31 Desember 2007

Selamat Tahun Baru 2008

Segenap Kru dan Kerabat Kerja
"JAMHUR GROUP"

Mengucapkan


SELAMAT
TAHUN BARU 2008



Semoga di tahun 2008 ini,
dengan cita-cita,
harapan, dan
semangat yang baru
akan menjadi lebih baik
daripada sebelumnya

Mohon maaf atas segala kesalahan,
kekhilafan, kekurangan, serta ketidaknyamanan
dalam pelayanan kami.

Kami akan selalu berusaha memperbaiki di tahun 2008.

Dan semoga di tahun 2008
akan menjadi awal akselerasi
"JAMHUR GROUP" yang lebih baik lagi.



Salam,

HATTA N ADHY PK, ST
Owner "JAMHUR GROUP"




Selamat Tahun Baru 2008

Segenap Kru dan Kerabat Kerja
"JAMHUR GROUP"

Mengucapkan


SELAMAT
TAHUN BARU 2008


Semoga di tahun 2008 ini,
dengan cita-cita,
harapan, dan
semangat yang baru
akan menjadi lebih baik
daripada sebelumnya

Mohon maaf atas segala kesalahan,
kekhilafan, kekurangan, serta ketidaknyamanan
dalam pelayanan kami.

Kami akan selalu berusaha memperbaiki di tahun 2008.

Dan semoga di tahun 2008
akan menjadi awal akselerasi
"JAMHUR GROUP" yang lebih baik lagi.



Salam,

HATTA N ADHY PK, ST
Owner "JAMHUR GROUP"

29 Desember 2007

Teknologi Indonesia

Tiga orang pria sedang duduk di sebuah ruangan untuk sauna. Disana ada orang dari Smerika, Jepang, dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna itu dipecahkan oleh suara

"bip..bip...bip...!"

Tiba-tiba orang Amerika itu membuka telapak tangannya dan membaca tulisan yang tertera disitu. Orang dari Jepang dan Indonesia itu kagum melihat tulisan yang muncul di telapak tangan orang Amerika tersebut.

"Di telapak tangan saya sudah disetting ada chips dan sensornya, sehingga saya bisa menerima SMS dari telapak tangan saya saja", itulah penjelasan orang Amerika ketika kedua rekannya itu merasa keheranan.

Sesaat kemudian terdengan dering ringtone yang cukup familier.

"criiing....criiiingg......."

Tiba-tiba si orang Jepang mengangkat tangan kanannya.

Jari kelingkingnya ia dekatkan dengan bibir dan jempolnya didekatkan dengan telinganya persis saat kita memberi kode saat menerima telepon. Tapi itu dilakukan tanpa menggunahan peralatan hardware apapun.

Orang Amerika dan Indonesiapun terkagum-kagum dengan Orang Jepang ini.

"Di jari kelingking dan jempol saya ini sudah ditanam seperangkat microchip yang bisa digunakan untuk alat komunikasi pengganti handphone. Jadi saya tidak perlu menenteng handphone lagi"

Ckk.....ckkk.......

Orang Indonesia bingug, karena gak bisa memamerkan kecanggihan teknologi yang dimiliki. Saking bingungnya akhirnya orang Indonesia ini kebelet 'pup' karena tegangnya. Singkat kata akhirnya orang Indonesia ini menuju ke toilet untuk menunaikan hajatnya..

Lagi-lagi sampai di toilet Orang Indonesia ini tidak terbiasa menggunakan toilet yang otomatis yang menggunakan tisu toilet untuk aktivitasnya. Akhirnya setelah selesai dari toilet orang Indonesia itu keluar..

Namun tak disangka, tisu toilet itu masih menjuntai panjang diantara belahan pantatnya..

Orang Jepang dan Orang Amerika ini herang, dan lalu bertanya: "Lho dipantatmu itu ada apanya???"

Orang Indonesia itu akhirnya menjawab:

"Inilah teknologi Indonesia Om.. Saya tadi habis menerima FAX..."







Blogging Cheche

Blog walking atau yang biasa disingkat dengan istilah "Blogging", tentu sudah bukan hal yang istimewa bagi para blogger. Blogger adalah sebutan bagi para pemilik sebuah blog. Sedangkan blogging adalah aktivitas para blogger untuk saling berkunjung, saling bersilaturahmi, dan saling sapa-menyapa lewat shoutbox. Lebih dari itu dari blogging mungkin anda bisa bertemu calon prospek bisnis anda.

Ada juga pengalaman dari hasil blogging itu akhirnya terdampar pada blog yang isinya seperti yang kita inginkan, ketemu dengan orang2 baru serta bisa menambah sahabat..

Pernah juga bisa bertemu dengan sahabat diwaktu SMA yang sudah hampir 10 tahun tidak bertemu muka. Isnuansa Maharani,adalah salah satu contoh riil yang saya temui. Nunik, begitu dia dipanggil,ini adalah teman saya diwaktu SMA, yang sejak lulus dari SMA Negeri 1 Klaten tahun 1998 hingga 2007 ini tidak pernah bertemu kembali. Lewat blogging ini ternyata bisa bertemu kembali...

Atau bahkan anda bisa bertemu dengan teman/sahabat dari satu kota yang ternyata juga seorang blogger... Halo Dhidiet??? Gak nyangka kalo ternyata dirimu blogger kawakan juga...

Baru semalem, hasil blogging saya bisa nyasar ke sebuah website yang ternyata milik seorang cewek, berjilbab, dahulu adik kelas sewaktu masih kuliah, sekarang bekerja di sebuah instansi pemerintah yang cukup ditakuti para pejabat2 yg korupsi, hehehe.....

Yup! Cewek itu panggil aja dengan Cheche, coz ada yg bilang doi mirip Cheche Kirani. Cheche ini adalah seseorang yang dulu pernah mengisi hari2 selama hampir 5 tahun. Gak nyangka juga akhirnya bisa ketemu dia kembali,dan itupun hanya melalui aktivitas blogging.... Itulah ajaibnya internet....

Di blognya Cheche menuliskan kisah 'kita dulu' dengan bahasa teenlit/chicklit banget yang tertata rapi serta kronologis yang jelas. Termasuk kisah 'menduanya' dengan seseorang yang akhirnya sekarang menjadi suaminya.... Dan baru ngeh kalo ternyata memang kisah itu kalo dijadiin sebuah teenlit/chicklit bagus banget...

Hehehe, tapi belum tahu dia, padahal saat itu apa yg diceritakan sama Cheche di teenlit/chicklitnya itu ternyata aku sendiri juga ngejalaninya...

Hahahaha.... Unpublished, dan sampe sekarang Cheche gak tahu 'kebandelanku' itu... Buat Cheche, maaf juga yaa... Diapdet terus blognya yaa, Che...

Isnuansa, Dhidhiet, dan Cheche adalah sekelumit kisah yang bisa ditemukan jika dan hanya jika saya mengenal Blogging. So, gak usah malu2 buat mulai jadi blogger dan ber-blogging-ria...

Yah.... Selamat ber blogging-ria.. Temukan keindahan persahabatan dan warna baru pertemanan dengan ber-blogging...

Mari bersama-sama "Memasyarakatkan blogging, dan membloggingkan masyarakat"

Salam Blogging,
HATTA N ADHY PK,ST

26 Desember 2007

Radio Sony

Ada seorang bapak dari desa datang ke kota ingin membeli sebuah pesawat radio. Di sebuah toko terjadilah percakapan sebagai berikut

Pembeli : Saya ingin membeli Radio Sony, ada gak?
Penjual : Oh tentu ada pak. Ini radionya, pak!
Pembeli :Tolong bisa dicoba duku gak pak? Saya pengen denger suaranya dulu.
Penjual : Oh silakan pak bisa dicoba...

Kemudian si penjual menyetel radio yang akan ditransaksikan tersebut. Dari pesawat radio tersebut sesaat setelah dinyalakan berbunyi : "Inilah Radio Republik Indonesia...."

Sesaat kemudian, sang pembeli marah-marah..

Pembeli : Lho..! Kamu mau menipu saya ya?? Saya ini ke sini mau membeli Radio Sony, bukan Radio Republik Indonesia....

Penjual : @#@$$%%#^**!!??????

JADI PENGUSAHA KOK NGGAK ENAK YA?

JADI PENGUSAHA KOK NGGAK ENAK YA?

Seorang teman yang entrepreneur pernah mengeluh: "Wah, jadi pengusaha itu nggak enak. Capek! Capek fisik sih nggak apa-apa, tapi capek mental? Mana tahan…?" Demikian dia mengutarakan uneg-unegnya.

"Lho kok bisa gitu?" saya bertanya heran.

Teman ini cerita serius: "Sekarang ini, saya praktis harus kerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan harus selalu siap siaga untuk kepentingan orang lain dan untuk hal apa pun".

"Bayangkan saja, dalam satu kejadian, saya sedang mengendarai mobil ke luar kota untuk satu urusan keluarga yang penting. Tahu-tahu, hp saya berdering. Ketika saya angkat, ternyata dari klien saya Pak Anu. Beliau minta saya mencarikan stik golf dengan merek dan tipe tertentu, dan ditunggu di lapangan golf di pusat kota saat itu juga. Gila nggak? Tapi, ya terpaksa putar haluan, balik ke Jakarta lagi. Sebagai rekanan, tugas harus saya laksanakan. Kalau nggak, ya… tahu sendiri, bakul nasi saya bisa terbalik.."

Dia melanjutkan bahwa perisiwa semacam itu bukan satu-dua kali terjadi, tapi sering. Bukan kejadian aneh kalau menjelang tengah malam waktu siap-siap pergi tidur, telpon berbunyi. Seorang klien minta ditemani ke karaoke atau ke pub untuk "berdugem".

Di kantor, selain urusan-urusan kantor, ia juga mesti berbaik hati mengurus hal-hal tetek bengek dari klien-klien besarnya. Mulai dari urusan perbaikan mobil pribadi yang bersangkutan, sampai juga membantu mencarikan informasi tentang sekolah di luar negeri untuk kepentingan anak-anak para pejabat kliennya tersebut.

Pokoknya macam-macamlah, sehingga lama kelamaan, ia akhirnya merasa jenuh juga dengan hal-hal yang begitu.

Ada lagi sebuah cerita dari seorang teman lain, yang "curhat" beberapa waktu sebelumnya. Namanya Jacky. Dia adalah pemegang franchise sebuah merek terkenal dari Inggris, yang menjual produk-produk apparel and lifestyle, seperti pakaian, dasi, sepatu dan lain sebagainya. Semuanya untuk konsumsi kelas menengah ke atas.

Tokonya, yang ada di PIM (Pondok Indah Mall – Jakarta), selalu ramai dikunjungi orang, baik yang benar-benar serius belanja, mau pun yang hanya sekadar melihat-lihat. Saya ikut senang melihat kemajuan usaha si Jacky, karena sejak acara "Grand Launching" – di mana saya juga
diundang -- saya cukup antusias memantau perkembangan yang terjadi.

Sampai suatu hari, dia mengutarakan rasa tidak bahagianya dalam menjalankan bisnis tersebut. Ia berkisah bagaimana hatinya sangat jengkel melayani pelanggan-pelanggan rewel. Meski mengerti bahwa produk yang dijualnya adalah barang-barang berkualitas dengan harga tinggi, namun ia berpendapat tidak selayaknya para pelanggan itu menjadi begitu rewel, menuntut ini-itu yang kadang-kadang nyaris tidak masuk akal.

Kalau hanya complain tentang kualitas barang yang sudah dipakai hampir seminggu, lalu minta ditukar dengan yang baru, ia masih sanggup melayaninya. Tapi ada juga, pelanggan-pelanggan yang seakan beli barang bukan untuk dipakai dan dinikmati, melainkan memang hanya untuk memberi masalah pada dirinya.

Orang-orang yang kegemarannya menteror orang lain, mentang-mentang kaya. Begitu jalan pikiran si Jacky.

Ada orang yang mengeluhkan bahwa sepatu yang baru dibeli dari tokonya, setelah dipakai beberapa hari ketahuan ada cacatnya. Orang itu menuntut Jacky bertanggung jawab.

