06 Oktober 2007

Apa itu PT, SIUP, TDP, NPWP...???

Rekan sekalian....,
Sharing saya, sbb;
Saya, tepatnya PT saya, punya SIUP.... walaupun saya sendiri ga tau kegunaannya... kayanya untuk catatan aja (mungkin untuk statistik kali).

Waktu saya buat akta PT.... sekalian dengan SIUP dan TDP-nya.... jadi ini satu paket... walaupun saya ga tau persis apa kegunaan SIUP dan TDP itu....

Mengenai...... "usaha sendiri" (toko grosir saya di Pusat Grosir Metro Tanah Abang dan counter voucher dan hp di ITC Mangga Dua).... yang penting "jalan" dulu bisnisnya... nanti klo berkembang baru "dilembagakan".... dibuatkan "badan usahanya"... karena menutup/membubarkan badan-usaha lebih susah daripada mendirikannya.

Jadi dalam hal ini.... saya ber-usaha/bisnis dulu... nanti... administrasi/badan-usahanya baru dibentuk (dirapihkan) setelah usahanya jalan.

Mengenai...... PT (badan-usaha) yang saya gunakan untuk Alfamart.... Ini adalah masalah STRATEGI.... (baca manfaat badan-usaha di "Own your Own Corporation"nya Kiyosaki)...., ceritanya begini....

Ketika saya keluar dari kerjaan.... maka saya menjadi "pengacara" (= pengangguran banyak acara)....
Nah.... PT tersebut saya dirikan dan saya gunakan untuk;

1. Sebagai ID (= identitas saya atau "status"), yaitu saya adalah DIREKTUR dari suatu perusahaan yang berbentuk PT...... level saya Direktur nich... he...he...he... ID ini kadang2 diperlukan ketika berhubungan dengan pihak lain (bank, pengusaha, perusahaan dsb.dsb.). misalnya:
ketika ketemu teman... ga ada masalah.... saya bisa bilang bahwa saya memiliki banyak usaha... ente mo percaya apa enggak, gak ada urusan...!!! he...he..he... akan tetapi lain hal-nya ketika ketemu BANK... atau ketemu perusahaan untuk berbisnis... maka "status" saya akan "dipertanyakan"...

2. saya memang berniat pinjam uang/ambil kredit dari bank.... (baca "Good Deb, Bad Deb"nya Kiyosaki)... nah..., pinjaman untuk perusahaan (PT,CV,dsb.dsb) "kondisinya" lebih baik daripada pinjaman untuk pribadi....
Contohnya:
Atas nama PT... saya bisa mendapatkan Pinjaman Modal Kerja... dimana yang saya bayar tiap bulannya hanya bunganya saja.... sedangkan pokoknya.... bisa saya "turunkan" (cicil).... pada akhir tahun.... Karena yang meminjam adalah PT saya... bukan saya sebagai pribadi. Sedangkan pinjaman pribadi/konsumtif.... KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), misalnya... maka pokok dan bunganya harus dicicil/dibayar secara bersamaan setiap bulan.... bahkan bunga-nyalah yang dibayar diawal cicilan.... akan terasa ketika kita berniat melunasi pinjaman "ditengah jalan".... eee.... ternyata pokok pinjamannya masih tinggi.... ya, gak..?!?!?
Ke-2 hal di atas telah saya kerjakan.... dan/atau telah saya rasakan manfaatnya....

3. Pajak....- yang ini belum saya lakukan, tapi akan saya lakukan -....
Ketika saya punya banyak usaha... yang menghasilkan banyak income.... maka SEMUA hasil-usaha/income.... yang saya peroleh dari usaha2 tersebut akan dikenakan pajak.... sebagai "pajak pendapatan pribadi" saya....
Karena, saat ini, saya sebagai Direktur belum bergaji... (belum dibuatkan struktur gaji untuk Direktur di PT yang saya bentuk).... jadi klo dari 6 unit usaha yang saya miliki saat ini saya terima (hasil-usaha/income) sebesar 50jt sebulan... maka 50jt tsb (SEMUANYA) akan dikenakan pajak.... sebagai pajak pendapatan pribadi saya....
Hal ini adalah salah satu akibat (efek) jika ber-usaha tanpa berbadan-usaha (berbadan hukum) maka SEMUA hasil-usaha akan dipajaki......
TAPI nanti, ketika saya sudah bergaji... (sudah dibuatkan struktur gaji sebagai Direktur)... maka pajak pendapatan pribadi saya.... hanya sebatas/sebesar gaji yang saya terima..... Misalnya; gaji saya sebagai Direktur sebesar 20jt/bulan... dengan contoh di atas (hasil-usaha/income sebesar 50jt/bulan)....
maka pajak pendapatan pribadi saya.... hanya dikenakan/dibebankan untuk yang saya terima saja yaitu 20jt itu...
sedangkan yang 30jt sisanya... adalah uang perusahaan.... dan perusahaannya khan punya saya sendiri... jadi 30jt tersebut bisa saya gunakan "semau saya"..... ber-investasi lagi, misalnya.

