang!!!!!!!!"
Pak Polisi:(Marah) "OTAK KAMU DI LUAR YAA!!!!!!!"
Tolol:"iya pak, Otak diluar, suruh dipanggil masuk ya pak!"
Pak Polisi:(Marah) "KAMU TOLOL YA!!!!!"
Tolol:"Lho, kok bapak tau nama saya Tolol?"
Haaa Haaaa....!

Sharing Management 3

Kaizen

Mahluk apaan sih yang namanya Kaizen itu?, Kaizen sendiri didunia barat sering diterjemahkan dengan “Continuous Improvement”, perbaikan yang berkesinambungan. Beberapa penulis buku Manajemen menuliskan bahwa dengan menerapkan konsep Kaizen ini perusahaan di Jepang menggapai sukses dipasar.

Kaizen biasanya diterapkan paralel dengan PDCA ...Berlawanan dengan konsep yang revolusioner, lompatan jauh kedepan dan sebagainya, konsep Kaizen lebih konservatif, berubah secara bertahap dan selalu ada ruang untuk perbaikan untuk menghasilkan yang lebih baik lagi.

Dalam Agama Budha, Kaizen berasal dari arti kata “Renew the heart and make it good”, ini diartikan konsep ini memerlukan perubahan dari “The heart of business” itu sendiri, Kultur dan struktur perusahaan karena proses Kaizen menerapkan dan melaksanakan Visi perusahaan kedalam semua aspek dalam kegiatan operasianal praktis dilapangan.

Menurut Imai [1968], seorang pakar Kaizen, Kaizen artinya perbaikan, lebih jauh lagi perbaikan secara terus menerus dari cara hidup, personal, sosial dan kerja ... ini sama dengan pepatah "hari esok harus lebih baik dari hari ini" ...

Wah konsep Kaizen ternyata sudah ada di Indonesia sejak lama ya, cuma kita sering tidak menyadarinya.Konsep dari Kaizen sangat cocok diterapkan pada setiap usaha, prinsipnya cuma 3 saja yaitu :

1. Karyawan adalah aset terpenting dari suatu usaha

2. Proses harus meningkat secara bertahap, jangan terlalu radikal

3. Perbaikan harus berdasarkan data/statistik sebagai tolak ukur pengukuran keberhasilan

Suport dari semua pihak didalam suatu organisasi sangat diperlukan untuk keberhasilan dari suatu usaha ...

Naaaah, bagaimana dengan TDA Joglo ... kita kombinasikan proses Kaizen dalam diri kita dan hadapi bisnis dengan berbagai kecepatan agar bisa mengadaptasi perkembangan pasar ..

Wassalam,

Harmanto

Sharing Management 2

Konsep Six Sigma Quality [SSQ] secara sederhana ....

Sering kita dengar istilah diatas, apa sih sebenarnya SSQ .. seberapa canggihkah untuk merubah cara berpikir dan bertindak kita [Plan and Action] ... sebaiknya terlebih dahulu kita mengenal konsep SSQ itu sendiri, hal ini pernah saya utarakan dirumah mas Bams tapi ada baiknya saya tuliskan secara sederhana ...

SSQ itu sangat erat kaitannya dengan TQM [Total Quality Management], menggunakan tools dan konsep yang hampir sama ... lho jadi apa keunggulannya dong .. TQM kan sudah dari tahun 70’an populer, mbah Deming waktu itu yang jadi jagoannya ... coba kita lihat suatu contoh sederhana ...

Misalkan anda seorang pedagang kentang yang menjual kentang dalam karung seberat 10Kg, saya jamin tidak ada satupun karung itu yang beratnya persis sama karena beberapa faktor, terutama bentuk kentang itu sendiri yang bervariasi ... betul kan ...

nah berapa sih berat yang masih bisa ditoleransi oleh pembeli dan anda sebagai penjual ... oh ok misalkan 0.5 kg ya, artinya berat 9.5 sampai 10.5 kg bisa disepakati ... ingat, kalau lebih dari 10Kg itu artinya anda rugi, tapi kalau kurang dari 10kg artinya pembeli yang rugi ... well ... kita lanjutkan ...

Nama Sigma sendiri diambil dari huruf Yunani [jangan dipisah jadi Yu Nani lho, nggak ada kaitannya], yang melambangkan standard deviasi atau sesuatu angka penyimpangan yang bisa diterima, jadi 0.5kg tadi merupakan deviasi berat yang bisa diterima.

Dalam Statistik suatu normal distribusi biasanya yang masuk kategori ada 68% , dengan deviasi yang diijinkan 0.5Kg untuk 100% produk kita, kita lalu tetapkan Sigma sistem yang kita akan sepakati, misalnya sebesar 0.2kg [one Sigma], artinya deviasi kita yaitu 9.8 – 10.2Kg, dan menurut statistik hanya ada 68% saja berat karung yang masuk kategori ini [9.8-10.2] yang sama artinya dengan 2 Sigma, dengan variasi [10 +/1 (2*0.2)] Kg ... kalau kita naikan lagi jadi 3 Sigma [10 +/- (3*0.2)] berdasarkan teori distribusi akan ada 99.7% karung kentang kita yang masuk kategori ... artinya hanya 3% karung kita yang kurang dari 9.4kg atau lebih dari 10.6Kg ...

wah gampang dong masuk Six Sigma karena standardnya longgar banget [10 +/- (6*0.2)], usaha kita sudah Six Sigma dan masuk SSQ dong ... hehehe ... cara berpikir kita bukan seperti itu ... Untuk satu proses mata rantai pendek mungkin tidak terlalu problem, karena untuk kasus karung kentang hanya dihitung kesalahan penimbangan berat, lha kalau proses itu melibatkan proses panjang dengan ribuan proses kecil didalamnya seperti contoh buat mobil ... ini bisa guawaaat lho ..