Meski sudah dijelaskan bahwa barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan, sang pembeli tidak mau mengerti. Sebaliknya malah mengancam akan memuat kasus ini di koran, kalau Jacky tidak bisa memberi pertanggungjawaban yang memuaskan. Gilanya, ketika Jacky mengalah dan menawarkan penggantian barang dengan yang baru, si pelanggan rewel ini menolak!

Dengan ketusnya orang tersebut mengatakan dia hanya ingin melihat Jacky memberi solusi yang profesional, bukan sekadar menukar barang. Namun ia sendiri tidak mau menjelaskan apa yang dimaksud dengan "solusi profesional" itu. "Kalau Anda merasa profesional, tentu Anda sudah tau dong apa yang Anda harus perbuat pada saya?"

Barangkali, nasib si Jacky teman saya ini memang tidak terlalu beruntung. Karena ternyata, bukan hanya satu orang itu pelanggannya yang super rewel dan "teroris". Dalam satu bulan ada saja 1 atau 2 pelanggan baru yang datang dengan perilaku yang aneh-aneh dan eksentrik. Semuanya menyusahkan dia.

"Kalau ada 10 orang brengsek lagi datang ke sini, mending gue tutup aja deh toko ini..", keluh si Jacky putus asa..

Dari dua kasus di atas, saya sempat mengadakan tanya jawab yang agak mendalam dengan kedua sahabat tadi. Pada akhir tanya jawab itu, saya memperoleh kesimpulan bahwa kemungkinan besar telah terjadi "tidak kecocokan" antara karakter dan kepribadian kedua teman tersebut dengan bidang usaha yang dipilihnya.

Kedua bidang bisnis yang diutarakan di atas, adalah bidang-bidang usaha yang bersifat pelayanan. Teman pertama berkecimpung dalam dunia pemasok (supplier), sedangkan yang kedua, si Jacky, menggeluti bidang eceran (retail), di mana mereka sama-sama harus menghadapi berbagai permintaan dan tuntutan yang datang dari pelanggannya.

Yang harus dicamkan benar oleh pelaku usaha bidang pelayanan adalah,bahwa yang dituntut dari mereka adalah kesediaan untuk melakukan sesuatu berdasarkan kebutuhan, keinginan serta selera pelanggannya. Bukan selera mereka sendiri.

Kesadaran ini harus sudah benar-benar ada, sejak pertama kali si pengusaha membuat keputusan untuk memulai usaha dalam bidang tersebut, serta terjun ke dalamnya secara serius.

Dalam kewirausahaan, ada sebuah anjuran untuk mengenali terlebih dahulu jenis kepribadian yang dimiliki seseorang, sebelum yang bersangkutan memutuskan untuk menggeluti sebuah bidang usaha tertentu. Karena apa?

Karena setiap bidang usaha juga mempunyai karakternya sendiri-sendiri, masing-masing bersifat spesifik terhadap yang lain. Oleh sebab itu, perlu sekali mengidentifikasi, apakah karakter seseorang itu cocok atau tidak dengan karakter dari usaha yang dipilihnya.

Jika terjadi tidak kesesuaian, bisa diramalkan bahwa dalam waktu tidak terlalu lama, si pengusaha akan merasa "tidak betah" bahkan akhirnya "tersiksa" oleh bidang usaha yang dipilihnya sendiri. Buntutnya jelas, bisnis akan menjadi tersendat, bahkan bisa menjadi
layu sebelum berkembang.

Itu sebabnya, pada kejadian-kejadian semacam ini, para pelaku usaha akan merasakan bahwa menjadi pengusaha itu ternyata "tidak enak",tidak seindah apa yang mereka lihat pada pengusaha-pengusaha lain yang sukses.

Itu pulalah alasannya, mengapa banyak orang merasa bahwa mereka tidak bakat atau tidak mampu menjadi pengusaha. Padahal, yang terjadi sebenarnya bukanlah tidak mampu jadi pengusaha, melainkan hanya tidak cocok dengan bidang usaha yang dipilih.

Rusman Hakim
Pengamat Kewirausahaan
Entrepreneurial Leadership Center
[dari sebuah milist]

25 Desember 2007

Speedy-ku Error

Hari selasa, tepat pas hari Natal 25 Desember 2007 ini, sudah memasuki hari ke-4 Speedy dirumah pengen pit stop juga. Gak tau awalnya kenapa kok bisa2nya speedy dirumah ini ikutan ngambek.

Padahal saat abis pulang offline dari Jakarta minggu lalu, masih fine2 saja alias tidak ada troble berarti.

Biasanya juga, paling2 problemnya hanya lemot saat akses internet. Namun kali ini tidak.

Saya utak-atik saya cek semuanya, line telepon normal, kabel lan card oke, led power dan adsl di modem no problem.. Namun ketika login, muncul pesan error 769..

Opo maneh iki rek??

Dulu sempat juga trouble, tapi didiemin dua hari udah kembali normal. Ini kalo yg troble adalah jaringan speedynya.. Namun kali ini tidak..

Didiemin dua hari, harapannya bisa 'sehat', eh tetep aja gak bisa dipake..

Yah terpaksa dibongkar2.. didefrag... diformat ulang...

Dan alhamdulillah, per sore hari ini saya bisa mengunjungi kembali dunia maya, yang entah kenapa akhir2 ini semakin membuat saya ketagihan...

Thanks God...!!



19 Desember 2007

Offline di Jakarta

Seru, gayeng, rame, dan menarik. Itu yang terjadi jika member TDA saling ketemu dan ngobrol tukar cerita. Begitu juga yang terjadi hari sabtu 15 Desember yang lalu ketika saya berkesempatan untuk jumpa offline dengan beberapa rekan TDA di Jakarta.

Ibu Ning Harmanto, Pak Harmanto, Pak Hadi 'Suryo' Kuntoro, Mas Mukti Darmawanto/Mas Anto, dan saya sendiri. Kita berlima bertemu setelah magrib di kediaman Bu Ning Harmanto di Soka.

Banyak cerita bisa mengalir di forum ini.

Mas Anto bercerita mengenai bisnis kidz-wearnya yang notabene merupakan produk yang didesain, diproduksi, serta diproduksi sendiri. Pengalamannya berbisnis kidz-wear ini menarik juga untuk disimak. Apalagi beliaunya juga udah jalan pemasarannya secara online. (Boleh belajar internet marketingnya kan mas?).

Mas Anto ini juga mulai memodifikasi model pemasarannya dengan sedikit mengadopsi sistem MLM, artinya reseller get reseller. Hmm...jadi inget di pulsa elektrik saya secara gak sadar juga udah kaya gitu.. It's one of the best choice for marketing strategy.....

Pak Suryo, panggilan baru Pak Hadi Kuntoro ini juga udah gak asing lagi. Jagongan bareng dengan beliau yang nuansa jawa-nya amat terasa juga mengasyikkan.

Kebetulan beliau bukan bercerita tentang bisnis selimutnya yang sudah menggurita hingga ke sabang itu. Namun beliau justru 'curhat' (halahhh)...

Beliau entah kenapa ngerasa kalau kerjaannya sekarang beliau jalani,tidak memberikan ke-enjoy-an. Meskipun dari sisi penghasilan atau duit yang diperoleh cukup menggiurkan. Mungkin rutinitas yang hanya itu-itu saja yang membuat beliau kurang enjoy.

Rencananya sih,beliau ingin resign dari tempat kerjanya tersebut untuk kemudian fokus mengembangkan bisnisnya dan bener2 menjadi raja selimut, hehehe.... Targetnya ditahun 2008 beliau ingin resign... Nah tunggu aja gimana kelanjutan si raja selimut ini...

Lalu eyang Ning Harmanto bikin heboh lagi dengan bercerita pengalamannya saat mengikuti pameran di Abu Dhabi yang diikuti dengan gratis..tis...

Cerita dari mulai dari ketika mendapatkan peluang pameran itu, memfollow up, lalu hingga benar2 ditunjuk untuk mewakili Indonesia di Pameran Halal Food itu beliau bagi ceritanya..

Cerita2 lucu selama mengikuti pameran juga dibagi. Hehehe...Tau2 saat nulis ini jadi inget Mister Kubassi bu..!! "You are my wife...!" Hehehe.....

Trus lagi, cerita saat ada buyer menanyakan tentang ke'populeran' Bu Ning di Indonesia, mencairkan hubungan dengan teman2 dari Malaysia, serta testimoni dari buyernya yang membeli 'obat kuat'-nya yang ternyata ketagihan, dan lain sebagainya..

Semuanya dikemas dengan cerita yang mengalir dan penuh humor...

Dengan ditambah hidangan kurma manis asli dari Abu Dhabi, kita juga ditunjukin foto2 beliau saat mengikuti pameran Halal Food tersebut..

Ada foto bareng Mr.Abdullah, foto bareng Mr.Kubassi, foto bareng Ms.Siti dari Malaysia, foto didepan hotel nan mewah di Palm Island, foto di depan standnya, serta foto di depan hotel tempat menginap hingga foto di tengah padang pasir bareng sopir yang cakep abiss.. Masih ada juga yang lain, namun bingung nyeritain satu persatu...

Pak Harmanto juga banyak bercerita serta memberi masukan kepada Pak Suryo. Ada sebuah ilustrasi cerita yang cukup menyentuh. Yang pertama, seingat saya mengenai lompatan katak didalam sebuah kotak, serta yang kedua Monyet yang terjebak makan kacang yang tangannya 'tersesat' di dalam kendi.. Detil ceritanya sebenarnya bagus banget, namun kapan2 saja bisa dibagi ceritanya...

Yup... Sungguh menyenangkan berada diantara teman2 yang penuh dengan aura 'positif feeling'. Bisa terasa dan tertular aura 'positif feeling' juga..

Terutama Bu Ning yang amat sangat concern untuk selalu ber'positif feeling'...

Trimakasih buat semua sahabat2-ku.. Yang sudah berbagi cerita, kisah, serta pengalaman.. Serta menularkan aura 'positif feeling' ke pada daku...

Semoga masih diberi waktu dan kesempatan untuk bisa bertemu kembali..

Salam Persahabatan..

HATTA N ADHY PK, ST

Berguru dari Pak Harmanto

Dari hari Sabtu hingga selasa kemarin ada banyak hal baru yang saya dapatkan untuk tambahan ilmu saya dalam menjalani hidup. Ada seorang "mentor" baru dalam hidup saya. Saya sungguh merasa amat sangat beruntung bisa mengenal dan banyak memperoleh cerita pengalaman dari beliau.

Perawakannya yang gagah, tinggi, selalu menggunakan busana bernuansa hitam, rambutnya yang dibiarkan panjang hampir sebahu, tutur katanya yang lembut namun tegas, sangat bijaksana dan sabar, jenius serta ikhlas berbagi ilmu.

Bercerita dengan beliau sangat menyenangkan, dan tidak membuat waktu terasa lama. Justru waktu yang ada terasa kurang. Berbagai bahan pembicaraan selalu bisa nyambung, dan ada banyak hal baru yang bisa didapat.

Saya mengibaratkan beliau ini seperti Google. Tinggal ketik apa yang ingin dibahas, lalu di-search. Klik..! Apa yang ingin anda jadikan bahan pembicaraan akan mengalir dengan sendirinya...

"Six Sigma"...... s e a r c h.... Found..!

"Seven Habits".... s e a r c h ... Found..!

"Self Management".... s e a r c h... Found..!

"Public Management".... s e a r c h... Found..!

"Wayang Jawa".... s e a r c h... Found..!

"Kebudayaan".... s e a r c h... Found..!

"Marketing".... s e a r c h... Found..!

"Tosan Aji".... s e a r c h... Found..!

Dan lain2nya, yang saya ga bisa tulis one by one. Apalagi sudah menyangkut masalah falsafah hidup, cara berkomunikasi, memahami proses, dan lain sebagainya...

Hebatnya lagi, beliau yang secara umur hampir 2 kali lipat dengan saya, namun tidak keberatan untuk berbagi ilmu, berbagi pengalaman kepada saya yang jauh lebih muda.

Dari tutur kata, cara berbicara, cara berinteraksi dengan putra-putrinya, cara membimbing putra-putrinya sungguh saya menemukan sosok ideal seorang orangtua, yang bisa berfungsi sebagai ayah, sebagai guru, serta sebagai sahabat.