Catatan:
PT saya memiliki catatan Keuangan yang lengkap.... YANG DIKERJAKAN oleh si master franchise... inget "waralaba yang full operated by master franchise".... dalam tulisan saya "Wealth Strategy ala Kiyosaki"...
Ini adalah salah satu alasan....
kenapa saya ambil waralaba Alfamart...
Karena saya punya PT....
PT saya punya catatan Keuangan yang lengkap...
PT saya punya karyawan........................
PT saya punya track-record....................
PT saya punya "kredit line" dari bank.........
PT saya "clean" secara pajak..................
Dan SEMUA pekerjaan PT saya dikerjakan oleh si master franchise.... Enak ga....?!?!
.... dapet duitnya....
.... dapet track recordnya....
.... dapet "kredit line"nya...
TAPI ga usah melakukan (mengalokasikan waktu) untuk "pekerjaan" itu semua...!!!
Inget konsep E,S,B,I-nya Kiyosaki.... Alfamart ada di kuadran "B"...

Wah klo inga...inga...inga....terus.... Sharingnya..... ga akan selesai2 nich....!!!

Investasi saya di Alfamart adalah "double leverage" yang "strategic".... istilahnya hebat ga... "strategic".... karena masalah ID, seperti tersebut di atas.
"double leverage".... karena;
a. punya PT tanpa harus meluangkan/mengalokasikan waktu untuk "nya"....
b. track-record Alfamart ke-1 saya gunakan untuk ambil Kredit Modal Kerja untuk ber-investasi di Alfamart ke-2.

4.Track record badan-usaha.... track record diperlukan dalam hubungan bisnis/dagang.... makin lama usahanya berjalan... makin panjang track record nya... makin "matang" usahanya..... makin "dipandang"/"diakui"....

Tanggapan pihak lain terhadap PT yang sudah "berumur" 3 tahun akan berbeda dengan PT yang baru dibentuk kemaren pagi.... ya, gak...?!?!?!

Nah... dengan membentuk PT.... saya sudah memulai "track record" usaha saya.... saya sudah memulai membangun "track record" sejak 3 tahun yll.

Oooo.... ya.... saya mo menambahkan 1 lagi... bener dech, hanya 1.... karena masih berhubungan dengan masalah PT (badan-usaha) dengan "pajak".... tanggung nich.... he...he...he...

Salah satu "pembelajaran" mind-set dari Kiyosaki, adalah;

- Orang "miskin" (mind-set nya).... merasa memiliki "yang bukan miliknya".... misalnya, penyerobotan tanah, kredit konsumtif (rumah, mobil, motor dsb)... padahal klo kreditnya belum lunas... barangnya, sebenarnya, belum milik anda... walaupun sudah anda "kuasai"...

- Orang "menengah".... berusaha memiliki segalanya.... dan semua miliknya adalah "atas-nama"nya sendiri.... rumah a/n "saya", tanah a/n "saya", mobil a/n "saya"... pokoknya semua milik saya maka kepemilikannya atas nama "saya".... Contohnya: saya sendiri.... he...he...he...

- Orang "kaya"..... tidak ambil pusing dengan "kepemilikan"... yang penting adalah "CONTROL" ada di tangan saya.....

"Pembelajaran" di atas ini berhubungan dengan masalah "badan-usaha" dengan "masalah pajak"..... Saat ini saya memiliki 2 properti ATAS NAMA istri saya, yang saya sewakan...

Nanti, rencana saya, ketika propertinya udah 4 buah... maka saya akan membentuk PT... modal disetornya... ya properti itu....., sebagai modal disetor... sebagai modal awal....

Manfaatnya.... properti a/n badan-usaha bisa di-"amortisasi"-kan... bisa dibebankan (secara finansial) sebagai beban "penyusutan"..... artinya.... mengurangi pajak PT saya.... ini adalah cara pengurangan pajak "yang elegan/resmi/legal"... he...he...he...

Mungkin ada yang bisa menambahkan manfaat memiliki badan-usaha....

Mohon maaf, klo jawabannya sedikit "melenceng" dari pertanyaan bapak yaitu mengenai SIUP.... karena pemahaman saya bahwa PT, SIUP, TDP dan NPWP adalah "satu paket"....

Semoga bermanfaat.


Salam,
budi_rachmat@yahoo.com

Catatan:Tulisan ini merupakan naskah asli tulisan Pak Budi Rachmat yang saya ambil
dari sini