Idealnya kita harus mengecilkan nilai Sigma kita yang kita tetapkan sendiri sampai mendekati 0, artinya deviasi harus dibuat sekecil mungkin, makanya ini ada kaitannya dengan TQM ... contoh soal di produksi mobil yang hanya mengijinkan beberapa kesalahan saja dari jutaan proses, hilang 1 mur/baut bisa membahayakan nyawa manusia dan akhirnya membahayakan perusahaan ... ini yang berat bro ...

Jagoan Six Sigma yang terkenal adalah Om Jack Welch saat dia menjabat Chairman di GE dan untuk menerapkan Six Sigma ini secara ketat memang diperlukan tingkat kedisiplinan sangat tinggi, tidak hanya sekedar menimbang karung kentang ... sehingga seseorang dengan tingkatan Six Sigma Black Belts master sangat dicari dan dihargai tinggi oleh perusahaan yang akan menerapkan Six Sigma ... nah kembali membumi ... justru perusahaan yang menjadi contoh keberhasilan menerapkan Six Sigma adalah perusahaan pengantar makan siang di India seperti yang pernah saya ceritakan ...

Jadi usaha andapun bisa menerapkan konsep ini, tentunya dengan pengawasan Quality yang ketat, baik quality produk ataupun jasa pelayanan ... apa ini untuk menyambut bisnis yang menjanjikan 10 tahun mendatang .. wah kelamaan om, ... OK kalau gitu sebaiknya kita kerjakan sekarang saja semuanya dengan memberikan yang terbaik apa yang kita punya kepada sesama yang membutuhkan .. semoga kita semua bisa menjadi orangdengan kualitas Six Sigma yang ber deviasi mendekati Nol dengan menerapkan konsep 2M ...

Wassalam,

Harmanto

Sharing Management 1

Sedulur semua ...

Saya mencoba share apa yang saya tahu dengan bahasa umum mengenai beberapa teori Management, maaf karena keterbatasan pengetahuan dan hanya berdasarkan pengalaman waktu ikut team implementasi dulu mungkin banyak kekurangan ... semoga bisa membantu memberi gambaran ...

BALANCED SCORECARD [BC].

BS ini suatu tool management untuk membantu para manajer disemua level memonitor hasil dari setiap bagian dibawah pengawasannya.Robert Kaplan dan David Norton dalam artikelnya ” The Balanced Scorecard - Measures that Drive Performance" tahun 1992 di HBR [Harvard Buz Rev] yang dipublikasikan tahun 1996 menyatakan bahwa BC bisa mengubah bisnis kita dari suatu strategi menjadi action yang nyata.

Sebetulnya tidak ada yang baru dalam hal ini, tetapi Kaplan dan Norton menganjurkan membagi pengawasan segala kegiatan kedalam 4 area saja, sederhananya adalah :

1. Performance dari sisi Financial.

2. Pengetahuan kita terhadap pelanggan kita/Customer Perspektif

3. Proses Internal yang terpadu, dan

4. Nilai [Value] dari Produk/Jasa kita dan SDM yang berkaitan dengan skill, serta peningkatan Value Produk/Jasa kita.

Dengan fokus kepada 4 area tadi dan dibuatkan flow kerja yang menghubungkannya serta diberi bobot/target [SCORE] setiap flow nya maka diharapkan terobosan peningkatan performance secara keselurhan, integrasi program antar bagian, kualitas dan sebagainya bisa dicapai.Pola ini dari bagian besar diturunkan ke bagian dibawahnya, begitu seterusnya dengan tetap mengacu pada 4 area diatas ...

BC ini sangat mirip dengan Hoshin Planning atau Hoshin Kanri, system yang berfokus pada plan strategy secara luas dalam suatu organisasi yang biasa dipakai di Perusahaan di Jepang.Satu hal yang penting, dalam BC semua dirancang oleh team eksekutif yang terdiri dari level atas setiap bagian yang terlibat dan ini harus dijalankan kebawahannya, karena yang tahu alur kerja biasanya team ini, pengawasan yang ketat dan leadership yang kuat sangat diperlukan agar BC ini bisa berhasil termasuk keakuratan data/sampling yang digunakan dan target yang ditentukan.

Di Indonesia, beberapa perusahan Astra sudah menerapkan ini sejak tahun 1997 saat sistem ini dipopulerkan ... jadi sudah 11 tahun yang lalu dan bukan suatu sistem yang baru lagi ...

Wassalam,

Harmanto

Bung HATTA dan Sepatu Bally

PADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, WakilPresiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.

Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untukmembantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.

Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkanposisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untukmemperoleh sepatu Bally. Misalnya, dengan meminta tolong paraduta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta."

Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri," kata Adi Sasono, Ketua Pelaksana Peringatan SatuAbad Bung Hatta. Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi ditengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.

Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu,harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada oranglain.

Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak ....... , tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing.

Diambil dari milist TC

24 Januari 2008

"Harga Sebuah Investasi"

Demikian bunyi shoutbox di blog saya pagi ini.

Saya coba jawab dengan berandai-andai saja. Seandainya setelah lulus dari kursus entrepreneur TDA ini, dalam setahun kemudian anda mendapat profit 10 juta, atau 30 juta, atau 50 juta atau 100juta per bulan dari bisnis anda. Berapa harga atau nilai investasi yang akan anda berikan kepada kursus ini?

Sekali lagi, ini adalah investasi, bukan biaya. Kalau biaya, ia habis menguap. Kalau investasi, ia akan kembali di masa mendatang dalam jumlah yang mungkin saja tidak terbatas, unlimited.

Jadi, kalau bicara harga investasi, akan sangat relatif jawabannya. Tergantung "value" apa yang ditawarkan di balik harga itu.Ketika ide ini juga ditawarkan oleh Pak Haji Ali (sesepuh TDA), iamengatakan bahwa ia akan memberikan ilmu dan pengalaman berbisnisnya selama 40 tahun jatuh bangun itu.

Kerugian miliaran rupiah sudah ditelannya selama perjalanan itu.Ia akan memberikan "intisari" dari semua pengalaman itu kepada pesertanantinya.

Pertanyaannya, berapa harga yang layak kita berikan kepada pengalaman 40tahun itu?Tentu juga sulit dijawab.

* * * * *

NB :

Hampir mirip dengan ilustrasi diatas. Ketika anda menginvestasikan/memilih bisa untuk praktis dalam melakukan pengisian pulsa dan lebih gilanya lagi bisa digunakan seumur hidup, dengan benefit harga grosir setiap hari. Apa itu mahal?

Katakan dalam satu keluarga anda terdiri dari 5 orang saja, sedangkan tiap bulan masing2 biasa mengisi pulsa 2 kali saja. sedang selisih harga dengan pasar bisa berkisar sampai Rp2.000 per isi ulang. Katakan saja, seumur hidup itu hanya dihitung 40 tahun.

Itu artinya anda akan menginvestasikan sebesar hampir 10 juta...! Padahal itu, selama masih ada kuota, semua bisa anda lakukan secara gratis...!

Apa itu mahal...? Itulah harga sebuah investasi.... Tidak semua orang bisa melihat harga sebuah investasi. Tapi saya yakin anda bisa..!

* * * * *

Diambil dari email pak roni di milist TDA

Salam,

HATTA-JPP

23 Januari 2008

Enak nggak sih kalo ribet?

Enak nggak sih...?

Pada suatu hari ada kisah, sebut aja mbak mawar. Mbak mawar ini seorang aktivis berat, maksudnya seorang yang memiliki aktivitas yang luar biasa. Singkat kata mbak ini gak bisa diem-lah...

Di kantornya, atau dirumah-pun kerjaan dari kantor juga sering dibawa pulang. Mungkin daripada lembur/ngerjain dikantor, mendingan ngerjain dirumah...

Saat di kantor, ruang kerjanya yang berada dilantai atas seringkali tahu2 mengalami problem dalam hal komunikasi. HP-nya yang cukup canggih, yang di tabloid-tabloid HP berbandrol diatas 2 juta, sering collaps..!

Collaps piye maksude?

Lha HP "kelas atas" seperti itu, mosok ga ada pulsa-nya sama sekali..!! Yah, karena gak punya pulsa sama sekali sudah otomatis kan mbak mawar itu gak bisa berkomunikasi. Boro-boro buat telpon, buat sms aja gak bisa...! Sedangkan kalo mau ngisi pulsa, mbak mawar pasti ribet....

Cuman gara2 kehabisan pulsa,

mbak mawar tersebut RIBET poll......

Musti ribet pergi ke konter terdekat.....

Belum lagi turun ke lantai bawah, keluar ruangan untuk beli pulsa....

Belum lagi, kalo keluar ruang kerja berarti kerjaannya terbengkalai...

Dah gitu ribet ngeluarin motor/mobil dari parkiran untuk beli pulsa ke konter terdekat...

Kalo gak pake kendaraan berarti musti capek2 jalan kaki....

Dah gitu... Capek jalan kaki, kalo panas ya musti kepanasan, dan kalo hujan ya kehujanan..

Belum lagi kalo pake kendaraan kena parkir.....

Parahnya lagi... MUSTI BELI DENGAN HARGA ECERAN.....!!!!

STOP RIBET SEPERTI MBAK MAWAR...!!!

Sudah gak jamannya lagi Anda ribet seperti Mbak Mawar ketika anda ketemu problem kehabisan pulsa...!!