Itu semuanya adalah sebuah ilmu yang tidak ada teorinya, serta tidak ada sekolahnya, karena sekolahnya adalah di Sekolah Kehidupan itu sendiri..

Sungguh saya merasa amat beruntung bisa belajar itu semuanya dengan beliau. Menyikapi sebuah kegagalan sebagai bagian dari proses, serta selalu positif feeling (bukan hanya positif thinking saja), sebuah pembelajaran yang amat luar biasa..

Waktu tiga-empat hari bersama beliau rasanya masih belum cukup untuk bisa belajar banyak. Masih banyak ilmu yang saya butuhkan untuk mengisi kekosongan gelas kehidupan saya.

Semoga masih ada waktu dan kesempatan untuk bisa bertemu dan belajar dengan Pak Harmanto...

Terimakasih yang tak terhingga buat Pak Harmanto dan keluarga yang sudah banyak memberi kemudahan, pengalaman, ilmu, pelajaran hidup buat saya.. Anda saya anggap sebagai guru, mentor, sahabat, dan orangtua saya sendiri...

Semoga segala yang telah anda tularkan kepada saya, bisa menjadi 'vitamin supplemen' untuk lebih fight lagi menempuh kuliah di Sekolah Kehidupan..

Salam buat Bu Ning, Mas Bimo, Mbak Rani, serta Mas Wibi...

Salam Persahabatan,

HATTA N ADHY PK, ST

Bagi Cerita Bikin KK

Sebelum mengikuti SJS awal Desember lalu, saya masih katrok mengenai KK ini, hehehe (*ojok ngguyu....*)

Setelah tahu gimana manfaat, serta gimana cara indah (halahhh...) untuk menggunakan KK jadi tertarik deh buat bikin KK.

Ceritanya begini, setelah beberapa hari tidak standby dan tidak melakukan aktivitas di Bank, akhirnya hari ini kembali jalan2 ke Bank langganan saya (BLS).

Karena CDM (Cash Deposite Machine)-nya lagi error (*capee dehhh*), maka mau gak mau musti ngantri ke teller. Sesuai dengan singkatannya, duh capek antri dehhh....

Iseng2 ngelihat, ada sales KK didekat meja nulis slip setoran/tarikan. Cewek berkaos hitam (hehehe, sayangnya kagak ada emblem nama-nya), sebut aja namanya Mawar (lhooo, jadi kaya berita kriminal aja yaa??hehehe)...

Mawar ini keliatan bingung, gimana cara ngegaet applikan2 KK. Mengingat mungkin untuk di kota saya emang yang menggunakan KK masih kurang begitu familiar kali yaa? Ada juga satu-dua orang yang ngobrol2 sama Mbak Mawar ini..

Yah, biasalah cowok... Ada yang cuman ngajak ngobrol, ada yang nanya2 KK, ada yang cuman iseng aja... Namun saya liat celah lainnya yang keliatan banget kalo Mbak Mawar ini dikejar target applikan KK..

Tanpa ngomong sepatah katapun, saya coba ambil brosur KK yang tergeletak di mejanya itu. Saat itu padahal Mbak Mawar masih ngobrol sama yang lain..

Saya liat2 brosur itu, deretan kolom2 untuk pengisian formulir ada disana...

Saya sengaja posisikan bahwa seolah2 gak butuh (padahal....), dan Mbak Mawar itulah yang sedang butuh untuk memenuhi targetnya, hehehe...

Singkat kata, doi ngajak dan memprospek saya untuk mengisi aplikasi KK. Namun saya coba untuk bertanya tentang KK itu dulu..

Gimana syaratnya...

Apa saja yang perlu dilampirkan...

Bagaimana plafonnya...

Bagaimana pembayarannya...

dll...dll....dll....

"Mbak, saya gak punya slip gaji lho yaa... Saya gak punya surat keterangan yang menyatakan saya bekerja dan memiliki penghasilan sekian-sekian lho yaa...." Hehehe.... Dan ternyata kata Mbak Mawar, cukup pake KTP ama kartu paspor BLS itu saja...

"Oke deh kalo gitu..."

Singkat kata, formulirnya diisiin sendiri sama Mbak Mawar (duhh... kok malah ditulisin sih mbak..)

Data2 ini-itu..sana-sini udah dengan cekatan ia isikan.. Tinggal saya milih untuk jenis A atau B, yang membedakan jumlah plafon kredit yang diterima serta anual fee tahunannya..

Ada pernyataan menggelitik dari Mbak mawar ini. Apa itu?

"Pak, nanti kalo ditelpon/disurvai dari Cabang Solo, bilang aja Penghasilannya 7 juta, trus ada juga penghasilan lain 1,5 juta"

"Itu passwordnya ya mbak???" Huahahahaha....... Jujur saya pengen ketawa abis.. 'Iya deh nti saya jawab begitu"

Lalu saya tanya lagi sama Mbak Mawar ini: "Mbak, targetnya tahun ini masih kurang banyak yaa?"

Doi dengan jujur menjawab, "Iya Pak, per hari minimal harus masuk 10-15 aplikan KK"

Yah win2 solution lah... Target dia terpenuhi, dan saya bisa dapet KK lebih mudah...

Dan gak nyangka juga, kalo ternyata diberi jalan bikin KK-nya seperti ini... Gak perlu ribet...

Andai saja semua prosedur di negri ini bisa seperti ini.....

Dah ah, itu aja cerita tentang Mbak Mawar dan KK..

Salam KK,

HATTA N ADHY PK, ST

NB: Mbak Mawar disini bukan nama sebenarnya, hanya digunakan untuk mempermudah deskripsi cerita saja. Kalo ada nama, tempat, cerita yang ternyata sama itu bukanlah sebuah kesengajaan namun hanya kebetulan. (*kaya sinetron aja yaa*)

LOA E.D.A.N

LOA, Law of Attraction atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai hukum tarik menarik, memang cukup unik. Dan ini seringkali dan masih saja menjadi bahan pembicaraan dibeberapa milist di dunia maya.

LOA E.D.A.N. Itulah yang ingin coba saya sharingkan dalam cerita saya kali ini. Dan memang baru bisa saya tuturkan dalam bentuk tulisan pada kali ini, setelah LOA E.D.A.N itu saya alami sendiri.

Begini kronologisnya,

Dulu pertamakalinya saya mengikuti milist di TDA (Tangan Di Atas), selain seneng mengunjungi blog2 rekan2, juga sering membaca cerita2 rekan2 yang bisa memberikan suntikan semangat serta motivasi dalam diri saya.

Ada banyak referansi yang cukup lama saya jadikan 'vitamin supplemen'. Blognya Pak Roni Yuzirman, Pak Fauzi Rachmanto, Pak Wuryanano, dan ada satu lagi yang saya sukai tips2nya yaitu Blognya Pak Ikhwan Sopa.

Nah, khusus untuk yang terakhir saya sebut ini saya suka karena gaya bahasa tulisannya tentang motivasi, komunikasi, serta public speakingnya saya nilai cukup mudah untuk diikuti, serta cukup mudah pula dipraktekkan.

Workshop E.D.A.N kira2 begitulah brand yang dibawa oleh Pak Sopa. Dari beberapakali penyelenggaraan workshop E.D.A.N-nya itu membuat saya tergelitik untuk pengen mengikutinya, pengen merasakan secara langsung gimana sih workshop E.D.A.N itu sebenarnya.

Namun, saya sejak itu selalu berpikir dan selalu bermimpi seperti ini. Saya harus bisa mengikuti acara workshop E.D.A.N ini, tapi dengan GRATIS, alias tidak bayar. Itu yang selalu saya mimpikan.

Dari Batch demi batch selalu saya ikuti, baik iklan dan lain sebagainya. Yang saya inginkan cuman satu: ada penawaran mengikuti workshop secara gratis. Itu saja TITIK...

Apa yang saya pikirkan berulang2 itu akhirnya mencapai klimaksnya. Ada kesempatan untuk mengikuti E.D.A.N ini gratis pada bulan Desember ini di Jakarta. Namun harus memenuhi syarat tertentu. Dan itupun hanya terbatas buat 2 orang saja.

Begitu membaca ada penawaran gratis, dan saya mendapatkan infonya itu melalui milist di TDA, LOA saya udah mulai jalan. Saya sudah merasa yakin kalo saya akan mendapat satu kursi gratis itu.

Sampe segitu yakinnya, saat masih berunding dengan teman2 di TDA Joglo untuk membahas acara di Semarang, saya bilang terus terang, kalo saya masih menunggu pengumuman pemenang satu tiket itu. Gila....

Dan akhirnyaaa.......

"My Dreams Comes True....!!!"

Sebuah email dikirim japri oleh sangtrainer E.D.A.N ke email saya. Bener2 apa yang saya pikirkan, saya mimpikan, saya gambarkan berulang ulang terus menerus akhirnya semua menjadi kenyataan.. Semuanya bisa terjadi...

Sejalan dengan LOA ini dan sempat dibahas oleh Pak Roni Yuzirman (yang menyadur dari Anthony Robbins), LOA saja tidak cukup, namun juga perlu action. Apa yang dikatakan itu juga saya sepakati.

Ya! LOA saja tidak cukup, harus ada action untuk memperkuat LOA..!

Jadi, mulai sekarang jangan tanggung2 membuat mimpi. Pikirkan, gambarkan, dan impikan terus berulang2 disertai dengan action satu demi satu untuk semakin mendekatkan. Yang ada hanyalah tinggal masalah waktu saja, karenasemuanya melalui sebuah proses...

Seperti LOA E.D.A.N saya itu. Saya butuh proses sekitar setengah tahun untuk mewujudkan LOA bisa ikut workshop E.D.A.N gratis..!!

Jadi inget iklan sebuah produk rokok:

"Kegagalan adalah LOA yang tertunda.. Enjoy aja...!!"

Salam LOA,

HATTA N ADHY PK, ST

14 Desember 2007

Susah Cari Kerja

It's Joke, jangan di masukin ke ati,...hehehehe. ...

SUSAH CARI KERJA

Saking susahnya nyari kerjaan, akhirnya seorang lulusan ITB terpaksa menerima tawaran untuk bekerja di Kebun Binatang Ragunan.

"Apa boleh buat daripada nganggur kerja beginian juga bolehlah,yang penting halal!" begitu tekadnya.

Maka sejak hari itu sang insinyur muda mulai bekerja sebagai"monyet-monyetan"

Sepanjang hari harus betah mengenakan baju monyet, pakai topeng monyet sambil mengunyah pisang atau kacang rebus terus-terusan.Dan harus jempalitan selincah mungkin untuk menarik perhatian pengunjung. Pokoknya tak beda dengan monyet asli yang sudahmulai punah.

Tak ayal lagi pengunjung Kebon Binatang Ragunan membludak lantaran mau 'ngeliat si monyet super yang konon tidak hanya lincah dan gesit tetapi juga cerdas! Wong lulusan ITB kok..

Sayang sekali yang namanya sial itu sulit dielakkan ....dan akhirnyabisa datang juga.

Sedang enak-enaknya jempalitan, tiba-tiba:"Gedebuk.... .byurrrrrrrrrrr"

Sang monyet terjatuh ke dalam kandang buaya."Waduh, mati aku!" pikirnya sebelon dimangsa oleh buaya-buaya ganas itu.

Tapi ketika mulut buaya terbuka lebar siap menggigit, dari dalam terdengar suara berbisik

"Jangan takut mas....kami dari UI ........ "

[taken from milist TDA]

13 Desember 2007

Sang Pembelajar yang Tak Henti Belajar


Sejarah sebenarnya adalah torehan kisah yang bisa jadi sarana pembelajaran bagi semua. Karena itu, siapapun penuturnya, asal disampaikan dengan jujur dan apa adanya, pastilah mengandung banyak hal yang bisa dipelajari dan dimaknai.Namun, tentu, sejarah akan jadi lebih kaya jika dituturkan oleh seseorang yang mengalaminya sendiri.

Karena itu, banyak tokoh yang kemudian menyusun puzzle kehidupannya dengan menulis otobiografi. Ini sah-sah saja. Tetapi, jika biografi itu ditulis oleh orang lain, tentu akan jauh lebih kaya dan sarat makna. Sebab, justru dari kacamata orang lainlah, sosok seseorang bisa dikenal seutuhnya. Ibarat saat ingin melihat diri sendiri, kita pasti butuh bantuan cermin.