Kalo bisa ngisi pulsa sendiri, dari HP sendiri, gak perlu ribet pergi ke konter, gak perlu ganggu aktivitas anda, gak kepanasan/kehujanan, dan hebatnya lagi bisa ngisi pulsa dengan harga grosir, NGAPAIN SUSAH-SUSAH....?

JPP kini hadir.... Fasilitas bisa isi ulang pulsa dengan harga GROSIR setiap everyday...!! Yup Seumur hidup anda bisa ngisi pulsa dari HP sendiri dengan harga grosir....!!

Pengen tahu detilnya seperti apa? Pengen ngisi pulsa sendiri dengan HARGA GROSIR setiap everyday selama seumur hidup???

Hubungi saya sekarang...

HATTA - JAMHUR POM PULSA

0899.509.2928/0888.279.8807

NB: Sebuah kisah nyata. Kalo ada kesamaan nama, tempat, setting cerita, dan kejadian adalah bukan hal yang kebetulan belaka. Penyebutan nama di atas untuk memudahkan ilustrasi.

21 Januari 2008

Akhirnya Ngeblog Lagi

Akhirnya ngeblog lagi..... I Love You.. Hore..Hore...!!

Beberapa hari, bahkan beberapa minggu gak ngeblog. Yah, mulai saat mengalami kejenuhan, abis gitu speeda-ku lagi2 bermasalah, ditambah dua hari terakhir ada virus iseng yang usil mampir di PC saya.

Akhirnya daripada ga bisa ngapa-ngapain, selama waktu itu pula saya mencoba untuk mencari ide baru membuat format/cara pemasaran bisnis saya untuk tahun 2008 ini.

Yah,namanya juga mencoba thinking out the box (halahhh.....sok british..!) beberapa referensi bacaan serta cerita pengalaman dari sahabat2 yang lain coba diakomodir lagi..

Perjalanan panjang 'guru MLM' saya, om mudzakir. Lalu pengalaman dan input dari suhu dan mentor di TDA Joglo. Lalu kisah mas pipit dalam memaintenance loyal customer. Trus pengalaman saya selama bermain VNET (mlm pulsa), semuanya coba saya petakan satu persatu.

Hanya satu target saya : Omzet JPP harus naik lagi ditahun 2008 ini. Omzet naik secara otomatis jumlah reseller juga musti bertambah kan? Dan kebetulan, saat akhir tahun 2007 saya pernah menuliskan resolusi di tahun 2008 jumlah reseller/member JPP musti bertambah minimal sebanyak 500 orang..!

Yups..! 500 orang....

Itu artinya, kalo saya bekerja sendiri, dalam arti saya yang aktif dan agresif mencari reseller baru, per hari akan ketemu angka rata2 yang harus saya dapatkan adalah sebesar 1.5 orang..!!

Dari pengalaman jalan selama ini. Hanya bermain melalu brosur, spanduk, serta iklan di media massa, angka itu mungkin sedikit 'mustahil'.. Musti ada cara cantik lagi untuk bermain...

Kata kunci saya jadi teringat pada pelajaran 'guru-guru besar marketing'. Pak Tung Desem Waringin, Bradly J Sugar, serta Roger Konopasek selalu mengajarkan: perbanyak LEAD..!!

Perbanyak LEAD disini adalah dengan mendatangkan lebih banyak lagi calon-calon klien prospektif kita. Dan itu bisa dilakukan dengan banyak sekali cara. Setelah memperbanyak LEAD, maka langkah selanjutnya adalah melakukan funneling...

Back to laptop....!

Dari itu semua, fokus saya adalah memperbanyak lead itu terlebih dahulu...

Berkaca dari beberapa pengalaman para guru, suhu, serta mentor, dan ditambah dengan pengalaman saya yang menurut saya 'PAS' dan 'COCOK' dengan 'BAJU BISNIS' saya, akhirnya ketemu jawabannya.

Bisakah anda menemukan hubungan antara pulsa dengan beberapa bisnis berikut ini:
-Bengkel Motor,
-Toko Fashion Online,
-Distributor Alat Kesehatan,
-Laundry,
-dan bahkan seorang 'tukang kredit keliling'

Bahkan dalam forum hari minggu kemarin saat di rumah Pak Bams, ketika saya memaparkan cara ini, Mas Yoyok, pemegang hak distribusi produk2 busana muslim untuk wilayah Jateng-DIY saja bisa melihat celah kerjasama ini...

Ternyata kata kunci itu kini sudah terjawab, yaitu: CO-BRANDING...!

Pengen tahu lebih detil tentang Co Branding ini? Silakan kontak saya di 0899.509.2928

Salam,
HATTA N ADHY PK,ST

07 Januari 2008

HOW DO YOU FACE YOUR FAILURE ?

HOW DO YOU FACE YOUR FAILURE ?

Di setiap episode kehidupan ini, anda hanya akan dihadapkan pada dua pilihan dalam melihat kegagalan, yaitu result (hasil) atau reason (alasan).