Fungsi cermin inilah yang diposisikan sangat tepat oleh sang penulis buku Andrie Wongso; Sang Pembelajar. Sebagai seorang isteri dari motivator nomor satu Indonesia, Lenny Wongso mampu menulis buku ini dengan sangat cerdas. Ia mengulik sisi kehidupan Andrie yang tak pernah terungkap sebelumnya dengan rangkaian cerita yang sangat inspiratif.

Meski berada sangat dekat dengan figur yang ditulisnya, Lenny Wongso tetap mampu menjaga orisinalitas tulisannya sehingga tak terjebak pada idiom buku motivasi. Bahkan, buku ini justru bisa hadir menjadi semacam kumpulan cerita bersambung yang sangat menarik dibaca oleh siapa saja.

Bagaimana kisah awal perjumpaan Andrie dan Lenny yang sangat unik, lucu, dan segar, membuat buku ini mampu membuka berbagai sisi menarik dari seorang Andrie Wongso. Betapa perjuangan cintanya yang sempat ditentang mertua (orang tua Lenny), ternyata justru menumbuhkan semangat juang demi hidup yang membara. Niat membuktikan menjadi yang terbaik, demi sebuah cinta dan harapan, membuat Andrie tumbuh dengan karakter kuat dan semangat yang tak pernah padam.

Hal itu juga yang terlihat dari kisah masa kecilnya yang mungkin terasa sangat pahit. Saking miskinnya, hanya dengan mencium aroma masakan sebuah restoran, Andrie kecil sudah merasakan kenikmatan yang luar biasa. Gemblengan hidup keras dan tekad mengubah nasib inilah yang mampu diungkap Lenny dengan kisah yang bukan hanya menyentuh, tapi sangat memotivasi siapa saja pembacanya.

Berbagai pertanyaan tentang sosok Andrie Wongso terjawab tuntas dalam buku ini. Bagaimana ia yang hanya SDTT mampu menyunting gadis keluarga berada yang lulusan sarjana hukum menjadi jelas dalam buku ini. Bagaimana pula kiatnya dalam menjalankan perusahaannya, Harvest dan berbagai usaha lain juga diungkap dengan lebih dalam.Dari berbagai kisah itulah, kita bisa memetik banyak pelajaran penting dari sepotong sejarah milik seorang Andrie Wongso.

Jika judul buku menyebut Andrie Wongso sebagai "Sang Pembelajar", memang itulah dirinya apa adanya. Melalui penderitaan hidup, ia mampu meraih semua impian sehingga dapat meraih keindahan dan nilai terbaik kehidupannya. Tak salah jika kemudian ia mendapat julukan motivator nomor satu Indonesia. Sebab, semua motivasinya muncul dari pengalaman pribadi sehingga ruhnya mampu menusuk hingga ke relung hati setiap pendengarnya.

Buku ini juga menjelaskan bahwa filosofinya "Success is My Right" memang benar-benar murni dari hal yang dialaminya. Selain itu, kesediaannya berbagi semangat dan motivasi, juga menjadi bukti bahwa Andrie Wongso memang layak untuk mendapat satu predikat lagi: Sang Pembelajar Sejati.

Karena itu, membaca buku ini tak lagi hanya membaca semacam pelajaran sejarah, namun membaca kisah pembelajaran hidup senyatanya. Bahwa hidup butuh diperjuangkan, bahwa sukses adalah hak setiap orang, bahwa manusia selayaknya tak boleh berhenti belajar, sebagaimana semangat seorang Andrie Wongso yang terus menyala dalam setiap langkahnya memotivasi bangsa...

Life for Success
Regards,
HENDRY RISJAWAN

[taken from milist trainersclub]

11 Desember 2007

Ungkapan Jujur Seorang Anak

Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah.Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah.

Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justrumenanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun.

Prestasinya kian lama kian merosot. Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika: "Apa yang kamu inginkan ?" Dika hanya menggeleng.

"Kamu ingin ibu bersikap sepertiapa ?" tanya saya. "Biasa-biasa saja" jawab Dika singkat.

Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan.Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog.

Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya.

Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (Sangat Cerdas) dimana skor untuk aspek-aspek kemampuan pemahaman ruang, abstraksi,bahasa, ilmu pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 - 160.

Namun ada satu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari 115 (Rata-Rata Cerdas).Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan yang berbeda itulahyang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Oleh sebab itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk mengantar Dika kembali ke tempat itu seminggu lagi.

Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian. Suatu sore, saya menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya Psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika.

Setidaknya saya bisa membaca jeritan hati kecil Dika. Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal.

Ketika Psikolog itu menuliskan pertanyaan "Aku ingin ibuku :...."Dika pun menjawab : "membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja"

Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas.Waktu itu saya berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya merasa perlu menjadwalkan kapan waktunyamenggambar, kapan waktunya bermain puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cerita, kapan waktunya main game di komputer dan sebagainya.

Waktu itu saya berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yangmemang tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan mengikuti berbagai kursus di luar sekolah.

Saya selalu pusing memikirkan jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit. Tetapi ternyata permintaan Dika hanya sederhana : diberi kebebasan bermain sesuka hatinya, menikmati masa kanak-kanaknya.

Ketika Psikolog menyodorkan kertas bertuliskan "Aku ingin Ayahku ..."

Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun kira-kira artinya "Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia menuntutku melakukan sesuatu".Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu.

Ia hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari,seperti apa yang diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus dilayani orang lain, menonton TV secukupnya,merapikan sendiri koran yang habis dibacanya dan tidur tepat waktu.

Sederhana memang, tetapi hal-hal seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua.

Ketika Psikolog mengajukan pertanyaan "Aku ingin ibuku tidak ..."

Maka Dika menjawab "Menganggapku seperti dirinya" Dalam banyak hal saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras,disiplin, hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan itumerupakan sikap yang paling baik dan bijaksana.

Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika persis seperti diri saya. Saya dan banyak orangtua lainnya seringkali ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri kita atau bahkan beranggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalambentuk sachet kecil.

Ketika Psikolog memberikan pertanyaan "Aku ingin ayahku tidak : .."

Dika pun menjawab "Tidak menyalahkan aku di depan orang lain. Tidakmengatakan bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang aku buat adalah dosa"Tanpa disadari, orang tua sering menuntut anak untuk selalu bersikapdan bertindak benar, hingga hampir-hampir tak memberi tempat kepadanya untuk berbuat kesalahan. Bila orang tua menganggap bahwa setiap kesalahan adalah dosa yang harus diganjar dengan hukuman, maka anakpun akan memilih untuk berbohong dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya dengan jujur.

Kesulitan baru akan muncul karena orang tua tidak tahu kesalahan apa yang telah dibuat anak, sehingga tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mencegah atau menghentikannya.

Saya menjadi sadar bahwa ada kalanya anak-anak perlu diberi kesempatan untuk berbuat salah, kemudian iapun bisa belajar dari kesalahannya. Konsekuensi dari sikap dan tindakannya yang salah adakalanya bisa menjadi pelajaran berharga supaya di waktu-waktumendatang tidak membuat kesalahan yang serupa.

Ketika Psikolog itu menuliskan "Aku ingin ibuku berbicara tentang....." Dika pun menjawab "Berbicara tentang hal-hal yang penting saja". Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakankesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untukmembahas hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan PR yang diberikan gurunya.

Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting, bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya.Dengan jawaban Dika yang polos dan jujur itu saya diingatkan bahwa kecerdasan tidak lebih penting dari pada hikmat dan pengenalan akanTuhan. Pengajaran tentang kasih tidak kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.

Atas pertanyaan "Aku ingin ayahku berbicara tentang .....",

Dika punmenuliskan "Aku ingin ayahku berbicara tentang kesalahan-kesalahannya. Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling hebat dantidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku".

Memang dalam banyak hal, orang tua berbuat benar tetapi sebagaimanusia, orang tua tak luput dari kesalahan. Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orang tuanya sportif, mau mengakui kesalahnya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, sepertiapa yang diajarkan orang tua kepadanya.

Ketika Psikolog menyodorkan tulisan "Aku ingin ibuku setiap hari....."

Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar "Aku ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti iamencium dan memeluk adikku".

Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk,apalagi dicium-cium.

Ternyata saya salah, pelukan hangat dan ciumansayang seorang ibu tetap dibutuhkan supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari bahwa perlakukan orang tua yangtidak sama kepada anak-anaknya seringkali oleh anak-anakditerjemahkan sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih kasih.

Secarik kertas yang berisi pertanyaan "Aku ingin ayahku setiap hari...."

Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan satu kata "tersenyum". Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya.

Padahal kenyataannya senyuman tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkanwibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagianak-anak dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dariayahnya setiap hari.

Ketika Psikolog memberikan kertas yang bertuliskan "Aku ingin ibukumemanggilku. ..."

Dika pun menuliskan "Aku ingin ibuku memanggilku dengan nama yang bagus" Saya tersentak sekali!

Memang sebelum ialahir kami telah memilih nama yang paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi Kurniawan. Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggilnya dengan sebutan Nang. Nang dalam Bahasa Jawa diambil darikata "Lanang" yang berarti laki-laki.

Ketika Psikolog menyodorkan tulisan yang berbunyi "Aku ingin ayahku memanggilku .."

Dika hanya menuliskan 2 kata saja, yaitu "Nama Asli". Selama ini suami saya memang memanggil Dika dengan sebutan "Paijo"karena sehari-hari Dika berbicara dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Sunda dengan logat Jawa medok.

"Persis Paijo, tukang sayur keliling"kata suami saya. Atas jawaban-jawaban Dika yang polos dan jujur itu, saya menjadi malukarena selama ini saya bekerja di sebuah lembaga yang membela danmemperjuangkan hak-hak anak.

Kepada banyak orang saya kampanyekan pentingnya penghormatan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-Hak Anak Sedunia. Kepada khalayak ramai saya bagikan poster bertuliskan"To Respect Child Rights is an Obligation, not a Choice" sebuahseruan yang mengingatkan bahwa "Menghormati Hak Anak adalahKewajiban, bukan Pilihan".

Tanpa saya sadari, saya telah melanggar hak anak saya karena telah memanggilnya dengan panggilan yang tidak hormat dan bermartabat. Dalam diamnya anak, dalam senyum anak yang polos dan dalam tingkah polah anak yang membuat orang tua kadang-kadang bangga dan jugakadang-kadang jengkel, ternyata ada banyak Pesan Yang Tak Terucapkan.

Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupunanak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harusdiajarkan untuk menghormati ayah dan ibunya, tetapi para orang tuatidak boleh membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya. Paraorang tua harus mendidik anaknya di dalam ajaran dan nasehat yang baik.

(Ditulis oleh : Lesminingtyas)

[taken from milist trainersclub]

Dasar Bokir..

Engkong Ca'im umurnye udeh 80 taon, asmanye kumat mulu, badan udeh tinggal tulang doang...

Udeh jalan 2 minggu, Engkong Ca'im di inpus di rume sakit.Napasnye udeh senen-kemis, pake selang oxigen sgale...

Anak-mantunye nungguin gantian siang-malem...

Pas malem jum'at, Engkong Ca'im ngedrop lagi... mukenye pucet, badannye dingin, matenye sipit, napasnye tinggal atu-dua...

Si Nasir, anaknye semate wayang, ngira in babenye udeh waktunye ko’it.Ame si Nasir dipanggil deh ustad kampung situ, namenye Ustad Bokir.

Begitu liat Engkong Ca'im udeh diem aje, Bokir langsung baca-bacain macem-macem doa...Eh tau-tau Engkong Ca'im megap-megap ame kejang-kejang, bikin panik orang...

Pake bahase isyarat, Engkong Ca'im tangannye niruin orang nulis."Eh Nasir, Lu liat tuh tangan babe lu! Daripade bengong, kasih bolpen kek babe lu, kayaknye babe lu pengen nulis surat wasiat tuh" katenye Bokir.

Nasir langsung ngibrit nyari kertas ame bolpen buat babenye, kali aje dapet warisan tanah nyang di Condet... pan lumayan…

Pake sise tenage nye, Engkong Ca'im nulis di kertas ampe gemeter... abis gitu kertasnye dikasiin ke Bokir. Ame Bokir, surat wasiatnye langsung dikantongin.

"Entar aje bacenye, kagak enak baca surat wasiat sekarang, pan babe lu belon ko'it" katenye Bokir ngebisikin Nasir.

Akhirnye Engkong Ca'im jadi ko’it dah... Inna Lillahi wa inna ilaihi roji'uuun...Orang sekampung pade nangisin... soalnye Engkon Ca'im biarin galak tapi baek ame tetangge.

Pas slametan tujuh harinye Engkong Ca'im, Bokir diundang lagi ame Nasir buat ngebacain doa lagi. Abis bacain doa, Bokir baru inget kalo die dititipin surat wasiat ame almarhum Engkong Ca'im.

Untungnye, Bokir make baju taqwa nyang minggu kemaren dipake waktu Engkong Ca'im ko'it... pas dirogoh, surat wasiatnye masing ade di kantongnye.

"Sodare-sodare sekalian, ade surat wasiat titipannye Engkong nyang belon sempet ane baca. Kalo kite inget mase idupnye Engkong, kayaknye sih isinye nasehat buat kite semue.Nyok kite baca bareng-bareng suratnye..." kate Bokir.

Begitu abis ngebuka lipetan surat wasiatnye, tau-tau...GUBRAG !!! Bokir ngejeblak jatoh pingsan...Pas dibaca ame Nasir, ternyate isi suratnye begini...

HEH BOKIR!!!! Lu bedirinye sono an dikit, jangan nginjek selang oxigen gua!

*** Hehehe... Lagi pengen cekakak-cekikik... ***

[taken from here : Blognye Mpok Nopee]

10 Desember 2007

Berjalan Dengan Hati

Teman2 di TDA Joglo sudah pasti hafal dengan slogan atau tagline "2M"-nya Pak Bams. Tagline yang ternyata bermakna amat dalam, karena bemain dengan hati. Logika manusia,dan hitungan2 matematis kadangkala tidak bisa menebak.

Akhir2 ini saya baru menyadari, falsafah 2M itu sungguh luar biasa. Dari sana saya bisa banyak belajar apa itu arti 2M. Memberi dan Melayani. Makna yang amat luas untuk diejawantahkan dalam sebuah kalimat atau kata2 namun cukup dirangkum dalam 2 kata saja.

Saya dulu pernah ngeyel berhubungan dengan 2M ini jika disangkutpautkan dengan dunia bisnis. Hitung2an nalar serta logika manusia yang kadang saya kedepankan, lambat laun luntur.

Berjalan dengan hati inilah yang sekarang coba saya aplikasikan dalam saya melangkah. Berawal dari curhat pribadi, lalu dibawa dalam sharing di kelompok mastermind, serta brainstorming bareng2 membawa saya menjadi lebih bisa mendalami makna 2M yang sesungguhnya.

Disaat ada kerikil tajam menghadang, saat akan menggelar GTC UGM tempo hari. Dalam deadline 1 hari menjelang hari H trnyata ada jalan serta ada kekuatan lain yang mendorong dan memberi solusi menyelesaikan masalah tersebut.

Ada lagi, dan kejadian ini baru beberapa hari yang lalu. Sejak banner saya di http://www.tdajoglo.com/ masuk pit stop, secara tidak sengaja saya dipertemukan dengan saudara saya, anaknya budhe saya yang berdomisili di Semarang, malah bersedia membantu saya untuk berguru masalah website, hosting dan membuat website sendiri buat saya. Penawaran itu datang tepat sehari setelah banner saya lengser. Thanks God.. Ada jalan keluarnya..

Dan bukan itu saja, ada juga tawaran dari rekan di luar pulau yang berminat menjadi reseller (lebih tepatnya sub dealer) untuk produk pulsa elektrik saya. Itu semuanya saya tidak pernah saya duga2 sebelumnya. Dan saya juga tidak tahu, selalu ada jalan kemudahan dibalik sebuah kesulitan yang saya hadapi.

Buat Pak Bams, trims dah menjadi guru saya, guru disemua aspek. Belajar 2M, belajar mengendalikan emosi, belajar berhitung, belajar mencari legalitas usaha, belajar pencatatan, dan lain sebagainya..

Memang, semua kalau dijalankan dengan hati akan selalu ada hikmah positif dibalik itu semua.. Saat saya nulis ini, ada hikmah dibalik koran/tabloid saya yang numpuk tidak terjual dan tidak bisa konsinyasi. Permintaan klipping adik2 sekolah tentang Sea Games mengalir deras... Hari ini saja hampir 100 lembar order klipping masuk...

Thanks ya Allah... Thanks juga buat Pak Bams buat ilmu 2M-nya.. Ditambah berjalan dengan hati.. Semuanya ternyata menjadi lebih mudah dengan bantuan 'tangan Tuhan'...

Salam,

HATTA-JPP

Share Masalah Legalitas

Hmmm... Ternyata ada banyak respon dari tulisan tentang bikin legalitas usaha. Ada beberapa pengalaman yang lain yang ternyata berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain. Seperti yang diutarakan Bang Thom Big Bear dan Kang Aji. Namun bisa juga sama seperti apa yang saya paparkan.

But,yang penting patternnya hampir sama. Dari sini mungkin kita bisa mendapat banyak pelajaran baru, yang bisa dibagi. Beberapa input itu, ini menurut saya pribadi lho yaa, bisa anda persiapkan dulu.

  1. Cari tahu dulu di daerah anda untuk masalah perijinan ini dilakukan dalam satu atap ataukah tidak. Untuk layanan satu atap, dimana anda bisa melakukan itu semua. Apakah di Pemda, di Kantor Depperindag, ataukah ada Dinas khusus seperti yang dibilang Bang Thom, Dinas Perijinan.
  2. Cari tahu dulu syarat2 apa saja yang mereka butuhkan saat kita akan mengajukan perijinan tersebut. Kita siapin semuanya biar ga perlu bolak-balik. Minimal adalah seperti yang sudah ada dalam postingan saya sebelumnya.
  3. Perjelas juga dengan siapa akan berhubungan. Maksudnya, nama petugas yang akan/berkompeten melayaninya. Jika perlu tanyakan juga biaya2 apa saja yang dibutuhkan sekaligus tanyakan peruntukannya apa saja, serta nantinya mintakan bukti kuitansinya. Ngerti kan maksudnya?
  4. Ternyata ada dua hal beda dari input Bang Thom dan Kang Aji, yang satu jalan HO dulu dan yang satu lagi jalan NPWP dulu. Padahal saya jalan ke SIUP dan TDP dulu. Kok bisa berbeda-beda? Ini Indonesia bung, tanya ken-napa???
  5. Kalo pendapat saya pribadi, prosedurnya mungkin SIUP-TDP dulu, dari situ kita akan tahu kita masuk ke golongan usaha yang mana, kategori bisnis seperti apa, klasifikasinya ditentukan dulu. Setelah klasifikasi usaha ditentukan baru ke arah NPWP, yang mana akan menentukan pajak2 mana saja yang nantinya akan dikenakan kepada kita. Kecuali pada waktu ke KPP tanya NPWP adalah sebagai pribadi bukan badan usaha perorangan..
  6. HO dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan usaha yang bersangkutan. Menurut saya sih, tidak semua usaha butuh HO. HO kalo gak salah adalah ijin gangguan. Yang kita minta persetujuan tetangga disekitar lokasi usaha kita. Kiri, kanan, depan, dan belakang lokasi rumah/tempat usaha kita. So, kalo ada hitungan per meternya berapa, seperti yang dituturkan Bang Thom, saya malah jadi bingung...

Itu aja deh tambahannya. Sori kalo ada yang salah, karena ketidaktahuan saya. Namanya juga masih belajar, dan sekolah langsung praktek dilapangan, jadi yang didapatkan akan berbeda2 itu adalah hal yang wajar...

Selamat berburu legalitas usaha..

Salam,

HATTA

Bikin Legalitas Usaha Yukk......

Berawal dari hasil iseng2 survay bertanya mengenai prosedur pengajuan KPR di sebuah bank, yang mempersyaratkan adanya sebuah bukti legalitas usaha (khususnya ini bagi para wirausaha, yang gak punya slip gaji sendiri lho yaa) maka saya putuskan dalam waktu pit stop (halahhhh ketularan pak Bams) untuk mempersiapkan semua persyaratan2 itu..

Bukan cuman untuk itu saja. Ternyata masalah legalitas usaha ini memang urgent. Ibaratnya ini adalah sebuah kartu truf atau "KTP" kita bahwa usaha kita bener2 ada, bener2 nyata... Alias bisa dibuktikan. Itu dulu.. Terlepas nantinya ada bisnis baru atau lainnya yang diluar dalam catatan diSIUP atau TDP itu bisa nyusul..

Dengan legalitas usaha ini, akan mempermudah kita untuk 'bermain-main'. Mengajukan permodalan, mengadakan kerjasama dengan pihak ke-3, sebagai syarat pengajuan KPR, hingga untuk persiapan 'go publik'.. Jadi akan banyak manfaatnya.

Lalu bagaimana prosedur untuk mencari legalitas usaha ini dari awal? Bagaimana step by stepnya? Kemana saja yang harus dihubungi/instansi mana saja yang harus anda temui? Biaya2 apa saja yang musti dibayar? Serta syarat2 apa saja yang harus kita lampirkan?

Saya akan coba sharing cerita berdasarkan apa yang saya tahu selama saya mengajukan ijin legalitas usaha tersebut.

Pertama kali,

Silakan Andamencari surat keterangan dari RT/RW dimana tempat usaha anda itu berada. Misalkan anda berada/tinggal di daerah A, dan lokasi usaha anda berada di daerah B, maka anda mencari surat keterangan dari RT/RW di daerah B (bukan di daerah A, karena lokasi usaha anda berada di daerah B)

Untuk pengalaman saya, karena tempat tinggal dan lokasi usaha saya berada di daerah/tempat yang sama, maka saya mencari di RT/RW dimana saya tinggal.

Surat keterangan pengantar dari RT/RW ini bilang saja sebagai surat pengantar untuk mencari surat keterangan domisili usaha di kantor kalurahan. Paling2 Anda hanya memerlukan data KTP saja untuk mengisi formulirnya. Untuk biaya, sampai tahap ini masih gratis.

Oya, jangan lupa surat pengantar dari RT/RW itu tadi difotokopi dulu 2 lembar buat arsip kita. Lumayan bisa buat bahan cerita ke anak istri dan cucu di esok hari..

"Ini lho dulu eyang waktu mau bikin legalitas usaha ini.." Hehehehe.......

Kedua,

Setelah dapet surat pengantar dari RT/RW dimana lokasi usaha Anda tadi berada, maka langkah selanjutnya adalah mencari surat keterangan domisili usaha. (Kalo yg tadi cuman pengantar dari RT/RW). Yah memang sedikit ribet, tapi inilah Indonesia...

Surat pengantar dari RT/RW tadi dan KTP Anda dilampirkan untuk mencari surat keterangan domisili usaha yang dikeluarkan oleh Kepala Kalurahan dimana lokasi usaha anda berada. Seperti yang saya lakukan, karena saya tinggal di Kalurahan Tonggalan, sekaligus lokasi usaha saya juga berada di Kalurahan yang sama, maka surat keterangan domisili usaha saya dikeluarkan oleh Kantor Kalurahan Tonggalan ini.

Disini nantinya anda akan ditanya, Nama perusahannya apa, anda sebagai apa, lalu bidang usahanya apa saja.

Nama perusahaan bisa berupa PT, CV, UD, Koperasi, atau perorangan. Kalo perorangan bisa juga anda ajukan nama 'BRAND' atau 'MERK' yang biasa anda bawa.

Lalu anda akan ditanya, anda sebagai apa dalam perusahaan tersebut? Sebagai pemilik/penanggungjawab ataukah yang lainnya?

Bidang usaha, disesuaikan dengan apa yang anda geluti saat ini. Apapun itu. Setelah nanti legalitas sudah jadi dan anda akan 'bermain-main' di bidang/bisnis lain, itu bisa diatur untuk selanjutnya, hehehe....

Duch serius amat ya saya nulisnya?