Tengoklah dua pilihan ini karena sangat menentukan bagaimana anda melihat kegagalan dalam hidup ini. Jika kita tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, kita mungkin mulai mencari alas an di balik kegagalan itu. Semakin kita dewasa, semakin mahir kita mendefinisikan alasan mengenai terjadinya sesuatu secara logis dan hal yang paling membahayakan terjadi, karena alasan itu terlihat begitu 'benar' sehingga menjadi keyakinan yang tidak memberdayakan seseorang dan menjadi kebohongannya. Cobalah anda mendengarkan cerita orang yang menceritakan mengapa mereka gagal dan anda akan menemukan alasan-alasan logis yang membuat seseorang itu gagal dan bahayanya ia percaya bahwa itulah kondisi yang tidak dapat dihindari dibandingkan keinginannya untuk berubah.

Oprah Winfrey, wanita berkulit hitam pembawa acara talkshow yang sangat terkenal di dunia, adalah orang yang paling 'menentang' pandangan banyak kalangan bahwa ia tidak cocok menjadi seorang pembawa acara talkshow. Parasnya yang pas-pasan, ukuran tubuh yang jauh dari standard kecantikan, kulitnya yang hitam (sulit bersaing dengan bule), dan masa lalunya yang suram (menjadi korban perkosaan). Itulah fakta mengenai Oprah Winfrey. Mungkin bagi kebanyakan orang, kondisi Winfrey adalah 'reason' untuk menganggap bahwa dirinya tidak pantas meraih kesuksesan; namun Oprah mengubahnya menjadi 'result' yang positif. Memutarbalikkan setiap kegagalan menjadi dorongan yang sangat hebat untuk meraih kesuksesan.

Oprah Winfrey berani menatap dan menghadapi kegagalan dan pengalaman buruknya pada masa lampau dan tetap mengambil langkah maju dengan membuang beban yang ada.

Demikian pula halnya dengan Elvis Presley ketika mencoba tampil untuk pertama kalinya, Elvis dilarang untuk balik naik panggung dengan cemoohan bahwa ia akan gagal selamanya. Apakah menurut anda Elvis muda saat itu menjadi takut dan mundur serta tidak melanjutkan langkahnya? Jawabannya tentu sudah kita pahami bersama bahwa Elvis Presley adalah Sang legendaris "King of Rock n Rol" abad 20 hingga kini.

Bagaimana dengan anda sendiri? Apakah anda dalam kondisi seperti itu akan melihatnya sebagai alasan logis untuk menyerah ataukah anda menganggapnya sebagai tantangan untuk mengubah fakta tersebut menjadi kenyataan positif bagi anda. Anda tentukan sendiri pilihannya.

Seringkali manusia gagal mencari jawaban atas kegagalan. Jawabannya bisa dua; yaitu menerima batasan atas kegagalan tersebut atau mencari jalan keluar untuk mendapatkan results yang berbeda. Kita tidak akan tiba ke tempat tujuan jika kita terus melihat dari kaca spion kendaraan saat mengemudi di jalan. Kita akan sulit maju jika pandangan kita hanya melihat kegagalan-kegagalan di masa lalu.

Kegagalan itu sesuatu yang berharga. Sebaiknya kita arahkan pandangan ke depan saat berkendaraan dan bersiap untuk menghadapi tantangan yang baru karena masa depan tidaklah sama dengan masa lalu kita.

(Dikutip dari "Fight Like A Tiger Win Like A Champion" hal 164-165).

"OUR GREATEST GLORY IS NOT IN NEVER FALLING, BUT IN RISING EVERYTIME WE FAIL" ( Confucius ).

"MANY OF LIFE'S FAILURE ARE MEN WHO DID NOT REALIZE HOW CLOSE THEY WERE TO SUCCESS WHEN THEY GAVE UP" ( Thomas Edison ).

ANDRIE WONGSO: SUKSES ADALAH HAK SAYA

ANDRIE WONGSO: SUKSES ADALAH HAK SAYA

Tak berlebihan jika Andrie Wongso disebut sebagai salah satu motivator terbaik di negeri ini. Proses hidup yang dijalani pengusaha kartu kata-kata mutiara Harvest ini, sangat inspiratif. Anak penjual kue yang lahir di Malang, 6 Desember 1954 itu, tak pernah tamat SD akibat gejolak Gestapu 1965.

Sejak itu, Andrie kecil harus jualan kue di pasar untuk menyambung hidup. Tahun 1976 ia nekad merantau ke Jakarta dengan pekerjaan pertama sebagai salesman sebuah pabrik sabun. Malam hari ia cari tambahan dengan melatih beladiri Kung Fu.

Merasa punya kepandaian dan penampilan oke, Andrie banting stir melamar jadi bintang film silat. Lamarannya ke perusahaan film HongKong diterima. Ia sempat tiga tahun mengadu nasib dan membintangi film "Kung Fu Executioner" dan "Fistful of Talon", serta satu film nasional "Surga di Telapak Kaki Ibu".Ternyata dunia film tidak memberi sesuatu seperti yang diimpi-impikan sebelumnya.

Orang beranggapan Andrie gagal karena tak sekalipun jadi bintang utama. Namun ia menilai dirinya sudah sukses. Sukses dalam proses mencari jatidiri dan berani memiliki imajinasi untuk mewujudkan cita-citanya."Sukses dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling tinggi. Prosesnya!," tegas suami Haryanti Leny Suharto itu.