Oya,setelah surat keterangan domisili usaha ini sudah jadi, silakan difotokopi bersama KTP Anda rangkap 5. Untuk apa? Yang satu lembar buat arsip kita sendiri, yang dua lembar buat arsip di kalurahan. Yang dua lembar buat pengajuan ke kantor Depperindag nantinya (plus nglampirin aslinya).

Sampai disini biaya sukarela, mau ngisi kotak 'pon' dikalurahan berapapun terserah. Kalo saya sih karena petugasnya saya ajak bicara ngalor-ngidul banyak banget, jadi lupa ngingetin buat bayar 'pon'...

So, "Jangan tiru saya.." Hehehehe....

Ketiga,

Siapin

  1. Surat keterangan domisili usaha dari kalurahan tadi yang asli
  2. Fotokopinya poin ke satu diatas sebanyak 2 lembar
  3. KTP Asli
  4. Fotokopi KTP 2 lembar
  5. Pas Foto 3x4 sebanyak-banyaknya (halahhhhh). Eh, 3 lembar aja deh..
  6. Materai 6000-an sebanyak 2 lembar

Keempat,

Bawa syarat2 yang ada pada langkah ke tiga diatas, masukkan ke dalam map. Lalu siap meluncur menuju ke Kantor Depperindag. lalu cari di bagian perijinan usaha. pasti sudah ada loketnya tersendiri, yang memang untuk mengurusi masalah legalitas usaha. Mulai dari SIUP, TDP, dan TDI.

Bilang aja sama yang berada di loket untuk mengurus SIUP+TDP. Gak susah kok. Nanti petugasnya akan memberikan formulir yang akan kita isi.

Ada dua macam formulir, yang masing2 untuk SIUP dan satu lagi untuk TDP. Isian di formulir itu juga gak jauh2 dari usaha kita yang sudah jalan. Kalo ada beberapa usaha, ambil aja usaha yang paling dominan saja.

Selesai mengisi formulir, diserahin balik ke petugasnya. Mereka nanti yang akan mengurusnya. Biayanya murah kok. Bawa aja 200rb atau 250rb, untuk ijin perusahaan perorangan sepertinya sudah cukup.

Biaya ini legal atau ilegal? Semula, saya pikir ini biaya ilegal, namun setelah saya minta bukti kuitansinya, dengan senang hati petugasnya memberikan kuitansi berkop Deperindag serta berstempel. So, biaya ini legal. Biaya ini untuk pemasukan kas daerah.

Sepertinya sih untuk pengajuan akhir tahun ini akan lebih mudah, karena akan menjadi laporan pemasukan kas daerah untuk tahun ini. Makanya prosedurnya di Deperindag sungguh simple gak serumit yang saya bayangkan.

Sebagai info, untuk SIUP dan TDP yang saya ajukan, jadinya memakan waktu sekitar satu minggu (semoga saja bisa lebih cepat)

Kelima,

Setelah SIUP dan TDP sudah jadi, seharusnya nyari NPWP. Namun saya belum bisa cerita lebih banyak tentang NPWP, karena SIUP dan TDPnya baru saja diajukan.

Nah kalo semua sudah beres, sudah siap ikutan arisan property neh.. Hehehe...

Syukur Alhamdulillah, PIT STOP saya hari ini memberikan progress yang signifikan..

Salam,

HATTA

09 Desember 2007

Pentingnya Bentuk Penawaran yang Dahsyat

Pentingnya Bentuk Penawaran yang Dahsyat
Sindo Minggu, 09/12/2007

Menurut saya, pokok paling penting dalam bisnis bukanlah business card semata, bukan juga kantor yang besar karena kita bisa memulai bisnis bahkan dari garasi kita.

Seperti yang telah saya lakukan sendiri pada awal saya mempunyai sebuah kantor, ternyata setelah saya kelola dengan profesional,meskipun bermula dari sebuah garasi, kini bisa berkembang sangat pesat. Lalu, hal penting dalam bisnis juga bukan ”Mr Hi Tech” semata.

Sebab, sehebat apapun teknologi yang Anda punyai dalam perusahaan Anda,tidak akan berarti jika kita tidak mampu memasarkan kelebihan produk atau perusahaan kita.Perlu dicamkan pula, hal pokok paling penting dalam bisnis juga bukan produk atau jasa Anda. Yang paling penting dalam suatu bisnis adalah penawaran karena pada hakikatnya, bisnis tidak akan ada sebelum adanya penawaran terjadi.

Karena itu, sebenarnya meskipun Anda tidak mempunyai produk atau jasa Anda sendiri, sebenarnya Anda tetap bisa menawarkan produk atau jasa orang lain. Contohnya, pada saat terjadi stagnasi atau kemandekan dalam penjualan apartemen secara nasional,saya menawarkan untuk membantu penjualan suatu perusahaan penyedia apartemen agar bisa meningkat pesat.

Kemudian,pemilik apartemen menanyakan kepada saya, ”Pak Tung bisa menjualkan berapa banyak apartemen saya?”Kemudian saya menjawab, ”Bukan berapa banyaknya, Pak, tapi berapa cepat saya bisa menjual apartemen Anda”.

Akhirnya saya menyanggupi untuk penjualan 152 unit apartemen hanya dalam satu hari (secara spontan pemilik apartemen tersebut sangat kaget mendengar jawaban saya). Lalu, saya memberikan penawaran, jika saya memang bisa membantu untuk menjual 152 apartemen hanya dalam satu hari, saya berhak untuk mendapat satu apartemen gratis.

Namun, jika tidak mencapai target (misalnya hanya 72 apartemen), saya akan membayar 50% dari satu unit apartemen yang akan saya beli. Akhirnya, dengan berbagai strategi pemasaran yang saya lakukan, target tersebut dapat tercapai tepat waktu. Banyak sekali kita jumpai sekarang ini, orang atau perusahaan yang memasang iklan, tetapi tidak memuat suatu penawaran tertentu.

Hal itu bisa terlihat antara lain di dalam iklan maskapai penerbangan, di satu sisi ada perusahaan yang mengalami kebangkrutan meskipun sudah beriklan, salah satu alasannya karena bahan bakar atau avturnya naik.

Namun di sisi lain,kita bisa menjumpai ada beberapa maskapai penerbangan yang justru membeli beberapa pesawat baru dalam kondisi avtur naik sekalipun, antara lain karena mempunyai strategi iklan yang efektif, yang mengandung irresistible sensational offer (ISO) yang membuat banyak konsumen berminat kepada layanan maskapai penerbangan tersebut.

Sayangnya, banyak iklan dengan biaya besar tanpa disertai ISO yang tidak memiliki suatu penawaran yang kuat. Akibatnya,sering kali suatu perusahaan harus mengeluarkan biaya besar dan hasilnya sia-sia belaka.

Maka,saran saya, mulai hari ini juga Anda bisa lebih memfokuskan strategi penawaran agar jauh lebih optimal dan dahsyat sehingga target pemasaran Anda pun bisa teraih.

Selamat mempraktikkan. Akan banyak ide dan pengalaman pemasaran dahsyat yang akan saya bagikan kepada Anda. Karena itu, jangan lupa ikuti artikel saya selanjutnya di koran SINDO. Saatnya Anda mampu meraih target yang telah ditentukan sebelumnya dengan mempraktikkan berbagai langkah pemasaran dahsyat yang saya bagikan.(*)


Tung Desem Waringin Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005

[taken from: seputar-indonesia.com]

Met Ultah Kakak-ku


Hari ini Minggu 9 Desember 2007 setidaknya ada dua hal yang bisa saya ingat. Pertama, saya inget tepat setahun yang lalu 9 Desember 2006 ditanggal yang sama, untuk kali pertama (hehehe, katrok bgt) saya main ke Ice World di Komplek Ancol Jakarta sono.


Sebuah cerita yg masih ada sejarahnya. Karena saat itu yang menemani bermain disana adalah sahabat saya yang kenal karena gak sengaja.

Menyenangkan, dan asyik. Namun sayang saat ini saya jarang kontak dengannya karena kesibukannya ditempat kerja.

Satu hal yang lain adalah, hari ini adalah hari ulangtahun kakak kandung saya. Yup.. Met Ultah yaa Mbak Dessy...

Semoga apa yang diinginkan dan diharapkan akan menjadi kenyataan. Semoga pula kolaborasi bisnis Mie Ayam-nya bisa kita perluas lagi. Dan semoga cepet diberi momongan lagi, biar si Udin gak sendirian lagi, hehehe...

Happy Birthday My Lovely Daughter..

Salam,

ADIKMU

Kita Tidak Sendiri

"KITA TIDAK SENDIRI". Sebuah tagline blog milik salah satu member di TDA Joglo. Beliau ini masih muda, enerjik, dan full semangat. Kalo ngobrol dengan beliau jarum jam gak akan terasa. Celotehannya dan gaya bicaranya yang full sanguinis sungguh mengasyikkan. Hehehe... Mas Sanguinis Wibisono, eh Mas sangaji Wibisono-lah dia orangnya. Blognya ada di sini.

Bukannya pengen ngrasani Mas Aji ini. Tapi saya ingin membahas taglinenya itu tadi, karena ketika pertamakali tagline itu dilaunching (halahhhh....), soul-nya amat kena buat saya..

Yup..! Betul bahwa kita tidak sendiri. Apalagi kalo anda sudah full totalitas dalam sebuah komunitas atau dalam satu kelompok mastermind hal itu amat terasa. Kok bisa?

Dulu, saat saya "masih sendiri", maksudnya tidak ikut dalam komunitas ataupun kelompok mastermind, semuanya serba dipikir sendiri. Ada problem berat dan masalah yang sedang menghantam bisnis semuanya serba dipikirkan sendiri, dan dicarikan solusinya sendiri pula.

Namanya juga dipikir sendiri, dibahas sendiri, dan semuanya sendiri, sudah barang tentu hasilnya tidak akan maksimal. Karena setiap manusia sudah pasti memiliki keterbatasan, terutama dalam berpikir.

Lain halnya jika anda ada dan aktif dalam kelompok mastermind atau aktif dalam suatu komunitas (apapun itu, bukan hanya di TDA Joglo saja). Taglinenya Mas Aji itu akan bener2 terasa.

Saat kita jatuh, saat kita sedih, saat kita bingung, saat kita ngedrop disana akan ada sahabat yang siap menggandeng kita untuk bangkit kembali. Menyetel ulang semangat kita. Mengingatkan kita untuk tetap istiqomah meraih dreams yang kita inginkan.

Tidak itu saja, dari situ pula kita bisa berbagi kisah. Dan akan terasa bahwa dua otak itu lebih baik dari satu otak. Tiga otak lebih baik dari dua otak. Dan begitu seterusnya. Dan di kelompok mastermind-pun dengan lima/enam otak yang ada sudah cukup membuat kita tidak sendiri...

Kesimpulannya, janganlah anda ragu2 untuk bergabung dalam sebuah komunitas. Janganlah ragu2 bertotalitas disana. Begitu juga dalam kelompok mastermind..

Tak jarang saya menemukan sebuah prospek baru, strategi "perang" baru, membuka networking baru, ada peluang kolaborasi bisnis baru, dan lain sebagainya..

Apalagi kalo tagline-nya Mas Aji ini digabungkan dengan taglinenya Pak Bams yang "MEMBERI DAN MELAYANI". Hasilnya sungguh dahsyat......

Trims buat dua tagline itu. Dari sana saya bisa belajar banyak tentang "2M" dan saya merasa bahwa memang saya tidak sendiri... Saya memiliki teman2 yang siap membantu untuk dalam segala hal...

Sekali lagi.. "KITA TIDAK SENDIRI DALAM MEMBERI DAN MELAYANI" (Halahhhh.....jadi tagline baru...) Hehehe....

Salam,

HATTA-JPP

08 Desember 2007

Pit Stop

Pit Stop. Anda pasti sudah sering mendengar istilah yang satu ini. Istilah ini biasa digunakan dalam dunia balap mobil/balap motor. Dimana waktu pit stop ini dibutuhkan untuk merancang strategi selanjutnya untuk meraih kemenangan. Berhenti sejenak, mengganti ban, mengisi bahan bakar, serta berhenti di-lap tertentu, dan membutuhkan kerjasama yang baik diantara anggota tim untuk meraih tujuan sebuah kemenangan.

Bahasa itulah yang digunakan oleh guru saya, untuk berhenti sejenak merancang strategi selanjutnya.

Sayapun kemudian juga berpikir ulang, memang perlu juga saya masuk pit stop. Karena beberapa aktifitas offline terutama di bulan November kemarin, cukup menguras pikiran dan tenaga.

Nah untuk pit stop sekarang, saya pengen berhenti untuk menyiapkan pondasi serta strategi yang tepat untuk menyongsong tahun 2008. Ada banyak hal yang harus saya benahi untuk lebih melejitkan bisnis yang sudah di-running.

Terlebih lagi setelah kena, dalam bahasanya Mas Riza, "Virus James", membuat saya bener2 tertantang. Rel itu sudah ditunjukkan oleh Pak James. Strategi untuk melewati rel itu juga sudah dipaparkan dengan gamblang oleh beliau.

Namun ada pesan yang sangat menyentuh juga: "jangan terbawa emosi"...

Disisi lain, setelah tahu keterkaitan antara legalitas usaha, pentingnya laporan keuangan, likuiditas cashflow, serta hubungan tarik menarik antara bisnis dan property membuat saya mengerem 'hawa nafsu' untuk main shortcut, hehehe.... Meski saat ini ada sebuah peluang property yang eman2 kalo dilewatkan...

Dalam tulisannya Mas Iman di milist tentang resolusi 2007, cukup menarik juga. Jadi pengen mengadopsi untuk bikin resolusi 2008...

Oleh karena itu, saya butuh pit stop ini untuk istirahat dulu..

Hari Sabtu ini, baru dapet surat pengantar dari RT/RW. Satu langkah kecil untuk mendapatkan persyaratan legalitas usaha. Semoga hari Senin nanti, bisa jalan sesuai dengan yang saya harapkan...

Pit Stop. Berhenti sejenak untuk berlari lebih cepat....

Salam,

HATTA-JPP

04 Desember 2007

Iseng-2 Bertanya KPR ke Bank

Pagi ini seperti biasa udah menjadi rutinitas harian saya menyetorkan uang untuk stok saldo deposit. Kebetulan di Bank dimana biasa saya setor hampir semua teller-nya hapal dengan wajah saya, karena rutinitas jadi mereka hapal. Termasuk hapal, setelah setor pasti dikeluarin lagi :))

Karena semalem barusan brainstorming sama pak bams, dan masih terngiang2 ilmunya Pak James yang bikin geleng2, dengan pede-nya saya iseng2 bertanya mengenai prosedur pengajuan KPR melalui bank tersebut. Simplenya sih, bekal dari ilmunya Pak James saya chrosscheck-kan dengan realitas di bank tersebut.

"Mbak, gimana sih prosedurnya kalo mau mengajukan pembiayaan KPR di bank ini?" Mungkin LOA kali ya,saya berpikir pasti dapet infonya. Eh,kesampaian juga... Kok ya mbaknya di teller itu dengan senang hati menghubungkan dengan manager di bank itu.

Singkat kata, Pak Timotius, manager di bank itu mengajak masuk saya ke ruangannya, dan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan2 saya. Dari obrolan singkat mengenai KPR dengan beliau ini ada beberapa poin penting dan sudah pasti ada hubungannya dengan apa yang disampaikan oleh Pak James hari minggu lalu..

Poin2 itu antara lain:

  1. Masa pinjaman untuk KPR di bank tersebut maksimal bisa hingga 15 tahun. Hiks2.... ngapain kok ga 20 thn sekalian yaa? Tapi gak masalah... Karena ada alasan yang ke-3...
  2. Oya, batas maksimal waktu pengajuan KPR di usia 40. Bener juga musti take action sekarang..!
  3. Bisa di-refinance (setelah tahun ke-3), dan dilihat track recordnya.. No problem kan?
  4. Jual-Beli properti dari an ortu ke anak, memang diperbolehkan sekali, (karena hanya masalah jual-beli saja).
  5. Beli property di Solo tapi pake KPR bank di Klaten juga Welcome...! Alias lokasi properti bisa beda tempat.
  6. Bisa take over KPR dari bank lain. Ini biasanya tidak banyak cing-cong dan survay, karena sudah ada data dari bank sebelumnya. Ini bank yang paling suka. Pindah sekolah namun di kasih "uang saku" bisa pake cara ini.
  7. Mau ambil properti sebanyak yg anda mau juga bisa. Namun asal ada cashflow positif aja. Dan lagi, kata Pak James jangan emosional... Bank sangat suka, kalo dagangan duitnya laku...
  8. Pinjem bisnis orang lain untuk pendukung juga bisa. So, apa yg dikatain pak bams semalem ternyata riil bisa...
  9. Bagi yang bukan pegawai, musti melampirkan identitas legalitas usahanya... Seperti biasa SIUP, TDP, NPWP.. Ga papa, kita bisa start lagi mulai sekarang.
  10. Cairnya sebesar kurang lebih 75% dari apprasial bank.

Hmmm.... tambah panas dingin aja nih..

Tinggal bikin grand design, serta data 100-10-3-1......

(100 Inceran, 10 TTM, 3 ditembak, 1 dinikahin)

Jadi semakin kebuka jalannya untuk menuju ke 11 digit..

Anda mau coba?? Mari bareng2 berlomba menuju 11 digit..

Salam,

HATTA-JPP

03 Desember 2007

Belajar Ilmu Property Dari Sang Guru

Ki-Ka: Guk Seta, Pak James, Pak Bams, Hatta, Edwient
(yg ambil foto Mas Awan)

Hari Sabtu dan Minggu kemaren ada sebuah warna baru dalam mindset saya berhubungan dengan dunia property. Pertemuan dan seminar dengan Pak James Sastrowijoyo, sang guru property di TDA itu cukup mencerahkan. Sampai2 pada hari Sabtu malem saya nginep di Jogja, dirumah Pak Bams biar pada seminar hari Minggu tidak ketinggalan/telat...

Pertemuan itu diawali pada sabtu malem....

Critanya, Pak James yang pagi harinya baru sampai di Jogja, "dibajak" (halahhhh) di 7resto jogja. Waktu pertemuan yang dari jam 19.00 sampai jam 23.00 itu gak terasa, malah mungkin hanya baru sekitar 10 menit...

Pak Bams, Mas Awan, Guk Seta, Mas Edwient, yang juga turut hadirpun cukup dibuat panas dingin dengan kisah perjalanan Pak James ini. Dan ternyata ilmu yang ia terapkan itu harganya puluhan juta rupiah...! (Jadi sedih, ilmu puluhan juta rupiah, di TDA Joglo seminarnya sudah dijual amat sangat murah, eh masih ada yang bilang mahal). Bagi yang kemaren hadir di seminar ini, saya yakin dengan ilmu seperti itu yang diberikan dari Pak James seharusnya memang berharga jutaan....

Back to laptop...

Dari pertemuan awal dengan guru properti TDA ini, sudah cukup membangkitkan adrenalin teman2 semua. Saya sendiri trus langsung pikirannya kemana2.. Melihat dan mengingat beberapa property yang pernah ditawarkan..

Namun kata beliau, jangan emosional... Dalam bahasanya yang ibarat mencari pasangan, ada rumus 100-10-3-1.

100 prospek...

10 ditembak...

3 menerima...

1 jadi pilihan....

Huahahaha.... Ada-ada aja pak guru yang satu ini. Tapi ada benernya juga, dan memang bener karena beliau sudah menerapkannya...

Ada banyak ilmu yang beliau bagi dalam dua hari pertemuan itu.

  1. Bagaimana memilih property yg layak bidik
  2. Menghitung Replacement Cost dan menaksir harga property
  3. Membuat daya ungkit property
  4. Bagaimana berhubungan dengan bank
  5. Meningkatkan daya ungkit keuangan kita
  6. Menggunakan kartu kredit dengan cerdas
  7. Trik menahan property
  8. Bagaimana mendapatkan property dengan harga semurah2nya..
  9. Bagaimana bermain hutang di bank
  10. Mengapa hutang dibank itu baik
  11. Mengapa banyak orang salah tafsir mengenai hutang di bank
  12. dll....dll......

Kalo dijabarkan satu-persatu, mungkin tulisan di blog ini tidak cukup.

Trims buat Pak James sudah mau dateng dan silaturahmi dengan temen2 di TDA Joglo di Jogja. Trims juga udah dibagi-bagi ilmunya. Jangan kapok maen lagi ke Jogja yaa...

Pagi2 ini, sebelum ngeblog nyempetin baca materi seminar kemaren, trus buka2 koran langsung ke kolom "Rumah Dijual". Hehehe.....

Semoga akan menjadi awal langkah saya dan menyusun dreams baru ke depan..

Salam,

HATTA-JPP

25 November 2007

Curhat Bisnis Dengan Mahasiswa

Seperti yang saya janjikan, bahwa saya akan menulis pada bagian tersendiri mengenai bagian "Curhat Bisnis" dengan para mahasiswa di UMS kemarin. Acara curhat bisnis ini adalah sebagai solusi pengganti, karena keterbatasan waktu yang disediakan pada sesi ke-2. (Trims...Saya bisa belajar time management).

Para mentor2 andalan Joglo akhirnya terjun semua dalam sesi curhat bisnis ini. Mereka bukan hanya sekedar mengompori saja, namun juga memberikan sharing pengalaman, bercerita strategi, memberikan masukan/solusi terhadap problem bisnis yang telah dijalankan oleh para mahasiswa.

Karena bidang bisnis yang digeluti beraneka ragam, maka para mentor dan mahasiswapun melebur dengan kelompok2 coaching yang sesuai dengan core bisnisnya.

Ini dia wajah2 para mentor handal dari TDA Joglo itu. Dari wajah2nya terpancar aura2 positif dan selalu optimis.

PErlu dikenalin gak neh satu persatu para mentor ini?

Dari yang berdiri dari kiri ke kanan, ada: Mas Prabas, Mas Muis, MAs Nanang, Pak Bams, Mas Tri Muriana, Paktito, Mas Awan, Pak Riza, Mas Budi "Yoyo Padi", dan yang kepotong itu sebenarnya Bu Tini Riza. Ibu Dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan yang memberikan kesempatan bagi TDA Joglo untuk berkolaborasi.

Untuk yang jongkok, dari kiri ke kanan ada : Saya (Bung Hatta, hehehe...), Mas Yasin, Mas Thomas, serta Mas Sangaji.

Ket : TDA Joglo Motivator Team

Untuk sesi sharing coaching, mengingat core bisnis saya di bidang pulsa elektrik, koran/majalah, serta makanan/snack (warung mie ayam), oleh karena itu bagi yang ingin sharing pengalaman dan bertukar problem di bisnis ini bisa menghubungi saya, halahhh....

Terhitung ada sekitar 10 mahasiswa yang sharing problem serta berbagi cerita dengan saya. Namun sayangnya saya lupa berkenalan satu persatu. Padahal biasanya untuk lebih bisa akrab dan dekat, dengan mengenal satu persatu itu akan lebih baik. (teringat Amien Rais saat beraudiensi yang selalu menyapa dan menyebut lawan bicaranya).

Namun ternyata hal itu bukan merupakan problem besar. Ada beberapa masukan/pertanyaan yang berhubungan dengan bisnis yang mereka jalani.

Pada sesi permulaan mereka bertanya mengenai saya. Mulai dari latar belakan pendidikan, pengalaman bisnis, kapan memulai usaha, alasan memulai usaha, serta suka duka dalam menjalani usaha.

Ada yang sedikit kaget ketika saya bilang bahwa saya lulusan dari ITS (dan alhamdulillah mereka tahu ITS itu apa, soalnya beberapa kali ada yg menyebut ITS itu dengan singkatan Institut Teknologi Swasta..!). Mungkin dalam benak pikirannya seperti ini, lulusan ITS kok dadi bakul, opo ora isin..... Hehehe...

Trus saya juga sedikit flashback sewaktu di kehidupan kampus. Saya bercerita bahwa ada banyak peluang yang bisa kita jalani dengan bisnis disekitar dunia kampus. Ketika saya sebut, bisnis les privat, terjemahan, pengetikan, order fotokopi, snack/camilan,dll mereka baru sedikit ngeh.. "Iya...ya...!"