Dan "kegagalan" itulah yang akhirnya justru membukakan lembaran barubagi ayah dari Vicky, Vendy, dan Valdy ini. Tahun 1985 ia merintis bisnis kartu ucapan kata-kata mutiara dari tempat kosnya.

Di luar dugaan, usaha kartu-kartu inspiratifnya berkembang pesat.Lalu ia dirikan MLM Forever Young, Action & Wisdom MotivationTraining, serta memiliki perusahaan hologram dan software.

Kegemarannya berbagi spirit kesuksesan menjadikannya seorang motivator yang luar biasa. Ia telah berbicara di banyak perguruan tinggi dan perusahaan komersil. Bersama pengamat bisnis dan manajemen Renald Kasali, ia membagi elanentrepreneurship di seluruh nusantara, selama tiga bulan berturut-turut selama pertengahan tahun 2002 lalu.

Andrie ada dibalik suksesTim Bulu Tangkis Olimpiade Sidney dan Thomas & Uber Cup tahun 2000.Kemenangan gemilang Tim Thomas Cup Mei 2002 lalu juga berkat sentuha nmotivasinya. Kini selain terus berwiraswasta, ia mendedikasikan talentanya untuk membangkitkan sikap mentalitas sukses kepada sebanyak mungkin orang.

"Kita bangsa yang cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalah pembinaan sikap mental, baru bisa bangkit lagi," tegasnyakepada Edy Zaqeus, dalam sebuah wawancara eksklusif di di salah satukantornya di Kawasan Roxi Mas, Jakarta Barat.

Apa yang Anda cari dengan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar?

Memberi dan membagi pengalaman. Kalau kebetulan itu di perusahaanyang basisnya bisnis, ada timbal balik. Tapi kalau di universitas-universitas, anak-anak PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia: red), ya kita hanya memberilah.Yang menarik, ternyata orang-orang kita itu haus akan pengertian mentalitas atau motivasi. Dengan membagi pengalaman-pengalaman yang saya lewati selama ini, itu jelas dapat merangsang. Ternyata kualitas-kualitas seperti saya ini,yang notabene pendidikan formalnya SDTT -Sekolah Dasar Tidak Tamat-tapi ada satu visi yang bisa diambil melalui perjuangan selamapuluhan tahun terakhir. Beraneka ragam kehidupan saya. Dari SDTT,berjuang luar biasa sebagai pelayan toko, memperjuangkan impiansebagai seorang bintang film, memperjuangkan usaha melalui kartu ucapan Harvest, lalu terjun ke dunia MLM, sebagai motivator tim resmi Olimpiade. Kini makin banyak sekali undangan untuk memberi motivasi.

Dari pengalaman Anda sendiri, apa menariknya dalam entrepreneurship?

Satu sikap mental atau cara pandang terhadap kesulitan itu. Carapandang apa itu sukses. Di Indonesia ini banyak orang kena penyakitmitos. Misalnya, pendidikan saya rendah, saya anaknya pegawai kecil,saya anak orang miskin, anak petani. Kalau itu yang dibuat pedoman,kita habis. Karena sikap mental tadi, membawa dampak keseluruhan.Membuat Anda ini tidak bisa bertanding, karena sudah mikir dulu 'sayakan cuma SD, saya kan cuma SMP, cuma SMA'. Yang S-1 pun 'bapak saya orang miskin, mungkin saya tidak bisa sukses, hanya sebagai pekerja biasa saja'.Itu mentalitas yang mematikan seluruh pandangan. Mitos itu antaralain pendidikan. Mitos kesehatan, merasa dirinya tidak kuat fisik.Mitos nasib 'saya berjuang bagaimanapun saya tidak akan sukses,karena nasib sudah menentukan saya hidup seperti ini'. Mitos umur 'saya sudah tua, ini kerjaan atau bidang anak muda' atau sebaliknya. Mitos kelamin, 'dia kan cewek ya bisa, bukan kerjaanlelaki'. Mitos warna kulit 'saya kan item, dia kan orang Tionghoa kulitnya putih bisa sukses'. Ini semua penyakit-penyakit mitos, tidak berlaku. Maka dalam kehidupan saya, saya ringkas dalam satu kalimat;SUCCESS IS MY RIGHT. Sukses adalah hak saya. Inti seminar saya itu,dengan moto kata-kata mutiara "Kesuksesan bukan milik orang-orangtertentu.Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang`benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati".

Banyak orang terbelenggu mitos-mitos itu?

Banyak sekali, sangat banyak. Saya lihat di seminar-seminar saya. Diatlet saja ada kok. Atlet PBSI yang top semua itu juga kena mitos berat, mitos susah. Penyakit juga yang membuat orang susah bangkit.

Cara untuk keluar dari belenggu itu?

Mental! Mental kan butuh pengertian. Tanpa disentuh itu, bagaimana bisa bangkit wong dia sendiri tidak tahu? Tahunya mau kerja merasatidak bisa. Ini perlu dikuak dulu! Nah, itu tugas saya sekarang.Dengan begitu saya merasa membantu negara. Kadang ketika mauberwirausaha, soal modal dan risiko menjadi kendala utama. Dua penyakit itu yang paling berat.Takut ambil risiko dan tidak punya modal. Saya mulai justru dengankeduanya itu tidak ada. Saat saya mulai kartu Harvest tahun 1985,tidak ada modal sama sekali. Saya cuma punya ide. Jadi dalam prosesperjuangan dulu, saya punya kata-kata mutiara, "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tapi dinilai dari proses perjuangannya". Jadi saya pulang dari Taiwan bikin kata-kata mutiara ini. Orang mikir saya gagal sebagai bintang film karena tidak ada satu film pun saya bintangi sebagai bintang utama. Tapi saya pikir itu sukses! Sukses`dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling tinggi. Prosesnya! Waktu saya punya ide membuat kartu kata-kata mutiara, saya tidak punya modal. Maka sayapasang iklan ngajar Kung Fu. Kumpulin uang buat modal. Jadi berangkat tanpa modal.

Tapi mana yang mendahului?

Ide! Ide itu yang mendahului,saya pasti berhasil.Jadi embrionya pengertian "Success is My Right" tadi. Karena adapengertian itu, muncul keberanian untuk mencoba. Ada nggak keuletan?Pasti! Masalah-masalah itu jadi kecil karena kita berani menghadapisesuai dengan pengertian kita, bahwa saya pasti berhasil. Risiko?Udah nggak ngerti lagi apa itu risiko! Jalan aja, risiko itu kan nanti? Maka harus berani ambil keputusan mencoba.Kalau sudah berani ambil keputusan mencoba, pasti berani risiko.Risiko gagal, wong sekarang nol kok gagal? Berangkatnya kan nol?Nothing to lose, always win!Bagaimana Anda bisa memelihara spirit dari dalam, penuh motivasi terus-menerus?Kalau secara singkat bahasa rohani mengatakan..karunia. Tapi ingat itu ilmu yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Karena saya terbiasa dalam latihan Kung Fu yang saya namakan Hap Kun Do, ini menghilhami saya. Harus selalu konsisten mentalnya, terjaga. Terutama kemauan,kepercayaan diri, komitmen, konsekuen, satria, berani, tanggungjawab, disiplin, moralitas.Itu semua kelompok karakteristik yang harus dimiliki orang yang mauberhasil. Kapan berhentinya? Ini tidak berhenti sampai kita mati.Hidup terus. Kok begini? Ini sebetulnya konsisten yang benar. Karenasedikit yang konsisten, jadi luar biasa saya. Padahal itu biasa saja.Bagaimana ilmu beladiri bisa memberi spirit dan selalu mengilhamiseperti itu? Karena di dalam Kung Fu sebenarnya adalah pelatihan fisik yang menghasilkan mental. Kalau kita tertekan fisiknya karena latihan fisik, itu akanmenghasilkan pengkristalan kekuatan mental. Kalau latihan ndak kuat,dipaksa dikit! Ndak kuat, dipaksa dikit! Itu sama dengan kita mengalami penderitaan. Begitu mengalami penderitaan kita tahan,tahan, ternyata ya kuat. Jadi kekuatan mental menghadapi masalah itujadi tumbuh.Dengan teriakan (dalam latihan beladiri: red), itu aktualisasi diriakan muncul. Dari aktualisasi itu akan menimbulkan kepercayaan diri.Membuka keyakinan diri.

Kalau dianalogikan dengan risiko bisnis?

Nyemplung saja! Satu-satunya jalan seseorang dinilai luar biasa bukandari banyaknya prestasi yang dihasilkan. Tapi dari berapa banyakmasalah yang dihadapi. Itu baru luar biasa. Kalau kita orang kayaluar biasa, itu kan orang punya uang banyak, bukan orang sukses?Orang sukses dinilai dari bagaimana dia menghadapi masalah dengantenang dan berani. Kalau orang seperti ini, ndak ngerti itu risiko.Yang tahu saya berhasil. Semangat seperti ini perlu dibudidayakan di Indonesia. Kita bangsayang cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalahpembinaan sikap mental, baru bisa bangkit lagi.Mengisi peran pembinaan sikap mental itu, pilih institusi formal ataunon formal?Dua-duanya. Contohnya sudah lebih dari 15 universitas, pelantikan dari S-2 sampai S-3. Dari perusahaan-perusahaan, perbankan, semualini yang paling top pun sudah saya masuki. Di situ itu butuh motivasi. Karena motivasi tidak bicara status, bukan milik orang sekolahan, tidak juga milik tukang sapu, tidak juga milik presiden.Semuanya! Itu soal mentalitas, maka jangan bicara status. Semuanya!Lha, bangsa kita saat ini membutuhkan pembangunan karakter. Ini yanglebih penting. Kalau itu ada, berduyun-duyun bersama-sama, kitaadakan hari ini. Sebulan saja setelah hari ini, pasti berubah. Satu tahun kemudian, berubah atau berubah? Pasti berubah! Masalah sikapmental seperti contoh tadi, itu yang perlu dikembang-biakkan.

Dikaitkan dengan perubahan sikap mental itu, apa yang mesti dilakukanorang-orang muda?