Setelah selesai,mereka curhat masalah bisnisnya. Pertama2, yaitu mbaknya yang berbaju hijau pupus ini (mbak siapa yaa??-Lihat foto dibawah ini). Mbak ini cerita kalo dia akan ada semacam bazaarr yang diadakan dikampusnya dalam waktu dekat. Nah dia tanya strategi apa yang kira2 sesuai agar produknya bisa laku di bazarr nanti.

Ketika saya tanya apakah ada biaya sewa tempat untuk kegiatan tersebut,ternyata mbak itu menjawab gratis. "Lho enak bangetz donk..! Ambil aja peluang itu mbak.." Tempat gratis kok, tinggal majang barang dagangan. menurut saya hanya masalah di biaya promosi produk saja.

Oya, mbak itu tadi rencananya akan berjualan kacang mente.

Nah lalu saya bilang, mbaknya tinggal kasih alokasi biaya promosi saja. Biaya promosi kalo kacang mente berarti ada sample yang di gratiskan. Setelah itu ada beberapa strategi lain yang bisa dimixing.

Mau bermain diskon, bonus berharga gelap, serta limitasi waktu semuanya bisa ditempuh. Kusampaikan aja ilmunya Pak Tung mengenai sensasional offer. Namun sepertinya dia akan berhitung ulang dengan biaya promosi ini. KAlo terlanjur keluar biaya promosi (bagi2 produk), ternyata tidak ada yang beli gimana donk?

Yach itulah namanya entrepreneur, seninya adalah dalam bermain mengelola sebuah resiko. Namun saya lihat, seharusnys tetap bisa jalan mbak....


Sesi berikutnya adalah mengenai dunia bisnis pulsa elektrik. Nah ini dia yang saya suka. Mereka tertarik untuk terjun ke bisnis ini.Bahkan mas yang nuding2 berbaju hitam ini sudah terjun langsung serta merasakan suka dukanya berbisnis pulsa elektrik ini.

Dipisuhi, dimarahin, dikomplain pembeli sudah jadi makanannya...

Sayapun juga bercerita mengenai alasan saya yang akhirnya memutuskan untuk tidak bermain di pangsa eceran. Saya jelaskan semua alasan saya, serta stretegi bertempur saya yang lain. Salah satu strategi bertempur saya adalah melalui online.

Bahkan mas itu tadi saya suruh membaca sms dari calon reseller yang mendaftar di saat saya masih mengisi coaching. Sms fresh tanpa rekayasa. Dia saya suruh membaca sendiri smsnya. Dan kebetulan sms yang masuk itu adalah dari kalimantan barat dan tangerang.

"Nek sampeyan mung dodolan nang kene.. Omzet-e yo mung iki2 ae mas..."

"Lha aku gak ngopo2, onok cah tangerang mbek kalimantan dadi calon reseller. Piye jal?" Hehehe....saya memanas2i dia untuk melihat peluang bermain online...

Trus juga saya paparkan mengenai perbedaan permainan di bisnis pulsa ini apabila bermain eceran serta grosir. Ternyata selama ini dia belum melihat celah itu. Yah setidaknya mulai saat ini dia bisa belajar. Belajar ilmu faktor kali, belajar perang strategi, dll...


Sebenarnya mas itu minat untuk mencoba produk yg saya miliki, namun karena demi etika, untuk kerjasama selanjutnya bisa dibahas diluar sesi saja.

Tak lupa Mas Tito (berbaju oranye),yang jauh2 dari Semarang,juga ikut memberikan masukan pentingnya sebuah pembukuan atau rekening bank. Bisnis harus sudah mulai Bankable. Catatan rekening transaksi bank itu sangat penting dalam dunia bisnis.

"Setelah setor, duit diambil lagi aja gak masalah kok mas..." Saya cerita keseharian saya malah ketawa.

"Nek duitku ngendon nang bank, yo enak bank-e donk... Duit-ku di-dol maneh... Mending tak setor trus tak nggo kulakan maneh, tak tinggal cepek wes cukup. Hehehe...."

Akhirnya adzan maghrib menghentikan sesi coaching kita, meskipun saya juga merasa masih amat kurang untuk waktu belajar bersama ini. Namun saya bisa melihat wajah2 optimis para mahasiswa itu....

Jangan takut melangkah sahabatku........

Salam,

HATTA-JPP

Belajar, belajar, belajar...

BELAJAR. Sebuah kata yang sungguh menyenangkan. Belajar apapun itu asalkan dalam hal2 yang positif. Dan di hari Minggu kemarin kebetulan saya memperoleh pengalaman belajar yang amat sangat berharga. Pengalaman belajar apa itu?

Hari minggu kemarin saya mendapat kesempatan belajar memberikan workshop kepada teman2 mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sebuah pengalaman pertama yang mungkin sulit saya lupakan untuk seumur hidup.

Belajar memberikan workshop di depan audience yang belum kita kenal sama sekali ternyata memberikan sebuah tantangan tersendiri. Tantangan yang beraneka ragam, dan tantangan terbesar itu malah berasal dari diri sendiri.

Bagaimana bisa mengalahkan rasa takut, rasa malu, rasa grogi, serta rasa-2 negatif itu lainnya...! Dan Alhamdulillah,setelah berjalan dan selalu berpikir positif bahwa saya bisa, semuanya bisa berjalan lancar.

Bisa dibayangkan, memberikan workshop didepan ratusan mahasiswa dan itu adalah kali pertama untuk kegiatan di luar.

Akhirnya workshop yang dilabeli dengan "curhat bisnis dengan TDA Joglo" itu bisa berlangsung dengan lancar, meskipun harus diakui banyak pembelajaran yang perlu diperbaiki. Acara yang direncanakan dimulai setelah dzuhur ini cukup mendapatkan apresiasi dari para mahasiswa. Bahkan acara yang seharusnya disetting selesai pukul 16-an ini dengan 'terpaksa' diperpanjang hingga pukul 18.00 karena banyak mahasiswa yang ternyata masih haus belajar, serta curhat mengenai bisnis yang dijalankannya.

Pada kesempatan ini TDA Joglo diberi kesempatan untuk mengenalkan diri. Apa dan siapa TDA Joglo itu. Mas Budi "Yoyo Padi" Prajitno,mendapat kesempatan untuk memberikan pengantar, yang kemudian dilanjutkan dengan perkenalan personil satu-persatu.

Pak Bambang Triwoko, Saya, Mas Awan, Mas Edwin, Mas Prabas, Mas Thomas, Mas Agung, Mas Nanang, Mas Yasin, Mas Sangaji, Mas Tito (Semarang), Mas Riza satu persatu mengenalkan diri.

Setelah selesai sesi perkenalan,langsung dilanjutkan untuk materi workshop yang kebetulan diisi dengan permainan "Darts Market". Ini dia foto dokumentasinya saat para mahasiswa mendapat penjelasan untuk menjalankan permainan yang fun ini.


Ket : Saat Pembagian Kelompok

Setelah pembagian kelompok dilanjutkan dengan penjelasan bahwa setiap kelompok akan menjadi satu unit usaha sendiri2. Mereka diwajibkan untuk memilih orang2 yang tepat untuk menjadi Owner, Manager Outlet, Akuntan/Auditor, serta, para Marketingnya. Setelah ditentukan personel2nya, mereka diberi waktu untuk merundingkan strategi masing2 yang akan mereka lakukan dalam memenangi pertandingan bisnis itu nantinya.

Ini dia saat TDA Joglo memberikan pengarahan kepada para mahasiswa. Ada beberapa pertanyaan kritis pada saat ini, seperti jumlah owner hanya satu atau boleh lebih?, gunanya promosi apa?, Gajinya bisa dinego apa tidak?, produk yg diperjualbelikan boleh bermain spesialisasi atau tidak? Dan beberapa pertanyaan lainnya.

Ket : Saat Penjelasan Teknis Permainan

Setelah selesai mendengarkan penjelasan teknis permainan, maka para "Direktur Utama" dari masing2 "PT" itu dipersilakan membuat dan menghitung Purchase Order (kulakan) barang yang akan diperjualbelikan di pasar nantinya. Dan luar biasanya untuk lebih menambah faktor emosional, uang yang digunakan untuk bertransaksi adalah uang nyata...!!

Masing2 "PT" mengeluarkan sejumlah modal sendiri2 sesuai dengan PO yang diajukan. Ada yang bermodal dibawah 10.ooo, dan bahkan ada yang bermodal lebih dari 25.000...!! Itu semua adalah hak mereka sendir, karena dalam permainan itu adalah bisnis mereka sendiri. Mau modal sedikit, atau modal banyak, I'ts his/her choice..!!

Ket : Saat Pembagian Lembar Purchase Order

Ini dia faktor2 yang harus mereka perhatikan saat akan memutuskan berinvestasi..!

Ada faktor biaya gaji. Baik untuk owner, manager outlet, akuntan/auditor, dan marketing. Selain itu ada juga faktor biaya promosi/iklan.

Target market serta akan bermain di ceruk pasar yang mana juga harus jeli mereka bidik..! Pemilihan produk spesifik atau bermain di segmen pasar tertentu juga perlu dipertimbangkan.

Lihat saja daftar produk dibawah ini, ada 3 macam produk yang masing2 berbeda harga belinya, serta memiliki selisih margin yang berbeda2. Disini kejelian seorang entrepreneur sungguh diperlukan untuk membidik market. Oleh karena itulah games ini saya beri nama "Darts Market".

Silakan belajar dari product knowledge simulasi bisnis ini.

Ket : Menuntut Kejelian Entrepreneur Membidik Market

Setelah itu permainan dimulai dengan membidik produk yang dipasarkan ke kotak "market" yang telah disediakan. Ada 3 kotak "market" bisa mereka ambil, tergantung strategi mereka.

Jika produk mereka berhasil masuk kotak market, maka produk mereka dianggap masuk dan terjual di "market", namun apabila produk mereka tidak tidak berhasil masuk ke dalam kotak "market" maka hanya merupakan penjualan yang sia2...

Setelah selesai permainan, akuntan/auditor masing2 kelompok akan menghitung rugi/laba perusahaan mereka masing2. Laporan rugi/laba mereka akan dihitung sesuai dengan format sederhana seperti dibawah ini:

Ket : Bikin Laporan Rugi Laba yukkk...!

Saat penghitungan rugi/laba ini waktu yang cukup mendebarkan, karena dari situ akan bisa dilihat siapa saja yang piawai bermain bisnis. Dan ternyata dari 5 kelompok yang bermain, ada 4 kelompok yang ternyata mengalami kerugian dalam berbisnisnya..!

Ada satu kelompok, yaitu kelompok 1 yang bisa tampil menjadi pemenang. Usaha yang dijalankannya menghasilkan laba sebesar 110. Dan bagi pemenang diberikan apresiasi dari TDA Joglo berupa hadiah kantong HP,persembahan dari Mas Largo, eh Mas Thomas.

Dari games sederhana ini ada banyak fator kita bisa belajar darinya, yaitu:

  1. Belajar berhitung Investasi
  2. Belajar menganalisa target market
  3. Belajar pencatatan laporan keuangan
  4. Belajar menghitung titik impas
  5. Mengetahui pentingnya kerjasama/koordinasi
  6. Mengetahui pemilihan SDM yang tepat

Setelah itu di-break dengan sholat ashar dulu, dan dilanjutkan kembali. Pada sesi berikutnya diisi dengan curhat bisnis. Bagi mereka yang sudah menjalankan bisnisnya mereka saling sharing problem mereka, serta meminta masukan dari TDA Joglo. Namun lebih senang saya dengan istilah belajar bersama. Untuk masalah curhat bisnis ini nanti akan saya tulis dalam bagian tersendiri.

Akhirnya dari pengalaman pertama memberikan kesan yang sungguh luar biasa. Dan saya amat sangat berterimakasih untuk diberikannya waktu belajar di UMS ini. Buat TDA Joglo sendiri juga bisa menjadi masukan, serta mencari format yang tepat untuk acara coaching berikutnya. Mengingat jadwal berikutnya adalah di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta.

Mohon doa restunya, semoga semua bisa berjalan lancar sesuai yang kita harapkan.

Pelajaran hari ini : "KALAU SAYA YAKIN BISA, SAYA PASTI BISA. ENERGI POSITIF ITU AKAN MEMBUAT SAYA MEMILIKI KEYAKINAN BISA...!"

Salam,

HATTA-JPP