Anak-anak muda sekarang ini harus belajar nilai sebuah sikap mental.Anak-anak sekolah ini kan tonggak bangsa yang dimiliki? Isinya berantem, bunuh-bunuhan. Kalau kita lihat sebagai cermin, bagaimanaorang kayak gini bisa tumbuh dengan baik? Wong isinya keras sama orang lain, bukan keras terhadap diri sendiri? Itu tidak tahu sama sekali apa artinya mental. Itu berarti harus step by step. Orang mau berjuang, masih nggak berhasil, kita harus beritahu mentalmu begini. Kualitas bangsa ini lagi turun semua, itu yang saya lihat.

Disiplin nasional sekarang ini mundur atau maju?

Jauh, berantakan!Kita bertaruh aja, Rp1 lawan Rp1 juta; di lampu merah begitu merah,ada nggak yang nyerobot? Waktu mau hijau, keluar semua, udah tidakada yang tertib. Itu juga mental! Itu kalau kita tidak punya,bagaimana kita berjuang kalau melawan negara lain? Itu tugas kita!Bagaimana dengan orang tua yang hanya menyerahkan begitu saja pendidikan anak di sekolah? Orang tua itu juga tidak tahu. Maka bangsa ini harus mengembangkan, membudidayakan, mentradisikan,mengumandangkan pentingnya nilai sikap mental. Termasuk (institusi) yang formal ataupun informal.Keduanya sangat banyak yang tidak tahu. Sekolah-sekolah saja, pulang berantakan. Yang tarung itu berapa banyak, yang ketularan juga banyak. Segelintir saja yang mengerti soal ini. Buat saya, anak-anak muda ini number one. Dalam masa transisi ini, sepuluh tahun mendatang generasi muda ini yang lebih penting. Kalau mereka sekarang disiapkan dengan matang, ya jalan, berproses. Sepuluh tahun kemudian baru diketahui kualitas manusia Indonesia. Kalau itu tidak dibenahi, tidak ada itu Indonesia Baru. Tugas siapa itu?Tugas semuanya! Terutama, sudah pasti dong yang berwenang, ya kabinet ini. Dan termasuk kita semua, masyarakat yang sadar dan mengerti. Saya bisanya memberi ini (motivasi) untuk apa? Untuk membangun orang lain. Jadi idealisnya itu ikut membangun bangsa. Karena saya sadar,yang SDTT kayak saya, SD tidak tamat yang hidupnya berantakan, banyaksekali. Yang SMP, SMA hidup berada juga banyak.Mereka baik, kualitas baik, intelektualnya baik, mentalnya belum baik? Ini yang jadi masalah. Harus dipisahkan antara intelektual dan mentalitas. Seorang SMP, SMA, S-1, S-2 mungkin punya intelektualitas luar biasa. Tapi kena masalah hidup yang berat, nggak kuat menghadapi. Karena pengertian tentang kehidupan mentalitas yang tidak cukup.

Guru-guru terbaik Anda?

Guru-guru terbaik saya adalah kehidupan. Penderitaan itu guru yangpaling saya hormati. Setiap orang bisa menjadi guru bagi orang lain.Selama kita waspada dengan pikiran dan batin yang jernih, anytime andanyway, itu guru semua. Justru penderitaan dalam kehidupan, termasukkelompok kegagalan, kesakitan, kesalahan, ini semua guru nomor satu.Selama kita waspada melihat proses kehidupan. Tanpa ini bisa maju nggak, tidak mungkin maju! Secara fanatik, kelompok penderitaaninilah satu-satunya jalan kita bisa maju. Masak takut? Ndak usahtakut! Wong bisa dihadapi kok.

Kapan saat-saat berefleksi diri?

Hampir setiap hari saya merenung dan meditasi. Saya Budhis, jadi saya banyak melakukan perenungan ajaran Sang Budha yang luar biasa.Terutama yang paling saya senangi adalah 'hidup hanya proses' dan'hidup semua adalah tanggungjawabmu sendiri'. Jadi apa saja tingkahkita itu mengandung risiko. Risiko apa saja itu tanggungjawab kita.Tidak bisa dilimpahkan ke orang lain.Kalau tahu itu, maka langkah kita harus hati-hati. Kalau ada salah,ndak masalah.. Just a process. Orang seperti itu, biarpun uangnyabelum banyak, dia sudah sukses! Setuju ndak? Bukan berapa banyakmasalah yang dihadapi, tapi bagaimana kita memandang masalah itu.

Dalam hidup ini, apalagi yang Anda inginkan?

Keinginan manusia itu selalu berproses dan berubah. Besok bisaberubah? Bisa! Hari ini target saya ini, tahap ini mentalitas yangini, merasa sudah cukup, target harus berubah. Target saya makin tahukehidupan, makin rendah hati.Jadi sementara ini saya ingin menyumbangkan mentalitas saya,pengertian saya, pengalaman saya, pengetahuan saya, untuk semakinbanyak orang, supaya sama-sama mereka menikmati kehidupan yang lebihbaik dari hari ini. Karena apa? Cuma satu catatan: sukses adalah haksaya! Ini saja dibagikan dengan cara saya, lewat seminar, lewat wawancara dengan majalah Anda.

(Wawancara ini pernah dimuat di Majalah Berwirausaha Edisi 5/Thn 1/2002).